Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 147 : Makan Malam Bersama


__ADS_3

Aku menarik tangan Lisa menuju ruang makan untuk makan malam bersama dengan anggota keluarga Stun yang lainnya


"Fifiyan... kenapa kamu menarikku dengan semangat kayak gitu?" gumam Lisa


"Ya kan kita akan makan malam bersama.. apalagi kita lama tidak makan malam bersama" gumamku


"Mmm benar juga sih, udah berapa tahun ya kita gak pernah bertemu"


"Ya makanya itu, kita harus makan"


"Baiklah" gumam Lisa senang


Saat kami sampai di ruang makan, aku melihat Hasasi dan orang tua Hasasi sedang menunggu kami di mrja makan untuk makan malam


"Lambat kalian berdua" gumam Hasasi


"Maaf tadi lagi mengobrol bersama Lisa sebentar"


"Baiklah kalian duduklah kita makan dulu" ucap Nyonya Stun dan kami berdua duduk berhadapan


"Selamat makan" gumam Tuan Stun mengambil nasi goreng ke piringnya


"Selamat makan" gumam Nyonya Stun mengambil steak yang ada di depannya


"Selamat makan " ucap aku, Hasasi dan Lisa secara serempak dan kami mulai memakan makanan yang ada di piring kami masing - masing


Selama makan kami semua diam tanpa kata karena menikmati makan malam yang aku buat, tapi aku merasa takut kalau makananku tidak enak menurut mereka. Jantungku tidak berhenti berdetak cepat sambil sesekali melirik mereka sedang asik makan


"Mmmm..." desah Nyonya Stun meletakkan alat makannya di atas piring


"Kenapa buk?" gumam Hasasi


"Enggak apa - apa..."


"Jadi menurut ibuk gimana masakan calon istriku?" tanya Hasasi meletakkan alat makannya


"Ya, rasanya tuh..." gumam Nyonya Stun


"Enak kok rasanya" gumam Tuan Stun menyela pembicaraan Nyonya Stun


"Ya emang enak tapi ladanya kurang" gumam Nyonya Stun


"Kan tinggal di kasih lada bubuk aja" gumam Hasasi


"Ya emang sih apalagi ibuk suka banget lada" gumam Nyonya Stun


"Jadi menurut ibuk gimana?"


"Enak ... beda sama masakan buatan mantan - mantanmu, kayak gini nih yang harusnya kamu jadiin calon istri bukan tampang doang yang kamu cari" gumam Nyonya Stun memakan es buah


"Terimakasih Ibuk" ucapku senang


"Ya ... ya buk aku tahu" gumam Hasasi


"Mmm ... gimana Lisa untuk menikah dengan putra mahkota apakah kamu mau?" tanya Tuan Stun menatap Lisa yang sedari tadi diam


"Hmmm aku belum bisa memberikan keputusan, aku harus mengenalnya terlebih dulu" gumam Lisa


"Mengenalnya gimana?" protes Hasasi


"Ya pengen tahu, dia seperti apa, orangnya kayak gimana, tayak gitu lah!!" protes Lisa


"Ya kan semua orang pasti udah tahu tentang dia gak mungkin kamu gak tau!!"


"Tapi kak!!" protes Lisa

__ADS_1


"Hasasi udah lah... yang dikatakan Lisa benar, namanya wanita pasti melihat calon suaminya seperti apa tidak harus selalu dijodohkan langaung menikah!!... contohnya aja aku, aku mengenalmu aja 10 tahunan baru kamu kenalin orang tuamu dan aku juga tahu karakter dan sikapmu dari mengenalmu selama bertahun - tahun itu... jadi gak usah protes!!" protesku


"Tapi kan!!!"


"Gak ada tapi - tapi... yang menjalankan kehidupan itu Lisa bukan kamu!!" protesku


"Ya yang di katakan nak Fifiyan benar, wanita pasti harus mengenal calon suamimya seperti apa, kalau tidak nanti kayak ayah dan ibuk yang dulu musuhan sampai kita menikah" ucap Nyonya Stun menyeramahi Hasasi


"Hmmm baik - baik terserah deh" gumam Hasasi pergi meninggalkan meja makan


"Kamu mau kemana?" tanya Tuan Stun


"Mau nyari angin" gumam Hasasi


"Kesal lah itu Hasasi" gumam Nyonya Stun mengelap mulutnya dengan tisu


"Kak Fifiyan..." gumam Lisa menatapku


"Tenang nanti aku kasih pengertian ke Hasasi... tenang aja"


"Hmmm baiklah" gumam Lisa


"Ya udah kalian istirahat aja dulu, biar pembantu yang membereskan ini semua" gumam Nyonya Stun meninggalkan meja makan dan akupun juga meninggalakan meja makan ke atap dimana Hasasi menyuruhku ke atap setelah makan malam


Aku berjalan menyusuri tangga sampai ke atap rumah, sampai di atas aku melihat Hasasi sedang berdiri di depan teras balkon sendirian. Saat aku akan membuka pintu kaca dan masuk ke sebuah balkon, tiba - tiba Hasasi masuk menoleh ke arahku dan langsung menciumku


"Mmm..." gumamku melepaskan ciuman Hasasi yang membuatku terkejut


"Kamu kenapa tiba - tiba menciumku?" protesku saat aku berhasil melepaskan ciuman Hasasi


"Tidak ada... cuma senang aja"


"Karena?"


"Karena kamu bisa mencuri perhatian orang tuaku"


"Sama meyakinkan Lisa"


"Jadi kamu gak marah?" tanyaku kaget


"Enggak... "


"Jadi kenapa kamu bilang cari angin?"


"Itu alasanku biar gak di cari orang tuaku"


"Hmmm anak mama" ejekku


"Enggak ya"


"Lah masih dicari kan anak mama" ejekku


"Enggak ya!!" protes Hasasi


"Hmmm baik - baik... jadi apa yang ingin kamu katakan"


"Kemungkinan sebentar lagi aku akan melawan Alex, jadi..." gumam Hasasi


"Cukup!!!... jangan bilang yang aneh- aneh... aku gak mau kamu kenapa - napa kayak dulu!!!" protesku menahan perkataan Hasasi


"Ya kali ini aku gak akan kalah kok beda kayak yang dulu emang aku gak ada persiapan dan ... yang dulu kan mendadak banget"


"Hmmm iya sih..." gumamku


"Ya kalau aku sudah menyelesaikan itu, aku akan mengajakmu bulan madu"

__ADS_1


"Bulan madu?... nikah aja belum" gumamku


"Maksudku bulan madu tuh jalan - jalan berdua denganmu doang "


"Itu namanya jalan - jalan bukan bulan madu!!"


"Ya beda lah... jalan - jalan itu bisa ngajak yang lain kalau bulan madu itu kita berdua doang"


"ya ya terserah kamu aja lah... emang mau ngajak kemana?" gumamku


"Ke pulau pribadi"


"Kamu punya?"


"Punya lah... apa yang gak aku punya" gumam Hasasi


"Istri... hahaha" ejekku tetapi Hasasi malah mencubit hidungku


"Kan kamu istriku"


"Makanya nikahin aku!!" protesku


"Kamu jadi gak sabaran ya"


"Ya lah... kamu gantungin aku mulu"


"Sabar ya sayang, aku lagi mempersiapkannya"


"Emang kamu nanti pengen nikah kayak gimana Hasasi?"


"Yang mewah... lebih mewah dari yang kemarin"


"Kan nikah sederhana pun gak apa - apa" gumamku


"Gak mau... nikah itu sekali seumur hidup jadi harus meriah"


"Emang yang kemarin gak meriah?"


"Enggak... kemarin kan cuma lelucon"


"Lelucon yang gak lucu" gumamku


"Lah... jangan jealous kayak gitu"


"Enggak... siapa yang cemburu!!" protesku


"Tuh dari wajahnya udah Bete"


"Enggak ya...!!" protesku


"Udah ... jangan cemburu, sekarang kan kamu milikku" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Hmmm iya iya iya Hasasi"


"Kamu gak tidur?"


"Enggak... bentar lagi... aku menunggu ceritamu"


"Cerita apa?"


"Cerita... ya entah terserah kamu"


"Hmmm... boleh lah... kita cerita - cerita aja kalau gitu" gumam Hasasi


"Baiklah... " gumamku duduk disebelah Hasasi

__ADS_1


Aku bersama Hasasi mengobrol bersama dengan santai. Ya walaupun jarang banget aku bisa cerita - cerita dengan Hasasi tapi aku senang saja bisa cerita dengan Hasasi


__ADS_2