Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 42 : Kecemburuan


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan Hasasi, aku melihat wajah Naian seperti marah, apakah dia marah saat aku berdekatan dengan Hasasi? Jadi karena penasaran aku berani bertanya kepada Naian


“Kenapa wajahmu seperti marah?” tanyaku polos


“Tidak” ucap Naian dingin


“Dia cemburu.. hihihi” ejek Hassan


“Diamlah” protes Naian


“Cie kakak cemburu, pertama kalinya loh kakak berani cemburu ke cewek” ejek Hassan


“Sudah ku bilang diamlah” teriak Naian kesal


Karena aku takut Naian membuangku jadi aku berpikir bagaimana menenangkan Naian, apapun yang terjadi aku berterimakasih kepada Naian karena telah ada disaat aku terpuruk kehilangan Hasasi


“Tuan muda yang tampan, kenapa kamu cemburu?... tidak perlu cemburu toh sama laki – laki yang akan menikah... apalagi aku bukan siapa – siapa tuan muda” ucapku menghibur Naian dan tiba – tiba Naian menghentikan langkahnya dan memandangku tajam


“Dengarkan aku cantik... kamu itu milikku sekarang, aku tidak akan mengizinkan siapapun merebutmu” ucap Naian tegas


“Milikmu?... apa maksudnya?” tanyaku kaget tapi Naian hanya diam saja


“Maksudnya kamu adalah pasangan kakak, masa kamu gak paham” gumam Hassan di belakang kami


“Pa... pasanganmu?” ucapku kaget


“Ya...”


“Ta... tapi sejak kapan aku pasanganmu”


“Jangan protes...” ucap Naian dingin dan terus memegang tanganku lalu mengajakku keluar kantor Hasasi


Saat berada di luar kantor Hasasi, aku melihat mobil mewah lebih mewah dari mobil milik Hasasi dan Hansol


“Ayo masuk” ucap Naian dingin dan aku hanya terdiam


Saat di dalam mobil pun Naian memasang wajah dingin, sepertinya dia benar – benar cemburu. Apa Naian punya rasa kepadaku?


“Naian”


“Mmm”


“Kau cemburu?”tanyaku meyakinkan


“Hmmm... baiklah... ya memang aku cemburu”


“Kamu cemburu kenapa?”


“Kamu itu milikku jadi wajar saja aku cemburu terhadapmu apalagi kamu ngobrol berdua dengan Hasasi lama banget”gerutu Naian


“Udah tenang aja, dia cuma membahas kerjasama aja” ucapku berbohong


“Lalu kamu tadi membisikkan apa?”


“Ke Hasasi kah?”


“Iya lah...”


“Aku cuma mengucapkan selamat karena sebentar lagi menikah” ucapku berbohong meyakinkan Naian


“Serius?”


“Iya serius” ucapku tersenyum


“Hmmm baiklah... hatiku terasa tenang sekarang”


“Fifiyan... asal kamu tau... kamu adalah wanita pertama yang dibawa pulang kakakku dan kamu yang bisa meluluhkan hati kakakku, jadi wajar saja dia cemburu” jelas Hassan santai


“Oh ya?... emang Naian selama ini jomblo ya?”


“Iya ... kakakku orang yang paling anti terhadap perempuan tapi kamu berhasil meluruhkan hati kakakku yang dingin itu” celoteh Hassan dan Naian hanya terdiam mendengarkan celotean Hassan


“Tapi kan ... jodoh tidak ada yang tau” gumamku


Saat mendengarkan ucapanku Naian langsung memandangku tajam dan memegang daguku


“Dengar ya Fifiyan... apapun yang aku punya tidak boleh ada yang merebutnya, aku akan membunuh semua keturunannya”ucap Naian dingin dan aku hanya bisa diam ketakutan. tatapannya yang tajam seperri singa yang sedang kelaparan


“Hei kak jangan kasar – kasar dong sama perempuan, liat tuh Fifiyan ketakutan” celoteh Hassan dan Naian langsung melepaskan daguku dan memelukku


“Eee... ma... maaf membuatmu takut”  ucap Naian lembut  tapi aku hanya diam saja, aku merasa aku salah berada di lingkungan mafia yang sangat kejam ini


“Nah loh Fifiyan takut kan... kakak sih membuatnya takut, kalau meninggalkanmu baru tau rasa” celoteh Hassan dan hal itu membuat pelukan Naian semakin kuat


“Ma... maafkan aku Fifiyan, kamu jangan takut ya ... aku tidak akan menyakitimu” ucap Naian lembut tapi aku hanya diam dan menangis diam - diam, takut aku salah ngomong terus Naian membunuhku.


“Fifiyan” ucap Naian lembut dan memandangku


“Ka...kamu menangis?” ucap Naian kaget lalu mengusap air mataku


“Nah loh Fifiyan menangis, kakak sih kasar sama perempuan” ejek Hassan

__ADS_1


“Husst kamu bisa diam gak sih” gumam Naian kesal


Naian terus memelukku dan mengusap lembut rambutku, aku masih merasa takut dengan Naian ternyata dia lebih dingin, menakutkan dan kejam dari Hasasi gigi taringnya yang sangat tajam seperti seorang vampir yang menemukan mangsanya dan itu sangat menakutkan sekali


“Fifiyan kamu masih takut kepadaku?” tanya Naian lembut dan aku hanya menganggukkan kepalaku


“Sudah jangan takut, aku tidak akan menyakitimu, aku akan menjagamu kok tenang saja... kamu milikku” ucap lembut Naian dan aku hanya menganggukkan kepalaku


“Kamu mau makan apa cantik?”


“Terserah” ucapku lirih


“Mau makanan berat atau ringan?”


“Makanan berat aja”


“Oke lah.. ke restaurant British pak” ucap Naian


“Baik tuan” ucap sopir Naian dan membelokkan mobiol menuju jalan besar


“Hassan... inget tugas kamu nanti” ucap Naian dingin


“Iya...iya aku tahu” ucap hassan santai


“Tugas apa?” tanyaku penasaran


“Ada aja, pokoknya kamu selalu di sampingku atau di samping Hassan, jangan kemana – mana sendirian” jelas Naian


“Kenapa?”


“Kamu inget Sari Lie kan?”


“Iya... kenapa emang sama dia?” tanyaku kaget


“Ya intinya dia ingin mencelakakanmu. Dia bersekongkol dengan Bunga untuk membunuhmu”


“Kamu tau dari mana?”


“Hey aku pemimpin mafia ingat, aku tau dari mata – mataku yang melihat gerak gerik semua perusahaan di dunia dan juga perkumpulan yang ada di dunia”


“ Kenapa dia ingin membunuhku?... padahal aku tidak berbuat apa?” ucapku sedih


“Cantik, kamu itu bagaikan bunga yang bermekaran sehingga banyak kumbang – kumbang yang jatuh hati padamu... begitulah istilahnya, jadi mereka ingin melenyapkanmu agar Kwan Liang dan Hasasi menjadi milik mereka” jelas Naian


“Tapi kan kalau mereka mau ya aku ikhlaskan kok, aku juga gak mau memaksakan” ucapku lirih


“Ya meskipun begitu, Kwan Liang dan Hasasi masih berharap kamu menjadi milik mereka...”


“Ya bisa dibilang begitu, tapi sebenarnya Bunga juga ingin melenyapkanmu karena kamu berada di sampingku tapi dia tidak berani untuk berkutik.” Jelas Naian


“Mmmm...” desahku


“Ya kalau mereka mau kalian bertiga aku ikhlaskan kalian bertiga untuk mereka berdua” ucapku lirih


“Tidak... aku tidak mau dengan Bunga... dia hanya memikirkan harta mulu, aku males” ucap Naian sambil meminum wine yang ada di tangannya


“Tapi kan masih cantikan Bunga dan Sari Lie dari pada aku apalagi mereka juga kaya” gumamku lirih


“Sampai kapanpun aku maunya sama kamu... gak mau yang lain” protes Naian


“Mmm... iya deh terserah kamu” ucapku membuang muka.


Sejujurnya aku tetap memilih Hasasi apapun yang terjadi, karena Hasasi lah yang berperan besar merubah hidupku, tapi tidak tau lah jodoh gak akan kemana aku hanya bisa mengikuti arus kehidupan yang ada saat ini


Tidak beberapa lama akhirnya kami sampai di restoran mewah yang ada di Inggris, restoran iini hanya orang – orang elite saja yang pernah makan di restaurant ini.


“Ayo cantik kita makan dulu sebelum kepesta” ucap Naian lembut dan menggandeng tanganku


Kami bertiga memasuki ke dalam area restaurant yang megah itu, di dalam restaurant terdapat lukisan raja – raja yang ada di Inggris dan juga tokoh – tokoh elite yang pernah makan di restaurant ini, dekorasi ruangannya sangat elegan dimana dinding yang diberi cat warna emas dan juga alat makan yang berasal dari emas murni. Kami langsung mencari tepat duduk yang ada di dekat jendela restaurant sehingga bisa melihat pemandangan kota yang ramai


“Silahkan tuan, ini menunya” ucap pelayan di samping Hassan


“Baik” ucap Hassan dan menyerahkan daftar menu kepadaku


“Kamu mau makan apa?” tanya Naian


“Mmm aku mau  steak sapi spesial dan milkshake anggur” ucapku


“Baiklah, aku mau ini dan ini” ucap Naian sambil menunjuk menu itu


“Aku mau ini dan ini” ucap Hassan


“Baik, mohon ditunggu tuan” ucap pelayan dan meninggalkan kami


“Mmm Naian”


“Iya cantik”


“Emang nanti banyak orang – orang elite yang datang ya?” tanyaku


“Iya pastilah, dan pesta itu diharuskan tamu yang datang memiliki pasangan”

__ADS_1


“Terus Hassan gimana?”


“Dia mah bisa tinggal pilih” sindir Naian


“Tinggal pilih?”


“Yah begitulah, nanti kamu akan tau sendiri”


“Kalau kamu bagaimana?” tanyaku


“Ya kan ada kamu” ucap Naian santai


“Kok ada aku, kan pasti disana banyak wanita cantik”


“Kalau Naian gak bisa asal pilih, soalnya nanti bisa menjatuhkan dirinya sendiri” ucap Hassan


“Loh kok bisa?”


“Ya kan Naian pemimpin perusahaan, dan pastinya wartawan akan berkumpul disana... kalau Naian asal memilih cewek nanti di sangka dia suka gonta ganti wanita”


“Oh begitu... aku paham sekarang”


“Permisi tuan ini makanan anda” ucap pelayan dan meletakkan piring makanan di atas meja


“Oke terimakasih” ucap Naian dan pelayan itupun pergi


Setelah makanan datang, kami bertiga makan dengan lahap, apalagi aku yang belum makan dari pagi sama sekali dan itu membuat afsu makanku tinggi


“Kamu mau tambah lagi?” tanya Naian saat melihat piringku kosong


“Tidak, aku sudah kenyang” ucapku sambil meletakkan sendok di atas piring


“Baiklah” ucap Naian dan menghabiskan makanannya


“Pelayan” teriak Naian sambil mengangkat tangannya


“Iya tuan”


“Ini” ucap Naian memberikan kartu debitnya kepada pelayan


“Baik tuan... silahkan masukkan pinnya” ucap pelayan itu dan Naian memencet pinnya


“Transaksi berhasil, terimakasih tuan” ucap pelayan itu lalu mengembalikan kartu debit milik Naian


“Ayo kita berangkat” ucap Naian dan meletakkan struk itu di meja, aku langsung membaca struk itu karena penasaran dia habis uang berapa


“Makanan tadi habis 5 juta?” ucapku kaget


“Ya begitulah”


“Cuma segitu ... mahal banget”


“Ya biasalah... ya udah ayo kita pergi” ucap Naian dan kami pergi keluar restaurant menuju mobil


“Tempatnya jauh atau tidak?”


“Tidak ... sebentar lagi sampai” ucap Naian dan kami masuk kedalam mobil


Selama perjalanan aku diam tanpa kata, aku takut bila bertemu Sari Lie dan Bunga Mo dan juga takut bertemu dengan wartawan yang sedang meliput acara tersebut


“Kamu kenapa diam aja?” tanya Naian saat melihatku termenung


“Ahh... ti... tidak ada”


“Apa ada yang kamu pikirkan?” tanya Naian penasaran


“Aku takut bertemu dnegan Sari Lie dan Bunga Mo”


“Tenang, jangan takut kan ada aku”


“Hmmm baiklah” ucapku pasrah


Tidak lama kemudian kami sampai di sebuah gedung megah dan banyak tamu yang berkumpul di depan gedung tersebut


“Banyak banget orang – orangnya?” tanyaku kaget


“Ya pastilah... namanya juga pesta”


“Aku malu”


“Jangan malu, santai saja” ucap Naian menenangkanku


Tiba – tiba mobil kami berhenti di depan gedung megah tersebut dan banyak mata yang memandang kedatangan mobil ini. Aku melihat banyak tamu yang saling bisik dan melihat dengan penuh penasaran


“Ayo kita keluar” ucap Naian tapi aku langsung menarik tangan Naian


“Aku disini aja ya... aku malu” ucapku lirih


“Udah kamu harus ikut” ucap Naian dan menarikku lembut keluar mobil


Sejujurnya aku malu karena aku harus menemani Naian dalam pesta ini, apalagi Naian termasuk orang yang paling dikagumi dan juga paling terkenal di dunia. Aku takut aku akan membuat kesalahan fatal dan membuat Naian malu apalagi semua mata tertuju kepada Naian.

__ADS_1


__ADS_2