Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 57 : Pulang Rumah


__ADS_3

Hari mulai menjelang senja matahari bersinar memancarkan cahaya orange kemerah - merahan, Hasasi masih terus mendorong pelan kursi rodaku yang berat karena berat badanku semakin lama aku merasa kasihan dengan Hasasi


"Hasasi..." ucapku lirih


"Iya sayang"


"Kamu tidak capek kah?"


"Capek kenapa?"


"Capek mendorong aku mulu"


"Enggak lah ..."


"Tapi kan aku berat sayang"


"Tidak kok sayang, kamu jadi kurus sekarang" ucap Hasasi ketawa


"Aku merasa gendutan loh"


"Kamu kurusan ...kamu gak makan banyak ya sekarang"


"Mmm enggak juga sayang"


"Tapi kamu sekarang kurusan banget"


"Oh .. mmm .. begitukah Hasasi" ucapku lirih


"Pokok pulang ke rumah kamu harus makan yang banyak ya" pinta Hasasi


"Baik lah Hasasi ..." ucapku sambil tersenyum


Hasasi terus mendorong kursi rodaku sampai di samping sebuah mobil yang terparkir di depan rumah sakit tempat aku dirawat beberapa hari yang lalu


"Ayo masuk sayang" ucap Hasasi menggendongku masuk kedalam mobil hitam tersebut


"Ini mobilmu kah Hasasi"


"Yups"


"Kok kayaknya beda dengan ingatanku ya" ucapku penasaran


"Waah kamu udah ingat sayang ... bagus lah ... mobil yang lama aku berikan ke Lisa"


"Kenapa tidak kamu belikan yang baru?"


"Karena ... dia yang minta kepadaku ... aku tidak bisa menolaknya ... katanya ia ingin menengokmu kalau kamu bepergian bersamaku" jelas Hasasi


"Mmmm Hasasi ... apakah Lisa merindukanku?"


"Iya tentu sayang ... dia merindukanmu, saat dia dengar kabar kamu dirawat disini, Lisa yang menjagamu pertama kali"

__ADS_1


"Oh ya? ... lalu kamu kemana?"


"Aku ada urusan ..."


"Urusan pekerjaan?"


"Bukan ... urusan dengan orang yang telah mencelakaimu"


"Emang siapa orangnya Hasasi?"


"Nanti kalau sampai rumah aku ceritakan kepadamu" ucap Hasasi melihat ke arah jendela


"Hmmm baiklah" ucapku menunduk


"Fifiyan ..." panggil Hasasi dan aku langsung memandang kedua matanya


"Ada apa Hasasi?" ucapku penasaran dan tiba - tiba Hasasi langsung menciumku dengan lembut


"Apapun yang terjadi, aku akan tetap menjagamu dan aku tidak akan membiarkan orang lain melukaimu" ucap Hasasi lembut


"Ma ... makasih Hasasi" ucapku malu - malu


"Kenapa wajahmu merah sayang? ... kamu malu ya?" sindir Hasasi


"I ... Iya pa ... pastilah sayang"


"Jangan malu - malu sayang ... masa sama suami sendiri malu - malu kucing sih" ejek Hasasi


"Jangan marah sayang ... aku sayang kamu" ucap Hasasi lembut dan mengusap lembut rambutku


"Aku juga sayang kamu sayangku" ucapku senang dan menyandarkan kepalaku pada bahu Hasasi


"Fifiyan ..."


"Iya sayang"


"Aku kangen berduaan sama kamu"


"Ini kan kamu udah berdua sama aku"


"Iya sih ... tapi ingin seperti dulu sayang keliling dunia bersamamu"


"Kamu pengennya kemana sayang?"


"Mmmm ... kemana ya... nanti aja aku kasih tahu sayang" ucap Hasasi mencubit hidungku


"Auu ... sakit lah Hasasi"


"Hehehe ... kamu gemesin sih" gumam Hasasi memandangku dengan lembut


"Gemesin gmana sayang"

__ADS_1


"Iya gemesin aja sayang" ucap Hasasi sambil mencubit hidungku lagi


"Iiihh dasar nakal kamu" ucapku kesal dan Hasasi hanya ketawa kegelian


Sepanjang perjalanan aku dan Hasasi terus bercanda gurau bersama- sama, sampai akhirnya kami sampai di rumah mewah yang seingat aku aku pernah datang ke rumah mewah tersebut


"Hasasi ini rumah siapa?"


"Ini rumah kita ... ayo kita keluar sayang, Lisa sudah menunggu" ucap Hasasi lembut lalu menggendongku turun dari mobil dan menaruhku di kursi roda


"Hasasi ... bisa gak aku jalan sendiri, aku kasihan denganmu mendorongku terus" ucapku memohon


"Hmm baiklah ... tapi kamu kuat kan" ucap Hasasi memastikan


"Kuat kok ..." ucapku dan mulai berjalan menuju pintu rumah tersebut


Aku berjalan dengan pelan dan hati - hati sedangkan Hasasi berjalan di belakangku, saat Hasasi membuka pintu terlihat ada sosok wanita muda yang berdiri di depan pintu dengan senyum lebarnya


"Kak Fifiyan" ucap anak tersebut memelukku


"Eh ... Hai ... Mmmm siapa ya?"


"Aku Lisa kak" ucap Lisa senang


"Lisa? ..  Wah sekarang tambah cantik kamu, aku kagum ... oh ya kamu sekarang bisa berjalan?" tanyaku kaget


"Iya ... beberapa bulan yg lalu aku operasi nih kakiku" ucap Lisa menunjukkan kaki barunya


" Wah bisa jalan - jalan dong kita... kamu tambah semakin cantik" ucapku senang


"Siap... aku rindu pengen jalan sama kak Fifiyan... Kak Fifiyan juga cantik banget ... ayo masuk kak" ucap Lisa menarikku


"Lisa kok semangat banget hari ini?" tanyaku penasaran


"Iya seneng lah ... karena kak Fifiyan pulang" ucap Lisa membuka pintu kamar


"Sesenang itukah Lisa?"


"Iyalah ... apalagi aku kemarin dilamar sama seseorang" ucap Lisa senang


"Oh ya ... siapa dia?" tanyaku penasaran


"Mmm ... Malu kak ... nanti aja kak Fifiyan bertanya dengan kak Hasasi" ucap Lisa malu - malu


"Baiklah ... selamat ya Lisa" ucapku senang


"Hihihi .. terimakasih kak ... oh ya kak Fifiyan kapan nih nikahnya ... hihihi"


"Mmmm gak tau Lisa ... kamu nikah duluan juga gak apa - apa kok" ucapku


"Hihhi baiklah ... kak Fifiyan istirahat aja dulu ya, Kak Hasasi lagi ada urusan sebentar nanti bakal menemui kak Fifiyan lagi" ucap Lisa menutup pintu kamarku

__ADS_1


Tidak aku sangka Lisa sudah tumbuh dewasa dan sudah mau menikah, aku sebagai calon kakak ipar turut senang dengan hal tersebut


__ADS_2