
"Fifiyan... banguuun" gumam Hasasi pelan
"Mmmm..." gumamku membelakangi Hasasi
"Udah pagi Fifiyan... ayo bangun"
"Bentar lagi" gumamku
"Udah pagi" gumam Hasasi sambil menggerak - gerakkan tubuhku
"Hmmm baik-baik... aku bangun" gumamku menatap Hasasi sambil mengusap mataku
"Ayo kamu siap - siap dulu"
"Kamu dulu aja" gumamku
"Udah kamu aja dulu sana"
"Hmmm baiklah..." desahku bergegas menuju kamar mandi
"Tunggu bentar..." gumam Hasasi menepuk bahuku
"Mmm apalagi?"
"Ini ketinggalan" gumam Hasasi menyerahkan handukku
"Mmm oh ya lupa" gumamku mengambil handuk itu dengan wajah malas
Aku segera mandi dan pergi ke ruang ganti untuk menggunakan pakaian santai dan keluar menemui Hasasi yang sedang bermain handphone di atas kasur
"Udah... kamu buruan mandi!!" gumamku dan Hasasi menatapku
"Kenapa kamu memakai pakaian seperti itu??"
"Emang kenapa?" gumamku
"Kan mau kemall"
"Jadi?"
"Pakek baju yang pantas kenapa ?!!!" protes Hasasi
"Lalu aku pakek baju apa?" gumamku dan Hasasi membuka lemari bajuku
"Mmm... " desah Hasaai sambil memilih pakaian yang ada di lemariku
"Pakek ini aja" gumam Hasasi menyerahkan gaun berwarna hitam dengan panjang rok selutut
"Kenapa pakek gaun?" gumamku
"Ya... ke mall nanti sekalian mampir ke rumah saudaraku"
"Saudara yang mana?"
"Saudara yang ngajarin kamu olahraga dulu"
"Daniel Stun?"
"Iya..."
"Emang kenapa dengan dia?"
"Dia akan menikah"
"Oh ya?"
"Ya... jadi kita semua akan kesana dan kamu juga"
"Mmm baiklah, ini bajunya siapa?" gumamku
"Itu baju yang baru aku beli untukmu"
"Oh ya?... kapan?"
"Beberapa hari yang lalu"
__ADS_1
"Untuk apa kamu belikan?"
"Untuk kamu pakai lah"
"Bajuku darimu Hasasi udah banyak dan masih muat Hasasi jangan beli mulu"
"Gak apa - apa mumpung aku masih bisa membelikannya untukmu"
"Hmmm iya deh, ya udah kamu mandi sana" gumamku menarik tangan Hasasi
"Iya... iya jangan di tarik kenapa!!!"
"Udah cepetan sana!!! aku mau ganti baju!!!" gumamku menarik Hasasi sampai kamar mandi lalu aku menutup pintu kamar mandi dan bergegas mengganti pakaianku
Saat aku keluar dari ruang ganti disaat itu juga Hasasi keluar dari kamar mandi tanpa memakai pakaian dan hanya memakai celama pendek seperti kebiasaan sehari - harinya
"Ya Tuhan.." teriakku kaget
"Kenapa?... ada apa?" tanya Hasasi kaget
"Kaget ngeliat orang gak pakek baju yang tiba - tiba keluar dari kamar mandi" gumamku
"Oh... mmm... maaf" gumam Hasasi mengusap rambutnya dengan handuk
"Hasasi... bisa gak kamu bawa baju gitu kalau mandi biar gak ngeliatin roti sobekmu!!" protesku
"Emang kenapa? kamu juga suka liatnya kan??"
"Enggak... siapa juga yang suka!!" gumamku duduk di meja rias
"Heleh jangan malu - malu gitu" sindir Hasasi
"Mana ada...malah kamu yang suka menebar pesona roti sobekmu sama wanita - wanitmu kan!!"
"Hei mana ada!!"
"Buktinya, bukan aku aja yang ngeliat roti sobekmu!!" protesku
"Kamu cemburu ya sayang?"
"Enggak... kenapa juga aku cemburu?"
"Iisshh jangan dekat - dekat, pakek bajumu sana!!" protesku
"Iihh tumben galak banget"
"Ntar ibumu...." gumamku dan tiba - tiba terdengar suara pintu kamar di ketuk dari luar
Tookkk... toookkk
"Hmmm baru aja aku bilang ... udah kamu pakek bajumu sana" protesku berjalan membuka pintu dan Hasasi langsung duduk di sofa sambil mengusap rambutnya yang basah
"Pagi..." sapa Nyonya Stun menatapku saat aku membuka pintu
"Ehh... pa... pagi juga bu" gumamku kaget
"Udah siap?" tanya Nyonya Stun
"Belum sih bu... Hasasi baru selesai mandi bu" gumamku
"Mana dia?" ucap Nyonya Stun dan aku membukakan pintu kamar lebar - lebar
"Ada apa buk?" gumam Hasasi mengusap rambutnya
"Kamu ini lama banget... semua udah siap kamu baru mandi!!" protes Nyonya Hasasi berdiri di depan Hasasi
"Ya namanya juga baru mandi"
"Kenapa kamu gak pakek baju??" protes Nyonya Stun
"Ibuk ... aku udah terbiasa seperti ini, ibuk juga tau" protes Hasasi sambil terus mengusap rambutnya
"Hmmm ... untung calon menantuku tidak tergoda dengan tubuhmu itu" ejek Nyonya Stun sambil merangkulku yang berdiri di sebelahnya Nyonya Stun
"Hmmm kalau tergoda ntar ibuk mengusirnya lagi kayak Cindy"
__ADS_1
"Ya pastilah aku mencari menantu yang baik tidak seperti hewan kayak gitu" protes Nyonya Stun
"Hmmm iya... aku tahu ibuk" gumam Hasasi
"Ya udah kalian berdua siap - siap saja dulu nanti temuin kami di ruang keluarga" gumam Nyonya Stun keluar dari kamar dan aku langsung menutup kamar
"Kan susah aku bilang, jadinya kan ibumu..." gumamku dan Hasasi langsung menggigit bibirku
"Auuh sakit tahu!!" protesku mendorong Hasasi
"Ya udah tahu aku lagi kayak gini kamu buka pintunya"
"La kamu juga sih aku suruh pakek baju gak cepet - cepet pakek!!" protesku
"Ya tunggulah sebentar kalau membuka pintu tuh... untung ibuk gak marahin kamu cuma marahin aku" gumam Hasasi memakai kemeja putih yang diambilnya di dalam lemari
"Ya kan aku gak salah ngapain marahin aku" gumamku menyisir ramburku di meja rias
"Kamu nih ya ngeyel" gumam Hasasi langsung menggigit bahuku sampai memerah
"Aduuuuhhh sakit tahu... kenapa kamu menggigitku, jadi merah nih" protesku
"Biarin... aku kan drakula"
"Kalau ketahuan orang tuamu gimana coba!!!" protesku kesal
"Biar kamu dimarahin juga...hahaha" tawa Hasasi
"Au ah ngeselin" gumamku kesal menata rambutku agar menutupi bekas gigitan Hasasi di bahuku
"Udah gak usah di tutupin seperti itu" gumam Hasasi memakai Jas hitamnya di belakangku
"Kalau orang tuamu tahu bagaimana?"
"Meskipun tahu gak bakal di marah... tenang aja"
"Hmmm sok tahu" gumamku
"Hmmm dibilangin kok, kalau kamu tutupin ntar kamu malah dikira kamu yang menyerbuku dulu"
"Hmmm baiklah... kalau aku dimarahin kamu harus membelaku karena kamu yang melakukannya tanpa persetujuanku" protesku
"Ya tenang saja aku akan selalu melindungimu" gumam Hasasi mengambil sisirku di meja rias dan menyisir rambutnya
"Kamu kenapa memakai sisirku?"
"Ya pengen aja"
"Kan kamu punya sisirmu sendiri!!"
"Ya aku memakai apapun yang ada di depanku apalagi sisirmu wangi sekali"
"Kamu ini selalu kayak gitu.. kita turun aja dulu"
"Kamu kalau disanjung selalu cari alasan yang lain" ejek Hasasi menatapku di cermin
"Hasasi... seriusan ini nanti ibukmu menunggu"
"Hmmm baiklah cantik" gumam Hasasi merangkulku dan kami berjalan menuju ruang keluarga
Saat kami menuruni tangga aku melihat orang tua Hasasi dan Lisa sedang duduk di meja ruang keluarga
"Akhirnya kalian datang juga" guman Lisa kesal
"Maaf kami terlambat" ucapku sambil membungkukan badan sedikit
"Ya tidak apa" ucap Nyonya Stun menatap kami
"Oohh mmm... itu leher kak Fifiyan kenapa merah?" tanya Lisa dan membuatku kaget
"I... ini" gumamku bingung menjelaskan kepada mereka
"Ini aku yang melakukannya, aku tadi menggigit lehernya" gumam Hasasi
"Waah kamu belum nikah udah liar saja" gumam Tuan Stun menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Ya udah kita pergi sekarang" gumam Nyonya Stun dan kamo semua keluar rumah dan memasuki mobil masing - masing
Aku tidak melihat ada yang aneh saat mereka tahu gigitan Hasasi di leherku dan sepertinya tidak mempermasalahkan itu... tapi aku harus menanyakan kepada Hasasi langsung