
Kakak terus memandangku dengan bahagianya sambil tersenyum - senyum sendiri bahkan tidak berkedip sedikitpun
"Apa yang membuat kakak tersenyum seperti?"
"Ya kan sebentar lagi kamu menikah siapa yang tidak bahagia coba" gumam Steven
"Aah apaan sih kak!!" protesku
"Apa lagi kamu memakai gaun pengantin yang indah, mmm... pasti kamu bakal cantik sekali" gumam Steven berkhayal
"Iihh kakak... kakak ngomong apa sih!!" protesku malu
"Aah jangan malu Fifiyan, kamu akan mengalaminya kok... "
"Au ah kakak selalu seperti itu" gumamku
"Wkwkwk oh ya kakak akan mengajakmu ke suatu tempat"
"Kemana?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri" gumam Steven meminum minuman ringan
Perjalanan yang lumayan jauh melewati bukit dan juga pepohonan yang sangat rindang membuatku berasa kembali ke alam. Namun tidak lama saat aku menikmati perjalanan, kami sampai di sebuah tempat yang tercium seperti air laut yang sangat menyegarkan
"Ini kita kemana kak?" tanyaku penasaran
"Udah... Kamu turun saja dulu" gumam Steven mendahuluiku turun dari mobil dan akupun menyusul kakak turun dari mobil
"Kok ke hutan kak?"
"Udah kamu ikutin kakak aja dulu"
"Baiklah" gumamku mengikuti langkah kakinya Steven
__ADS_1
Sepanjang jalan aku mendengar suara hewan yang bersahutan dan suara deruan ombak yang sangat keras terasa di telingaku bahkan deruannya menggetarkan tanah tempat aku pijak sekarang
"Kita sudah sampai" ucap Steven menunjuk ke lautan lepas. Ternyata Steven mengajakku ke tebing karang pantai, tebing karang ini menjadi tembok penghalang bagi ombak laut agar tidak masuk ke daratan. Ombak laut yang menerjang tebing sangat keras bahkan tanah yang aku pijak tidak berhentinya bergetar
"Bagus kan?" tanya Steven memandangku yang sedang menikmati suasana
"Bagus banget kak..."
"Nah ini adalah tempat yang bisa kamu gunakan untuk menenangkan diri Fifiyan"
"Hmmm..." desahku dan duduk di atas tebing yang tinggi itu, aku melamun memikirkan pilihanku untuk memilih Hasasi
"Kak...?" gumamku
"Iya ada apa adikku sayang?" gumam Steven duduk di sebelahku
"Kak... menurut kakak aku salah pilih tidak?"
"Hmmm tapi aku .."
"Sekarang gini deh... dihatimu ada siapa?... Alex atau Hasasi?"
"Hasasi.."
"Terus kamu tadi menerima tunangan dari Hasasi?" tanya Steven lagi dan aku mengangguk pelan
"Kalau keputusanmu ke Hasasi dan kamu menerima permintaan Hasasi untuk bertunangan denganmu bahkan menikah denganmu itu sudah membuktikan kalau kamu benar - benar memilihnya"
"Tapi kak?..."
"Itu sudah kamu putuskan Fifiyan... sebagaimanapun kamu, kamu sudah milik Hasasi ... apalagi cincin yang kamu gunakan cincin wasiat ayah jadi bisa dikatakan kamu benar - benar ingin menikah dengan Hasasi"
"Hmmm begitu ya" gumamku lirih
__ADS_1
"Tenang Fifiyan...apapun pilihanmu kakak mendukungmu" ucap Steven tersenyum kepadaku
"Kakak... hmmm untung kakak masih bisa hidup dan menemaniku" gumamku senang
"Emang kenapa kalau kakak mati?"
"Ya aku pasti tidak akan tahu aku harus berbuat apa di dalam kehidupanku ini" gumamku
"Yemang Fifiyan... kakak akan selalu menemanimu dan menjagamu apapun yang terjadi" gumam Steven mengelus rambutku
"Hmmm.. kakak"
"Oh ya fifiyan... ayo pulang, udara sudah mulai dingin nih hari juga udah mulai sore... kita pulang aja dulu ostorahat" gumam Steven membantuku berdiri
"Baik kakak" gumamku dan mengikuti Steven menuju ke mobil dan meninggalkan tempat itu
Di dalam mobil aku mendenharkan dan mencerna kata - kata kakak, ya benar apa yang kakak katakan.. apapun pilihanku pasti yang terbaik buatku kedepannya
Cincin ... cincin ini menjadi bukti bahwa aku milik Hasasi ada menjadi nyonya Stun untuk kedepannya dan itu membuatku sangat bahagia
Perjalanan panjang tidak terasa kami tempuh, dan akhirnya aku sampai di rumah mewah kakak dan turun dari mobil untuk beristirahat, emang hari ini aku sangat lah capek apalagi perjalanan yang cukup melelahkan buatku
"Fifiyan... kamu istorahat aja dulu, nanti kalau sudah waktunya berangkat kakak akan menemuimu"
"Jam berapa kak?"
"Ya jam 7 malam kita berangkat jadi kamu istirahat aja dulu, lumayan ada waktu beberapa jam untuk merasakan nikmatnya kasur yang empuk" gumam Steven berjalan pelan menuju kamarnya
"Baik kak... selamat istirahat kakak" gumamku dan berjalan menuju kamar untuk tidur
Disisi lain aku memikirkan bagaimana dengan pernikahan aku dan Hasasi nanti, tapi aku juga memikirkan tentang perseteruan Hasasi dan Alex yang sangat menakutkan... apalagi pengalaman Hasasi pernah terluka seperti dulu yang membuatku takut Hasasi akan terluka kembali
Tapi ya sudah lah aku berdoa aja yangterbaik buat Hasasi, aku percaya Hasasi tidak akan terluka sedikitpun apalagi emang Hasasi sepertinya sudah merancang apa yang harus dia lakukan dengan matang dan terperinci dengan baik
__ADS_1