
Pohon - pohon besar yang disinari sinar matahari tenggelam memang sangat indah membuat aku terhanyut ke dalam suasana senja damai ini
Aku menatap kakak yang sedang serius memainkan handphone di depanku dan seperti sedang mengetik dengan serius
"Kakak sedang chating dengan siapa sih?" gumamku menatap pemandangan di luar jendela mobil
"Dengan anak buah kakak"
"Emang ada masalah?"
"Ya... lumayan lah masalahnya"
"Oh... mmm kak nanti tuh acaranya kayak gimana sih?"
"Ya... api unggun biasa sih cuma ya ada pesta dansanya"
"Kenapa kakak gak ngomong kalau ada pesta pantainya?" protesku
"Ya kakak kira kamu udah tahu"
"Belum lah kak, tahu gitu aku gak memakai gaun pendek seperti ini" gumamku kesal
"Ya udah gak apa - apa sih, pesta pantai gak formal juga kok, apalagi kamu nanti bisa ganti pakaian kok disana" gumam Steven memasukkan handphonenya di saku jasnya
"Kan aku tidak bawa pakaian kak"
"Santai, udah ada kok... kalau mau pakek itu juga boleh"
"Ya takutnya... aneh"
"Udah tenang aja..."
"Mmm emang pesta pantai kayak apa?"
"Ealah... kamu tadi bilang gaunmu bermasalahpun kamu gak paham pesta pantai?" tanya Steven menepuk dahinya
"Mmm enggak... emang kayak pesta dansa?"
"Ya bedalah... pesta pantai tuh yang pakek bikini - bikini kayak gitu"
__ADS_1
"Weeh gila aja pakek bikini" protesku
"Ya emang kayak gitu"
"Enggak ah... aku gak mau"
"Ya udah kan kakak udah bilang, kamu pakek gaun pendek gak masalah"
"Emang acara apa kok ada acara pesta pantai juga?" tanyaku penasaran
"Ya acara biasa lah tahunan pantai Sarang"
"Kok aku baru tahu?" gumamku
"Kamu kan gak pernah menetap di Jepang"
"Iihh kan aku udah bertahun - tahun hidup di rumah Hasasi di Jepang" gumamku
"Ya tapi kan kamu gak pernah diajakin Hasasi kemanapun kecuali ke acara dengan orang - orang penting"
"Mmmm iya juga sih kak"
"Mmmm iya juga sih, emang kegiatannya kayak gimana?" tanyaku
"Ya... nanti kamu tahu sendiri lah, ya udah kita turun dulu" ucap Steven membuka pintu mobil
"Emang udah sampai kak?" gumamku turun dari mobil dan aku lihat banyak sekali orang yang berbaju sexy berjalan dan berbicara santai menuju ke arah pantai
"Banyak banget yang pakek baju sexy kak?" bisikku di telinga Steven
"Ya namanya pesta pantai"
"Tapi bajuku kayak mau ke pesta dansa" gumamku
"Tidak juga, ya udah kita masuk aja dulu"
"Oke baiklah" gumamku mengikuti Steven masuk ke area pantai
Di area pintu masuk banyak sekali wanita yang menggunakan baju sexy dan yang laki - laki memakai jas seperti milik kakak tapi ada juga yang mrmakai baju biasa.
__ADS_1
"Kak emang ini pesta semua kalangan ya?"
"Iya emang ini untuk umum"
"Oh pantes" gumamku dan berjalan menuju ke arah pantai
Di pinggir pantai di penuhi oleh banyak orang yang sedang asik bermain pasir, berbincang - bincang, bahkan kumpul bersama pasangan. Kebanyakan dari mereka tidak memakai baju mewah jadi aku sendiri agak tidak nyaman karena di pandangi oleh mereka dengan tatapan aneh
"Kak emang ini tidak ada yang buat petinggi?... aku memakai gaun terlalu mewah" gumamku
"Ada, di sebelah sana khusus petinggi ataupun orang kaya" guman Steven menunjukkan lokasi yang dimaksud dan aku mengikutinya dari samping Steven
"Waaah... mewah banget" gumamku melihat ada sebuah vila besar yang ditempati oleh beberapa orang dengan pakaian yang sangat mewah
"Kita sampai..." gumam Steven berdiri di sebelah tangga masuk villa
"Kita malam ini nginep disini, jadi kita pergi ke kamarmu dulu aja" gumam steven mengajakku untuk masuk ke dalam villa
"Kenapa harus nginep?" tanyaku penasaran
"Kan acaranya malem jadi mau gak mau harus nginep, lantai kamarmu di lantai 6"
"Hmm baiklah" gumamku mengikuti langkah steven
Villa ini memiliki 6 lantai dan yang memiliki kamar hanya 5 lantai, sedangkan kamar buatku terletak di lantai ke 6 dan kami berdua berjalan melalui tangga kayu, meskipun dari kayu tapi memang bangunannya sangat amat mewah untuk di tinggali. Setelah beberapa menit kemudian, kami sampai di sebuah kamar kayu di lantai 6
"Silahkan masuk" ucap Steven membuka pintu kamar dan aku memasuki kamar tersebut.
Kamar tersebut sangat mewah bahkan seperti hotel bintang lima tidak berdinding dan berlantai kayu malah dindin dan lantai terbuat dari semen yang di cat berwarna putih dan dihiasi dengan dekorasi kamar serta fasilitas yang sangat mewah
"Ini ... semua kamar seperti ini kak?"
"Ya bedalah... kan beda harga juga, di lantai 6 kamar termahal"
"Ohh.. gitukah?"
"Ya begitulah, kamu ganti gaun dulu nanti temui kakak di lobby ya. Jangan lama - lama" gumam Steven meninggalkan aku di kamarku sendirian
Aku menatapi fasilitas dan dekorasi kamar yang sangat indah dan mewah ini. apalagi di sediakan fasilitas mewah seperti ini sangat membuat orang yang tinggal akan betah tinggal di kamar villa ini
__ADS_1
Tapi kenapa aku tidak melihat kehadiran Alex dan Hasasi ya, apakah mereka berdua tidak ikut ke pesta api unggun dan pesta pantai ini apalagi aku juga timbul kekhawatiran kalau mereka berdua berkonflik di tengah banyaknya orang yang sedang berlibur .