
Karena aku kecapekan melakukan kegiatan bermain game, makan malam, dan rapat yang aku lakukan kemarin dengan Hasasi akupun tidur duluan saat aku sampai di kamarku. Aku tidak ingat apa yang dilakukan oleh Hasasi setelah sampai di kamar yang aku ingat aku hanya merebahkan tubuhku di tempat tidur dan tertidur pulas
Aku terbangun dari tidurku, aku membuka mataku dan melihat jam dinding yang berada di angka 4 pagi. Di meja kerja sudut ruangan aku melihat Hasas i yang sedang duduk membelakangiku sambil terus fokus mengerjakan sesuatu di laptopnya. Aku berjalan keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Hasasi dan beberapa cemilan untuk Hasasi lalu kembali ke kamar
"Sayang untukmu" ucapku meletakkan secangkir kopi dan cemilan di meja
"Kamu udah bangun? Kok aku gak tahu" gumam Hasasi menatapku terkejut
"Iya, Kamu lagi apa disini?" gumamku duduk di sofa
"Aku lagi mengerjakan laporanku, kamu tidurlah"
"Kan aku baru bangun tidur. Biar aku yang mengerjakannya, kamu tidurlah pasti kamu capek"
"Tidak apa"
"Udah tidurlah sayang, nanti kamu sakit loh"
"Bentar lagi selesai kok"
"Hmm baiklah, aku mandi dulu ya" gumamku berjalan menuju ke kamar mandi
Aku segera mandi pagi dan berganti pakaian santai kemudian kembali ke kamar, aku terkejut melihat Hasasi yang tertidur di atas meja kerjannya dengan laptop yang masih menyala
"Kopinya sudah habis ya?" gumamku memindahkan cangkir kopi ke atas meja sofa
Saat aku akan menyelimuti Hasasi, aku melihat layar laptop Hasasi yang masih hidup di depanku. Aku terkaget saat membaca tulisan itu yang ternyata desain undangan pernikahan kami berdua tapi di hari dan pelaksanaannya masih dikosongi oleh Hasasi
"Undangan pernikahan?"
"Ternyata kamu membuatkan undangan sampai tidak tidur ya" desahku senang
"Aku masakin masakan buat kamu ya"gumamku mengelus rambut Hasasi dengan lembut dan keluar dari kamar tidur
Dari lantai atas aku bisa melihat para pembantu yang sedang sibuk memasak di dapur. Aku segera turun dan menemui para pembantu yang sedang sibuk itu
"Selamat pagi nona" ucap para pembantu itu bersamaan
"Pa.. Pagi juga"
"Nona kenapa pagi - pagi buta berada di dapur?"
"Aku ingin membantu memasak makanan"
"Tidak perlu nona, biar kami yang memasakkan makanan buat tuan Stun, Nyonya Stun, tuan muda, nona muda, dan nona juga"
"Tidak apa - apa, biar aku saja. Kalian bisa melakukan pekerjaan lainnya"
"Baik nona, tapi izinkan saya membantu nona karena dapur tanggung jawab saya"
"Mmm boleh deh"
"Baik terimakasih nona, kami permisi dulu" gumam pembantu lainnya meninggalkan area dapur
"Kamu mau masak apa?" aku berjalan ke arah pembantu cantik yang sedang memotong dedaunan
"Saya rencananya mau membuat sayuran nona buat nona muda"
__ADS_1
"Tuan Stun dan Nyonya Stun tidak di masakin?"
"Udah tadi nona sebelum mereka pergi"
"Tuan dan Nyonya Stun kemana?"
"Lagi pergi ke luar negeri nona, jadi kami tadi selesai memasak untuk tuan dan nona"
"Masakan buat Hasasi udah bikin?"
"Kebetulan belum nona" gumam pembantu cengengesan
"Ya sudah yang Hasasi aku saja yang bikin"
"Baik nona"
"Mmm kamu punya daging steak sama spageti tidak?"
"Ada nona di kulkas"
"Oh baiklah" desahku mengeluarkan bahan - bahan itu dari dalam kulkas
"Nona mau memasak apa?"
"Mau masakin masakan kesukaan Hasasi, dia masih tidur gara - gara melembur jadi aku berencana membuat masakan spesial" gumamku mencuci bersih daging sapi di tanganku
"Waah kenapa nona ingin memasakkan makanan spesial untuk tuan muda?"
"Ya aku ingin aja sih hehehe"
Aku memanggang daging di panggangan, aku mengoleskan bumbu ke atas daging hingga matang lalu merebus spageti beberapa menit lalu meniriskannya dan menuangkan bumbu bolognese di atas spageti itu. Untuk terakhirnya aku menaruh daging di atas sebuah hot plate dan spageti di sebelah steak daging itu, tidak lupa juga membawakan susu hangat untuk Hasasi
"Oh ya, aku Lala, nona" ucap pembantu itu tersenyum
"Ahh, terimakasih Lala" gumamku berjalan menuju kamar
Di kamar aku melihat Hasasi yang masih tertidur di meja kerjanya, takut dia salah posisi tidur akupun menuntut Hasasi menuju tempat tidur dan membaringkannya di tempat tidur
"Huuuhh berat juga ya Hasasi, dia gak kebangun ya" desahku menatap menyelimuti Hasasi kembalidan duduk di atas sofa
Ya karena steak spagetinya tadi aku letakin di atas hot plate jadi aku tidak takut makanannya Hasasi mendingin
"Main game aja deh" gumamku menghidupkan komputer dan mulai bermain game yang aku mainkan dengan Hasasi kemarin
Aku memainkan game itu selama beberapa jam sampai akupun tidak sadar kalau Hasasi sedang duduk disebelahku
"Pukul penjahatnya itu jangan lari terus!!" protes Hasasi kencang
"Iihhh susah tahu Hasasi... Eeeh kamu udah bangun" gumamku terkejut dan mengklik tombol pause
"Udah dari tadi gara - gara bau makanan enak di kamar sih. Terus aku juga melihat kamu asik main game sendiri"
"Ya kamu masih tidur kok"
"Oh ya, itu makanan di atas meja punyamu"
"Steak spageti itu?"
__ADS_1
"Iya, itu buatanku tadi pagi"
"Oh ya? Hmmm rasanya enak"
"Emang kamu udah memakannya?"
"Udah dari tadi ya"
"Oh aku kok gak tahu" gumamku
"Iya kamu asik main game sih"
"Ya mau ngapain lagi coba kamunya tidur... Mmmm kamu lagi bikin undangan pernikahan kita ya?"
"Kamu kok tahu?" tanya Hasasi kaget
"Ya gimana aku gak tahu kalau kamunya tertidur tapi laptopmu masih hidup"
"Oh ya? Hmmm aku gak sadar ngantuk banget rasanya"
"Kan aku udah bilang tidurlah dulu kamunya gak mau"
"Hmmm iya - iya sayang, nangung kurang dikit sih"
"Tapi desain buatanmu bagus juga ya desain buatanmu Hasasi" sanjungku
"Hehehe biasa aja kok sayangku"
"Bagus sumpah sayang"
"Hehehe ya syukurlah kalau kamu suka sayangku"
"Mmm emang rencananya mau kapan sayang?"
"Belum tahu masih belum rundingan sama ayah dan ibu" gumam Hasasi menatapku
"Emang ayah dan ibu inginnya kapan?"
"Ya pengennya pasti secepatnya lah sayang" gumam Hasasi mengelus rambutku
"Hmmm iya juga sih, kamu mandi dulu sayang" umamku kembali menekan tombol lanjutkan game lagi
"Emang kenapa aku disuruh mandi?"
"Ya cuma menyuruhmu mandi aja"
"Emang bauku lagi tidak sedap ya?"
"Enggak kok, cuma biar kamu segar aja"
"Baiklah"
"Oh ya Hasasi kita keluar ya habis ini"
"Keluar kemana?"
"Ke nyari cemilan, aku tadi di kulkas gak ada cemilan sama sekali"
__ADS_1
"Oke baiklah" desah Hasasi berjalan ke dalam kamar mandi sedangkan aku sediri masih sibuk dengan penyelesaian gameku episode terakhir