Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 171 : Kapal Pesiar


__ADS_3

"Fifiyan.. bangun kita udah sampai" bisik Hasasi membangunkanku


"Udah sampai?" gumamku mengusap kedua mataku


"Ya kita udah sampai" gumam Hasasi mengelus rambutku dengan lembut


"Oh ya?"


"Ya, jadi kita turun ya" gumam Hasasi membuka pintu dan memapahku turun dari mobil


"Kita di dermaga?" tanyaku kaget


"Ya emang kita mau naik kapal" gumam Hasasi berjalan di belakang kami


"Oh ya lupa hehehe"


"Dasar kamu ini" gumam Hasasi mengusap bahuku dengan lembut


"Hei kalian berdua bisa gak kalian tidak bersikap romantis di depanku sepanjang waktu" gumam Hansol kesal


"Kenapa kau tak suka!" gumam Hasasi melirik Hansol dengan tatapan dingin


"Bu...Bukan begitu, hanya saja kau juga harusnya menjaga perasaan temanmu yang jomblo ini" gumam Hansol kesal


"Tenang aja, didalam banyak gadis cantik. Kau bisa memilihnya sebagai pasanganmu"


"Awas ya kamu Hasasi!!" gumamku menatap Hasasi kesal


"Aku? Kenapa?"


"Awas kalau kamu godain wanita lain!!" protesku


"Tenang saja aku tidak akan melakukannya"


"Biasanya tuh kalau ada wanita cantik Hasasi tergoda lagi loh kayak dulu" ejek Hansol sambil tertawa


"Hei sejak kapan aku tergoda dengan wanita!!" protes Hasasi


"Heleh, dulu kamu udah berapa kali menyakitiku" gumamku kesal


"Yaahh kalau itu bukan karena aku tergoda tapi karena sesuatu hal yang udah pernah aku ceritakan padamu" jelas Hasasi dan aku menatapnya sinis


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Aku tidak akan melakukannya beneran!!"


"Aku tidak percaya!!"


"Aku hanya menyuruh Hansol mencari wanita idamannya bukan aku yang mencari, kan aku sudah punya kamu. Hukum aku kalau aku berbohong kepadamu!!"


"Baiklah" desahku


"Hahaha aku mencari wanita idaman di dalam sana? ... Ogah" gumam Hansol kesal


"Tapi kan banyak wanita cantik bahkan ratudan wanita cantik ada di dalam sana, kau tinggal pilih aja apa susahnya" ucap Hasasi santai


"Ya aku tahu, tapi gadis cantik yang kejam? Aku tidak mau!!"


"Kenapa?"


"Ya aku mencari gadis yang lembut kayak Fifiyan"


"Tumben kamu pengen gadis lembut biasanya maunya gadis yang suka bertarung"


"Suka bertarung kalau kami ada masalah ujung - ujungnya ntar pukul - pukulan lah"


"Ya baguslah, kalau kau terlalu lembut ke orang itu bukan Hansol namanya" sindir Hasasi


"Kayak kamu tidak aja, kamu yang lembut kepada wanita kayak gini juga bukan Hasasi namanya" sindir Hansol


"Ya aku tahu, tapi bagaimana lagi. Aku tidak mau membuat orang yang aku sayang takut kepadaku, apalagi wanita pasti suka laki - laki yang lembut padanya. Betulkan Fifiyan?"

__ADS_1


"Iya betul banget"


"Tuh kan bener, tapi kalau ke wanita lain ya buat apa melakukan perlakuan lembut kepada mereka"


"Emang kamu dulu tidak pernah lembut kepada wanita - wanita itu?" gumamku


"Tidak"


"Masa? Aku tidak percaya"


"Tanyakan Hansol kalau tidak percaya"


"Benarkah yang dikatakan Hasasi, Tuan Hansol?"


"Ya benar, Hasasi tidak pernah memberikan tatapan manis dan perlakuan lembut yang menjijikkan itu kepada wanita selain kamu. Dia lebih suka berkata kasar, memberikan tatapan tajam, dan perlakuan tidak menyenangkan kepada orang lain apalagi kepada wanita yang tidak di cintainya" jelas Hansol menatapku


"Oh ya? Kenapa kamu lakukan itu Hasasi?"


"Aku melakukan itu karena kamu istriku jadi aku ingin membahagiakan kamu sebagai istriku"


"Uuncchh so sweet" gumamku menggoda Hasasi


"Kamu imut banget sih sayang" ucap Hasasi gemas


"Hadeh mulai lagi" gumam Hansol kesal


"Selamat datang, bisa tunjukan identitasnya" ucap seorang laki - laki yang bertubuh tinggi dan besar di depan kami. Tanpa berfikir panjang Hasasi dan Hansol melemparkan lencana mereka kepada laki - laki itu


"Ba... Baiklah Tu... Tuan Hasasi dan Tuan Hansol, Ini kunci kamar anda. Se... Selamat menikmati" gumam laki - laki itu dengan nada ketakutan sambil mengembalikan lencana dan memberikan kami kartu akses


"Baiklah Terimakasih, gumam Hasasi dingin


"Oh ya, beritahu bosmu. Kalau sampai terjadi sesuatu kepada istriku ini akan aku bunuh kalian semua, paham" bisik Hasasi di telinga laki - laki itu


"Ba... Baik tuan" ucap laki - laki itu dengan gemetaran


"Apa yang kamu katakan kepada laki - laki itu Hasasi?" tanyaku penasaran


"Betulkah Hasasi?"


"Tidak ada, udah jangan kamu fikirkan. Jangan khawatir yang terpenting nikmati saja pestanya ya"


"Baiklah Hasasi, kalau bersamamu apasih yang aku khawatirkan" gumamku senang


"Baguslah, ayo kita masuk dulu" gumam Hasasi mengandengku dengan lembut masuk kedalam kapal


"Waaah, keren banget" gumamku kaget saat melihat dekorasi kapal yang mewah dan terlihat sangat mahal


"Ya beginilah kapal pesiar orang - orang kaya" gumam Hansol santai


"Orang - orang disini kok dikit banget yang datang Hasasi?"


"Kata siapa dikit, Tuh banyak orang" gumam Hasasi menunjuk ke aula yang dipenuhi oleh banyak orang yang memakai pakaian mewah


"Iya Hasasi, banyak banget ya" gumamku memandangi banyak orang yang sedang mengobrol santai dan ada juga yang berjalan - jalan di dalam aula


"Ya pasti banyak kan seluruh dunia, kita ke kamar aja dulu" gumam Hasasi menggandengku menaiki tangga yang ada di depanku


"Kenapa ke kamar?"


"Ya kan kamu harus istirahat dulu, nanti capek gimana?"


"Acaranya kapan?"


"Nanti malam kita makan malam di bawah"


"Lalu pelelangan itu?"


"Pelelangannya masih besok malem"

__ADS_1


"Waah pas malam minggu dong"


"Ya begitulah, bahkan nanti sebelum pelelangan kita bisa menikmati senja laut di atas kapal pesiar ini"


"Oh ya? Waah pasti keren banget" gumamku senang


"Ya begitulah jadi nikmatilah pesta disini"


"Baiklah" gumamku senang


"Baguslah, kamu nanti di kamar aja dulu ya. Aku dan Hansol akan rapat sebentar, jangan kemana - mana" gumam Hasasi membuka pintu kamar dan akupun masuk ke dalam kamar


"Ntar dulu rapatnya temani aku sebentar disini lah"


"Hmm baiklah" desah Hasasi mengalah


"Sepuluh menit lagi Hansol" gumam Hasasi masuk ke dalam kamar bersamaku


"Baiklah, nikmat - nikmati kalian berdua .. Hmmm" gerutu Hansol membuka kamar dan masuk ke dalam kamarnya yang ada di depan kamar kami


"Huuuhh akhirnya" desahku merebahkan tubuhku di atas kasur


"Akhirnya kenapa?" gumam Hasasi bingung


"Ya akhirnya bisa rebahan"


"Hmmm kamu ini suka banget ya rebahan"


"Ya suka banget lah" gumamku dan langsung duduk di atas kasur


"Jadi kamu pengen aku menemanimu sampai tertidur lagi?"


"Tidak, aku sedang tidak ingin tidur"


"Lalu?"


"Aku punya sesuatu untukmu" gumamku merogoh tas selempangku


"Sesuatu apa?"


"Kemarilah dekatlah denganku" protesku dan Hasasi duduk di sebelahku


"Apa yang mau kamu berikan?"


"Aku mau memberikanmu ini" gumamku memasangkan gelang tali berhias mutiara hitam berukuran kecil


"Gelang? Buat apa kamu memberiku gelang? aku kan laki - laki masa pakek gelang!!" protes Hasasi


"Haish udah jangan protes, ini gelang bukan gelang yang aku beli tahu"


"Jadi kamu dapat ini dari mana?"


"Aku juga makek tahu, ini memang gelang ayahku. Aku dapat di kotak wasiat ayahku ya pas aku liat hampir sama dengan milikku jadi aku mikirnya ini gelang couple" gumamku tertawa kecil


"Oh begitu ya, kalau ini dari ayahmu aku akan memakainya" gumam Hasasi pasrah


"Kan kamu pakai jas gak bakal ketahuan orang kok kalau kamu malu"


Tidak, aku tidak malu" protes Hasasi


"Ya ya terserah kamu aja" gumamku


"Baiklah, udah sepuluh menit nanti Hansol kalau telat pasti protes. Aku gak bakal lama kok" gumam Hasasi mencium keningku


"Okey"


"Jangan kemana - mana ya, kalau pengen makan ambil makanan di kulkas itu aja" gumam Hasasi


"Iya jangan khawatir" gumamku merebahkan tubuhku

__ADS_1


"Aku juga tidak berani untuk jauh darimu Hasasi, aku takut bertemu dengan musuh keluargaku" gumamku memejamkan mataku


__ADS_2