
Aku dan Hasasi menikmati keindahan laut dari atas tabing. Berdua hanya berdua saja tanpa orang lain yang mengganggu, keromantisan aku dan Hasasi yang tercipta membuat diriku sedih
“Kenapa kamu sedih sayang?”tanya Hasasi saat melihat ajahku sedih
“Aku masih membayangkan jika keromantisan ini hanya sementara” ucapku memandang jauh laut di depanku
“Sayang ... tenang saja, keromantisan ini akan selalu kamu dapatkan... bahkan kehangatanku juga akan selalu kamu rasakan selamanya” ucap Hasasi memeluk pinggangku
“Semoga saja Hasasi ..” ucapku lirih dan menyenderkan kepalaku dibahunya
“Fifiyan...”
“Iya Hasasi”
“Kenapa kamu bersedia berada disisiku?”
“Ya kamu udah berjasa banget dalam hidupku, merubahku menjadi lebih baik, apalagi kamu sering melindungiku Hasasi”
“Hmmm begitukah .. tapi menurut aku, aku belum bisa melakukan yang terbaik untukmu Fifiyan”
“Kamu sudah melakukan banyak hal Hasasi, malah tanpa kamu aku sudah mati berkali kali” ucapku serius
“Mmmm begitukah”
“Kalau kamu kenapa mau berada di sampingku Hasasi?”
“Karena ... banyak hal”
“Apa saja itu?”
“Mmmm ... kamu mau mendengarkan yang mana dahulu?”
“Semuanya”
“Baiklah ... pertama karena kamu cantik, kedua karena kamu baik, ketiga karena kamu bisa meluluhkan adikku, keempat karena kamu bisa menjaga hatimu untukku, dan terakhir karena kamu adalah istriku” ucap Hasasi lembut
“Oh begitukah?... katanya banyak kok cuma lima?”
“Itu poin – poin pentingnya”
“Poin – poin yang lain?”
“Suatu hari nanti aku akan memberitahumu”
“Sekarang aja Hasasi”
“Enggak, nanti sambil berjalannya waktu kamu akan tahu sendiri”
“Hmmm baiklah ... kamu selalu membuatku penasaran sih sayang” gumamku
“Karena rasa penasaran itu membuatmu bertahan denganku kan” ucap Hasasi cengengesan
“Hahaha ... mmmm ... iya juga sih, emang kalau aku nikah sama kamu orang tuamu setuju gitu Hasasi?”
“Semoga saja, tapi apapun pilihanku orang tuaku tidak bisa melarangnya”
“Kenapa?”
“Karena yang menjalani aku bukan mereka”
“Mmmm iya juga sih ... tapi aku khawatir sayang” gumamku
“Ya udah jangan khawatir sayang, semua akan aku urus”
“Ta ... tapi sayang ..”
“Husst ..udah tenang aja sayang ... percaya denganku” ucap Hasasi menutup bibirku
“Serius sayang?”
“Iya seriusan sayang, masa aku bohong”
“Hmmm makasih ya Hasasi” ucapku senang
“Oh ya, udah siang nih ayo ke pertemuan” ucap lembut Hasasi membantuku berdiri
“Kita kemana?”
“Ke suatu tempat untuk bertemu teman lamaku”
“Pertemuan apa Hasasi?”
__ADS_1
“Mmmm pertemuan reuni sama teman baikku”
“Masalah pekerjaan?”
“Tidak kok sayang”
“Kenapa aku ikut sayang?”
“Ya agar mereka tau kamu istriku ... silahkan masuk tuan putri” ucap Hasasi saat membuka pintu mobil
“Makasih Hasasi” ucapku dan Hasasi segera masuk ke mobil
Setelah kami masuk mobil, sopir Hasasi langsung menekan gas mobil dan mobil melaju menuju pusat kota Inggris, keramaian lalu lalang kendaraan yang sedang melaju di jalan raya serta cuaca yang cerah di sore hari ini. Tidak beberapa lama kami sampai di sebuah gedung tinggi sepertinya gadung ini sebuah perusahaan
“Ini gedung milik siapa Hasasi?”
“Oh ini bukan gedung tapi sebuah hotel”
“Oh aku kira perusahaan seseorang”
“Bukan sayang .... ayo masuk ke dalam” ucap Hasasi dan kami berdua berjalan menuju ke dalam hotel tersebut
“Ini hotel apa Hasasi?”
“Hotel bintang 5 yang ada di Inggris”
“Kenapa pertemuannya dihotel?”
“Karena ... acaranya nanti malam di aula hotel jadi ya harus di hotel sayang”
“Berarti nginep disini dong?”
“Ya ... bisa dibilang begitu”
“Oh baiklah”
Di depan kami terdapat seorang pemuda berpakaian jas rapi sepertinya dia pelayan hotel
“Permisi tuan, tanda pengenalnya” ucap pemuda tersebut dan Hasasi menujukkan lencananya
“Baik silahkan masuk, ini kunci anda” ucap pemuda tersebut dan kami berdua masuk ke sebuah lorong dimana disisi kiri dan kanannya terdapat pintu – pintu kamar
“Wah mewahnya” gumamku kagum
“Iya lah ... kamar lencana S hahaha”
“Kalau Naian lencana apa?”
“Naian itu ada lencana sendiri seperti ini” ucap Hasasi dan mengeluarkan lencana yang lain lencana berwarna hitam bertuliskan S+ di dalamnya
“Ini lencana S+?”
“Iya ... ini lencana khusus”
“Lencana khusus? ... untuk apa itu lencana khusus?”
“Lencana untuk semua pemimpin perkumpulan yang ada di dunia, sedangkan lencana S ini untuk pemimpin perusahaan”
“Bukannya Naian juga punya ya, kan dia pemimpin perusahaan nomor 1 di dunia?”
“Ya memang ... tapi dia tidak memilikinya”
“Oh begitu ... kenapa?”
“Karena ini khusus wilayah Asia saja”
“Mmmm ... oke aku paham Hasasi”
“Kamu mau?... kalau kamu mau aku buatkan untukmu”
“Buat apa?”
“Ya buat kamu sayang”
“Kan aku bukan orang penting”
“Tapi kamu istriku jadi kamu juga bisa mendapatkannya”
“Gak perlu Hasasi”
“Kenapa gak mau sayang?”
__ADS_1
“Gak penting untukku sayang”
“Penting loh sayang, kamu bisa mendapatkan apapun jika punya lencana ini”
“Gak perlu sayang, kan ada kamu”
“Beneran nih sayang?”
“Iya sayang ... serius sayang”
“Ya udah ... kalau kamu mau apapun ngomong ke aku ya”
“Baiklah sayang” ucapku dan berjalan keluar menuju jendela
“Kamu mau ngapain?”
“Menikmati cuaca sore ini”
“Mmmm ... enaknya ya sore - sore berdua menikmati hari ini” ucap Hasasi memeluk pinggangku
“Hmmm iya Hasasi ... apalagi kita telah lama tidak bertemu “
“Iya sih sayang ... hmmm aku kangen kamu sayang”
“Kan kita sekarang sudah bersama sayang” gumamku
“Mmmm ... iya juga sih, ta ... tapi aku ingin seperti ini denganmu” ucap Hasasi memelukku erat
“Iya Hasasi, tapi aku pengen seperti ini selamanya” gumamku sambil melirik Hasasi di belakangku
“Kita akan selamanya seperti ini sayang, menjadi pasangan kekasih yang tidak akan terpisah selamanya ... aku dan kamu selamanya” gumam Hasasi
”Hahaha ... iya sih sayang” ucapku tertawa menikmati keromantisan ini
“Kenapa kamu ketawa?”
“Enggak ... aku cuma menikmati keromantisan ini”
“Hmmm ... masa sih sayang”
“Iya sayang ...”
“Kamu tidak istirahat dulu Hasasi?”
“Iya ... ini mau istirahat”
“Ya udah ... istirahatlah dulu sayang?” ucapku dan bergegas keluar
“Kamu mau kemana?” tanya Hasasi
“Aku pengen keluar aja”
“Gak boleh ... kamu harus menemaniku”
“Kenapa Hasasi?”
“Pokok kamu harus menemaniku”
“Baiklah Hasasi ... tapi tunggu aku ganti baju dulu”
“Oke sayang” ucap Hasasi dan aku langsung ganti baju
“Aku akan menemanimu” ucapku dan duduk di sebelah kasur Hasasi
“Kenapa kamu duduk disitu?” tanya Hasasi
“Ya kan menemani kamu”
“Udah sini tidur di sebelahku” ucap Hasasi sambil menarik tanganku
“Baik – baik”
“Makasih sayang” ucap Hasasi lalu memeluk tubuhku
“Kenapa kamu memelukku Hasasi?”
“Biar aku bisa tidur sayang”
“Baiklah sayang” ucapku pasrah
Aku melihat Hasasi tidur dengan pulas, dia tampak tampan sekali. Aku memegang dan mengelus pipi mulusnya Hasasi dan sesekali aku mencium pipi dan keningnya dengan lembut, seperti dulu saat masih di rumah Hasasi.
__ADS_1