Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 37 : Terulang Lagi


__ADS_3

Kriingg ... krrinngg


Tiba – tiba handphone Hasasi berbunyi disaat kami sedang asik – asiknya berduaan. Hasasi membuka handphonenya dengan wajah sedikit panik


“Emmm ... bentar ya” ucap Hasasi berlalu


Tumben Hasasi menyingkir dariku, padahal biasanya walaupun sepenting apapun tidak pernah menyingkir jauh seperti itu. Aku memandangi Hasasi dengan penuh curiga, raut wajahnya sedikit berubah menjadi dingin dan sesekali melirikku. Hampir setengah jam Hasasi menerima telepon tersebut, aku jadi curiga jangan – jangan akan terjadi hal seperti kemarin lagi


“Telepon dari siapa?” ucapku dingin saat Hasasi berjalan kearahku


“Temen”


“Kenapa dingin lagi ke aku?” protesku


“Udah ayo pulang” ucap Hasasi tiba – tiba


“Apa ada sesuatu hal?” tanyaku di belakang Hasasi


“Iya... dan sangat penting, jadi sementara kamu tinggal di rumah Jiwon aja” ucap Hasasi dingin


“Kamu bilang apapun yang terjadi akan cerita ke aku, kenapa kamu tiba – tiba dingin sih?” protesku, Hasasi berhenti dan melirikku dingin


“Jangan protes dengan suamimu” ucapnya dan dia kembali jalan menuju mobil


“Ini anak kenapa sih?” gumamku


Aku berjalan di belakang Hasasi dengan sangat pelan, kenapa sih dia tiba – tiba dingin dan bersikap menyebalkan kayak gitu, padahal tadinya dia lembut banget. Saat kami perjalanan pulang, Hasasi hanya diam dan tatapannya seperti Harimau yang kelaparan.


“Ada apa sebenarnya?” tanyaku memberanikan diri


“Sedikit masalah”


“kamu tetap di rumah Jiwon... jangan kemana – mana. Dari pada kamu nanti sakit hati” ucap Hasasi menatapku dingin


“Apa itu tadi wanita yang menelepon kamu?” tanyaku dan Hasasi tidak menjawab sepatah katapun


Setelah beberapa lama berkendara, tibalah kami di rumah Jiwon. Dan aku melihat Jiwon sedang menungguku di depan rumah


“Hay kakak, akhirnya kamu kembali” ucap Jiwon senang


“Hay juga Jiwon” ucapku mendekati Jiwon dan tiba – tiba kaca mobil diturunkan dan terlihat wajah Hasasi dingin


“Jiwon, ingat pesanku” ucap Hasasi dingin dan pergi berlalu


“Oke beres”


“Pesan apa Jiwon?” tanyaku penasaran


“Tidak ada... ayo masuk” ucap Jiwon dan menarikku masuk


“Apa ada yang kamu sembunyiin Jiwon?” protesku


“Tidak ada kak, tenang aja...kamu tetap aman bersamaku”


“Apa yang terjadi dengan Hasasi?”


“Mmmm ... itu aku tidak bisa menjelaskannya, intinya ada sedikit masalah... tenang aja kak” ucap Jiwon tersenyum


“Katakan saja Jiwon, apa yang terjadi?”


“Tidak ada kak, cuma masalah kecil... udah kakak istirahat saja dulu” ucap Jiwon menarikku ke dalam kamar

__ADS_1


“Selamat istirahat kakak” ucap Jiwon tersenyum dan menutup pintu kamar


“Aneh, kenapa semua tampak mencurigakan ya?” gumamku dan aku menyalakan TV


“Loh kenapa TV nya tiba – tiba mati?...seingatku masih bisa di gunakan” gumamku


Aku seperti orang linglung, jalan – jalan di kamar terus main game puzzle terus jalan – jalan lagi dan itu membuatku jenuh. Akhirnya aku keluar jendela untuk melihat laut yang indah apalagi berhubung ini sore hari. Aku menaruh handphoneku di meja luar dan masuk ke dalam untuk membuat secangkir teh di dapur.


“Loh kakak mau ngapain?” tanya Jiwon yang sedang melihatku di dapur


“Lagi buat teh... kamu mau?”


“Tidak terimakasih”


“Oh ya kenapa TV di kamarku mati?” tanyaku


“Ummm ... I... itu mungkin lagi perbaikan” jawab Jiwon terbata – bata


“Perbaikan?.... kan tidak ada tukang servis di rumah”


“I ... iya maksudnya perbaikan Tvnya, Jadi ... Tvnya sedang di perbaiki oleh seseorang, Ya kan TVnya terhubung dengan internet, jadi tidak perlu datang ke rumah”ucap Jiwon dengan mata yang ketakutan


“Oh ... baiklah, aku ke kamar dulu ya” ucapku dan berlalu menuju kamar


Aku berjalan menuju teras kamar dan duduk di kursi luar dengan menikmati udara cerah sore ini. Aku membuka handphone dan membaca berita online di salah satu situs


“Waaah... artis Korea ini ganteng banget sih” gumamku dalam hati saat melihat berita seputar entertainment Korea


Aku diam – diam suka dengan lagu – lagu Korea, apalagi artis – artisnya selian itu aku juga pernah tinggal di Korea  jadi tidak heran aku bisa kagum dengan Jiwon. Tiba – tiba ada notifikasi berita baru


“Tunggu... apa ini ?” teriakku kaget


Kencan Romantis Pemimpin Perusahaan Stun Dengan Wanita Cantik


Aku langsung membuka berita itu, dan benar saja berita itu tentang Hasasi bahkan ada foto Hasasi sedang duduk dengan wanita cantik disebelahnya


“A...Apa... Kenapa dia dingin denganku malah kencan dengan wanita lain” teriakku marah


Hatiku kembali sakitdan terasa sangat perih, tapi aku ingin melihat yang sebenarnya apa benar atau hanya akal – akalan pihak pembuat berita. aku langsung menghubungi Tony


“Ton, antar aku ke restaurant Interbig” ucapku saat menelepon teman kuliahku Tony


“Oke, alamatnya rumahmu?”


“Jalan Hutan Selatan No 1”


“Oh, oke... 5 menit lagi aku sampai”


“Emang posisimu ada dimana?”


“Di Jalan Hutan Timur”


“Oh oke” ucapku menutup telepon Aku segera bersiap – siap berganti baju dan tiba – tiba ada pesan masuk


Aku sudah ada di depan rumah


Tony


Aku ingin cepat – cepat pergi ke restaurant yang diberitakan tempat Hasasi berkencan, aku berjalan cepat keluar


kamar

__ADS_1


“Kakak mau kemana?” tanya Jiwon kaget


“Mau ke Restaurant Interbig”  ucapku dan tiba – tiba Jiwon menghalangi pintu


“Besok saja, ini sudah malam...” ucap Jiwon dingin


“Tidak, aku mau kesana sekarang” protesku


“Tidak boleh...”


“Minggir” protesku


“Enggak” ucap Jiwon, karena aku tidak mau kehilangan jejak aku mendorong paksa Jiwon dan berlari ke luar rumah


“Kakak ... berhenti, jangan kesana” teriak Jiwon berlari mengikutiku dan tidak aku hiraukan


“Penjaga... tahan Fifiyan” perintah Jiwon dan ada dua penjaga bertubuh besar di depanku


“Biarkan aku keluar” protesku


“Maaf nona, ini perintah tuan muda


“Hufft... “ desahku


Aku berlari kekiri dan penjaga juga ikut menghalangi ke arah kiri lalu aku segera berputar ke arah kanan tiba – tiba dan akhirnya aku bisa keluar dari gerbang penjagaan


“Hay Fifiyan” sapa Tony


“Hi... udah cepet” protesku dan Tony menginjak gas mobilnya


“Huftt...” desahku kecapekan


“Kamu kabur?” tanya Tony kaget


“Tidak... aku hanya ingin bertemu seseorang”


“Kenapa sampai di kejar – kejar?”


“Panjang ceritanya...” desahku dan Tony hanya melirikku sebentar lalu fokus kepada jalan


Beberapa menit kemudian kami sampai di restaurant Interbig dan benar saja disana sangat ramai, banyak wartawan yang datang.


“Tony aku turun disini aja” ucapku dan segera keluar


“Oke”


“Makasih ya” ucapku menutup pintu dan berlari menuju ke dalam restaurant


“Fifiyan” teriak Hansol berjalan ke arahku


“Hmmm ini lagi penghalangku” gumamku dan tidak menghiraukannya


“Hey ... tunggu dulu” ucap Hansol dan memegang tanganku


“APA?” teriakku dengan nada keras


“Kamu mau ngapain disini?”


“Bukan urusanmu” teriakku dan melepaskan tanganku dari genggaman Hansol


“Fifiyan tunggu” teriak Hansol mengikutiku

__ADS_1


Aku gak peduli banyak orang bahkan wartawan yang datang, aku juga tidak peduli dengan restaurant terkenal ini yang aku pikirkan adalah kenapa dia berulah lagi. Calon suamiku.


__ADS_2