Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 162 : Pergi Ke Paris


__ADS_3

"Fifiyan.... "


"Fifiyan..." panggil seseorang di telingaku


"Mmmm" gumamku


"Fifiyan, sayang ayo bangun"


"Ntar lagi, masih ngantuk"


"Hey ayo bangun, kita harus pergi"


"Iya bentar lagi" gumamku


"Ayo cepetan"


"Baik - baik aku mengerti" gumamku membuka mataku


"Cepetan mandi"


"Kamu mandilah dulu" gumamku mengusap mataku


"Hey aku udah mandilah, kamu cepetan mandi sana" protes Hasasi menarikku berdiri dari tempat tidur


"Hmm baik - baik cerewet" gumamku pergi ke kamar mandi


Aku menghidupkan kran shower dan membasahi badanku dengan air dingin yang keluar dari shower, aku menggosokkan badanku dengan sabun dan membilas tubuhku lagi dengan air setelah itu aku menhgunakan baju mandi untuk keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti


Di ruang ganti aku membuka lemari pakaian dan di dalamnya hanya terdapat satu - satunya gaun pesta yang bisa di gunakan karena lainnya adalah gaun untuk pergi


"Hasasi, ini hanya satu gaun pesta ini aja?" teriakku dari dalam ruang ganti


"Gaun yang mana?"


"Yang ini, kemarilah" gumamku dan Hasasi masuk ke ruang ganti


"Yang mana?"


"Yang ini loh" gumamku menunjukkan gaun warna kuning yang memiliki panjang selutut


"Emang gak ada yang lain?, baju itu terlalu terbuka"


"Enggak ada tuh" gumamku


"Kamu gak bawa baju?"


"Enggak, masa aku pakai gaun yang semalam?"


"Jangan, tunggu sebentar aku suruh pembantu bawakan baju untukmu" gumam Hasasi keluar ruang ganti


"Baiklah" gumamku duduk di depan meja rias


Sambil menunggu Hasasi aku membersihkan wajahku dan memakai skin care yang tersedia di meja rias setelah itu memakai make up yang aku bawa. Ya untungnya aku cocok dengan semua merk skincare jadi tidak masalah aku memakai merk apapun


Toookkk ... toookkk


"Masuk!!" gumamku meletakkan bedak di meja rias dan menatap Hasasi


"Ini gaunmu" gumam Hasasi menatapku


"Ya Tuhan, huuuh hampir copot jantungku" desah Hasasi mengelus dadanya


"Kenapa?"


"Wajahmu bisa putih banget kayak gitu kayak setan tau" protes Hasasi


"Ya kan belum selesai aku make upnya"


"Hmmm ya udah selesaiin sana terus ganti baju" gumam Hasasi berdiri di pojokan


"Ngapain kamu disini?"


"Menunggumu"


"Menunggu di luar kenapa?" protesku


"Kalau di luar kamu lama"

__ADS_1


"Udah di luar aja" protesku menatik Hasasi di luar


"Baik - baik, kamu jangan lama - lama"


"Iya bawel" gumamku kesal dan menutup ruangan ganti


Aku segera memakai bajuku lalu menggunakan aksesoris dan meletakkan baju mandiku di jemuran kemudian segera keluar dari ruang ganti


"Udah selesai aku" gumamku


"Hmmm 15 menit" desah Hasasi menggeleng kepalanya


"Cuma 15 menit doang" gumamku


"Baiklah, terserah kamu deh. Ya udah kita pergi sekarang" gumam Hasasi menggandeng tanganku


"Kita mau berangkat langsung di pagi buta ini?"


"Tidak, kita sarapan dulu"


"Sarapan dimana?"


"Di bawah, sudah pada menunggu kita?"


"Siapa?" gumamku penasaran


"Tuh mereka sudah menunggu" gumam Hasasi menunjuk ke lantai bawah


"Kalian berdua cepat kemarilah, keburu sarapannya dingin" ucap Nyonya Stun mematap kami dengan senyum


"Baik ibu" gumamku tersenyum


"Tumben kalian berdandan seperti itu?, kalian mau kemana?" tanya Lisa


"Kita mau pergi"


"Secepat itu?" gumam Lisa


"Emang mau kemana?" tanya Tuan Stun menatap kami


"Manghadiri pesta di Paris"


"Iya yah" gumam Hasasi duduk di meja makan


"Dengar - dengar ada pelelangan"


"Setiap tahun pasti ada"


"Kamu mau beli sesuatu?"


"Tidak tahu, belum ada minat"


"Ayah dengar ada barang langka yang akan di lelang, ayah inginkan itu"


"Untuk apa?" gumam Hasasi memakan makanannya


"Ada tujuannya, yang terpenting kamu harus dapatkan barang itu. Pati bakal banyak petinggi yang akan merebutkan barang itu" jelas Tuan Stun


"Hmmm baiklah, nanti aku usahakan mendapatkannya yah"


"Emang pelelangan Paris?" gumam Nyonya Stun menatap Hasasi


"Tidak, pelelangannya di kapal pesiar"


"Kapal pesiar?"


"Ya pastinya kami pergi sekitar 3 harian bisa aja lebih" gumam Hasasi


"Baiklah, jaga istrimu baik - baik"


"Ya ibu tenang saja, aku akan menjaganya" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Kalau dia kenapa - napa kamu aku hukum Hasasi" gumam Nyonya Stun serius


"Iya - iya ibu jangan khawatir, kenapa ibu seperti sayang banget sama Fifiyan?"


"Karena dia sudah ibu anggap anak ibu sendiri"

__ADS_1


"Ya kan aku juga anak ibu. Huuummm pilih kasih" protes Hasasi


"Nanti kalau kalian punya anak pasti ayah dan ibu menyayangi anak kalian dari pada kakak" ejek Lisa


"Gak boleh lah, rasa sayang itu harus rata" protes Hasasi kesal dan kami semua hanya tertawa terbahak - bahak melihat tingkah Hasasi seperti anak kecil


"Ya udah kalian hati - hati disana, banyak orang - orang licik di setiap tahunnya" ucap Nyonya Stun serius


"Iya ibu"


"Oh ya Fifiyan, jaga Hasasi ya. Dia suka cuci mata ngeliat wanita muda dan cantik" gumam Nyonya Stun menatapku


"Baik ibu"


"Ibu nasehatin kami kayak kami bakal pergi lama aja" gumam Hasasi kesal


"Ya, pelelangan di kapal pesiar itu bahaya tahu" protes Nyonya Stun


"Ya ibumu benar nak, pelelangan di kapal pesiar itu tidak tentu kapan akan berlangsung. Di dalamnya banyak orang jahat, banyak wanita penghibur, dan tempat seluruh mafia jahat ada disana" ucap Tuan Stun protes


"Ya benar kata ayah dan ibumu, disana itu bahaya. Kalian jangan sampai terpisah disana, karena kapal pesiar itu tidak berhenti dan hanya berhenti di dermaga tujuan yang tidak kalian ketahui. Sekali kalian terpisah gak akan bertemu lagi" gumam nenek menatap kali


"Jadi kalian harus berhati - hati apalagi kalian akan menikah, ingat pesan ayah dan ibu" protes Nyonya Stun


"Baik - baik aku akan mengingatnya" gumam Hasasi meletakkan alat makannya


"Mmm kenapa bisa kalau terpisah tidak akan kembali lagi?" tanyaku penasaran


"Ya karena kalau wanita yang tersesat akan di pekerjakan sebagai wanita penghibur atau di jual kepala pria hidung belang"


"Kalau yang hilang laki - laki bagaimana?" tanyaku penasaran


"Yang datang kesana adalah para laki - laki dan kalau wanita mereka adalah pasangannya ataupun sekretarisnya yang datang, jadi kebanyakan petinggi yang datang adalah laki - laki"


"Hmmm" desahku sedikit takut


"Kami akan pergi sekarang" gumam Hasasi menarik tanganku


"Kami permisi dulu kakek, nenek, ayah, ibu, dan Lisa" gumamku menundukkan badanku sedikit dan pergi bersama Hasasi


Aku masih teringat pesan keluarga Stun tentang pelelangan itu, apa pelelangan itu seburuk itu? Kalau seburuk itu aku tidak berani untuk datang kesana walaupun dengan Hasasi


"Kamu kenapa sayang?" tanya Hasasi membuka pintu mobil


"Tidak apa - apa" gumamku


"Kamu takut?"


"Sedikit, cuma ngeri aja apa yang merka katakan, apakah perkataan mereka itu benar Hasasi?" gumamku menatap Hasasi


"Ya aku juga pernah mendengar itu"


"Hmmm" desahku


"Udah jangan khawatir aku akan menjagamu, udah kamu naik dulu" gumam Hasasi meyakinkanku dan aku masuk ke dalam mobil


"Kamu serius akan menjagaku?" tanyaku sekali lagi


"Iya seriusan sayang kan kamu menggunakan kalung yang aku kasih dulu, kalau kamu tersesat aku bisa melacakmu"


"Serius?"


"Iya sayang, jangan khawatir" gumam Hasasi terus mengelus rambutku


"Hmmm terimakasih Hasasi" gumamku senang


"Ya udah kamu istirahat aja dulu, kalau udah sampai bandara aku bangunin" gumam Hasasi menyandarkan kepalaku pada bahunya


"Iya Hasasi" gumamku tersenyum


"Oh ya Hasasi, kita hampir melupakan sesuatu" gumamku terbangun dari bahu Hasasi


"Iya kamu benar"


🙏🏻🙏🏻🙏🏻 KAMI BERDUA ATAS NAMA PENULIS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H


MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

__ADS_1


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2