Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 167 : Berbincang Dengan Hansol


__ADS_3

Aku dan Hasasi berjalan ke meja Hansol sambil membawa piring yang berisi makananku sedangkan Hasasi membawa satu botol wine dengan dua gelas di tangannya


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Hasasi duduk di depan Hansol


"Biasa bikin rencana"


"Tuh wanita idamanmu ada di dalam, gak pengen nyapa?"


"Siapa?" gumam Hansol menatap Hasasi


"Itu" gumam Hasasi menatap seorang wanita bergaun merah di dalam aula, aku juga menatap wanita cantik itu


"Itu wanita Tuan Hansol?" tanyaku sambil memakan potongan steak


"Bukan tipeku" desah Hansol kesal


"Hei jangan kayak gitu. Bagaimana pun dia masih menunggumu loh"


"Aku tahu. Tapi... Ogah ah bukan typeku"


"Udah lamar aja napa keburu tua loh"


"Kamu tuh yang cepetan nikah sana, aku tidak mau dengan wanita itu" gumam Hansol kesal


"Ntar ah kalau udah waktunya... Kamu gak makan?"


"Enggak, nanti aja"


"Nih aku bawain wine kesukaanmu" gumam Hasasi menuangkan wine ke dalam gelas kaca


"Tumben baik" gumam Hansol menatap Hasasi


"Ya gak apa - apa cuma sekalian aku pengen minum aja"


"Kenapa?"


"Banyak beban" desah Hasasi meminum winenya


"Beban kenapa?"


"Ya biasalah, kamu pasti tahu"


"Halah tenangkan pikiranmu Hasasi" gumam Hansol menulis sesuatu di buku kecil miliknya


"Oh ya, gimana kata Almira?" gumam Hansol sambil menatapku yang sedang makan


"Ya yang aku dapat infonya sih dua keluarga itu pengen balas dendam aja tapi menurut cerita Almira, Xiao Xi tidak tahu detailnya karena dia sudah tidak tinggal di keluarga Liang lagi"


"Oh ya?... Hmm sama kayak yang diomongin Xiao Xi sih" desah Hansol memainkan bolpointnya


"Tapi aku heran kenapa dulu aku tidak pernah ketemu Xiao Xi ya saat tinggal di keluarga Liang"


"Ya gimana kamu bisa tahu, kamu aja di Australia sedangkan Xiao Xi di Jepang"


"Hmmm bisa jadi sih..." desahku mengerti


"Tapi aku masih bingung kenapa Xiao Xi tinggal di keluarga Liang padahal dia punya keluarga sendiri" gumamku bingung


"Kenapa tidak kamu tanyakan?" gumam Hansol menatapku


"Tidak ah, aku tidak mau menunjukkan kalau aku pernah tinggal di keluarga Liang" gumamku memotong steak dengan pisau

__ADS_1


"Ya dari pada kamu penasaran"


"Enggak mau ah" desahku memakan potongan steak di garpuku


"Hmmm Jadi?"gumam Hasasi menatap Hansol


"Jadi ya, pasti mereka akan bekerja sama dengan Keluarga Guan sih"


"Hmmm pasti kalau itu"


"Tapi ya tenang aja kita sudah merencanakan dengan baik kali ini"


"Baiklah, aku percaya padamu Hansol" desah Hasasi terus meneguk minumannya


Tidak lama kemudian datanglah seorang pria berjas hitam dengan potongan rambut Korea datang ke hadapan kami


"Permisi Tuan Hasasi..." sapa seorang pria tampan di depan kami


"Iya, ada apa?" gumam Hasasi meletakkan gelasnya


"Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Tuan"


"Silahkan bicaralah"


"Kalau berkenan bolehkah bicara empat mata dengan Tuan Hasasi saja"


"Hmmm baiklah, tunggu disini sama Hansol ya sayang" gumam Hasasi mengelus rambutku dan mengikuti pria tampan itu masuk ke dalam aula. Aku menatap laki - laki tampan itu dari luar aula, aku belum pernah melihat laki - laki itu sebelumnya


"Siapa itu?" gumamku


"Oh itu Park Leo, dia pemimpin perkumpulan terbesar di Korea"


"Jadi kenapa dia kesini?"


"Oh begitu ya" gumamku mengerti


"Mmm oh ya Tuan Hansol aku mau bertanya bolehkah?"


"Tanya apa?"


"Tanya tentang masa lalu apa yang buat Hasasi berperilaku seperti itu?" tanyaku serius


"Bersikap dingin maksudmu?"


"Iya itu maksudku"


"Oh banyak faktor sih dan tidak cuma karena masa lalunya saja"


"Iya apa aja?" gumamku penasaran


"Ya kamu tahu kan Hasasi cucu pertama di generasinya dan keluarganya merupakan panutan yang dianut oleh seluruh keluarga besarnya, sehingga dia sendiri punya bebannya dalam menjaga image keluarganya"


"Ya aku tahu itu"


"Ya itu alasannya"


"Cuma itu doang?"


"Tidak, sebenarnya masa lalu yang membuatnya seperti itu sebenarnya bermula saat dia masih bersekolah, dia sering dibully teman - temannya dan sering menyendiri selama bertahun - tahun tanpa teman makanya saat dia SMA dia berniat membaladkan dendamnya dan membuatnya sangat berkuasa sampai punya perkumpulannya sendiri"


"Kenapa dia membuat perkumpulan itu?"

__ADS_1


"Ya dia ingin membalas dendam ke semua orang yang membuly dan menghinanya"


"Karena dia di buly dan dihina dia ingin balas dendam?"


"Iya, kan aku sudah bilang Hasasi sebenarnya orang pendendam. Apalagi pada saat Hasasi di khianati sama Sari Lie, itulah yang membuatnya tidak percaya dengan wanita "


"Tapi kan dulu dia pacaran sama Cindy?"


"Ya memang benar tapi kan dia tidak di restui orang tuanya kok"


"Selain itu kejadian keluarganya tidak merestui Hasasi dengan Cindy padahal Hasasi sangat mencintai Cindy kala itu, yang karena hal itu membuatnya kesal, makanya dia dulu saat mendengar dijodohin dengan orang lain dia tidak terima dan bersikap dingin kepada keluarga besarnya"


"Lalu kenapa Hasasi dulu tidak terima?"


"Karena Hasasi tidak merasakan cinta dengan jodohnya itu dalam artian kamu dan Hasasi merasa Hasaai tidak pantas di jodohkan dengan siapapun" gumam Hansol meminum wine di gelasnya


"Tapi kenapa sekarang dia mau menerima aku ?"


"Ya tidak tahu, coba tanyakan pada Hasasi sendiri"


"Hmmm... Hasasi itu seperti apa sih orangnya kalau sama wanita?" tanyaku penasaran


"Ya sebenarnya Hasasi itu lembut, perhatian, dan sayang banget sama wanita yang dia cintai, namun jika rasa cinta itu dikhianati gimana gak marah coba?"


"Hmmm iya juga sih" desahku meletakkan pisau dan garpuku ke piring


"Hmmm, lalu selain itu ada lagi gak yang membuat Hasasi jadi kayak gitu?"


"Ada ... Yang paling membuatnya bersikap dingin itu karena kejadian yang di hadapi Lisa dulu yang membuat dia merasa gagal menjadi seorang kakak yang menjaga adiknya dengan baik, makanya dia juga ingin balas dendam sampai sekarang"


"Tapi kan Lisa sudah punya kaki palsu kan?"


"Ya emang benar tapi Hasasi orang yang sangat pendendam, walaupun Lisa sudah sembuh tapi dendamnya masih ada"


"Emang siapa sih yang membuat Lisa merasakan seperti itu?"


"Keluarga Guan"


"Bukannya wanitanya Alex dulu ya yang menyebabkan Lisa kehilangan kaki?"


"Ya emang benar, tapi sebenarnya dalangnya itu keluarga Guan, makanya pas Hasasi tahu kalau kamu berada di keluarga Guan, dia merasa lebih dendam lagi karena wanitanya di rebut"


"Hmmm begitu ya, Hasasi kok aneh sih..."


"Aneh gimana?"


"Ya aneh aja, dia bilang tidak suka di jodohin tapi pas aku dengan laki - laki lain dia dendam. Dan juga kenapa pria itu pemikirannya sangat rumit, aku mencoba mencerna semua alasan kenapa Hasasi bisa bersikap dingin seperti itu tetapi malah membuatku pusing" desahku memijat kepalaku


"Kamu tidak akan mengerti pemikiran pria Fifiyan"


"Intinya adalah... Hasasi bersikap dingin dan menyebalkan itu karena banyak faktor dan tidak cuma satu faktor saja. Jadi bersyukurlah hanya kamu Hasasi tidak pernah menunjukkan identitas aslinya"


"Identitas aslinya?"


"Ya, sebenarnya Hasasi itu dikenal orang sebagai pria yang kejam, dingin, dan tidak punya hati makanya Hasasi di sebut dengan julukan Raja Kegelapan"


"Kenapa mereka menganggap Hasasi seperti itu?"


"Ada alasannya kenapa dia di juluki seperti itu, suatu saat kamu akan mengerti kenapa dia di juluki seperti itu"


"Hmmm aku jadi penasaran kenapa orang lain menyebutnya raja kegelapan" gumamku menatap Hasasi dari luar aula

__ADS_1


"Mending kamu tidak perlu tahu Fifiyan, kalau kamu tahu kamu akan takut kepadanya" gumam Hansol menatapku


"Ya apapun yang terjadi aku tidak akan takut dengan Hasasi selama dia melindungiku" gumamku terus menatap Hasasi yang tampak tampan apabila dilihat dari samping


__ADS_2