Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 134 : Pulang Ke Rumah Orang Tua Hasasi


__ADS_3

Aku memilih menu yang sangat aku inginkan untuk aku nikmati sebagai sarapan sekaligus makan siangku. Aku membolak balik buku menu sampai aku bingung untuk memilih.


"Hasasi..."


"Iya sayang"


"Aku bingung mau milih yang mana?" gumamku


"Pilih aja sesukamu"


"Beneran?"


"Iya... beneran lah"


"Baiklah... aku mau sushi, steak, dan minuman ringan"


"Minuman ringan?" tanya Hasasi kaget


"Emang kenapa?"


"Kamu kuat meminumnya?"


"Mmm gak tahu juga"


"Pilih minuman yang lain!!" protes Hasasi


"Tapi aku pengen nyoba Hasasi"


"Nanti aja denganku, jangan di restoran ini"


"Hmmm baiklah... susu kambing murni aja deh" gumamku


"Okelah... sushi satu, steak satu, goat milk satu, wine satu, minuman ringan satu, steak jumbo satu" gumam Hasasi menutup daftar menunya dan memberikan black card nya


"Baik tuan... silahkan ditunggu, dimeja depan terdapat snack yang bisa di makan sambil menunggu makanan datang" ucap pelayan restoran mengembalikan black card milik Hasasi


"Baik..." gumamku


"Kamu mau snack?" tanya Hasasi menatapku


"Mmm ... snack apa aja itu?" tanyaku


"Kripik, es krim, sama salad buah"


"Mmm aku mau salad buah aja" gumamku


"Oke lah... tunggu ya" ucap Hasasi pergi mengambilkan salah buah untukku


Aku menatap Hasasi yang santai dan tanpa malu mengambil salad buah dan beberapa kripik dari meja dekat para pelayan berdiri.


"Ini salad untukmu" ucap Hasasi menaruh salad buah di depanku


"Terimakasih Hasasi" gumamku


"Oh ya Fifiyan... setelah ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat"


"Kemana?"


"Ke ... rumah"


"Rumah?"


"Rumahmu yang mana?"


"Rumah orang tuaku" gumam Hasasi sambil memakan satu persatu kripik yang ada di depannya

__ADS_1


"Rumah... orang tuamu?" gumamku kaget


"Iya..."


"Kenapa ce.. cepat sekali?"


"Kamu pengen cepet nikah sama aku tidak?" protes Hasasi


"Ya.. ma... mau, ta... tapi" gumamku


"Tapi apa?"


"Aku takut bertemu orang tuamu"


"Takut kenapa?... takut diusir lagi?" tanya Hasasi dan aku hanya mengangguk


"Kenapa juga kamu takut!! ... tidak usah takut sayang" gumam Hasasi mencubit hidungku


"Tapi Hasasi.." gumanku


"Percaya padaku sayang"


"Hmmm baiklah" gumamku mengalah, tiba - tiba seorang pelayan datang membawa pesanan kami


"Permisi Tuan dan Nyonya ... makanan anda" ucap pelayan dan meletakkan piring yang berisi makanan di atas meja kami


"Terimakasih" gumam Hasasi dan pelayan tersebut meninggalkan kami berdua


"Selamat makan " gumamku dan langsung melahap makananku dengan cepat


"Hati - hati makannya, nanti tersedak" gumam Hasasi menahan tawa


"Iya ... Hasasi" gumamku mengunyah Steak daging yang penuh di mulutku


Aku terus mengunyah makananku dengan lahap sedangkan Hasasi hanya menggeleng - gelengkan kepalanya sambil meletakkan pisau dan garpunya di atas piring


"Udah ..."


"Kamu mau?" gumamku menyumpit salah satu sushiku


"Tidak... makanlah"


"Baiklah" gumamku terus memakan makananku sampai aku menghabiskan semua makananku


"Udah kenyang?" tanya Hasasi sambil meneguk gelas winenya


"Udah... mmm Hasasi boleh nyicipin winemu?" gumamku


"Jangan ... kamu nanti mabuk kalau tidak pernah


"Mmm kalau minuman ringanmu?"


"Gak boleh!!!"


"Aku cuma pengen nyicip aja" gumamku


"Nanti di mobil aja"


"Hmmm baiklah" gumamku meneguk susu kambingku


Krrriiiinnnggg


Tiba - tiba handphone Hasasi berbunyi kencang dan Hasasi langsung mengangkat teleponnya


"Ya... bawa kemari" ucap Hasasi langsung menutup teleponnya

__ADS_1


"Siapa?" tanyaku


"Bawahanku"


"Oh ya? emang ada apa?"


"Dia mengantarkan surat untukku"


"Surat dari mana?"


"Tidak tahu... tunggu aja dia datang" gumam Hasasi meneguk gelas winenya.Tidak berapa lama bawahan Hasasi yang tampan datang dan menghampiri kami


"Siang tuan muda" ucap laki - laki itu sambil membungkuk


"Siang... duduklah" gumam Hasasi dan bawahan itu langsung duduk di kursi depan kami


"Baik tuan muda, ini surat yang saya bilang tadi"


"Surat dari siapa?"


"Tuan liat aja" gumam laki - laki itu sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Hasasi


"Ya" gumam Hasasi menerima surat tersebut dan membaca surat itu


"Baiklah... susun rencana B dan C" perintah Hasasi dan bawahan Hasasi langsung berdiri


"Baik tuan ... saya pamit dulu" gumam laki - laki itu dan berjalan meninggalkan kami


"Oh ya... berikan surat ini kepada Hansol" perintah Hasasi dan bawahannya mengambil surat itu lalu pergi dari hadapan kami


"Surat apa itu Hasasi?" tanyaku penasaran


"Surat dari mata - mataku yang sekarang di markas Alex


"Oh ya?"


"Iya... "


"Lalu untuk Kwan Liang bagaimana" tanyaku


"Kenapa kamu memikirkan Kwan Liang?"


"Aku tidak memikirkannya, maksudku apakah kamu sudah menanyakan pertanyaan untuknya?"


"Belum, nanti sekalian di rumah aja"


"Kenapa dirumah?"


"Ya dia kan berada di penjara keluarga Stun jadi dia berada di penjara bawah tanah di rumah orang tuaku"


"Oh ya?... sama Sari Lie?"


"Iya..."


"Dia masih hidup?"


"Masih"


"Bagaimana kondisinya?" tanyaku penasaran


"Nanti lah kamu liat aja sendiri"


"Hmmm baiklah" gumamku


"Oh ya nanti saat ketemu orabg tuamu aku harus melakukan apa?"

__ADS_1


"Ya udah kita pulang dulu, nanti dibahas di mobil" gumam Hasasi menggandeng tanganku keluar dari restoran


Aku masih memikirkan apa yang harus aku lakukan dan apa yang harus aku katakan apalagi aku dulu pernah diusir oleh ayahnya Hasasi, aku takut melakukan kesalahan kembali


__ADS_2