Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 159 : Pesta Barbeque


__ADS_3

Aku dan Hasasi kembali ke acara pesta pernikahan yang belum selesai. Matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat dan lampu jalan mulai hidup dengan remang - remang. Hasasi menggandengku dengan lembut sambil terus tersenyum sendiri


"Kamu kenapa?" gumamku


"Heeeh?" tanya Hasasi kaget


"Kamu kenapa senyum sendiri?, apa yang kamu fikirkan?" gumamku


"Aku?, aku tidak memikirkan apapun"


"Lalu kenapa kamu tersenyum sendiri?, emang ada hal yang lucu?" gumamku


"Tidak ada hal yang lucu, cuma suasana ini sangat hangat apalagi bersama denganmu" ucap Hasasi menatapku


"Sejak kapan kamu sudah pintar ngegombal?"


"Sejak bertemu kamu, aku mulai mengerti apa itu cinta dan apa itu rasanya memiliki"


"Kan kamu sudsh pernsh pacaran Hasasi, pasti kamu sudah pernah mengalaminya" gumamku


"Iya tapi saat bersamamu sangat terasa beda"


"Bedanya apa?"


"Mmm bedanya, ya pokoknya beda sulit buat diungkapkan kata - kata"


"Emang segitunya ya"


"Ya, saat bersamamu aku sangat senang tapi saat tidak bersamamu aku merasakan ada sesuatu dariku yang hilang dan terasa sangat tidak nyaman dalam menjalani hidup"


"Heleh gombal lagi" gumamku


"Aku sangat serius Fifiyan, dulu saat tidak ada kamu disisiku. Aku selalu menatapi foto kita berdua berharap kamu segera kembali ke pelukanku dan menyatu denganku selamanya"


"Kan banyak wanita cantik diluar sana kenapa kamu sampai segitunya saat tidak bersamaku?" gumamku


"Ya kamu beda dengan wanita lainnya, kamu sangat spesial menurutku"


"Begitukah?"


"Yups begitulah" gumam Hasasi tersenyum padaku


"Bagus ya bulannya" gumamku menatap bulan purnama yang muncul terang saat matahari sudah benar - benar tenggelam


"Ya, bulannya sangat indah"


"Mmm Hasasi, walaupun aku menua apa kamu akan tetap mencintaiku?" gumamku terus menatap bulan


"Ya, pastinya sayang"


"Kalau misalkan suatu hari nanti aku mati duluan apakah yang akan kamu lakukan?" tanyaku menatap Hasasi


"Kenapa kamu tanya seperti itu?"


"Ya aku penasaran aja"

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkanmu terluka sayang, aku akan menjagamu apapun yang terjadi" ucap Hasasi memelukku dengat erat


"Tapi kan masa depan tidak ada yang tahu Hasasi"


"Tidak boleh, kamu harus tetap berada di sisiku sampai kapanpun"


"Kamu serius?" gumamku


"Ya, aku sangat serius"


"Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya Hasasi"


"Apapun yang terjadi aku akan menjagamu sayang"


"Terimakasih Hasasi"


"Sebentar lagi ada pesta barbeque, ayo kita ikutan"


"Sekarang?"


"Iya, semua orang ada disitu"


"Emang semua tamu tadi?"


"Tidak, hanya keluarga besar Stun saja"


"Oh baiklah" gumamku mengikuti Hasasi menuju ke tempat pesta barbeque


Setelah melangkah beberapa langkah, kami sampai di suatu tempat yang terdapat banyak orang, meja yang tertata dengan rapi, dan dihiasi oleh beberapa lampu tumbler berwarna kuning dan putih yang membuat suasana pesta sangat meriah


"Oh hei kalian berdua kemarilah" ucap Daniel melambaikan tangan kepada kami


"Kalian berdua kemana saja?" tanya Tuan Stun menatap kami


"Tadi baru menyelesaikan sesuatu"


"Kalian berantem?"


"Tidak ayah, kami berdua tidak sedang marahan"


"Oh baguslah, ayah kira kalian berantem"


"Ya udah sini kita bakar - bakar" ucap Nyonya Stun menarikku lembut


"Baik ibu" gumamku membantu Nyonya Stun membakar beberapa daging dan ayam yang di potong tipis di atas panggangan


"Boleh aku bantu tante" ucap salah satu wanita yang cantik


"Oh boleh, silahkan" gumam Nyonya Stun dan wanita itu membantuku membakar daging tersebut


"Hay Fifiyan"


"Oh hay" gumamku tersenyum


"Kenalin aku Anna Stun, aku saudara Hasasi"

__ADS_1


"Iya salam kenal" gumamku ramah


"Oh ya Fifiyan, kamu kok bisa sih meluluhkan hati Hasasi yang singin dan menyebalkan itu?" tanya Anna menatapku


"Aku tidak tahu"


"Kok bisa tidak tahu sih, kamu bahkan meluluhkan hati orang tua Hasasi juga loh" bisik Anna di telingaku


"Ah mmm aku juga tidak tahu sih, ya aku lakuin aja seperti air yang mengalir"


"Oh begitu ya, tapi kamu hebat juga loh ya bisa meluluhkan hatinya. Kamu tahu Hasasi itu orang yang susah banget diluluhin, secantik apapun wanita itu Hasasi tidak tergoda loh" ucap Anna di sebelahku


"Oh ya?" gumamku menatap Hasasi yang sedang menggobrol dengan saudaranya


"Iya, bahkan bersama saudaranya pun dia gak mau berbicara karena dia lebih suka menyendiri setelah itu ngilang entah kemana. Tapi saat bersamamu dia berubah menjadi lebih baik"


"Syukurlah kalau begitu" ucapku lega


"Nanti kalau menikah bikin pesta yang megah ya"


"Ya nanti diusahakan, kalau masalah itu Hasasi yang merencanakannya"


"Oh ya? Tumben banget dia mau mengurusi hal tersebut"


"Aku juga gak tahu, dia bilang pengen membuat pernikahan yang mewah dan megah apalagi pernikahan itu adalah kesempatan sekali seumur hidup" gumamku menatap Anna


"Ya betul kata Hasasi, pernikahan itu untuk sekali seumur hidup jadi harus menjadi kenangan yang tidak terlupakan" ucap Nyonya Stun tersenyum


"Tapi kan keluarga Stun selalu melakukan pernikahan yang sangat mewah, aku juga seperti itu" ucap Anna tidak mengerti


"Ya hanya Hasasi yang mengerti itu semua, apalagi Hasasi sudah tidak seperti anak kecil lagi" ucap Nyonya Stun mencolek hidung Anna


"Mmm iya juga sih tante, tapi kan diantara saudara yang lain hanya Hasasi yang belum menikah, kenapa tidak cepat - cepat menikah"


"Coba tanyakan kepada yang bersangkutan" gumam Nyonya Stun pergi mengambil beberapa ember daging di dalam rumah


"Kenapa kalian tidak cepat - cepat menikah?" tanya Anna menatapku


"Mmm aku tidak tahu, kata Hasasi tunggu waktu yang tepat. Dia ingin melakukan suatu hal terlebih dahulu"


"Oh ya?, kamu tahan menunggu dia bertahun - tahun?"


"Ya tahan atau enggak kalau udah cinta mau bagaimana lagi" gumamku menatap Anna balik


"Mmm betul juga sih" gumam Anna mengerti


"Ya sudah anak - anak, makanannya sudah siap. Ayo kita makan bersama" ucap Nyonya Stun dan semua anggota keluarga besar Stun duduk bersama di meja yang telah tersedia


"Sini Fifiyan duduk bersamaku" teriak Hasasi melambaikan tangannya dan aku berjalan mendatangi Hasasi


"Kamu duduk disini ya" gumam Hasasi dan aku mengangguk mengerti


"Ini steak sapi dan ayamnya, ambil sesuka kalian ya jangan malu - malu" ucap Nyonya Stun meletakkan piring steak di atas meja


"Baiklah, sebagai acara rutinan keluarga Stun untuk ucapan selamat datang kepada Saskia Huan yang sekarang telah menjadi bagian dari keluarga Stun dan Nona Fifiyan Shinju yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga Stun dengan ini kita rayakan melalui pesta barbeque maka kalian boleh makan sepuas kalian" ucap kakek Stun

__ADS_1


"Selamat makan" ucap keluarga Stun dengan bersama - sama dan kami semua memakan makanan yang telah tersedia


Ya ini pertama kalinya aku bisa makan besar bersama dengan seluruh anggota keluarga Stun, disini aku merasa bahwa aku seperti bagian dari keluarga ini sekarang


__ADS_2