
Aku merapikan piring bekas roti dan langsung mengambil peralatan mandi yang telah di sediakan di dalam ruangan kamar untuk segera mandi, tiba - tiba ada pesan masuk di handphoneku dan aku langsung membuka pesan tersebut
Tiinngg
Aku udah di lokasi Fifiyan, I'm wait you
Almira
Ok
Fifiyan
Setelah membalas pesan Almira aku langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi. aku langsung memenuhi bathtub dengan air hangat dan menuangkan sabun cair beraroma mawar dan susu ke dalam bathtub kemudian aku masuk ke dalam bathtub untuk merendamkan tubuhku. Aku mengambil spoons badan dan menggosok - gosok tubuhku dengan lembut untuk merasakan kenikmatan mandi di air yang segar ini. Setelah mandi akupun segera bergegas memakai baju mandiku dan keluar dari kamar mandi.
"Udah selesai mandinya?" tanya Hasasi yang sedang duduk di sofa
"Loh kamu udah disini Hasasi?" tanyaku kaget
"Ya ... udah dari tadi"
"Kenapa gak bilang - bilang?"
"Ya kamu aja mandi sambil nyanyi - nyanyi aku teriakpun gak bakal terdengar" gerutu Hasasi
"Hehe iya deh iya ... oh ya, kamu gak jadi ikut pelelangan?" tanyaku
"Jadi, pelelangannya malam nanti... makanya aku mau menemaimu pagi ini"
"Oh okelah ... makasih ya Hasasi, aku ganti baju dulu, kamu mandi sana" ucapku berjalan menuju ruang ganti
"Aku ... aku udah mandi lah"
"Oh baguslah, bentar ya" ucapku menutup pintu ruang ganti dan segera berganti baju
Aku membuka koper milikku dan melihat - lihat gaun yang ku bawa untukku pakai, aku mengeluarkan semua gaun - gaun pesta yang ku bawa, aku ingat aku membawa gaun biasa untuk jalan - jalan tapi aku tidak menemukannya
"Hmmm mana ini gaun biruku" gumamku mengeluarkan gaun - gaunku dari koper, satu persatu aku buka dan aku pilih dengan teliti takut terselip di gaun - gaun yang lain
"Masih lama Fifiyan?" tanya Hasasi dari luar
"Bentar lagi nyari gaun yang buat jalan - jalan" ucapku sambil memilah - milah gaunku
"Udah pakek aja yang ada aja, kasihan tuh temenmu menunggu... handphonemu berdering mulu"
"Biarin aja ... bentar lagi ... ini udah ketemu" ucapku dan mengambil gaun biruku dan merapikan gaun - gaunku yang lain
Setelah merapikan gaun - gaun yang aku keluarkan dari koper, akupun langsung memakai gaun biruku dan langsung berdandan di depan meja rias serta tidak lupa merias rambutku dengan bandana warna biru berbentuk kupu - kupu.
"Aku udah selesai Hasasi" ucapku saat membuka pintu ruang ganti dan aku melihat Hasasi tertidur di sofa
"Hasasi..." ucapku pelan membangunkan Hasasi
"Mmm ..."
"Kamu tidur ya? ... ya udah aku berangkat sendiri ya" ucapku berbisik di telinganya dan Hasasi langsung terbangun
"Enggak kok aku cuma merem aja... ya udah ayo berangkat" ucap Hasasi bergegas berjalan ke pintu
"Lah kamu kenapa cuma diam disitu?" tanya Hasasi saat melihatku terbengong di sebelah sofa
"Ya ... kamu langsung aja berangkat emang kamu tau kita mau kemana!" ucapku
"Mmm oh ya lupa, emang kita mau kemana?" tanya Hasasi
__ADS_1
"Ke restoran Violent"
"Oh restoran elit itu, deket kok dari sini... mau naik mobil?" tanya Hasasi
"Deket banget apa?" tanyaku
"Ya lumayanlah ... naik mobil aja ntar kamu capek"
"Ya udah terserah kamu" ucapku dan keluar kamar bersama dengan Hasasi
"Oh ya Hasasi, semalam kemana saja kamu?" tanyaku
"Mmm ya kemarin tuh lagi ada urusan jadinya aku ketiduran sama Hansol"
"Dasar sok sibuk" gumamku
"Ini bukannya sok sibuk tapi tuntutan pekerjaan tau"
"Baiklah tuan muda yang dingin se dingin es" ejekku dan aku tertawa terbahak - bahak
"Suka ya ngejek doang" ucap Hasasi sambil mencubit hidungku
"Auuuu sakit tau" gumamku kesal
"Makanya jangan ngjek orang"
"Ya kan itu fakta" gumamku
"Emangnya aku sedingin itukah?" tanya Hasasi
"Ya begitulah" gumamku
"Hmmm terserah kamu lah sayang" ucap Hasasi membuka pintu mobil dan mempersilahkan aku masuk ke dalam mobil
"Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Hasasi saat melihatku
"Wajahmu kelihatan capek banget Hasasi?" tanyaku
"Masa sih ... ya lumayan capek sih" gumam Hasasi
"Oh ya ... gimana lukamu?"
"Udah sembuh kok ... liatlah" ucap Hasasi mengangkat baju dan jas hitamnya
"Oh syukurlah kalau udah sembuh" ucapku senang
"Ya ini juga berkat bantuanmu Fifiyan"
"Aku? kan aku tidak berbuat apapun"
"Kamu yang membuatku sembuh Fifiyan kamu juga yang menemaniku dan merawatku Fifiyan... aku senang punya istri yang sangat perhatian seperti ini"
"Ya kan aku tidak mau kamu kenapa - napa Hasasi" ucapku tersenyum
"Makasih ya Fifiyan" ucap Hasasi senang dan langsung mencium pipiku dengn lembut
"Sama - sama Hasasi" ucapku dengan tersenyum dan tanpa disadari ternyata kami sudah sampai di restoran Violent
"Nah kita udah sampai ... mari kita turun" ucap Hasasi lembut dan kami berduapun turun dari mobil
Setelah turun dari mobil aku dan Hasasi berjalan menuju ke estoran Violent, restoran yang termasuk ke elit dimana banyak makanan yang sangat mewah dan juga mahal disajikan di sini. Bangunan restoran yang megah dan mewah dengan warna dinding berwarna ungu dan didekorasi dengan sangat instagrammable places.
"Temanmu ada dimana?" tanya Hasasi melihatku
__ADS_1
"Bentar aku telpon dulu" ucapku dan mengambil telpon yang ada di tasku dan segera menelepon temanku
"Hallo, kamu dimana?" tanya Almira
"Aku di depan, kamu dimana?"
"Aku dilantai dua kemari lah" ucap Almira dan aku langsung menutup telponnya
"Dia ada di lantai 2 Hasasi" ucapku sambil memasukan kembali handphoneku ke dalam tas
"Ya udah ayo kalau gitu" ucap Hasasi dan kami berdua masuk ke dalam restoran elit tersebut
Saat kami berada di dalam restoran, aku melihat dekorasi ruangan yang sangat mewah dengan lampu gantung di tengah restoran yang menggantung elegan dan banyak sekali orang - orang yang berpakaian mewah sedang makan di restoran ini.
"Hasasi ...kenapa banyak orang - orang yang terlihat kaya makan disini?" bisikku
"Ya ... soalnya kan ini restorannya orang kaya ... wajar saja kalau banyak orang yang makan disini apalagi orang kaya"
"Ohh begitu ya" ucapku dan berjalan di tangga menuju lantai dua, setelah sampai di lantai dua aku melihat Almira melambaikan tangan ke arahku dengan senang
"Fifiyan ... sini" teriak Almira sambil melambaikan tangannya ke arahku
"Hai Almira" ucapku mendatangi Almira
"Waah kamu sekarang tambah cantik dan juga kurus" ucap Almira menatapku dengan serius
"Ya begitulah"
"Oh ya ... ini kenalin pacar aku Xiao Xi, direktur PT. Xi perusahaan terbesar ke dua di China " ucap Almira dengan bangga
"Salam kenal nona" ucap Xiao dengan ramah
"Salam kenal juga tuan" ucapku ramah
"Oh ya Fifiyan, mana pacarmu? ... kan aku udah nyuruh kamu ngajak pacarmu juga"
"Aku ngajak dia kok" ucapku santai
"La dia dimana?" tanya Almira meliat sekeliling kami dan tiba - tiba Hasasi berjalan di sampingku
"Ini pacarku ... namanya Hasasi Stun ... pemilik sekaligus direktur PT. Stun"
"Salam kenal" ucap Hasasi dingin
"PT Stun ... perusahaan terbesar di dunia itu?" tanya Xiao Xi
"Iya bisa dibilang begitu" ucapku
"Waahh .. suatu kehormatan bisa bertemu dengan tuan Hasasi" ucap Xiao Xi senang
"Udah santai saja..." ucap Hasasi santai
"Fifiyan kamu kok bisa kenal orang terpenting seperti ini?" tanya Almira kaget
"Mmm entahlah ... hal tersebut datang secara tidak terduga aja"
"Halah kamu selalu begitu Fifiyan, tidak mau cerita"
"Ya ... gimana ya ... ceritanya panjang banget sih" ucapku cengengesan
"Hmm ya udah deh Fifiyan, kamu selalu penuh dengan misteri ... kamu mau makan apa ini menunya" ucap Almira menyerahkan dua buku menu kepadaku
"Terimakasih" ucapku dan menyerahkan menu kepada Hasasi dan aku membuka menu yang ada di dalam buku menu
__ADS_1
Aku sangat kaget saat melihat harga di buku menu yang sangat fantastik, tidak diduga bisa semahal ini. karena mahalnya makanan yang ada di restoran ini aku jadi bingung mau makan apa siang ini.