
Aku menemani Hasasi sekalian menunggu makanan untuk Hasasi, aku menyuruhnya untuk berbaring agar dia tidak merasa sakit dengan lukanya yang belum sembuh semuanya. Setengah jam berlalu, tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamat
Tookk ... toookk ... tookkk
"Permisi nona, makanan untuk tuan sudah siap" ucap salah satu pembantu di depan kamar
"Masuklah" ucapku dan pembantu tersebut masuk ke dalam kamar
"Ini nona makanan untuk tuan"
"Terimakasih" ucapku tersenyum dan pembantu tersebut pergi dari kamar
"Hasasi ..." ucapku membangunkan Hasasi
"Mmmm ..."
"Udah siap ini makananmu"
"Mmmm ntar dulu lah "
"Sekarang.." protesku
"Baik - baik" ucap Hasasi berusaha posisi duduk
"Ini makanannya ... aaaaaaa" ucapku menyodorkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulut Hasasi
"Mmm ... tumben makanannya terlalu sehat" gumam Hasasi
"Iya lah ... kan kamu membutuhkan asupan makanan yang baik agar lukamu cepet sembuh" jelasku
"Hmmm pengertian banget sih" ejek Hasasi
"Emang gak boleh ... kalau gak boleh ya udah aku gak mau perhatian" gumamku kesal
"Iihh jangan marah atuh, kan aku cuma bercanda" tawa Hasasi
"Hmmm iya - iya" gumamku
Toookkk ... tokkk ...Toookk
"Kakak didalam?" ucap seorang wanita di balik pintu kamar
"Masuklah, Lisa" ucap Hasasi sedikit teriak
"Hai kak ... dengar - dengar kakak terluka ya?" tanya Lisa memandang Hasasi
"Luka kecil aja kok"
"Ohh syukurlah kak... "
"Tumben kamu udah pulang"
__ADS_1
"Iya lah ... ngapain disana lama - lama, apalagi ayah dan ibu ada agenda yang lain" gumam Lisa
"Oh ya beberapa hari kedepan ayah dan ibu datang kak" ucap Lisa
"Untuk apa?"
"Tidak tau katanya sih rahasia"
"Apa mereka akan menginap?" tanya Hasasi
"Aku juga tidak tahu kak... ayah dan ibu enggak memberitahuku" ucap Lisa sambil mengangkat bahunya
"Baiklah makasih infonya Lisa, oh ya gmana acara kalian?" tanya Hasasi
"Ya ... biasa aja sih kak... gakk ada yang spesial"
"Gimana wajah Park Bo Shinnya? ... apakah tampan?" tanya Hasasi
"Ya ... tampan sih enggak tapi ya lumayan lah ... tapi masih tampan kakak sih"
"Iya iyalah Hasasi gitu loh" tawa Hasasi
"Kalian undah pertemuan keluarga?" tanyaku menyela
"Iya ... bisa dibilang begitu sih "
"Asiiikk bentar lagi dong kalian menikah" ucapku senang
"Udah kamu aja yang menikah duluan" ucap Hasasi santai
"Huuuu dasar kakak nyebelin" gumam Lisa kesal
"Kan kamu akan menikah Lisa .... kenapa sedih ?" tayaku
"Ya ... aku sedihnya tuh karena bakal ke Korea kalau udah nikah"
"Ya gak apa - apa kan bisa pulang juga... Korea juga negara yang indah" hiburku
"Tapi kan kalau dirumah ada kakak sama kamu kak Fifiyan"
"Udah gak apa - apa ... kan sama aja" hiburku
"Hmm baiklah ... tapi tetep jadi temanku ya kak"
"Iya pastinya"
"Baiklah ... aku mau ganti baju dulu... kak Fifiyan temani aku belanja dong"
"Kemana? ... kamu enggak kecapekan?" tanyaku
"Enggak kok... aku pengen jalan - jalan sama kakak ... apalagi udah lama gak jalan - jalan" ucap Lisa
__ADS_1
"Mmm bagaimana Hasasi?" tanyaku
"Boleh silahkan aja ... tapi jangan malam - malam ... apalagi kalian butuh hiburan sebagai wanita dan hari ini malam minggu jadi silahkan saja" ucap Hasasi dan wajah Lisa kegirangan
"Oke makasih kak ... kak Fifiyan ganti baju dulu ya" ucap Lisa
"Baiklah ..." ucapku sambil menaruh piring ke meja dan bergegas untuk ganti baju
Aku segera memakai baju casual sehingga terlihat pantas untuk jalan - jalan dengan Lisa. Setelah ganti baju aku bergegas untuk keluar kamar
"Tumben kamu memakai baju casual sederhana banget?" tanya Hasasi
"Ya ... kan cuma jalan - jalan saja kok"
"Pakailah gaun "
"Enggak ah ... kalau aku keluar sama kamu sih gak masalah, tap kan aku cuma keluar dengan Lisa saja" ucapku santai
"Hmmm ya udah terserah ... tapi ingat jangan malam - malam" pesan Hasasi
"Iya gak akan terlalu malam kok tenang aja" ucapku meyakinkan Hasasi
Tiba - tiba pintu kamar terbuka dan masuklah Lisa ke dalam kamar Hasasi dengan baju yang sederhana juga
"Hayuk kak" ajak Lisa
"Hayuk" ucapku senang
"Tumben kalian kompakan" ejek Hasasi
"Iya lah ... biar serasi, bosen pakek gaun mulu" gumam Lisa
"Iya deh ... wanita mah sulit untuk di tebak" gumam Hasasi
"Yang sulit ditebak tuh pria kak" gumam Lisa
"Ya wanita lah"
"Pria"
"Wanita"
"Eehh kalian ini berantem mulu ... udah ayo kita berangkat Lisa" ajakku dan menarik Lisa
"Baiklah .. weelllkkk" ejek Lisa
"Hmmm dasar wanita" gumam Hasasi kesal
"Aku berangkat dulu Hasasi" teriakku
"Iya hati - hati kalian" ucap Hasasi dan kembali berbaring di tempat tidur
__ADS_1
Aku menarik Lisa agar menjauh dari Hasasi, ya namanyajuga adik kakak pasti ada berantemnya ... tapi aku mencegah agar mereka tidak berantem dengan hal yang sepele, apalagi takut keburu malam pulang ke rumah