
"Fifiyan..."
"Hei Fifiyan, banguuunnn" gumam Hasasi lembut
"Mmmmm"
"Fifiyan bangun ... udah pagi nih" gumam Hasasi membelai lembut rambutku
"Ntar dulu ah ... ngantuk"
"Banguuunn"
"Mmm iya... iya, kamu udah bangun Hasasi?"
"Udah dong sayang... Malah aku udah mandi"
"Ooh... okey... Aku masih ingin tidur Hasasi" gumamku membenahi selimut
"Hmmm dasar kamu ya..." gumam Hasasi mencubit hidungku
"Kamu kok suka banget sih mencubit hidungku..." protesku
"Hahaha...ya suka aja sama hidungmu"
"Hmmm dasar kamu Hasasi"
"Cepetan bangun"
"Mmm ntar dulu Hasasi aku ngantuk banget"
"Oh ya kita harus ikut ke pertemuan"
"Pertemuannya pukul berapa?"
"Mmm ntar agak sore sih"
"Ya udah aku mo tidur lagi" gumamku
"Hmmm" gumam Hasasi duduk disebelahku dan langsung membuang selimutku
"Bangun Fifiyan... jangan malas - malas!!!" protes Hasasi
"Iiihhh apa sih Hasasi... "
" Udah siang ini"
"Ini kan masih pagi Hasasi"
"Ini udah siang, tuh liat jamnya pukul berapa sekarang!!" gumam Hasasi dan aku langsung melihat jam yang ada di dinding dan ternyata sudah pukul setengah 12 siang
"Udah liat kan sekarang pukul berapa!!" protes Hasasi
"Hehehe... iya - iya tapi aku ngantuk beneran loh Hasasi"
"Ya kamu mandi dulu aja ntar di pesawat kamu boleh tidur"
"Baiklah..." gumamku segera melepas pakaianku dan berendam di bathtub yang terbuat dari keramik bermotif kayu asli, setelah beberapa menit berendsm aku langsung ke ruang ganti untuk berganti pakaian
"Aku udah selesai nih" gumamku keluar dari ruang ganti
"Kamu pakai baju biasa gitu?... emang kamu gak bawa baju yang lainnya?"
"Aku emang gak bawa apa - apa kesini" gumamku
"Ya udah tunggu bentar... " ucap Hasasi mengambil teleponnya dari jas hitamnya
"Hallo... bawakan baju ke villa Pantai Sarang sekarang" ucap Hasasi langsung menutup teleponnya
"Kamu telpon siapa?"
__ADS_1
"Pelayanku" gumam Hasasi
"Baju buat apa?"
Toookkk... toookkk
Tiba - tiba pintu kamar terketuk dan Hasasi segera beranjak dari tempat tidur
"Ini tuan muda bajunya" ucap pelayan laki - laki tersebut memberikan kotakan sedang kepada Hasasi
"Oke terimakasih" ucap Hasasi dan langsung menutup pintu kamar dan mendekatiku
"Ini baju untukmu" gumam Hasasi menyerahkan kotakan itu kepadaku dan aku langsung membukanya
"Gaun?" tanyaku kaget
"Ya.. kamu harus pakek gaun"
"Kenapa pakek gaun?"
"Ntar kita makan malam"
"Makan malam dengan siapa?"
"Dengan akulah"
"Harus pakek gaun gitu?"
"Iya lah... aku ingin merasakan saat kita dulu deket"
"Hahaha kamu ada aja..." gumamku langsung pergi ke ruang ganti dan segera berganti pakaian
"Aku udah selesai" gumamku keluar dari ruang ganti
""Ya udah ayo kita berangkat" gumam Hasasi menggandengku keluar dari kamar dan berjalan keluar dari villa
"Kamu mau sarapan dulu atau nanti aja?"
"Kamu gak laper?" tanya Hasasi membukakan pintu mobilnya
"Tidak kok..."
"Ya udah deh..."
"Mmm oh ya Hasasi aku punya beberapa hal yang ingin ku tanyakan kepadamu"
"Apa itu?"
"Nanti aja pas kita makan malam aja" gumamku menatap kr luar jendela
"Hmmm baiklah...mau?" tawar Hasssi menyerahkan roti isi kepadaku
"Makan aja Hasasi kalau kamu lapar"
"Ini ada dua buah ... dibagi aja, ini punyamu" gumam Hasasi menyerahkan roti tersebut
"Oh okey... terimakasih" gumamku mengambil roti itu
"Hasasi ... kamu mau rapat dengan siapa?" tanyaku menatap Hasasi
"Dengan pendiri PT. Huan"
"PT. Huan?"
"Ya... perusahaan baru di Jepang"
"Oh... kerjasama?"
"Ya, emang kerjasama sih cuma sebenarnya aku malas ingin bersamamu tapi mau bagaimana lagi"
__ADS_1
"Iya gak apa Hasasi, kan itu juga tuntutan pekerjaan juga" gumamku
"Iya sih..."
"Emang hari ini rapat bagaimana?"
"Rapat seperti biasa, jadi kamu yang akan memimpin rapat"
"Kenapa kok aku?"
"Ya kan kamu udah sering rapat denganku dan kamu masih sekretaris pribadiku"
"Tapi kan aku udah lupa" gumamku
"No problem, seingatmu aja... ya udah kita turun aja dulu"
"Turun?"
"Ya ... kita udah sampai" gumam Hasasi mengajakku turun dari mobil
"Udah sampai?... cepet banget!"
"Iya emang deket"
"Iya emang deket kok ... ya udah kita turun dulu" gumam Hasasi menggandeng tanganku dengan lembut untuk turun dari mobil
Aku dan Hasasi berjalan ke gedung PT. Huan yang sangat besar dan megah dengan desain kaca di setiap lantainya, ya bisa dibilang gedung modern diantara gedung perusahaan yang lainnya yang pernah aku temui.
"Ini gedungnya bagus banget Hasasi?" bisikku
"Ya... namanya yang punya masih muda"
"Masih muda?" tanyaku kaget
"Ya paling usianya masih tua setahun denganmu"
"Serius?"
"Ya emang segitu... jadi jangan sampai kau tergoda, kamu adalah milikku"
"Iya - iya tau" gumamku
Di depan gedung aku melihat ada seorang laki - laki yang sangat tampan dan berkulit putih ditemani beberapa orang yang ada di belakangnya
"Selamat datang tuan muda Stun, perkenalkan saya Liao Huan pemilik PT. Huan" ucap laki - laki itu dengan ramah
"Silahkan masuk tuan dan nona..." ucap Liao Huan mempersilahkan kamu masuk ke dalam gedung
"Tidak disangka tuan muda berkenan datang ke perusahaan kami, saya selaku pemilik perusahaan sangat senang..." ucap Liao Huan dan Haaasi hanya memasang muka dingin sambil jalan mengikuti Liao
"Silahkan masuk tuan muda" ucap Liao mempersilahkan kami berdua masuk ke dalam sebuah ruangan yang besar danterdapat beberapa kursi yang ada di dalamnya
"Tuan muda ingin rapatnya semi formal atau informal?"
"Terserah kau lah"
"Jangan begitu lah Hasasi...!!"
"Ya kan yang punya agenda rapat denganku itu kamu kenapa tanya aku!" protes Hasasi
"Ya kan aku masih belajar juga Hasasi" gumam Liao Huan dan Hasasi hanya menepuk dahinya
"Hmmm... Fifiyan saranmu!" gumam Hasasi menatapku
"Mmm bagaimana kalau formal aja soalnya Hasasi suka yang formal" ucapku menatap Liao Huan
"Mmm baiklah..." desah Liao Huan
"Selamat datang tuan muda dan nona cantik... hari ini kita akan membahas beberapa persoalan masalah......" ucap Liao Huan memulai rapat
__ADS_1
Aku dan Hasasi mendengarkan penjelasan dari Liao Huan pada saat rapat, walaupun aku sebenarnya lapar tapi bagaimanapun dari pada aku menghambat Hasasi mending aku menahan lapar sebentar saja