
Aku akui tidur di rumah kakak sangat menyenangkan dan bahkan aku bisa mimpi indah beda dengan saat aku tidur di rumah Hasasi atau Alex
Tidurku yang indah dan nyamanpun terganggu dengan suara ketukan pintu yang mengagetkanku
Tookk.. toookkk
"Permisi nyonya" ucap seorang wanita di balik pintu kamar
"I... iya ada apa?" gumamku membuka mataku
"Tuan berpesan agar nona segera siap - siap"
"Emang kakak mau ngajak kemana?"
"Saya juga tidak tahu nyonya... soalnya tuan hanya berpesan seperti itu"
"Mmmm... baiklah, kamu boleh pergi"
"Baik nyonya" ucap wanita itu dan aku langsung bergegas bangun dari tempat tidur
krriiinng... krriiiiiinnngggg
Handphoneku berbunyi ketika aku akan beranjak untuk tidur kembali. Karena mengganggu telingaku aku akhirnya mengangkat telpon itu
"Hallo" gumamku
"Hai Fifiyan" ucap seseorang pria di seberang telpon
"Iya siapa?" gumamku sambil mengusap mata
"Aku Hasasi lah!!"
"Oohh Hasasi ada apa?" tanyaku
"Tidak ada... hanya ingin menelepon kamu aja"
"Menelepon doang?"
"Iya... mau gimana lagi kamu jauh"
"Emang kamu dimana?"
"Di Jepang"
"Oh ya?"
"Iya"
"Ada acarakah minggu - minggu ini?"
"Mmm ada kok nanti ada acara di Pantai Sarang"
"Acara apa?"
"Acara malam api unggun"
"Ooh begitu"
"Iya andaikan kamu datang pasti romantis"
"Apa hubungannya ada aku pasti romantis?"
"Ya kan ikut pesta api unggun di Pantai Sarang dengan pasangan yang di cintai pastilah romantis"
"Emang siapa yang kamu maksud pasangan yang dicintai?"
"Kamu lah... orang yang aku cintai"
"Kamu suka banget ngegombal sih Hasasi" gumamku mengusap mataku
"Hey aku seriusan"
"Okey - okey, I believe you"
"Kamu datang tidak ke Pantai Sarang?" tanya Hasasi
__ADS_1
"I dont know, nanti liat situasi dan kondisi aja ya"
"Mmm emang kamu tidak bersama dengan Alex?"
"Tidak... buat apa dengan dia?"
"Lalu, kamu sedang sama siapa sekarang?"
"Sendirian saja"
"Oh ya kamu sudah menentukan keputusanmu?"
"Keputusan apa?"
"Keputusan memilih antara aku dan Alex"
"Belum"
"Kenapa kok belum?"
"Ya suka - suka aku lah" protesku
"Ingat waktumu tinggal besok"
"Yeah i know it, ya udah deh ya aku mau tidur dulu"
"Hey ini sudah siang kamu mau tidur lagi"
"Aku ngantuk lah Hasasi, aku butuh ketenangan... Okey Bye" gumamku langsung mematikan telpon Hasasi
"Hmmm mengganggu orang tidur" gumamku kesal dan langsung kembali tidur di kasurku yang empuk
Sreek.. sreeekkk
Suara gorden jendela kamar yang sangat keras dan sinar matahari yang tembus melalui kelopak mataku yang menyilaukan mata. Akupun mencoba meraih selimut dan menutupi wajahku kemudian kembali tidur
"Hey Fifiyan bangun udah siang ini bangun" teriakan Steven yang menggema di dalam kamar
"Mmm apa sih kak aku ngantuk lah"
"Aku ngantuk beneran kan sumpah" gumamku dan menarik selimut menutupi wajahku
"Bangun gak, kalau gak bangun aku siram pakai air es kayak waktu kamu kecil!!!" gumam Steven menarik tanganku
"Aah kakak ganggu orang tidur aja" protesku
"Ini udah siang Fifiyan, cepat mandi dan terus siap - siap kita akan keluar"
"Keluar kemana?" gumamku
"Kesuatu tempat, udah cepat beres - beres"
"Baiklah" gumamku dan berjalan pelan menuju ke kamar mandi
Rasa malas dan ngantuk sangat menghantui tubuh dan mataku tanpa sepengetahuan Steven aku tidur di tempat tersembunyi sebelah kamar mandi selama beberapa menit
"Fifiyan... kamu dimana?" teriak Steven aku akupun tidak peduli dengan teriakan Steven dan tidak berselang lama Steven menemukanku yang sedang tertidur di tempat tersembunyi di sebelah kamar mandi
"Oh kamu disini rupanya!!" ucap Steven kesal dan dia menuangkan air yang dingin ke wajahku
"Iiihhh dingin lah" protesku terbangun dan menatap Steven
"Kakak jahat banget sih, adiknya lagi tidur di bangunin" protesku kesal
"Hei kan kakak suruh kamu mandi ya mandi bukannya tidur lagi, mau kakak mandiin!!"
"Gak perlu" gumamku kesal lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi
Aku langsung saja melepas pakaianku yang basah gara - gara diguyur oleh Steven dengan air dan aku langsung saja mandi dengan air hangat dan sabun susu kambing. Emang Steven ngeselin membuat badanku kedinginan disiram air dingin pas aku enak - enak untuk tidur.
Biipp... biiipp
Disaat aku enak - enak merendamkan tubuhkku tiba - tiba terdengar Suara panggilan dari Hansol yang sangat keras
"Ya Hansol ada sesuatu hal yang urgent?" tanyaku
__ADS_1
"Ada sedikit"
"Apa itu?"
"Alex sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya"
"Oh apa itu?"
"Aku juga gak begitu tahu, cuma dari mata - mataku berkata seperti itu"
"Emang siapa sasarannya?"
"Aku juga tidak yakin, tapi kelihatannya sasarannya untuk Hasasi"
"Oh begitu.." gumamku
"Kenapa nada suaramu tidak peduli kayak gitu?"
"Aku sih bukannya tidak peduli... Hansol, masalahnya aku sendiri bingung mau gimana ngadepinnya. Aku aja masih bingung dengan pilihanku" gumamku sambil keluar dari bathtub
"Hmmm baiklah Fifiyan pikirkan saja dulu baik - baik... dan pesanku kamu harus memilih yang terbaik menurutmu karena siapapun pilihanmu, pembantaian itu tidak bisa dihindari lagi"
"Oh baiklah terimakasih infonya Hansol" gumamku dan menutup panggilan Hansol
Setelah mandi aku langsung berpakaian, aku terpikirkan untuk melihat gerak gerik mereka berdua siapa yang benar - benar tulus dan siapa yang hanya pelarian saja. Aku mengambil handphoneku dan menelepon Naian, yang aku ingat dia kan perusahaan terbesar di dunia pasti dia mau membantuku untuk memata - matain kedua orang itu
Tuuutt... tuuutt
"Hallo.." ucap Naian di dalam telepon
"Hay Naian"
"Iya ini siapa?"
"Aku Fifiyan, ingat"
"Ooh ya... Hai Fifiyan, ada apa meneleponku?"
"Aku butuh bantuanmu"
"Butuh bantuan apa?"
"Bisakah kamu memata - matai Hasasi dan Alex tentang perilaku mereka"
"Untuk apa?" tanya Naian bingung
"Aku di beri pilihan buat memilih Hasasi dan Alex sedangkan aku masih ragu akan mereka berdua, bisakah kamu membantu menolongku"
"Waah kamu dipilihan yang sulit, kamu berada di antara kandang singa dan harimau" gumam Naian
"Makanya aku meminta tolong... bisa kan?" ucapku memohon
"Baiklah... buat wanita yang pernah aku suka aku akan membantumu, kalau sudah ada kabar aku kabari kembali"
"Baiklah terimakasih Naian" ucapku senang dan menutup teleponnya
Aku bersyukur Naian mau membantuku walaupun dulu aku pernah merepotkannya tapi senang rasanya dia mau membantuku saat aku susah seperti ini.
Setelah bersiap - siap aku keluar kamar dan menemui Steven yang sedang duduk di ruang tamu yang besar
"Lama banget!!" gerutu Steven
"Ya maafkan, namanya juga wanita"
"Makanya jangan tidur mulu" protes Steven
"Iya... iya kak jangan cerewet ah, kayak ibu - ibu yang kalah arisan" gumamku
"Ya udah ayo berangkat"
"Emang kakak mau mengajakku kemana?"
"Cari makan siang sekalian mengobrol penting denganmu" ucap Steven berjalan mendahuluiku
"Baiklah" gumamku mengikuti Steven dari belakang
__ADS_1
Aku ingin memilih Hasasi tapi aku masih menunggu hasil dari mata - mata Naian yang menyelidiki mereka berdua apalagi Hasasi dan alex termasuk kedalam 3 petinggi yang sangat berkuasa di dunia yaitu Asia apalagi Hasasi berada di rangking ke 2 di dunia saat ini pasti banyak yang membantunya dan Alex berada di rangking ke 3 di dunia pasti saingan terberat untuk Hasasi