Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 61 : Kerjasama Michel


__ADS_3

Aku segera pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku, air dihotel ini sangat menyegarkan badanku dan membuat badanku terasa segar kembali. setelah mandi aku langsung bergegas menuju ruang gantiĀ  untuk berganti pakaian karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit jadi aku harus cepat bersiap - siap takut kalau Hasasi menungguku begitu lama. aku langsung memilih baju yang ada di ruang ganti, di dalam lemari pakaian aku melihat banyak sekali gaun gaun yang indah dan juga berwarna warni. setelah aku gantii baju akupun keluar dari ruang ganti


"Hasasi?" teriakku kaget saat melihat Hasasi duduk di tempat tidur


"Kamu ngapain kaget?"


"Ya kan aku gak tau, ku kira aku sendirian di dalam kamar" gumamku


"Kan kamu gak kunci pintunya sayang"


"Mmm aku lupa hehehe"


"Dasar sayangku ini"


"Oh ya kamu cantik banget malam ini sayang" puji Hasasi


"Gombal kamu tuh" gumamku


"Beneran loh aku gak gombal ... udah ah ayo kita pergi" ucap Hasasi menggandeng tanganku


"Emang pertemuannya dimana?"


"Di Ruang rahasia"


"Ruang rahasia?"


"Iya kan namanya juga pertemuan pejabat tinggi yang sangat penting pasti butuh tempat tertutuplah"


"Mmmm iya juga sih ... soalnya kan biasanya gak di ruang tertutup kamu pertemuannya"


"Ya aku kan cuma tamu aja"


"Mmmm ya juga sih "


Aku dan Hasasi berjalan menyusuri lorong dan akhirnya kita sampai di sebuah pintu yang di jaga oleh penjaga berbaju rapi dan berbadan tegap di depan ruangan tersebut


"Tunjukan identitas kalian" ucap salah satu pria tegap tersebut dan Hasasi mengeluarkan lencananya


"Silahkan masuk, tuan Michel Cwan sudah menunggu anda di dalam"


"Terimakasih" ucap Hasasi dan kami berdua masuk ke dalam ruangan tersebut


Kami setelah berhasil masuk ke dalam ruangan tersebut ternyata terdapat dua orang pria yang sangat tampan dan memakai jas warna hitam yang tengah menyambut kedatangan kami

__ADS_1


"Selamat datang tuan Hasasi" sambut pria berambut pirang


"Terimakasih sudah berkenan untuk hadir" ucap pria di sampingnya


"Iya" jawab Hasasi dingin


"Perkenalkan saya Michel Cwan dan ini wakil saya Andy, saya pemilik PT Cwan" ucap pria berambut pirang


"Salam kenal juga" ucapku ramah


"Udah kenal" ketus Hasasi


"Ayo lah Hasasi, sedikit formal gak apa kan... apalagi ada wanita samping yang kamu bawa untukku" ejek Michel


"Dia wanitaku" ucap Hasasi kesal


"Ayolah Hasasi ... buatku aja, aku lama jomblo nih" rayu Michel


"Enggak..."


"Jangan pelit begitu Hasasi"


"Enggak ya enggak" jawab Hasasi kesal


"Baiklah ... emang kamu pelit Hasasi"


"Oh iya sampai lupa... gini aku ingin mengajakmu kerjasama"


"Kerjasama apa?"


"Kerjasama urusan sesuatu"


"Kerjasama bisnis?"


"Yups benar sekali, selain itu kerja sama yang lainnya juga"


"Apa itu?"


"Nanti dulu kita bahas satu persatu, oke"


"Baiklah... sayang tulis ya" ucap Hasasi dan aku hanya mengangguk saja


"Dia sekretarismu?" tanya Michel

__ADS_1


"Iya dia wanitaku"


"Kamu banyak sekali wanita" ejek Michel


"Bukannya kamu yang punya banyak, aku cuma punya dia saja"


"Iya terserah kamu ... Hal yang pertama aku ingin mengajakmu untuk bekerjasama bisnis, jadi aku nanti aku akan berinvestor di perusahaanmu sebesar 100 milyar dollar... bagaimana?" jelas Michel


"Terus?"


"Terus bagaimana? aku tuh bertanya malah kamu bertanya balik?" ucap Michel kesal


"Mmmm ... sayang bagaimana pendapatmu?" tanya Hasasi padaku


"Aku?" ucapku kaget


"Iya, terserah kamu sih, tapi kalau berinvestor segitu masih kecil"


"Tuh udah dijawab"


"Kamu maunya berapa?"


"Mmmm ... kamu ada berapa?"


"500 Milyar dollar bagaimana?"


"Naikan lagi lah"


"Baiklah 1000 Milyar dollar"


"Mmmm boleh lah ... aku merasa kasihan padamu sebagai teman" ejek Hasasi


"Dasar kau selalu begitu Hasasi ... baiklah aku terima" ucap Micel dan mereka berdua menandatangani kontrak kerjasama


"Lalu apalagi ...?" tanya Hasasi santai


"Nanti dulu lah kerjasama yang pertama aja dulu, kalian lapar gak?...kalian berdua mau makan apa? ... aku bayarin" ucap Michel santai


"Tumben bayari kita makanan" ejek Hasasi


"Ya sekali - kali apalagi kamu udah mau menerima kerjasama denganku"


"Cuma itu tidak masalah membantu teman apa susahnya"

__ADS_1


"Hahaha kamu emang baik Hasasi ... ya walaupun kamu punya sikap dingin dan cuek. Nah ini pilih makanan buat kalian" ucap Michel menyodorkan menu makanan


Aku dan Hasasi langsung melihat menu yang tertera di kertas menu makanan itu. Makanan yang terdapat di menu terlihat seperti enak dan juga sangat mahal, kalau aku sendiri tidak mau untuk membeli makanan yang seharga ratusan ribu dolar untuk satu kali makan ini.


__ADS_2