Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 50 : Rencana


__ADS_3

Malam ini sangat indah apalagi tidur bersama Hasasi bahkan aku bisa tidur nyenyak banget. Pagi ini sangat nyaman, biasanya kalau pagi aku selalu kedinginan tapi aku merasakan kehangatan yang sangat terasa nyaman. Perlahan – lahan aku membuka mataku


“Pagi sayang” sapa Hasasi


“Mmmm ... pagi juga sayang” ucapku berusaha membuka mataku


“Bagaimana tidurmu?”


“Nyenyak banget” ucapku memandangi Hasasi


"Baguslah"


"Bagaimana denganmu Hasasi?" tanyaku balik


"Kalau aku ya ... sangat nyenyak pakek banget sayang" ucap Hasasi membelai rambutku


"Kamu tidak memakai bajumu dengan benar Hasasi?" tanyaku malu - malu


"Tidak ... aku tau kamu suka roti sobekku kan" goda Hasasi dan membuatku malu


"Emmm ... Kamu udah laper?" ucapku mengalihkan pembicaraan


"Mmm sedikit sih"


"Aku masakin ya" ucapku dan berjalan menuju dapur


"Kamu bisa masak?" tanya Hasasi kaget


"Hei ... aku bisa lah" protesku


"Kamu mau masak apa?" tanya Hasasi berjalan menuju ke arahku


"Kamu maunya apa?"


"Mmm aku mau pancake strawberry "


"Baiklah ... tunggu ya" ucapku dan mulai mengambil bahan - bahan untuk memasak


"Butuh bantuan sayang?" tanya Hasasi mendekatiku


"Tidak perlu ... kamu tunggu saja di ruang makan"


"Baiklah..." ucap Hasasi pergi menuju ruang makan


Aku terus memasukan semua bahan - bahan yang dibutuhkan seperti telur, mentega, tepung, dan bahan yang lainnya. aku mengocok semua bahan sampai membentuk adonan dan segera memanaskan sedikit mentega di atas tempat penggorengan dan mulai menuangkan adonan ketempat penggorengan. setelah aku buat pancake setengah matang adonan pancake tadi, aku menatanya dan menuangkan sirup strawberry di atasnya


"Ini sudah jadi Hasasi" ucapku senang dan menaruh piring pancake di meja


"Waah ... terimakasih sayang" ucap Hasasi dan mulai memakan pancake buatanku


"Mmm ... enak banget sayang .. pinter banget kamu masak" puji Hasasi


"Ah kamu menggodaku lagi" ucapku malu


"Serius sayang ... bagian dalam juga matang sempurna ... ini nih istri idaman" ucap Hasasi terus menggodaku dan membuatku malu


"Makasih Hasasi" ucapku senang


“Oh ya sayang, setelah acara Mutiara kita pulang ke Jepang ya”


“Udah gak ada urusan lagi?” tanyaku


“Mmm sebenarnya banyak kalau masalah urusan ...”


“Terus ada masalah apa?”


“Orang tuaku datang ke rumah” ucah Hasasi dengan pandangan kosong


“Lalu ada masalahkah sayang?”


“Mmmm sebenarnya ada ...”


“Apa itu?”


“Mmm kamu inget Bunga?”

__ADS_1


“Iya ... emang ada masalah?”


“Mmm ya ... ada sih sebenarnya ... tapi kamu tenang saja, aku akan meminta bantuan Naian”


“Ada apa sebenarnya Hasasi?”


“Hmmm susah aku menjelaskannya ... kita ke Naian dulu ... kamu mandilah dahulu”


“Baiklah” ucapku penasaran dan bergegas mandi


“Ada apa sih sebenernya” gumamku


“Ooohh ... atau jangan – jangan yang dikatakan Naian tentang pernikahan bisnis” teriakku kaget


“Fifiyan ada apa kamu teriak di kamar mandi?” tanya Hasasi khawatir


“Ti ... tidak ada” ucapku tersadar dari pikiranku


“Oke lah ...cepetan ya mandinya” ucap Hasasi dari luar kamar mandi


“Iya siap” ucapku dan bergegas menyelesaikan mandi pagiku dan segera berganti baju


“Aku udah selesai” ucapku keluar dari kamar ganti


“Baiklah ... ayo kita ke markasnya” ucap Hasasi menarikku keluar hotel dan masuk ke dalam mobil


"Kamu tidak mandi?"


"Aku sudah mandi tadi" ucap Hasasi terus menarikku


Setelah aku dan Hasasi masuk ke dalam mobil lalu mobil melaju meninggalkan area hotel mewah tersebut. Selama perjalanan Hasasi terlihat seperti memikirkan sesuatu tapi aku tidak mau mengganggu dia karena aku tahu apa yang sedang dipikirkan Hasasi.tidak berapa lama kami sampai di markas Naian di depan rumah megahnya berdiri Naian dengan Hassan. Setelah mobil kami berhenti aku dan Hasasi turun dari mobil


“Wah gadis cantik datang juga ya ... kangen sama Naian ya”sindir Hassan


“Dia milikku tau” gumam Hasasi kesal dan Hassan hanya tertawa


“Hassan ajak Fifiyan keluar dulu” ucap Naian dingin


“Ayo cantik” ucap Hassan mendekatiku


“Fifiyan ...” ucap Hasasi lembut


“Enggak mau “ protesku


“Hmmm baiklah ayo masuk” desah Naian berjalan masuk ke dalam rumahnya


Kami berempat hanya diam dan terus melangkah mengikuti Naian yang sedang berjalan di depan kami, langkah kami terhenti saat Naian membuka pintu rahasia yang belum pernah aku temui saat aku tinggal disini


“Masuklah” ucap Naian dingin dan kami masuk ke ruangan tersebut


“Baiklah .. apa yang menjadi masalahmu ... Hasasi”


“Mmmm besok orang tuaku datang ..”


“Terus apa masalahnya?”


“Kau ini masa kamu tidak paham” protes Hasasi


“Ya ... ya aku tahu lalu apa yang kamu inginkan?”


“Bantu aku” ucap Hasasi melirik aku


“Kalau aku bantu kamu apa yang aku dapatkan?”


“Aku bisa membantumu mendapatkan Mutiara ... bagaimana?” ucap Hasasi serius


“Mmm ... Mutiara ya?” ucap Naian mendekatiku


“Kalau aku tidak tertarik lagi dengan dia bagaimana?”


“Terus kamu tertarik dengan siapa?”


“Dengan gadis polos ini” ucap Naian santai sambil mengangkat daguku


“Hei ... dia milikku” protes Hasasi meraih aku dan memelukku

__ADS_1


“Kalau tidak bisa ya sudah” ucap Naian membelakangi kami


“Naian kau ini ... kalau seperti itu buat apa aku meminta bantuanmu” protes Hasasi


“Hmmm baiklah aku bantu ... tapi kamu bisa jamin Mutiara mau denganku”


“Ya aku jamin ... nanti malam di rumahnya ada acara, kau bisa datang dan menyatakan perasaanmu”


“Baiklah ... tapi ada satu syarat lagi”


“Apa itu ?”


“Kamu harus bantu aku masalah yang dulu ... karena aku punya janji dengan orang lain”


“Masalah yang mana?”


“Masalah ... dia” ucap Naian memandangku


“Maksudmu dia?” ucap Hasasi memandangku juga


“Hei kalian kenapa memandangku seperti itu?” protesku


“Bagaimana ... Hasasi?” ucap Naian mengabaikan perkataanku


“Baiklah ... aku juga punya rencana itu, baguslah kalau kamu punya pemikiran yang sama” ucap Hasasi lega


“Baguslah ... ikuti rencanaku saja” ucap Naian menjauh dari kami


“Rencana yang mana?”


“Rencana yang aku bilang ke kamu tadi pagi ...” ucap Naian kesal


“Kebanyakan rencana kamu”


“Hmmm pokok nama Fifiyan diganti nama Mark dulu”


“Kenapa namaku diganti?” protesku


“Udah jangan protes ... kamu mau jadi milik Hasasi atau milikku” tantang Naian dan aku terdiam menyebunyikan wajahku di pelukan Hasasi


“Baiklah ... teruskan” ucap Hasasi membelai rambutku


“Kalau orang tuamu bertanya dia siapa bilang saja adikku ... gampang kan” ucap Naian santai


“Kalau orang tuaku gak percaya bagaimana?”


“Hey kan aku nanti ikut denganmu bodoh” ucap Naian kesal


“Oh kamu ikut ya ... baiklah” ucap Hasasi cengengesan


“Ya sudah kalian istirahat saja dahulu, aku mau siap – siap dahulu”


“Mmm disana ada cewek – cewek gak?” tanya Hassan kemudian


“Ada banyak ... malah ... cantik – cantik loh” goda Hasasi


“Seriusan? ... a ... aku ikut ya ... boleh kan?”


“Boleh kok ...” ucap Hasasi keluar ruangan bersamaku


Aku dan Hasasi berjalan keluar rumah Naian dan berjalan menuju ke taman yang ada di depan rumah Naian


“Hasasi ...”


“Iya sayang”


“Apakah rencana Naian akan berhasil?” tanyaku takut


“Tenang saja sayang” ucap Hasasi menghiburku


“Tapi kalau gagal begaimana” tanyaku takut


“Udah tenang saja sayang percaya sama aku”


“Hmmm baiklah Hasasi” ucapku pasrah lalu menyndarkan kepalaku di bahu Hasasi

__ADS_1


Aku hanya bisa pasrah dengan rencana mereka berdua karena aku masih tidak yakin kalau orang tua Hasasi akan menerima aku sebagai menantu mereka, tapi liat saja besok bagaimana keputusan orang tua Hasasi.


__ADS_2