Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 74 : Malam Panjang


__ADS_3

Aku dan Lisa berjalan keluar dari taman bermain yang hampir tutup tersebut dan langsung menaiki mobil yang menunggu kami dari tadi. Selama perjalanan Lisa bermain handphone dan terus mengetik di layar handphonenya dengan serius


"Hmmm ... emang ya anak jaman sekarang" gumamku dalam hati


Selama perjalanan aku memandangi pepohonan di sekitar jalan raya dan juga menikmati cuaca hujan yang turun membasahi daun - daun, jalan, dan dingin terasa sampai ke dalam tulang. Dalam otakku sedang mencerna kata dari Lisa dan Steven yang membuatku galau ... aku tidak tau arti dan maksud dari perkataan dua orang ini.


"Kakak kedinginan?" tanya Lisa


"I .. iya lumayan dingin hari ini" ucapku dan Lisa melihat pengatur suhu ruang di atas kami dan diapun langsung menggesernya ke suhu yang lebih hangat


"Sudah aku ganti suhunya kak, tadi di suhu yang dingin pantas kakak kedinginan tadi" ucap Lisa


"Terimakasih Lisa" ucapku lega


"No problem " ucap Lisa dan kembali memainkan handphonenya


"Kamu tidak bosen apa mainan handphone mulu" gumamku


"Hehehe .. ya biasa chat sama doi kak"


"Oh ... iya sih" gumamku dan menikmati hujan yang turun


"Wajah kakak kok seperti orang galau kenapa?" tanya Lisa saat melihatku


"Tidak ada... cuma kepikiran sesuatu aja"


"Kepikiran apa kak?"


"Ya ... perkataanmu dengan Steven hampir sama, apa yang kamu sembunyikan"


"Sama ... maksudnya?" ucap Lisa kaget


"Ya ... Steven bilang jangan terlalu berharap tapi aku tak tau apa yang dimaksudkan, dan kamu juga berkata demikian ..." ocehku


"Tidak kok ... kan aku tidak berkata apa - apa"


"Tapi kan tadi kamu bilang aku sama Hasasi cocok ... but ... nah but nya tentang apa?"

__ADS_1


"Nothing ... tenang aja kak"


"Jangan bohong Lisa ..."


"Ya sepertinya sih ada problem sedikit ... tetapi tidak masalah kok"


"Ada masalah apa?"


"Masalah internal kak, tapi tak apa ... yang penting gak berpengaruh apapun"


"Berpengaruh apa?" tanyaku penasaran


"Mmmm bagaimana ya menjelaskannya ... yang penting sekarang kak Fifiyan jangan berfikir yang aneh - aneh " ucap Lisa meyakinkanku


"Tapi ..."


"Udah kak Fifiyan jangan khawatir, ada aku disini"


"Hmmm baiklah ..."


"Hayuk masuk ke rumah kak, kita sudah sampai nih" ucap Lisa menarikku keluar dari mobil


"Siap nona" ucapp sopir pribadi tersebut dan masuk kembali ke dalam mobil dan pergi dari depan rumah Hasasi


"Kak Fifiyan tidak kehujanan kan?" tanya Lisa di ruang tamu


"Tidak kok Lisa"


"Syukurlah .. kakak istirahat aja dulu, mungkin kakak capek"


"Ya ... aku ingin istirahat dulu Lisa" ucapku dan pergi ke kamar tidurku


"Aku berjalan menuju kamar tidurku dan langsung merebahkan badanku yang capek ini ke atas kasur, tidak menyangka akan secapek ini badanku. Aku memandangi langit - langit kamar dan melamun sesekali. Tiba - tiba lamunanku hilang saat melihat ada orang yang masuk ke dalam kamarku


Kreeteek


"Hmmm..." gumamku melihat pintu kamar terbuka

__ADS_1


"Fifiyan kamu sedang apa disini?" tanya Hasasi yang berusaha membuka lebar pintu kamarku


"Kamu tidak istirahat Hasasi?" tanyaku kaget


"Tidak ... capek istirahat mulu ..." gumam Hasasi, aku melihat Hasasi susah payah membuka pintuku akupun langsung bangun dan membantu Hasasi


"Sini aku bantu ... kamu ngapain kesini Hasasi?" tanyaku khawatir


"Ya kan ... aku mengkhawatikanmu, udah malam belum pulang akhirnya aku keluar kamar dan berjumpa dengan Lisa dan katanya kamu ada di kamar jadi ya aku menyusulmu kemari" jelas Hasasi


"Kan aku hanya di kamar saja Hasasi, aku gak kemana - mana juga kok" gumamku


"Ya namanya khawatir gimana lagi dong" protes Hasasi


"Iya - iya ... udah malam loh kamu gak istirahat?"


"Enggak mau, pengen mengobrol denganmu"


"Tapi kan ... kasuku gak sebesar kasurmu Hasasi, apalagi badanmu masih luka ... takut kena lukamu"


"Siapa bilang kecil ... " ucap Hasasi mengambil sebuah remot yang ada di dinding dekat kasurku dan langsung memencet tombol remot tersebut. tidak beberapa lama kasur lipat yang empuk keluar dari dinding kamarku


"Se ... sejak kapan ada kasur disini?" tanyaku kaget


"Sejak ... mmm entah ... aku lupa" jawab Hasasi santai


"Aku tidur di kasur ini saja ... kamu istirahatlah juga" ucap Hasasi kemudian membaringkan tubuhnya


"Kenapa kamu tidak tidur di kasur kamarmu?"


"Malas... aku pengen malam ini bercerita denganmu ... jadi cepat mandi sana terus tiduan di kasurmu biar bisa kita menikmati malam yang indah ini" ucap Hasasi bersemangat


"Kan di luar hujan, cuaca indah apanya" gumamku, dan Hasasi langsung membuka handphonenya dan langsung membuka gorden jendela dengan menggunakan aplikasi canggih dari handphonenya


"Tuh ... cerah kan ... udah sana cepat mandi" protes Hasasi


"Iya - iya bawel ... dateng - dateng nyusahin aku" gumamku kesal

__ADS_1


Aku pun segera pergi ke kamar mandi dan segera untuk mandi, aku gak mau Hasasi bawel mulu di kamarku apalagi badanku juga sangat capek gara - gara nuruti adiknya tadi pagi ... rasanya rebahan lebih nikmat dari pada cerita dengan Hasasi


__ADS_2