
Di selama perjalananpun Steven terus memarahi aku karena aku tidur lagi di pagi hari, seperti orang tuaku yang memarahi aku saat aku membeli eskrim saat aku sakit pilek
"Kamu tuh ya Fifiyan masih saja bandel!"
"Iya... iya kakak, namanya juga ngantuk loh kak mau gimana lagi!!"
"Ya lawan lah... apalagi kamu cwe yang akan segera menikah"
"Emang mau menikah dengan siapa aku?"
"Ya gak tau kan keputusan ada di tanganmu"
"Hmmm, iya - iya kak"
"Oh ya adekku...kalau kamu bingung, mau aku jodohin aja?"
"Jodohin sama siapa?"
"Sama teman kakak"
"Please atuhlah kak... ini sudah puyeng milih malah di jodohin lagi" protesku
"Ya kalau kamu mau"
"Enggak..."
"Dia tampan loh"
"Enggak"
"Dia kaya loh"
"Enggak"
"Dia ituloh..."
"Kak aku bilang enggak ya enggak... aku tahu siapa yang kakak maksudkan" protesku kesal
"Hahaha... bercanda"
"Kak aku gak suka bercanda ya... lagi pusing nih"
"Hmmm baiklah... apa yang kamu pusingkan?"
"Dengan pilihan yang rumit itu kak"
"Emang kamu mantep sama siapa?"
"Aku..." gumamku lirih
"Hasasi?"
"Hmmm aku tidak tahu"
"Kenapa kamu tidak tahu?"
"Aku masih ragu kak"
"Ragu untuk apa?"
"Ragu memilih kak"
"Kenapa ragu?"
__ADS_1
"Ya aku masih takut salah memilih" gumamku
"Ya udah habis makan, aku ajak ke suatu tempat mau?"
"Kemana?"
"Tempat yang bisa menenangkanmu"
"Mmm baiklah kak" gumamku
Tidak berapa lama kamipun sampai di sebuah restoran sederhana Jepang di pinggir kota, ya walaupun namanya restoran sederhana tapi restoran tersebut sangat elit bintang 7 dan di kunjungi orang - orang tekenal dan terkaya saja yang datang
"Seriusan mau disini kak?" tanyaku
"Iya seriusan"
"Bukannya disini mahal banget?"
"Iya bagimu tapi bagi kakak biasa aja"
"Wiihh sok horang kaya" ejekku
"Hei... emang kakak orang kaya yah"
"Iya kakak orang kaya apalah aku hanya orang biasa gak punya apa - apa" gumamku
"Kan kakak kaya juga buat kamu juga"
"Mana ada... kakak gak pernah ngeasih aku jatah bulanan" protesku
"Salah kamu sendiri gak ngasih no rekening ke kakak"
"Huuu... nyalahain aku lagi" gumamku kesal
"Ya udah... kita masuk dulu" ucap Steven menggandeng tanganku
"Selamat pagi dan selama datang tuan dan nyonya... silahkan pilih kelas 1, 2, 3, VIP, VVIP, atau VVIP PREMIUM" ucap pelayan itu
"Kelas VVIP PREMIUM"
"Baik... silahkan ikuti saya" ucap pelayan itu
Aku dan Steven mengikuti pelayan itu menuju ke lift dan naik menuju ke lantai 5, saat pintu lift dibuka aku melihat sebuah ruangan yang banyak meja - meja berwarna emas bahkan dekorasinya juga sangat indah
"Silahkan tuan dan nyonya" ucap pelayan tersebut dan kami berdua duduk di tempat yang telah disediakan
"Ini buku menunya"
"Mmm... kamu mau makan apa Fifiyan?"
"Makan ... mmm... sushi sama sashimi"
"Okelah... kami pesan shabu - shabu dan semua sushi dan semua sashimi" ucap Steven sembari memberikan kartunya yang berwarna hitam dan emas dan pelayan tersebut langsung menggesek kartu tersebut
"Terimakasih tuan.. mohon di tunggu" ucap pelayan dan pergi meninggalkan kami
"Coba liat kak" gumamku merebut kartu milik kakak
"Kenapa?"
"Kok beda ya?"
"Apanya yang beda?"
__ADS_1
"Beda sama milik Hasasi ini" gumamku menunjukkan kartu milik Hasasi
"Ya kan beda lah... kartu kakak unlimeted"
"Buatku yah" gumamku memegang erat kartu Steven
"Kan kamu udah punya tuh"
"Gak mau.. pengenya punya kakak"
"Iihhh padahal itu isinya lebih dari seribu triliun" gumam Steven sedih
"Ayolah kak... pelit kali lah kakak nih" protesku
"Ya udah buat kamu aja, tapi jangan di habiskan loh ya!!"
"Yeay terimakasih, emang kakakku tuh terbaik"
"Heleh ... kalau dapat sesuatu aja muji - muji tapi kalau gak dikasih ngambek" gumam Steven
"Hehehe"
Tiba - tiba beberapa pelayan membawakan banyak makanan dan menaruhnya ke meja kami
"Silahkan tuan dan nyonya" ucap pelayan tersebut pergi dari hadapan kami
"Udah selamat makan" gumam Steven dan aku hanya melongo saja
"Kak ini seriusan ... banyak banget" tanyaku kaget
"Udah makan dulu apa aja yang kamu ingin makan... bentar lagi ada dua orang yang datang"
"Siapa?"
"Ada deh... jadi bagaimana keputusanmu?, hari ini terakhir loh" gumam Steven mengunyah makanannya
"Mmmm... aku tidak tahu kak masih bingung"
"Di dalam hatimu ada siapa?"
"Mmm ada Hasasi"
"Kamu mantep dengan Hasasi?"
"Mmm aku tidak tahu" gumamku
"Kamu ini selalu aja kayak gitu ... bingungan mulu"
"Ya emang aku bingung kak" gumamku memakan makanank
Tiinngggg
Tiba - tiba handphoneku berbunyi keras dan aku langsung mengecek pesan dari Naian tentang data - data yang aku butuhkan
*Fifiyan ini data - data dan foto aktivitas yang dilakukan oleh Hasasi dan Alex yang kamu butuhkan
Naian
oke terimakasih Naian
Fifiyan*
Di pesan Naian aku melihat banyak sekali gambar - gambar aktivitas yang dilakukan oleh Hasasi dan Alex...
__ADS_1
Difoto Hasasi, dia tidak melakukan apapun selain ke kantor, melamun dan yang paling aku kagetkan ternyata dia sering memandangi foto kami disetiap malam padahal aku sudah lama tidak bersama dengan Hasasi, apakah Hasasi benar - benar serius sama aku?. Tetapi di foto Alex terlihat kegiatannya rapat - rapat , Namun ada beberapa foto Alex yang sedang mabuk di Bar bersama dengan beberapa wanita di tanggal 7 Maret sedangkan sekarang tanggal 10 Maret berarti saat aku tidak dengan Alex, dia ke Bar dengan beberapa wanita
Foto - foto dan data - data dari Naian bisa aku gunakan untuk alasan apabila aku memilih salah satu diantara mereka berdua, apalagi dengan bukti tersebut membuat aku yakin dengan Hasasi apalagi dengan kegiatan Hasasi yang tetap biasa aja walaupun dia sering melihat foto kami berdua yang meyakinkanku dengan Hasasi tapi aku masih saja ragu