Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 27 : Kesaksian Hansol


__ADS_3

Aku sendirian di rumah kontrakan menunggu Hansol datang dan menceritakan semua kebenaran itu. Beberapa jam kemudian ada sebuah mobil mewah yang datang di depan rumahku, saat aku menunggu di depan rumah tiba – tiba kaca jendela mobil diturunkan dan terlihat Hansol yang tampan melihat kearahku


“Hay Fifiyan” sapa Hansol


“Oh hay tuan Hansol, silahkan masuk ... keburu Hasasi tau” ucapku dan menarik tangan Hansol


“Loh emang Hasasi tidak ada disini?”


“Tidak...tadi aku suruh dia pulang dulu, besok dia akan menjemputku”


“Oh untunglah disekitar sini tidak ada mata – mata Hasasi” ucap Hansol lega


“Kok tuan Hansol tau ada mata – mata tidaknya?”


“Hey cantik, aku tau akan hal semacam itu ... mata - mataku lebih banyak dari pada Hasasi” ucap Hansol sambil mencolek daguku


“Ihh .. tuan Hansol seperti Hasasi aja” gumamku dan Hansol ketawa


“Baiklah tuan Hansol, beritahu aku siapa yang membunuh keluargaku sesungguhnya” ucapku sambil memberikan secangkir teh kepada Hansol


“Dari mana ya enaknya ... mmm .. pokok intinya adalah otak dari pembunuhan itu adalah keluarga Liang dan Lie, namun yang eksekusi di lapangan adalah perkumpulan dari tiga perkumpulann yaitu perkumpulanku, perkumpulan pemberontak yang kejam, dan juga perkumpulan ... Hasasi” jelas Hansol serius


“Ke... kenapa dia tidak mengakui itu” teriakku marah


“Dengarkan aku cantik... apa Hasasi pernah bilang kalau tiga perkumpulan ini bersekutu?”


“Iya dia pernah bilang”


“Jadi ceritanya begini ... kan kejadian itu otak dari keluarga Liang dan juga keluarga Lie, namun mereka sebelum melancarkan aksinya menuduh keluarga Shinju bisa kaya dan tetap di posisi pertama karena korupsi besar - besaran, karena korupsi di larang di seluruh dunia jadi untuk mengatasi itu adalah dengan membunuh sekeluarga itu tanpa sisa ... dan karena tidak mungkin kan dua keluarga itu menanganinya sendiri, jadi dia melakukan segala macam cara untuk melakukannya. Awalnya mereka meminta bantuan perkumpulanku tapi aku tolak karena tidak ada bukti, lalu ke perkumpulan Hasasi juga di tolak, tapi saat di perkumpulan Pemberontak Yang Kejam malah mereka menerima tawaran tersebut. Awalnya mereka tidak mau, karena ada masalah pribadi mereka akhirnya perkumpulan Pemberontak Yang Kejam menyetujuinya ... dan karena kami sudah terikat perjanjian saling membantu, akhirnya perkumpulanku dan perkumpulan Hasasi membantu ... ya ... akhirnya pembunuhan berdarah itu terjadi ...” jelas Hansol sedetail – detailnya kepadaku


“Si ... siapa ketua Pemberontak Yang Kejam itu?” tanyaku sambil menahan tangis


“Dia adalah ... Octa Vent atau sekarang berganti nama Octa Lie”


“Yang tadi ulang tahun itu?” tanyaku kaget


“Yups ... makanya kenapa aku hadir jauh – jauh dari Amerika” gumam Hansol


"Octa Vent? ... aku baru pertama kali tau"

__ADS_1


"Ya dia bukan berasal dari Jepang, maupun China, maupun Korea, dia keturunan Asia dan Amerika ... makanya dia terlihat tampan kan"


"Iya juga sih... tidak kelihatan orang Asia" gumamku


"Kenapa dia berganti nama menjadi Octa Lie?"


"Karena ibu dari Octa Vent menikah dengan Ayah dari Sari Lie, makanya Octa Ven berganti nama menjadi Octa Lie"


“Ja ... jadi kesimpulannya adalah?”


“Kesimpulannya perkumpulanku dan Hasasi hanya membantu saja, yang berperan aktif adalah keluarga Liang, keluarga Lie, dan hanya dibantu saat eksekusi yaitu perkumpulan Pemberontak Yang Kejam”


“Kenapa tuan tidak melaporkannya ke Mahkamah Internasional” protesku


“Itu sangatlah ribet ... kami tidak punya bukti yang kuat, apalagi harus ada salah satu keluarga yang masih hidup yang akan menjadi saksi”


“Kan ada kakakku”


“Yups emang benar ada kakakmu, tapi kakakmu ditemukan oleh ayah dari Hasasi itu saat masih kecil .. dan masalah marganya Steven, tuan Stun tidak menyebarkannya kepada siapapun bahkan ke keluarga kecilnya karena demi keselamatan kakakmu itu”


“Eh bentar ... katanya perkumpulan itu dia bangun sendiri” protesku karena keterangan yang lain lagi


“Kamu ingat penjahat Internasional?”


“Dulu saat kejadian pembunuhan itu nama perkumpulan keluarga Hasasi adalah Penjahat Internasional, dan saat Hasasi tumbuh dewasa bersama Steven, mereka mengganti nama sebagai Pembunuh Darah Dingin atau Pembunuh Berdarah Dingin .. jadi kejadian sebenarnya keluarga Shinju mereka tau saat Hasasi menemukanmu dan Steven baru mengakui namanya Shinju saat Steven melihat kamu ada di rumah Hasasi ... begitu ceritanya” jelas Hansol dan menghabiskan teh yang ku buat


“Kenapa mereka tidak menjelaskan secara detail?” protesku


“Karena perkumpulan Pemberontak Yang Kejam dengan perkumpulan Penjahat Internasional teribat perjanjian dengan keluarga Liang dan Lie, sedangkan aku enggak”


“Kok kamu bisa enggak”


“Karena aku perkumpulan pembunuh kelas kakap yang tidak peduli dengan perjanjian orang luar” ucap Hansol dengan dingin


“Please atuh lah jangan menunjukan tatapan mengerikan itu” protesku


“Eeeh ... mmm ... maaf”


"Oh ya tuan, kalau aku melaporkannya ke Mahkamah Internasional bisa gak ya?"

__ADS_1


"Tidak bisa..."


"Kenapa?"


"Karena kejadian itu udah berpuluh tahun yang lalu, dan juga kita tidak ada bukti kelakuan dari Keluarga Liang apalagi pemimpin keluarga Lie sudah dipenjara karena kasus ini ... jadi hanya keluarga Lie saja yang kena sedangkan keluarga Liang aman saja


"Lalu bagaimana cara mengatasi mereka?"


"Dengan cara membunuh"


"Mem ... membunuh? ... apakah tidak ada solusi yang lain?" ucapku kaget


"Yups ... hal itu sudah kami bicarakan dalam rapat solusi terbaiknya bagaimana, jadi kamu sans aja ya"


"Kalau menurut tuan Hansol ... Hasasi seperti apa?"


"Hmmm ... pintar, dingin, kejam, namun setia dan perhatian" ucap Hansol dengan tersenyum


"Dia punya banyak wanita?"


"Tidak"


"Serius?"


"Ya aku serius"


"Tapi kata Octa Lie tadi, Hasasi tukang playboy" ucapku kesal


"Jangan dengarkan dia..." tegas Hansol


“Baiklah ... Kamu udah paham kan?” ucap Hansol kemudian


“Iya aku paham terimakasih penjelasannya tuan Hansol” ucapku lega karena Hasasi tidak melakukannya


“No Problem... oh ya satu hal lagi” ucap Hansol mendekatiku


"Apa itu tuan Hansol?"


“Kalau kamu butuh bantuanku kabari aku aja ya cantik” bisik Hansol dan langsung mencium pipiku

__ADS_1


“Ba ... Baiklah “ ucapku dan Hansol pergi dari rumahku


Sejujurnya aku tidak suka dicium oleh orang yang baru aku kenal, tapi karena Hansol sudah menjelaskan semuannya aku tidak mempermasalahkan hal itu. Bahkan Hansol sudah menjelaskan sedetail kejadian itu, hal itu membuatku sedikit lega namun masih ada dendam dengan keluarga Liang dan Lie.


__ADS_2