Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 180 : Pelelangan


__ADS_3

"Kamu tidak mau tambah lagi?" gumam Hasasi menatapku yang sedang asik makan


"Tidak, ini aja aku sudah kenyang" gumamku


"Baiklah kalau begitu"


"Kamu mau nambah?"


"Tidak, udah kenyang juga" gumam Hasasi meneguk winenya


"Hasasi" bisikku


"Iya sayang?"


"Apa yang mereka berdua lakukan?"


"Siapa?"


"Hansol sama Leo"


"Biasalah mereka berdua" gumam Hasasi


"Emang apa yang mereka berdua lakukan?"bisikku


"Mereka sedang ..."


"Hei aku dengar apa yang kalian berdua bicarakan" gumam Hansol menatap kami berdua


"Oh ya bagaimana dengan progresnya?"tanya Hasasi menatap Hansol dan Leo


"Udah 85 persen" gumam Hansol


"Lalu yang 15 persennya lagi?"


"15 persen itu melenceng dari rencana kita"


"Melenceng ya? Hmmm hanya 15 persen aja tidak masalah"


"Kau selalu menyepelekan loh Hasasi"


"Tenang saja. Kalau melenceng kita bisa menggunakan rencana B dan rencana C" ucap Leo santai


"Tapi kan rencana B dan rencana C kemungkinan berhasilnya 80 persen" protes Hansol


"Kalau begitu pakai rencana terakhir" gumam Hasasi santai


"Heeh rencana D? Rencana apa itu?" tanya Hansol bingung dan Leo langsung membisikkan sesuatu ke telinga Hansol


"Oh ya? Nah itu yang aku tunggu - tunggu, kenapa gak langsung itu aja"


"Itu alternatif terakhir saja, soalnya mereka inginnya tidak sampai benar - benar musnah. Tapi mereka juga memperbolehkan kalau kita terdesak"


"Hmm baiklah, tapi rencana D yang aku tunggu - tunggu selama ini hahaha" tawa Hansol ceria


"Emang kegemaranmu Hansol, baiklah aku dan Fifiyan pergi ke pelelangan dulu. Leo nanti saat rapat temani Fifiyan ya" ucap Hasasi menggandeng tanganku


"Baik tuan"


"Jangan lupa belikan buat kami" ucap Hansol


"Ya tenang saja" gumam Hasasi


"Eeeh aku lupa mau memberi tahumu, bawahanmu akan mengatur keuanganmu" gumam Hansol


"Oke" gumam Hasasi menggandengku keluar restoran


Kami berdua meninggalkan restoran dan berjalan masuk ke dalam lorong yang berada di belakang aula pertemuan. Selain kami berdua ternyata ada tamu lain yang sama - sama masuk ke dalam lorong yang kami lalui ini. Di lorong ini dijaga sangat ketat oleh beberapa pengawal berbadan besar di kiri dan kanan kami.


Setelah berjalan beberapa saat, kami berdua sampai di depan sebuah gerbang besar dengan empat penjag ayang menjaganya dan satu orang laki - laki memakai pakaian jas rapi ditangah - tengah pintu


"Selamat malam, selamat datang di acara pelelangan, boleh minta tanda pengenalnya"ucap laki - laki itu ramah dan Hasasi langsung menyerahkan lencananya kepada laki - laki itu


"Ohh ... Mmmm ... Baiklah silahkan masuk Tuan Hasasi" gumam laki - laki itu pelan dan gerbang pun terbuka lalu aku dan Hasasi pun berjalan masuk ke ruangan tersebut. Ternyata ruangan pelelangan sangat besar dan megah, banyak kursi yang meninggi dan panggung yang sangat besar terlihat begitu jelas dari atas tempat kami berdua berdiri


"Mau duduk disebelah mana?" gumamku melihat banyak kursi yang sudah terisi


"Disitu saja" gumam Hasasi menarikku ke dua kursi yang ada di kursi baris ke dua


"Kenapa memilih disitu?"


"Itu tempat VVIP" gumam Hasasi terus menarikku dan duduk di kursi paling pinggir dan aku duduk di sebelah Hasasi


"Oh ya Hasasi, tadi kok banyak banget penjaga di luar?" bisikku pelan


"Ya memang ini kan pelelangan ilegal pasti seperti itu, tapi salah satu diantara mereka mata - mata"


"Mata - mata bawahanmu?"


"Bukan"


"Lalu?"


"Mata - mata pemilik disini"


"Oh aku kira mata - mata bawahanmu" gumamku


"Bukan" gumam Hasasi memasang wajah dingin, tiba - tiba seorang pria berjas dan seorang wanita cantik masuk ke atas panggung


"Selamat malam para tamu terhormat, selamat datang pada pelelangan malam ini" sapa laki laki itu


"Untuk barang pertama malam ini adalah gucci abad ke 3, gucci ini dimulai dengan harga 10 juta dollar"


"15 juta dollar..." teriak laki - laki di atas kami


"30 juta dollar"


"50 juta dollar!!" teriak wanita berbaju merah

__ADS_1


"Apakah ada lagi? Tidak ada ?"


"Baiklah, selamat nona" ucap laki - laki itu dengan semangat


"Baiklah untuk barang selanjutnya pedang milik kaisar Cina, dimulai dengan harga 20 juta dollar" ucap laki - laki itu dengan semangat


"30 juta dollar"


"65 juta dollar"


"Bagus tuh buat si Hansol" gumam Hasasi


"Kamu mau beli?"


"Ya, buat Hansol" gumam Hasasi menatapku


"Apakah ada lagi?"


"70 juta dollar" teriak Hasasi


"Baiklah, 70 juta dollar. Selamat tuan" ucap


"Barang selanjutnya..." teriak laki - laki itu dengan semangat


"Eeh Hasasi, mereka tidak kemari?"


"Tidak, sudah diurus bawahanku"


"Jadi bawahanmu yang membayarnya"


"Iya pakai kartuku"


"Oh pantes" desahku mengerti


"Itu barang bagus untukmu" gumam Hasasi menatap gaun yang di lelang


"Enggak mau"


"Kenapa?"


"Jelek" gumamku


"Ya udah liat barang yang lainnya kalau begitu" gumam Hasasi merangkul pundakku dengan lembut


"Baiklah barang selanjutnya adalah gelang kristal, dimulai dengan harga 100 juta dollar"


"200 juta dollar" teriak wanita bergaun putih


"300 juta dollar"


"350 juta dollar"  teriak wanita berbaju kuning


"Kenapa banyak yang nawar tinggi banget? Itu kan hanya gelang biasa" bisikku


"Gak tahu, kamu mau?"


"Kamu pengennya apa?"


"Belum ada yang aku ingin kan" gumamku


"Kalau ada yang tertarik bilang ya"


"Iya tenang saja Hasasi" gumamku


"Barang selanjutnya gaun pernikahan ditambah sepatu milik permaisuri Istana Korea, harga dimulai dari 250 juta dollar"


" 300 juta dollar"


"350 juta dolar"


"Hasasi aku mau itu" bisikku saat melihat gaun berwarna putih dengan motif bunga di bagian roknya


"Mau itu?" tanya Hasasi dan aku mengangguk


"500 juta dollar" teriak Hasasi


"500 juta dollar, selamat tuan. Barang berikutnya adalah ..." teriak laki - laki itu


"Kamu kenapa beli gaun itu kan kita udah beli kemarin" gumam Hasasi


"Baju yang kemarin buat acara utama sedangkan baju ini buat pesta nanti, pastinya kamu akan mengadakan pesta kan setelah pernikahan kita?"


"Mmm iya juga sih, ya udah gak apa - apa"


"Kamu gak marah kan?"


"Enggak kok, aku gak pernah marah sama kamu sayangku" gumam Hasasi membelai rambutku


"Barang berikut adalah perlengkapan perang, dimulai dari harga 100 juta" teriak laki - laki itu dengan semangat


"150 juta dollar " teriak laki - laki paruh baya


"500 juta dollar" teriak laki - laki di kursi belakang


"700 juta dollar" teriak laki - laki yang masih muda


"1000 juta dollar" teriak Hasasi yang membuat beberapa orang kaget


"Waaah penawaran tertinggi, baiklah 1000 juta dollar. Selamat tuan" ucap laki - laki dengan ramah


"Kamu beli seharga 1000 juta dollar?"


"Iya..."


"Buat apa?"


"Buat bawahanku"

__ADS_1


"Kamu perhatian juga ya dengan bawahanmu" gumamku senang


"Kamu kira aku sejahat itu" gumam Hasasi kesal


"Ya kan aku gak tahu"


"Baiklah sebelum ke barang yang terakhir berikut ini lelangan terspesial yaitu wanita cantik penari tersexy, dimulai dengan harga 10.000 juta dollar" teriak laki - laki itu, namun aku melihat wanita itu terlihat menangis di dalam sebuah kurungan besi dengan tangan dan kaki terikat seperti hewan


"Hasasi, itu manusia loh kok di lelang sih" bisikku kaget


"Kan aku udah bilang dari awal, wanita yang di culik bisa jadi di lelang seperti itu"


"Kamu mau membelinya?"


"Enggak ah, gak mau"


"Kasihan tahu" protesku


"Kalau aku membelinya sama saja dia milikku dan orang yang membeli wanita di pelelangan ini pasti wanita itu meminta aku menikahinya. Kamu mau aku nikah sama dia?"


"Enggak mau lah" protesku


"Ya udah jangan tanya kenapa aku gak mau membelinya" gumam Hasasi santai


"Tapi kasihan tahu Hasasi"


"Ya mau gimana lagi, itu peraturannya"


"Hmmm" desahku sedih melihat wanita yang diikat di dalam kurungan besi itu


"20.000 juga dollar" teriak laki - laki yang masih muda di sebelah kami


"50.000 juta dollar"


"100.000 juta dollar" teriak laki - laki tua gendut di belakang kami


"Waah penawaran yang sangat bagus, selamat tuan wanita ini jadi milik anda


"Masa yang beli laki - laki tua sih Hasasi!!" gumamku kesal


"Ya biasalah, pasti dijadikan istri simpanan"


"Hiih kasihan tahu" protesku


"Udah gak usah di liat" gumam Hasasi menutup mataku


"Kenapa kamu tutup mataku?"


"Biar kamu gak cerewet dari tadi" gerutu Hasasi kesal


"Ihh jangan ditutupi seperti itu kenapa aku gak bisa lihat" protesku


"Tapi jangan cerewet lagi loh"


"Iya - iya" gumamku dan Hasasi melepaskan tangannya dari kedua mataku


"Baiklah barang terakhir ini adalah giok hijau asli dari Tiongkok, harga dimulai dari 100.000 juta dollar"


"150.000 juta dollar" teriak wanita bergaun merah


"300.000 juta dollar" teriak wanita bergaun putih di belakang kami


"500.000 juta dollar" teriak laki - laki bertopeng  di kursi belakang


"600.000 juta dollar" teriak Hasasi


"800.000 juta dollar" teriak laki - laki bertopeng di kursi belakang


"1.000.000 juta dollar" teriak Hasasi


"5.000.000 juta dollar" teriak laki - laki bertopeng dengan keras


"15.000.000 juta dollar" teriak Hasasi yang membuat semua tamu terkejut


"Mahal banget kamu nawarnya Hasasi, itu hanya sebuah giok" gumamku menatap hasasi


"Itu barang yang diinginkan ayah"


"Apakah tidak ada penawaran lagi? Baiklah 15.000.000 juta dollar, selamat tuan" ucap laki - laki itu dengan senang


"Kamu menghabiskan banyak uang untuk giok biasa seperti ini?"


"Itu bukan giok biasa" gumam Hasasi dingin


"Apa bedanya, itu sama aja" gumamku tidak mengerti


"Nanti kalau udah dirumah tanyakan kepada ayahku, kamu akan tahu jawabannya" gumam Hasasi menatapku


"Terimakasih atas kediran seluruh tamu yang hadir pada acara lelang malam ini, selamat malam dan sampai jumpa di hari berikutnya" ucap laki - laki itu dengan ceria dan pergi meninggalkan panggung


"Udah selesai?" gumamku


"Iya, udah tengah malam, waktunya istirahat" gumam Hasasi menggandeng tanganku dnegan lembut


"Baiklah Hasasi" gumamku senang


Saat kami berdua akan keluar dari ruangan, aku merasa ada yang menatapku dengan tatapan sinis di kursi bagian belakang. Saat aku lihat ternyata laki - laki bertopeng itulah yang menatapku dengan sinis dan dingin yang membuatku sedikit takut menatapnya kembali


"Hasasi" bisikku


"Iya sayang"


"Aku dari tadi di liatin laki - laki bertopeng yang berdebat harga denganmu" bisikku dan Hasasi menatap laki - laki itu dengan tatapan dingin


"Biarkan saja, yang penting kamu denganku" gumam Hasasi cuek dan terus menggandengku meninggalkan ruangan pelelangan tersebut


Aku masih bingung siapa laki - laki it? Kenapa dia memakai topeng seperti itu? Dan kenapa dia menatapku dengan sinis dan dingin seperti itu? Aku tidak tahu kenapa dia memakai topeng di acara pelelangan ini?

__ADS_1


__ADS_2