
Sreeettt... sreeett
Suara gorden berwarna emas yang telah di buka oleh Emilia untuk membangunkanku di tidur nyenyakku ini, matahari dari arah timur sedikit muncul keatas memunculkan warna jingga pada awan pagi ini. tidak terasa aku tinggal disini sudah hampir 7 bulan lamanya. Aku hidup di rumah mewah ini tidak merasa nyaman karena setelah melalui operasi plastik dan operasi menghilangkan lemak di bagian tubuhku ini, aku harus menjaga pola makanku, aku setiap hari lari, aku setiap hari senam, aku setiap hari latihan berat, aku setiap hari harus melakukan bela diri, disela kesibukanku menjaga berat badan aku harus bermain dan menjaga Lisa Stun. And you know itu sangat melelahkan. Dan ya aku ingat hari ini adalah hari ulang tahun Lisa Stun jadi aku harus bangun awal untuk menemani dia di hari ulang tahunnya, dan kakaknya yang berwajah dingin itu sedang ada urusan di Amerika karena urusan perusahaan dan aku juga tidak tahu dia kapan akan pulang ke rumah.
“Morning, Nona Fifiyan Shinju” Sapa Emilia dengan penuh senyuman
“Morning too Emilia, pagi sekali kamu membangunkan aku” tanyaku
“Ini kan hari ulang tahu Nona muda Lisa Stun, jadi aku membangunkan nona untuk menemani nona muda sebelum acaranya dimulai”
“Oh baiklah, aku mandi dulu” dan aku pun pergi untuk mandi
Setelah mandi pagi, aku kembali ke kamar untuk berganti baju. Saat di dalam kamar aku melihat Emilia membawa sebuah gaun yang bagus berwarna merah muda yang begitu soft dan anggun saat dipandang
“Hai Emilia, gaunmu bagus”
“Ini bukan gaunku nona, ini gaunmu” jawabnya
“What... buatku? Apakah aku cukup?” akupun kaget saat tahu itu gaun untukku, pinggang dari gaun itu ramping dan pinggangku sendiri besar apakah muat aku
memakai itu
“Cukup nona, kamu sekarang sudah kurus loh nona. Kalau tidak percaya coba liat di cermin”
__ADS_1
Karena tidak percaya akupun berlari kedepan cermin and aku kaget ternyata aku sekarang sudah kurus, langsing, ramping tidak seperti aku yang dulu. Selama ini aku tidak menyadarinya.
“Yaahh... kamu benar Emilia” kataku sambil tersenyum melihat badanku yang berubah banget
“Coba nona memakai gaun ini pasti tambah cantik” kata Emilia sambil menyerahkan gaunnnya
Setelah Emilia menyerahkan gaun itu, aku pun mencobanya. Dan sangat cantik, anggun, dan cocok buatku. Aku pun seperti princess yang sangat cantik bak putri dongeng yang selalu ibuku bacakan sebelum aku tidur saat aku kecil.
“Wow nona... kamu terlihat cantik” puji Emilia
“Terima kasih Emilia” aku pun memeluk Emilia karena begitu senangnya
“Mari duduk nona aku dandani dan hias rambut nona” ajak Emilia. Aku pun duduk di depan Emilia dan dia menyisir rambutku yang panjang bergelombang dan memberikannya hiasan bunga yang sangat cantik dan memberiku make up yang sempurna.
“Mmm... Emilia... Ngomong – ngomong siapa yang memberiku gaun yang bagus ini?”
“Kenapa dia memberiku gaun ini?” tanyaku
“Iya kan ini hari ulang tahun Nona muda Lisa Stun jadi tuan muda ingin yang hadir dalam pesta cantik dengan gaun – gaun mereka... Dan Tuan Hasasi sebenarnya suka padamu nona, karena pertama kalinya dia baik kepada wanita” jawab Emilia dengan lirih
“What... kamu bicara apa Emilia, aku tidak dengar kata yang terakhir” tanyaku karena aku tidak mendengarnya
“Mmmm.. Ti.. tidak apa – apa nona”
__ADS_1
“Sejak kapan dia memberikanku gaun ini, bukannya dia sudah 5 bulan di Amerika?” tanyaku penasaran
“Mmmm.. Sudah selesai nona, silahkan anda menemui Lisa Stun di kamarnya” kata Emilia dan dia pun langsung berlalu tanpa menjawab pertanyaanku.
Aku masih bingung kenapa Hasasi memberikan aku gaun ini dan sejak kapan dia memberikannya kepada Emilia. Tanpa memikirkan yang lain aku langsung memakai high heels berwarna merah muda dan turun menghampiri kamar Lisa Stun dan membawa kado yang mempunyai isi boneka beruang merah muda kesukaan Lisa Stun, Hasasi yang memberi tahukan aku kesukaan Lisa Stun.
Sebelum ke kamarnya aku membantu para pembantu yang ada di rumah ini untuk menyiapkan acara yang begitu mewah tersebut. Saat aku sampai di satu ruangan tersebut aku bertemu Emilia.
“Hi Emilia” sapaku
“Hai Nona Fifiyan, sedang apa nona datang kemari?” tanya Emilia
“Aku ingin membantu kalian menyiapkan acara Lisa boleh kan?” tanyaku
“Boleh nona, tapi kan nanti nona berkeringat bagaimana?”
“Tenang Emilia, aku tidak akan berkeringat kok” jawabku
“Baiklah nona membantu yang ringan – ringan aja ya” tawar Emilia
“Oke”
Dan akupun membantu Emilia dan pembantu yang lain untuk menyiapkan acara ulang tahun yan mewah itu, aku mempunyai tugas untuk menyiapkan piring dan gelas untuk ditata di meja – meja panjang yang ada di kiri dan kanan ruangan itu. Dan 8 jam pun berlalu untuk menyiapkan acara yang begitu mewah ini. Tiba – tiba Emilia memanggilku
__ADS_1
“Nona, sebentar lagi sudah waktunya dimulai acara tersebut, boleh minta tolong untuk memanggilkan Nona Lisa, aku masih mau menghias di bagian Panggung” pinta Emilia
“Boleh... Aku akan kesana” jawabku dan berlalu dari ruangan tersebut