Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 188 : Membahas Pesta Pernikahan


__ADS_3

Di dalam kamar setelah kami selesai mandi, kami berdua langsung bermain game action kegemaran kami sampai - sampai kami lupa waktu, bahkan kami tidak menyadari kalau hari sudah mulai gelap. Tiba - tiba terdengar pintu kamar kami diketuk dari luar


Toookkk... Toookkk ... Toookkk


"Masuk" gumam Hasasi


"Aduuhhh ternyata, ditunggu dari tadi malam asik main" gerutu Lisa kesal


"Nanti dulu, lagi nangung" gumam Hasasi santai


"Iihh cepatan napa, nanti ayah dan ibu ngomel mulu tahu!!" protes Lisa kesal


"Iya nanti dulu"


"Ayo Hasasi, nanti main lagi" gumamku meletakkan steakgame milikku


"Iiihhh kakak kayak anak kecil sumpah" gerutu Lisa kesal dan mencabut stop kontak komputer di depan Hasasi


"Heeiii kenapa dimatiin" protes Hasasi kesal


"Udah gak usah protes, cepetan siap - siap snaa" gumam Lisa keluar kamar


"Huuuhh punya adek ngeselin banget ya" gerutu Hasasi kesal


"Udah gak usah marah - marah Hasasi, ayo kita keluar" gumamku menatap Hasasi


"Ganti bajulah dulu, kita makan malam diluar" gumam Hasasi memasuki kamar mandi


"Oh aku kira kalau kita makan di rumah" gumamku masuk ke dalam ruang ganti


Di dalam ruang ganti aku membuka pintu lemari dan memilih pakaian yang bisa aku gunakan. Di dalam lemari terdapat beberapa gaun pesta tapi diantara semua gaun aku tertarik untuk memakai gaun berwarna abu - abu yang tergantung di sebelah kananku. Aku mengambil gaun itu lalu memakainya dan setelah itu berdandan di meja riasku.


Cekreek


Suara pintu ruang ganti yang terbuka, aku menatap Hasasi yang masuk ke dalam ruang ganti hanya memakai celana pendek sambil mengusap rambutnya yang basah sehabis keramas


"Kamu mandi lagi?"


"Iya lagi gerah" gumam Hasasi kesal


"Kamu masih kesal?" gumamku menatap Hasasi yang sedang memakai kemeja


"Ya kesal lah, kurang dikit lagi menang"


"Hmmm nanti kita kan bisa main lagi" gumamku berjalan kearah Hasasi


"Kalau main lagi nanti dimulai awal lagi" gerutu  Hasasi kesal


"Udah gak apa Hasasi kan nanti kita main game itu sepuasnya, dan lagi mau bertanding denganku" gumamku memakaikan jas kepada Hasasi


"Boleh, berani taruhan?"


"Boleh, kalau kamu kalah kamu harus menuruti semua keinginanku..."


"Baiklah, kalau kamu kalah kerjain tugas - tugasmu yang menumpuk disebelah sana , bagaimana?" gumam Hasasi menunjuk tiga tumpuk kertas yang ada di bawah meja rias


"Hei, taruhan apa itu" protesku kesal


"Bagaimana berani tidak?"


"Mmmm baiklah, tinggal dikerjakan doang" gumamku menjulurkan lidahku


"Ya udah ayo kita keluar nanti di omelin mulu" gerutu Hasasi menggandeng tanganku keluar kamar


Kami berdua berjalan menuruni tangga dan dan bertemu dengan anggota keluarga lainnya yang sedang duduk di kursi ruang keluarga menunggu kedatangan kami berdua


"Kalian berdua lama banget" gumam Lisa kesal


"Suka - suka aku lah" gerutu Hasasi kesal


"Hmmm kalian berantem lagi?"desah Nyonya Stun menggelengkan kepalanya


"Lisa tuh yang memulai"

__ADS_1


"Kakak juga tuh main mulu"


"Haduh udah - udah kalian berdua ini seperti anak kecil saja" gumam Nyonya Stun menghela nafas


"Udah jangan berantem mulu, ayo kita berangkat" gumam Tuan Stun berjalan mendahului kami dan kami mengikuti Tuan Stun dari belakang


Tuan Stun, Nyonya Stun, dan Lisa masuk ke dalm mobil Tuan Stun sedangkan aku dan Hasasi masuk ke dalam mobil Hasasi. Kami semua berangkat bersama - sama walaupun berbeda mobil. Mobil berjalan perlahan keluar dari kediaman keluarga Stun dengan santai


"Hasasi" gumamku menatap wajah Hasasi


"Iya sayang"


"Kenapa tidak makan di rumah saja?"


"Ya biasa kalau begini tuh mereka ingin membuat perhitungan dengan kita"


"Perhitungan apa?"


"Ya nanti kamu akan tahu sendiri"


"Bukan karena kamu dimarahi kan?"


"Ya mungkin itu juga" gumam Hasasi santai


"Hmmm dan kamu santai saja?"


"Buat apa takut, aku tidak takut apapun kecuali takut kehilanganmu" gumam Hasasi serius


"Ya ya ya aku sudah mendengar itu berulang kali" gerutuku kesal


"Ya udah kan kamu juga sudah tahu jadi kenapa tanya aku takut atau tidak"


"Iya - iya deh aku yang selalu salah dan anda selalu benar tuan muda" desahku


"Begitu dong masa laki - laki salah mulu"


"Iiihh ya harus lah laki - laki harus mengalah lah"


"Jadi laki - laki kalau mengalah terus capek tahu" gumam Hasasi kesal


"Aduuhh, jangan di cubit lah nanti tembem gimana?" gerutu Hasasi mengelus pipinya


"Ya kamu sih ngeselin hari ini" gerutuku kesal


"Eehhh ... mohon maaf tuan dan nyonya kita sudah sampai" gumam sopir Hasasi menatap kami berdua


"Baiklah terimakasih pak, ayo turun" gumam Hasasi membukakan pintu sambil tangannya meraih tanganku


"Mau ngapain?"


"Menggandengmu lah"


"Masih butuh aku" gumamku kesal


"Iiih lama - lama ngeselin ya" gerutu Hasasi menggendongku


"Turunin aku napa, banyak orang tahu!!" protesku


"Makanya nurut gak"


"Iya - iya cerewet" gumamku kesal dan menggandeng tangan Hasasi


"Haduh kalian berdua berantem mulu ya hahaha" desah Nyonya Stun tertawa


"Emang kakak kayak anak kecil kok, selalu ngajak berantem mulu ntah sama aku ntah sama kak Fifiyan" gumam Lisa


"Biarin lah" ucap Hasasi cuek


"Udah - udah ayo masuk" gumam Tuan Stun menggandeng tangan Nyonya Stun masuk ke restoran internasional yang memiliki ruangan privasi dan makanan yang harganya mahal


"Selamat datang Tuan, mau di meja mana?" sapa seorang pelayan dengan ramah


"Satu ruang privasi"

__ADS_1


"Baiklah, mari saya antar" gumam pelayan itu berjalan di depan dan kami semua mengikutinya dari belakang


Kami masuk ke dalam lift dan kami sampai di sebuah lorong yang banyak memiliki pintu di kiri dan kanan kami. Pelayan itu berjalan menuju salah satu pintu yang ada di tengah - tengah lorong dan membuka pintu tersebut


"Silahkan" gumam pelayan itu dan kami masuk kedalam ruangan dan duduk di kursi yang berada di tengah ruangan


"Permisi ini menunya" gumam pelayan itu memberikan kami buku menu dan kami langsung membaca buku menu itu


"Mau pesan apa?" gumam Hasasi di sebelahku


"Aku mau steak dong"


"Steak mulu nanti gendut lagi"


"Sekali ini aja, boleh kan" gumamku memohon


"Baiklah..." gumam Hasasi menulis menu kami di secarik kertas, setelah selesai diberikan kepada pelayan itu lagi


"Baiklah, tunggu sebentar tuan dan nyonya" gumam pelayan itu pergi meninggalkan kami


"Mmm jadi apa yang ingin ayah dan ibu obrolkan kepada kami" gumam Hasasi meminum wine yang telah tersedia di atas meja


"Kamu tahu aja kalau ayah dan ibu ingin membicarakan sesuatu kepada kalian"


"Ya aku sudah hafal"


"Baiklah,, kami ingin membicarakan masalah pernikahan kalian"


"Apa yang ingin dibicarakan?"


"Kalian ingin menikah di mana?" tanya Tuan Stun menatap kami berdua


"Di rumah kakek atau di Jepang, atau di Kores atau di Paris?"


"Mmmm di Semua itu"


"Semua itu?" tanya Tuan Stun kaget


"Ya aku ingin upacaranya di rumah kakek, resepsinya di paris, bulan madu di Jepang, Korea, dan Hawai" gumam Hasasi santai


"Hmmm tamaknya" gerutu Lisa kesal


"Biarin lah, suka - suka kami"


"Ya udah terserah kalian aja mau dimana yang penting kalian langgeng" desah Nyonya Stun tersenyum


"Kalau buat pakaian?"


"Kami sudah mempersiapkannya ayah dan ibu tenang saja, tinggal tempatnya aja" gumam Hasasi santai


"Baiklah, sepertinya kamu sudah sangat siap ya persiapanmu"


"Ya namanya juga pernikahan megah gimana gak mempersiapkan dengan matang" gumam Hasasi


"Baguslah, jangan kayak ayahmu semua serba mendadak" gumam Nyonya Stun


"Hei tapi kan pesta kita juga meriah" protes Tuan Stun


"Ya iya suamiku"


"Pokok ayah ingin itu pernikahan kalian karena itu hari spesial kalian berdua" gumam Tuan Stun sennag


"Baik ayah" gumamku tersenyum


"Jadi siapa saja yang akan kakak undang?"


"Tidak tahu... Belum terpikirkan bu" gumamku menatap Nyonya Stun


"Itu dipikirkan lagi itu juga penting" gumam Nyonya Stun menatap Hasasi


"Iya aku tahu" desah hasasi santai, tiba - tiba datang seorang pelayan membawakan makanan pesanan kami


"Permisi tuan dan nyonya makanannya sudah siap"

__ADS_1


"Baiklah terimakasih" gumam Tuan Stun dan pelayan itu meninggalkan ruang privasi kami


"Selamat makan " ucap Tuan Stun memulai melahap makanannya dan disusul dengan kami semua memakan makanan kami dengan lahap


__ADS_2