
Tidak aku sangka Liao Huan sangat lama mempresentasikan di dalam rapat, aku tidak tahu ini beneran rapat atau hanya cuma pembelajaran dari Hasasi ke Liao saja
".... Jadi begitulah hal saya sampaikan kepada taun muda Stun, bagaimana?" ucap Liao Huan menutup bukunya
"Apanya yang bagaimana?" tanya Hasasi dingin
"Kerjasama kita lah"
"Hadeeh... Fifiyan atasi dia" gumam Hasasi menepuk dahinya berulang kali dan Liao Huan hanya tertawa
"Mmm ... aku pribadi belum mengerti, sebenarnya ini rapat beneran atau belajar rapat dengan petinggi aja?" tanyaku
"Rapat beneran lah!!" protes Liao Huan
"Kalau kamu mau rapat dengan petinggi seperti ini pasti bakal mikir kamu tidak serius untuk melaksanakan rapat bisa dibilang hanya main - main aja" ceramahku
"Ya maaf aku masih belajar" gumam Liao Huan sedih
"Eehhh... jangan nangis"
"Ya dimarahin kakak cantik siapa yang gak sedih coba"
"Aku gak marahin cuma nasehatin kamu aja"
"Hehehe... aku membutuhkan sekretaris nih... mau jadi sekretarisku?"
"Sekretaris apaan!!.. dia wanitaku" gumam Hasasi marah
"Ya kan gak apa - apa Hasasi toh dia belum menikah sama kamu jadi bisalah ku tikung" ejek Liao Huan
"Kalau kau berani ku potong lehermu nanti!!!" protes Hasasi dingin
"Iih kamu selalu jahat sama aku Hasasi!!"
"Eehh udah lah kalian jangan berantem... haduuuh" desahku pusing
"Jadi intinya kamu mau kerjasama dengan Hasasi?" tanyaku mengubah topik
"Iya... boleh kan cantik?"
"Bagaimana Hasasi?" tanyaku melirik Hasasi
"Kau punya apa mau kerjasama denganku?" tanya Hasasi dan Liao Huan menepuk tangannya
Plloookkk... pllloookkk
Setelah menepuk tangannya datang beberapa karyawan Liao Huan yang membawa banyak koper besar dan di taruh di atas meja dan langsung di buka oleh Hasasi
__ADS_1
"Aku hanya punya itu, ini aset perkumpulan Senyapku..."
"Kenapa kamu mau menyerahkan asetmu kepadaku?"
"Ya ... aku ingin bekerjasama denganmu buat melakukan penyerangan dengan Alex...."
"Bukannya kamu bagian dari Alex?" tanya Hasasi sambil mengusap salah satu senjata laras panjang yang berkilau
"Ya.. itu dulu, tapi lama kelamaan dia kurabg ajar ke perkumpulanku jadi aku sebagai pemimpin mereka tidak terima hal itu" ucap Liao Huan dingin
"Kalau aku tidak bersedia bagaimana?" ucap Hasasi menaruh senjata itu kembali ke dalam koper
"Ya tolonglah Hasasi, aku ingin balas dendam"
"Ya kalian bertarung aja dengan mereka sendiri"
"Kau gila... perkumpulanku di injak - injak, mana mungkin bisa menang melawannya... kalau kamu sih bisa perkumpulanmu terbesar apalagi gabungan dengan dua perkumpulan terbesar di dunia yang lain pasti kamu menang Hasasi"
"Jadi..."
"Izinkan perkumpulanku ikut kalian!!" ucap Liao Huan memohon
"Baiklah... tapi kalau salah satu dari kalian adalah mata - matanya Alex, apa konsekuensimu?" tanya Hasasi dingin
"Apapun itu terserah kamu"
"Baiklah... kalau ada yang berkhianat aku akan membasmi perkumpulanmu sampai ke beberapa generasi berikutnya... bagaimana?"
"Okelah... rapat ini sudah selesai kan, aku mau pergi" ucap Hasasi dan bawahan Hasasu memasuki ruang rapat dan membawa beberapa koper senjata di belakang kami.
"Hati - hati tuan muda" ucap Liao Huan dengan tersenyum
Aku sendiri tidak tahu dimana datangnya mereka tetapi malah tiba - tiba saja masuk ruangan tanpa permisi tanpa pamit langsung pergi mengikuti aku dan Hasasi dari belakang
Hasasi terus menggandeng tanganku keluar dari perusahaan PT. Huan dan memasukin mobil milik Hasasi
"Hasasi aku masih tidak paham" gumamku
"Tidak paham masalah apa?" tanya Hasasi meneguk wine putih di genggamannya
"Masalah rapat tadi"
"Ya sebenarnya intinya dia ingin bekerjasama bukan atas nama perusahaan tetapi perkumpulan"
"Terus kenapa dia menjelaskan panjang lebar tentang perusahaannya"
"Itu cuma penyembunyian tujuan yang sebenarnya aja"
__ADS_1
"Oh... jadi"
"Jadi ya begitu" gumam Hasasi
Krruuuccuuukkk
Tiba - tiba perutku berbunyi dengan keras karena belum memakan makanan sama sekali setengah hari ini dan Hasasi kaget saat mendengarkannya
"Kamu laper?"
"Hehehe lumayan"
"Kalau kamu laper kenapa tidak bilang!!" protes Hasasi
"Ya kan kamu lagi rapat gak mungkin aku mengganggu kamu" gumamku
"Bagaimanapun kamu kalau laper atau pengen apa harus bilang ke aku... PAHAM!!"
"Iya Hasasi... aku paham"
"Ya udah kita makan aja dulu"
"Makan dimana?"
"Di restoran Jepang"
"Restoran Jepang?"
"Iya..."
"Restorannya jauh?" tanyaku
"Tidak ... itu di depan sebentar lagi sampai"
"Dekat banget jaraknya" gumamku
"Iya emang... Ya udah ayo turun" gumam Hasasi
"Lohh... udah sampai?" tanyaku kaget dan turun dari mobil
"Iya emang deket, tuh gedungnya si Liao kelihatan dari sini" ucap Hasasi menunjuk gedung tinggi di sebelah kanan
"Ya Tuhan.. aku kira di depannya itu depan jauh" gumamku
"Enggak depan banget sebenarnya, kita masuk dulu" gumam Hasasi menggandengku memasuki gedung restoran yang sangat mewah dan sangat berkelas, walaupun hari ini masih sore tapi ternyata udah banyak orang yang sedang maka di restoran ini. Hasasi mengajakku memasuki lantai 2 dari restoran tersebut dan terdapat satu orang pelayan perempuan yang cantik
"Selama sore tuan dan nyonya, silahkan" ucap pelayan ramah memberikan kami berdua tempat duduk di lantai 2
__ADS_1
"Ini menunya tuan dan nyonya" ucap pelayan itu dan menyerahkan daftar menu kepada kami berdua
Di daftar menu terdapat banyak sekali menu makanan yang sangat mahal tetapi sangat menggiurkan, walaupun restoran jepang ternyata terdapat makanan dari luar negeri juga sehingga banyak pilihan makanannya.