
Tidak beberapa lama berkendara aku dan Hasasi sampai di rumah orang tua Hasasi. Setelah mobil berhenti aku dan Hasasi turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam rumah
Hasasi membawa dua tas belanjaan yang ada di tangannya dan menaruh semua belanjaan di atas meja lalu mengibas - kibaskan tangannya
"Kenapa dengan tanganmu?" tanyaku sambil mengikat rambut
"Capek tahu ini barangnya banyak banget kamu cuma bawa tas keranjang kecil doang" gumam Hasasi
"Ya kan kamu laki - laki kalau kamu perempuan bolehlah kamu ngeluh!!!" protesku mencuci sayur dan buah di wastafel
"Ya... ya emang wanita selalu benar" gerutu Hasasi di belakangku
"Apa kamu bilang!!!" protesku menatap sinis Hasasi
"Eng... enggak, galak banget sih" gumam Hasasi takut
"Ya kamu bilangnya kayak gitu ... emangnya laki - laki selalu salah apa??"
"Ya kenyataannya kayak gitu"
"Enggak ya... laki - laki tuh gak mau mengalah" gumamku
"Hais udah lah jangan berantem, gak selesai masak ini nanti"
"Kamu sih yang mulai!!"
"Hmmm ya ya aku salah" gumam Hasasi membuka plastik daging dari tempatnya
"Bentar mana dagingnya aku cuci dulu" gumamku memasukkan daging dan mencucinya di wastafel
"Apa yang bisa aku lakukan?"
"Kamu bisa potong - potong?... tolong potongin buah itu"
"Baiklah" ucap Hasasi mengambil wadah yang berisi buah dan mengupasnya
"Kamu mau masak apa Fifiyan?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri" gumamku mengolah bahan - bahan yang baru aku beli
Aku mencuci semua bahan, memotong sayur serta memotong daging, dan membuat semua bumbu masakan. Aku rencananya membuat steak sapi spesial, nasi goreng, shabu - shabu spesial, dan ramen spesial. Yaaah sebenarnya kata spesial itu biar keliatan beda sama yang ada di cafe - cafe gitu
__ADS_1
Setiap aku memasak aku merasa ada yang mengawasiku dari atas, karena aku merasa aneh aku mencoba menggunakan wajan yang berkilap untuk memantaunya dan ternyata di lantai atas aku melihat Nyonya Stun dan Tuan Stun sedang melihat kami memasak lewat wajan yang aku arahkan ke lantai atas. sontak aku kaget dan wajan yang aku pegang terjatuh
Praaankkk
"Kamu tidak apa - apa Fifiyan?" gumam Hasasi terkejut
"Ti... tidak, maaf tadi mau naruh wajan di atas kompor malah tanganku kena wajan yang panas di sebelahnya"
"Mana aku liat ..." gumam Hasasi melihat tanganku
"Hmmm untung tidak berbekas... biar aku aja yang masak kamu istirahat dulu" gumam Hasasi mengambil wajan yang ada di bawahku
"Tidak apa - apa Hasas, kamu motong aja buah - buahan itu" gumamku dan kembali memasak
Karena melihat wajah Nyonya Stun dan Tuan Stun yang begitu seeius melihat kami membuatku kaget dan syok, aku jadi takut kalau aku melakukan kesalahan dan membuat Nyonya Stun marah kepadaku. Karena aku tidak mau sampai mealkukan kesalahan akupun memasak makanan tersebut dengan bersungguh - sungguh
Aku memasak empat hidangan yang membuatku harus melewati berjam - jam untuk menyelesaikannya. Hasasi yang aku suruh memotong buah saja belum selesai saat aku sudah menyelesaikan 3 hidangan. Itulah kenapa aku menyuruh Hasasi untuk memotong buah saja karena Hasasi tidak pernah memasak jadi takutnya masak terlalu lama dan membuat makanan semakin tidak enak.
"Fifiyan ada yang bisa aku bantu?, aku udah selesai memotong buah" gumam Hasasi meletakkan buah itu di atas piring
"Tolong tata buah - buah itu ke atas meja makan sama tata alat makan dan makanan yang sudah jadi ke atas meja makan ya!!" gumamku
"Baiklah" gumam Hasasi meletakkan piring buah yang ada di tangannya ke meja makan dan meletakkan piring, garpu, sumpit, dan pisau ke atas meja.
"Itu diatas" gumamku mengaduk bumbu ramen yang ada di panci
"Mmmm... baunya wangi banget" gumam Hasasi membau makanan yang ada di depannya
"Hei jangan di bau mulu nanti kamu ngiler di atas makanan" protesku
"Ihh serius Fifiyan... enak banget baunya Fifiyan" gumam Hasasi mengambil makanan itu dan langsung menaruhnya di atas meja makan
"Ya iyalah, siapa yang masak" gumamku senang
"Hmmm iya deh aku percaya makanan istriku paling enak... mmm boleh minta mencicipinya?"
"Boleh coba aja" gumamku
"Baiklah..." gumam Hasasi mengambil piring dan mencoba mencicipi makanan yang aku buat
"Mmmm... ini beneran enak banget sumpah" gumam Hasasi dengan wajah senang
__ADS_1
"Oh ya??.. gak keasinan?" gumamku
"Tidak serius..."
"Coba ramen ini" gumamku dan Hasasi langsung mencobanya
"Aauuhhh panas" gumam Hasasi mengipas - ngipaskan lidahnya dengan tangan
"Hati - hati Hasasi masih panas" gumamku memberikan air kepada Hasasi
"Mmm..." gumam Hasasi meneguk air dan mencicipi ramen dariku
"Enak banget sumpah" gumam Hasasi menyeruput ramen di atas piringnya
"Enak beneran?"
"Iya baguslah kalau gitu" gumamku meletakkan mangkok yang berisi ramen
"Kurang apa lagi?" tanya Hasasi
"Kurang es buah"
"Sini aku buatin aja kamu istirahat dulu" gumam Hasasi mengambil bahan es buah
"Hmmm baiklah" gumamku dan Hasasi langsung membuat es buah dengan serius
Aku melihat Hasasi yang serius membuat es buah, padahal dia orang terpenting tapi dia mau membuat es buah untuk orang tuanya.
"Hasasi mau aku bantu?"
"Mmm tidak usah"
"Udah gak apa - apa ... aku bantu ya" gumamku membantu Hasasi
Aku membantu membuat es buah dengan Hasasi. Aku membantu memotong buah dan membuat sirup untuk es buah. Sedangkan Hasasi menuangkan es batu dan menuangkan susu dan aku langsung memasukkan buah - buah yang aku potong lalu Hasasi mengaduk es buah tersebut.
"Hmmm udah selesai akhirnya" gumam Hasasi bernafas lega
"Hmmm syukurlah"
"Kamu istirahat dan mandi aja dulu, bentar lagi waktunya makan malam" gumam Hasasi
__ADS_1
"Baiklah..." gumamku lega sambil meletakkan mangkok es buah ke atas meja dan kembali ke kamarku untuk mandi
Hari ini sangat amat capek, udah belanja barang berat terus memasak 4 hidangan sekaligus belum lagi makanan yang lainnya membuat badanku terasa linu. Aku berharap masakanku enak dan di sukai oleh orang tua Hasasi apalagi ini tantangan.