Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 82 : Kebetulan Atau Kebenaran?


__ADS_3

Kami berdua menikmati makanan yang sangat menggugah selera, padahal kami baru saja kenal apalagi pemuda tampan di depanku ini adalah anak dari raja Min dimana raja terkaya di Korea. Aku masih bingung dengan putra mahkota di depanku ini, kenapa dia duduk bersama denganku padahal di food court area banyak yang makan sendirian sepertiku ini


"Akhirnya kenyang" ucap Min Xiying sambil meletakkan garpu dan pisau ke atas piring


"Hmmm ..." gumamku lirih dan terus memakan makananku


"Kamu disini sendirian?" tanya Min Xiying


"Tidak, sama temen "


"Terus dimana temanmu?"


"Tidak tau ... tadi sih cari makanan" ucapku dingin


"Ooohh ... " ucap Min Xiying dan menatapku tanpa berkedip


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" gumamku kesal


"Tidak ada"


"Kamu tidak pulang saja kan makananmu udah habis!" protesku


"Mmm ini ceritanya putra mahkota diusir nih" ucap Min Xiying mengangkat salah satu bibirnya


"Ti...tidak, aku cuma tanya aja"


"Habis makan gak boleh berjalan gak baik" ucap Min Xiying santai


"Oh ya ... kamu adalah wanita pertama yang tidak seperti wanita lain"


"Maksudnya?"


"Ya biasanya wanita lain kalau bertemu denganku seperti wanita - wanita yang ada di belakangku ini dan terus berteriak - teriak namaku sedangkan kamu duduk disini merasa bodo amat dengan kehadiranku dan berani mengusir putra mahkota kerajaan Min" gumam Min Xiying


"Lalu? ..." gumamku


"Ya sesuai saja dengan kriteriaku" ucap Min Xiying lirih


"Apa ? ... uhuuukkk .. uhhukkk" teriakku kaget dan langsung tersedak


"Kamu tidak apa - apa?" tanya Min Xiying khawatir

__ADS_1


"Ti ... tidak apa - apa, maaf kamu tadi berbicara apa aku tidak mendengarnya dengan jelas" ucapku meletakkan gelas ke atas meja


"Tidak ... tidak ada ... jangan dipikirkan biar waktu saja yang menjawab" ucap Min Xiying santai


"Maksudnya?"


"Udah jangan dipikirkan lagi" ucap Min Xiying dan akupun terdiam


"Mmm oh ya, kenapa kamu mau duduk disini? ... padahal kan banyak kursi yang di tempati hanya satu orang saja" tanyaku sambil meletakkan sendok dan garpu


"Pengen aja"


"Kenapa pengen aja?"


"Tidak ada alasannya"


"Pasti ada alasannya" protesku


"Hmm baiklah ... ada alasannya"


"Apa itu?" tanyaku


"Ka...." ucap Min Xiying lalu tiba - tiba ajudan pribadinya datang


"Oh baiklah "


"Semoga kita bisa ketemu lagi nona cantik" ucap Min Xiying memegang tanganku dan langsung mengecup tanganku kemudian berjalan menjauhiku


Aku memandangi putra mahkota yang berjalan menjauhiku dan berjalan menerobos lautan manusia yang dari tadi mengerubungi kami disaat kami sedang makan. Tiba - tiba aku mendengar suara wanita yang sedang memanggil namaku


"Nona Fifiyan ... nona" ucap Ningning berlari ke arahku


"Ningning kamu kemana aja?" protesku


"Aku terhalang oleh banyaknya orang - orang... oh ya tadi putra mahkota makan denganmu kah?" tanya Ninging


"Yups"


"Waah keren, susah loh makan sama pangeran terganteng itu"


"Keren apanya, sangat terganggu apalagi banyak orang ngeliat kita makan" gumamku

__ADS_1


"Ya ... namanya juga pangeran ganteng dan kaya lagi gimana mau gak punya fans banyak ... kalau aku juga pasti udah seneng banget kalau diajak makan bersama"


"Udah ah ... jangan berhalu mulu" gumamku


"Hehehe ... oh ya kenapa kamu bisa makan bareng putra mahkota?"


"Tidak tau... tiba - tiba aja dia pengen duduk di depanku, mau nolak juga gak enak karena disini tempat umum apalagi penuh dengan orang yang sedang makan jadi ya aku berbaik hati sama dia ... pas aku tanya kenapa memilih duduk denganku dia tidak menjawab" jelasku


"Waah kamu gak bilang sih nona, tau gitu aku ngikutin kamu biar bisa makan bareng dengan pangeran" ucap Ningning berangan - angan


"Udah lah jangan berhalu berlebihan, ayo kita pulang" ucapku menarik Ningning kelua dari kerumunan orang yang masih bertahan di depan kami


"Nona sudah selesai berbelanja?" tanya Ningning


"Iya sudah capek juga... pasti Hasasi menungguku" gumamku dan berjalan menuju lift


Disaat kami sampai di lift, aku melihat Min Xiying sedang memasuki mobil mewah berwarna hitam. Mobil tersebut memiliki ukuran panjang sekali dan juga mengkilap. Dilihat sekilas emang putra mahkota sangat tampan dan juga gagah pantas saja banyak wanita tergoda dengan ketampanannya tersebut


"Nona melihat pangeran ya?" tanya Ningning mengagetkanku


"Tidak, aku cuma tidak sengaja melihat dia"


"Ya kalau nona tergoda dengan pangeran itu hal yang wajar nona, apalagi pangeran emang idaman wanita banget ... hmmm andaikan aku bisa menikah dengan putra mahkota" ucap Ningning berangan - angan lagi


"Aduh Ningning ... please deh jangan berhalu mulu" gumamku


"Hehehe ... namanya juga tampan dan kaya siapa yang tidak ingin menikah dengan pangeran itu"


"Kata kamu kan dia disukai banyak wanita kenapa dia belum menikah?" tanyaku


"Dia menolak untuk dinikahkan, katanya dia akan memberikan label kepada calon permaisurinya kelak" jelas Ningning


"Memberikan label ? maksudnya?"


"Ya pangeran akan mencari calon permaisurinya dengan cara yang tidak akan di sadari oleh semua wanita ... bisa jadi makan di tempat umum dengan wanita yang tidak dikenalnya atau saat pangeran jalan - jalan di tempat umum pangeran mengajak ngobrol seorang wanita dengan basa basi ... apalagi label tersebut dengan kata - kata cantik yang diucapkan dari mulutnya ... misalnya semoga kita bertemu lagi cantik atau kamu cantik sekali hari ini bahkan sampai mencium tangan wanita yang menjadi kandidat permaisurinya itu juga sebagai tanda bahwa wanita tersebut menjadi calon permaisuri yang diinginkan pangeran... ya seperti itu lah labelnya" ucap Ningning


"A...apa?" teriakku di dalam lift


"Kenapa kamu berteriak nona?" tanya Ningning kaget


"Ti ...tidak ada" gumamku dan membuang mukaku ke luar lift

__ADS_1


Di dalam pikiranku hanya satu pertanyaan yang sedang terngiang - ngiang di otakku yaitu kenapa perkataan Ningning sama dengan yang dilakukan pangeran putra mahkota tadi kepadaku ... apakah Ningning menjelaskan kenyataannya yang seperti itu atau dia hanya berimajinasi saja ... apalagi namanya keturunan raja pastinya dia akan di nikahkan dengan wanita deri kerajaan lain tidak mungkin dia menolak permintaan orang tuanya yang menyuruhnya menikah dengan wanita dari kerajaan lain. Apakah ini suatu kebetulan atau kebenaran yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2