Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 96 : Tetap Semangat


__ADS_3

Niatku sudah bulat, aku ingin mengakhiri hidupku yang tidak berguna ini. Aku berusaha menaiki pagar besi yang menjadi penghalang teras kecil di dapan kamar tersebut. Pagar besi yang agak tinggi dan aku sedang menggunakan gaun yang memiliki panjang rok di bawah lutut, membuatku agak kesulitan untuk mencapai puncak pagar besi tersebut.


Pa... Ma... aku ingin menyusul kalian berdua, aku tidak kuat ... aku ingin berada dengan kalian, berada di dekapan kalian ... pa.. ma.. maafkan aku ... ucapku lirih sambil terus menangis


Setelah aku sampai di atas pagar dan bersiap untuk melompat ke bawah. Tiba - tiba ada sebuah tangan yang mendekapku dan menahan tubuhku dari belakang. aku langsung menoleh ke belakang dan ternyata Alex yang sedang mendekapku


"Fifiyan ... jangan lakukan itu" ucap Alex khawatir dan menarik tubuhku sehingga aku jatuh ke pelukan Alex


"Lepaskan aku Alex... aku tidak berguna, aku ingin mati saja" teriaku memberontak Alex


"Tidak ...tidak boleh"


"Lepaskan aku" teriakku lagi


"Enggak... Tidak akan aku lepaskan" tegas Alex dan semakin erat pelukan Alex


"Alex ... lepaskan aku"


"Enggak"


"Kumohon Alex... kumohon lepaskan aku"


"Tidak, tidak mau" tegas Alex


"Alex ... kumohon" rengekku


"Dengarkan aku Fifiyan ... aku tidak akan membuatmu terluka apapun yang terjadi. Ini janjiku" ucap Alex serius dan terus memeluk tubuhkku dengan erat


Setelah mendengar janji Alex dan pelukan Alex yang semakin kuat membuat aku pasrah dan tubuhku semakin lemas. Aku tidak tahu kenapa Alex begitu ingin melindungiku , kenapa dia tidak membiarkanku mati agar dia tidak kerepotan dengan kehadiranku


"Nah gitu, tenangkan dirimu ya cantik... aku ada disini menemanimu, aku kaan menjadi bahu untukmu bersandar, aku akan menjadi pelindungmu apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu" ucap lembut Alex dan tangannya tiak berhenti membelai rambutku membuatku merasa nyaman, tangisanku sedikit berkurang dan hanya tertinggal senggukanku


"Tenang ya cantik... ayo masuk dulu,aku tidak mau kamu sakit" ucap Alex lembut dan memapahku masuk ke dalam kamar lalu mendudukanku di sofa kamar


"Lia ... Lia" teriak Alex memanggil seseorang dan masuklah seorang pembantu kedalam kamar


"Iya tuan... ada yang perlu saya bantu?"


"Tolong ambilkan makanan dan coklat panas untuk nyonya ya"


"Baik tuan" ucap pembantu tersebut lalu keluar kamar


Alex terus merangkulku dan bahunya terus menjadi sandaranku saat ini. bahu yang sangat tegap dan nyaman yang membuatku sedikit demi sedikit lebih tenang dari pada yang sebelumnya. Alex menatapku tanpa kata, dia seperti seorang ayah yang sedang menenangkan anaknya menangis.


Tookk ... toookkk


"Masuk" ucap Alex


"Inii tuan makanan dan coklat panas untuk nyonya" ucap pembantu tersebut membawakan senampan makanan dan segelas coklat panas di tangannya


"Letakkan disitu saja "


"Baik tuan, saya permisi dulu" ucap pembantu tersebut dan keluar dari kamar


"Ini FIfiyan makanlah dulu" ucap Alex dan aku hanya menggelengkan kepalaku


"Kamu harus makan Fifiyan"


"Tidak mau"


"Dikit aja"

__ADS_1


"Enggak"


"Aku suapin ya, kamu harus makan ... walaupun dikit" ucap Alex dan akupun membuka mulutku


"Nah gitu, harus makan kalau enggak makan... nanti kamu sakit dan aku tidak mau kamu sakit"


Aku terus memakan makanan yang di suapi oleh Alex ... walaupun aku awalnya menolak tapi mau tidak mau aku harus makan karena aku sendiri sebenarnya lapar sekali.


"Kamu makan lahap juga ya.." ucap Alex senang dan aku hanya membalasnya dengan senyuman


"Nanti kita keluar mau?... aku ingin mengajakmu jalan - jalan... bagaimana?"


"Kemana?"


"Ke sebuah acara"


"Kenapa mengajakku ?"


"Ya ... biar kamu tenang gitu, aku tau kamu pasti depresi dan sedih makanya aku ingin membuat kamu bahagia" ucap Alex dan aku mengangguk


"Baiklah... kamu mandi saja dulu, aku tunggu... baju - baju mu ada di dalam lemari" ucap Alex dan aku beranjak untuk mendi


Walaupun aku masih sedih dan sesenggukanku belum seutuhnya hilang tapi apa salahnya aku menghibur diriku yang sedang sedih seperti ini. Aku segera mandi saat aku sudah berada di kamar mandi terlihat sangat mewah. Aku langsung saja mandi di dalam bathtub dan merefleksikan diriku sendiri


"Tenang Fifiyan ... sekarang lupakan Hasasi dan buktikan kepada bos barumu kalau kamu mampu mengalahkan Hasasi itu" tekadku dalam hati


"Enggak apalah aku sakit dan kecewa sekarang tapi jangan buat orang yang mengharapkanmu kecewa Fifiyan... semangat " gumamku serius


Aku terus menerus meyakinkan diriku sendiri, walaupun aku akui kehidupanku sangat rumit dan gak jelas kemana arah dan tujuan hidupku sampai - sampai pembaca pusing membaca ceritaku yang muter - muter gak jelas ... ya namanya juga hidup pasti ada naik ada turun tidak selalu berada di atas terus ...tapi aku yakin akan indah pada waktunya.


Setelah terus menerus menyemangati diriku sendiri dari tadi dan aku juga sudah menggigil kedinginan aku langsung pergi menuju ke ruang ganti untuk memakai pakaian. Saat aku membuka lemari pakaian, betapa kagetnya aku ternyata banyak sekali gaun - gaun yang ada di dalam lemari ini dan juga sangat indah sekali.


"Pakai ini saja deh" gumamku dan aku langung memakai gaun tersebut dan segera berdandan dengan aksesoris yang telah tersedia di atas meja rias


Setelah aku selesai berdandan, akupun langsung keluar dari ruang ganti dan menemui Alex di dalamkamar. aku melihat Alex sedang memegang handphone di tangannya


"Alex ... aku sudah siap" ucapku lirih dan Alex langsung menoleh kearahku


"Waaahh cantiknya..." ucap Alex dengan mata yang bersinar - sinar


"Alex" panggilku lagi tapi Alex terus memandangku tanpa berkedip


"Aleeexx" Teriakku dan membangunkannya dari lamunan


"Eee ... mmm maaf, kamu cantik sekali aku saja sampai tidak mampu berkedip"


"Gombal.."


"Serius ... ya udah ayo kita keluar" ucap Alex lembut dan dia langsung menggandengku dengan lembut


Alex menggandeng tanganku sampai ke bawah rumahnya, aku melihat rumah Alex sangatlah indah dan juga luas, di setiap sudut dihiasi oleh dekorasi dan ornamen yang sangat indah dan mahal malah bisa dibilang melebihi dari rumah Hasasi.


"Rumahmu luas banget Alex" ucapku kagum


"Ya begitulah namanya juga direktur perusahaan terbesar gimana gak luas" tawa Alex


"Hmmm iya juga sih" ucapku mengerti


Aku dan Alex keluar dari rumah dan segera memasuki mobil pribadi milik Alex, mobil berwarna hitam dan sangat mengkilat kalau dilihat dari luar tapi saat dilihat dari dalam dekorasi mobilnya sangat mewah seperti mobil milik Hasasi


"Kamu mau minum apa Fifiyan?"

__ADS_1


"Terserah deh"


"Kamu mau wine?"


"Tidak ... aku tidak suka alkohol"


"Mmm kalau begitu milkshake mau?"


"Boleh" ucapku dan Alex mengambil minuman yang ada di kulkas


"Ini minumanmu" ucap Alex sambil menyerahkan gelas yang berisi milkshake


"Mmmm Alex... emang acara apa itu?" tanyaku penasaran


"Festival"


"Fastival apa?"


"Kamu akan tau sendiri nanti" ucap Alex dan aku hanya diam saja. Mobil yang kami tumpangi melaju dengan cepat ya tidak heran karena jalanan sangat amat sepi di sore ini


Tidak berapa lama kemudian, kami sampai di sebuah festival yang sangat ramai dikunjungi oleh banyak orang dan di papan depan terdapat tulisan festival musim panas


"Festival musim panas?" tanyaku saat melihat tulisan di depan


"Iya... ayo kita turun... sebenarnya aku ingin mengajakmu di sebuah tempat"


"Tempat apa?"


"Kamu akan tahu nanti"


Alex menggandengku dan kami berdua berjalan menuju festival musim panas.DI dalam festival aku melihat banyak sekali orang - orang yang sedang bersantai di bawah pohon bahkan ada yang mengadakan makan bersama di bawah pohon yang rindang


"Alex kamu akan membawaku kemana?" tanyaku saat aku melihat kami berdua naik ke atas bukit


"Aku ingin mengajakmu kemari" ucap Alex  senang


Aku melihat banyak pepohonan yang ada di bawah kami, bukit kecil yang ada di festival musim panas ini menawarkan keindangan alam yang sangat amat memukaukan mata


"Waahh indah banget Alex" ucapku kagum


"Ya... aku mengajakmu kemari karena ada arti di dalamnya"


"Arti?... arti apa?" tanyaku penasaran


"Untuk mancapai puncak bukit ini kan kita harus mendaki dengan susah payah kan ..."


"Heem, lalu?"


"nah itu ibaratnya... kamu sebgaai asisten pribadiku harus senantiasa sabar dan menemaniku berjuang walaupun berliku bahkan berjuang seperti kita mendaki bukit ini. karena kalau kita semangat dan yakin kita akan mendapatkan hasilnya yang terbaik seperti kita melihat pemandangan yang indah ini... kamu paham?"


"Oh begitu ... aku paham "


"Aku akan membantumu Alex, membantumu agar kamu berhasil dalam membangun peruahaanmu. apalagi sainganmu adalah Hasasi, dia emang sangat berat" gumamku


"Yah... begitulah ... jadi kamu mau kan berjuang bersamaku walaupun suka dan duka?" tanya Alex serius


"Ya aku akan berusaha yang terbaik" ucapku serius


"Makasih ya Fifiyan, besok kamu masuk pertama kali ... untuk selanjutnya semoga kamu akan betah ya" ucap Alex menatapku dan aku mengangguk pelan


Entah kenapa aku sangat yakin untuk membantu Alex, padahal di hatiku masih ada Hasasi. Tapi bagaimanapun juga sepertinya Hasasi tidak akan menjadi milikku... kalaupun Hasasi menjadi milikku itu pastilah keajaiban dari Tuhan

__ADS_1


__ADS_2