Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 101 : Datang Ke Pesta Hasasi


__ADS_3

Aku tidak tahu apakah pilihanku untuk menerima pernikahan bisnis ini adalah pilihan yang tepat atau malah sebaliknya... tapi bagaimanapun ini sudah keputusan ayah, aku sebagai anak harus menuruti kemauan ayah walaupun ayah sudah tiada.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Alex menatapku serius


"Tidak ada... cuma masih gak percaya aja"


"Masalah apa?"


"Masalah ini"


"Aku masih belum percaya saja... kalau aku sudah di jodohkan sama ayah" ucapku sambil memandang ke arah luar pesawat


"Ya hal itu biasa terjadi sebagai anak penguasa dunia"


"Tapi kan aku hanya ... orang biasa"


"Tidak... kamu orang yang luar biasa istriku... "


"Yang luar biasa keluarga besarku ..setelah semua tiada... sekarang aku hanya orang biasa"


"Tidak... kamu tetap luar biasa dan aku percaya itu" ucap Alex serius


"Hmmm .."


"Kenapa kamu tidak mengatakan hal ini dari awal?" protesku


"Aku ingin mengatakannya apabila waktu yang pas dan hari ini waktu yang pas untuk mengatakan yang sebenarnya ... apalagi dihati kamu masih ada Hasasi..." ucap Alex lirih


"Tidak kok"


"Jangan bohong Fifiyan... Aku tahu apa yang ada di hatimu" ucap Alex menepuk dadanya sendiri


"Hmmm ..." desahku menunduk. Tiba - tiba tangan Alex mengangkat daguku dan langsung mencium keningku


"Aku tidak masalah dihatimu masih ada Hasasi... tapi aku akan berjuang merebut hatimu yang seharusnya milikku suatu hari nanti" ucap lembut Alex


Mendengar ucapan Alex membuatku terdiam, aku tidak tau lagi berkata apa kepada Alex. Dia seperti berjuang banget bahkan sabar untuk mendapatkan aku dan hatiku.


"Mmm... sebentar lagi kita lepas landas, kamu mau tidur dulu?"


"Kok cepet banget?"

__ADS_1


"Iya lah... kita udah terbang berberapa jam dan ini sudah mendekati pagi hari apalagi Lokasinya berubah "


"Kenapa?"


"Aku juga tidak tahu... aku barusan dibilangin oleh Hasasi sendiri, jadi kita tidak terlalu lama perjalanan mobil" ucap Alex membuka handphonenya


"Oh baiklah kalau gitu aku mau mandi dulu kalau gitu" ucapku bergegas menuju kamar mandi pesawat


"Kamu mau mandi sepagi buta ini?... ini masih jam 3 pagi"


"Tidak apa... badanku banyak peluh rasanya jadi pengen mandi"


"Baiklah... gaunmu ada di ruang ganti" ucap Alex melanjutkan bermain handphonenya


"Baiklah ... terimakasih Alex" ucapku dan aku langsung bergegas menuju kamar mandi apalagi badanku penuh dengan peluh dan pasir pantai yang masih terasa lengket di kulitku


Aku segera mengisi air hangat dicampur dengan sabun beraroma mawar di bathtub dan langsung merendamkan tubuhku di bathtub. Merasakan ke rileksan tubuhku dan aroma mawar yang sangat menenangkan membuat aku sangat amat rileks dan melupakan beban hidupku sejenak.


Cincin emas yang melingkar di jari manisku telah membuktikan aku sudah menerima pernikahan bisnis tersebut walaupun begitu dihatiku dan pikiranku masih ada nama Hasasi yang sangat terlihat jelas. Namun realitanya Hasasi sudah dimiliki oleh orang lain dan akupun sama, mungkin ini yang terbaik buat kami berdua dan aku harus mengikhlaskan ini semua.


"Sayang... kamu mandinya sudah belum, kita sudah mendarat" teriak Alex di depan kamar mandi yang membuyarkan lamunanku


"Mmm.. baiklah aku akan segera keluar" ucapku bergegas menuju ke kamar ganti yang berada di satu ruangan dengan kamar mandi


Aku segera mengambil dan memakai gaun tersebut serta berdandan di meja rias dekat lemari. Setelah selesai aku langsung membuka pintu kamar mandi dan terlihat Alex menungguku di luar kamar mandi sambil bermain handphonenya


"Ayo Alex, aku sudah siap" ucapku sambil tersenyum dan Alex menoleh kearahku


"Waah... cantik sekali istriku ini" puji Alex tanpa berkedip


"Aah gak perlu di puji, aku biasa aja kok. Ayo keburu telat" ucapku menarik tangan Alex dan Alex hanya menurut.


Aku dan Alex menuruni anak tangga pesawat untuk menuju ke mobil apalagi ini sudah menjelang pagi, tapi tampak jelas wajah Alex sangat senang saat aku menggandeng tangannya. Ya bagaimanapun juga aku harus melalui keputusanku menerima pernikahan bisnis ini, apalagi ayahku menyetujuinya berarti ayahku merestui aku menikah dengan Alex.


"Kamu tidak mengantuk sayang?" tanya Alex saat kami memasuki mobil


"Lumayan... tapi nanti saja, kamu tidur aja dulu semalaman tidak tidur" ucapku


"Tidak, aku nanti saja... kamu tidur saja dulu ya... sini bersandar padaku" ucap Alex lembut dan menyandarkan kepalaku ke bahu yang sangat nyaman dan hal itulah yang membuatku terlelap di sandaran Alex


Entah kenapa aku bisa sangat nyenyak tidur di bahu Alex, mungkin karena aku sudah membuka hatiku untuk Alex. Ya walaupun tidak bisa langsung sekaligus tapi sedikit - sedikit menurutku no problem yang penting aku berusaha nyaman dulu di sisi Alex.

__ADS_1


Aku tidak tahu berapa lama aku tidur tapi aku merasa mataku sangat silau saat mataku terkena sinar matahari secara langsung dan hal tersebut membuatku terbangun dari tidurku. Aku melihat Alex juga tidur dengan posisi tidur yang tidak pas untuk tidur tapi Alex masih bisa tidur dengan pulas mungkin karena mengantuknya Alex jadi bagaimanapun posisi tidurnya dia tetap bisa nyaman


Saat melihat hal itu aku langsung menyanggah kepala Alex dan menempatkan kepalanya di pahaku sehingga Alex bisa ridur dengan posisi yang benar, takut dia sangat leher karena posisi tidurnya yang tidak sesuai seperti itu. Walaupun aku baringkan Alex namun Alex tidak bergerak sama sekali dan terus menikmati mimpi indahnya.


Setelah menempatkan Alex pada posisi yang sangat nyaman, aku mengambil handphoneku di tas dan menyalakan handphoneku yang udah lama tidak aku hidupkan. Saat aku hidupkan banyak sekali notifikasi yang masuk di handphoneku. Aku membuka semua notifikasi handphoneku dan ternyata ada pesan dari Hasasi dan aku membuka pesan yang menarik perhatianku tersebut


*Fifiyan aku akan segera menikah, sudah lama kita tidak bertemu... kenapa setelah bertemu kamu pergi menghindariku, aku rindu padamu aku tidak mau kehilanganmu sungguh... walaupun aku akan segera menikah tapi aku menikah bukan dengan pujaan hatiku ... aku sangat tersiksa Fifiyan, sungguh sangat tersiksa... apapun yang terjadi aku tetap mencintaimu dan kamu selalu berada di dalam hatiku.


Hasasi*


Aku membaca pesan Hasasi dengan perasaan sedih, kenapa pernikahannya malah membuatnya tersiksa. Padahal dia sudah mendapatkan yang terbaik malah lebih baik dari aku, kenapa dia malah bilang dia sangat tersiksa. Istrinya juga lebih dari aku dan aku tau benar Amelia seperti apa orangnya. Dan aku percaya Hasasi akan terbiasa dengan ini semua.


*Hasasi, aku tahu apa yang kamu rasakan tapi inilah takdir kita... tidak di satukan oleh Tuhan. Jadi kamu harus bisa menerima istrimu seperti kamu menerima aku seperti dulu pertama kali kita bertemu... jangan dingin dan cuek ya sama istrimu nanti, jaga istrimu dengan baik - baik. Aku percaya kamu akan bisa bahagia dengan istrimu nanti. Selamat berbahagia Hasasi... aku bahagia mendengar kabar pernikahanmu semoga aku bisa menyusul ya... :))


Fifiyan*


Tanpa aku duga air mataku menetes saat aku membalas pesan Hasasi. Sebenarnya aku tidak rela tapi bagaimanapun ini adalah takdir kita berdua tidak bisa menentang takdir yang sudah dibuat oleh Tuhan. Aku harus bisa menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada.


"Fifiyan... kenapa kamu menangis?" tanya Alex yang menatapku dari bawah


"Ti... tidak... a... aku tidak menangis" ucapku berusaha menahan tangisku


Alex langsung terbangun dan menatapku serius lalu memelukku dengan erat.


"Aku tahu apa yang terjadi sayang... aku akan selalu berada di sampingmu" ucap lembut Alex sambil membelai rambutku tapi aku hanya diam tanpa berkata


"Udah sayang jangan menangis seperti ini... Aku tetap sayang kamu kok " ucap Alex sambil menghapus air mataku


"Kenapa kamu menyayangiku padahal kamu belum bisa masuk ke dalam hatiku?" tanyaku kepada Alex


"No problem... aku tidak mempermasalahkan itu... apapun yang terjadi kamu adalah istriku" ucap Alex lembut dan aku hanyaterdiam dan menangis saat mendengarkan perkataan tulus dari Alex


"Udah jangan menangis ya sayang... bentar lagi sampai loh... masa kamu mau ke pesta sambil menangis" ucap Alex menenangkanku


"Udah ya jangan menangis terus" ucap Alex lembut dan aku diam dan mengangguk


"Ini minumlah dulu, habis itu kita turun... sebentar lagi kita sampai" ucap Alex memberiku segelas air putih


"Terimakasih Alex..." ucapku dan meminum air putih tersebut dan mengatur nafasku agar tidak menangis kembali


"Ayo sayang, kita turun ... kita sudah sampai di tempat acara berlangsung" ucap Alex menggenggam tanganku dan mengajakku turun dari mobil

__ADS_1


Aku melihat banyak sekali orang - orang berpakaian mewah yang datang ke acara Hasasi, padahal ini hanya pesta biasa tapi tidak tahu kenapa bisa sebegitu mewah seperti pesta pernikahan apalagi sekarang pukul 9 pagi dan masih sangat pagi untuk acara pesta mewah.


__ADS_2