
Kenapa kejadian aneh ini membuatku merasa dalang dibalik kejadian itu adalah Hasasi, tidak tahu kenapa meskipun Hasasi tidak bersamaku sekarang, aku tetap bisa merasakan kehadirannya disisiku. Kenapa aku bisa memilih Hasasi padahal masih ada banyak laki - laki yang terbaik dari pada Hasasi.
Rasa penasaran dan bingung masih aku rasakan, karena rasa penasaranku akan keterlibatan Hasasi, akupun membuka handphone dan mengirimkan Hasasi sebuah pesan
Hasasi, ini semua perbuatanmu ya?
Fifiyan
Setelah aku mengirimkan pesamku kepada Hasasi, aku langsung memasukan handphoneku ke dalam tas lagi
Tiiing
Tetapi tidak beberapa lama kemudian, handphoneku berbunyi lagi dari dalam tas dan aku langsung mengambilnya dan membuka pesan tersebut
*Apa yang kamu maksud?
Hasasi
Maksudku, siapa tadi orang yang menjual toko di sebuah perusahaan?
Fifiyan
Ooh itu, aku tidak tahu
Hasasi
Jangan bohong lah Hasasi, pasti mata - mata kamu kan
Fifiyan
Aku tidak tahu siapa yang kamu maksudkan, tapi emang aku akui banyak mata - mataku yang berkeliaran di luar sana
Hasasi
Kenapa ada yang memata - mataiku juga?
Fifiyan
Iya... itu pasti, kamu tetap berada di bawah pengawasanku Fifiyan
Hasasi
Dasar kamu ya..!, emang aku tahananmu apa!!... aku buat peritungan denganmu, aku tidak suka di jadikan tahananmu Hasasi
Fifiyan
Meskipun kamu tidak suka, itu harus aku lakukan karena aku tidak mau kamu terjadi hal yang tidak aku inginkan, dimanapun apapun kondisinya banyak mata - mataku di luar sana bahkan ... disekitarmu saja ada kok mata - mataku
__ADS_1
Hasasi
Siapa Hasasi?
Fifiyan
Kamu bakal tau sendiri, dia yang akan menyelamatkanmu nanti kalau kamu terjadi sesuatu
Hasasi*
"Kamu sedang mengirim pesan siapa?" tanya Alex yang membuatku panik dan langsung mengarsipkan pesan Hasasi
"Mmm... aku cuma membuka instagram orang - orang nih" ucapku menunjukkan postingan orang - orang di beranda intagramku
"Ooh aku kira kamu berkirim pesan" gumam Alex memainkan handphonenya
Tiing
Handphoneku berbunyi lagi dan ternyata pesan dari Steven yang masuk ke handphoneku
Fifiyan, bagaimana keadaanmu?... semoga kamu sehat - sehat saja ya, ku dengar Hasasi membatalkan pernikahannya setelah bertemu denganmu di pesta... sebenarnya Hasasi itu mencintaimu dari dulu dan emang kalian berdua di takdirkan untuk bersama... mmmm ada banyak yang ingin kakak ceritakan kepadamu. Kakak lagi di Jepang, kakak harap biss bertemu denganmu dan ingin memberitahukan sesuatu kepadamu, kalau kamu ada di Jepang kabari kakak ya. Tapi yang terpenting adalah ... kakak, ayah dan ibu merestui kalian berdua menikah
Steven
Kabarku baik kak, bagaimana kabar kakak? Semoga saja kak, aku tidak sabar bertemu denganmu
Fifiyan
"Mmm Alex"
"Iya"
"Kapan kita akan liburan?"
"Kenapa kamu sangat ingin liburan?" tanya Alex langsung meletakkan handphonenya di meja
"Ya kan aku sudah bekerja keras beberapa tahun ini, apalagi aku belum mendapat libur selama aku bekerja denganmu" gumamku
"Hmmm baiklah... ya nanti setengah tahun lagi ya"
"La katanya mau ada rapat di Jepang?"
"Diundur... nanti kita liburan sekalian rapat"
"Hmmm baiklah... " gumamku mengalah, aku tidak mau niatku pulang ke rumah dan bertemu dengan kakak diketahui oleh Alex. Waktuku memberi keputusan masih beberapa bulan lagi, masih cukup untuk berfikir dan memikirkannya dengan matang.
Setelah beberapa jam kami berkendara, kami sampai di atas perbukitan yang terlihat sekali suasana kota yang indah di bawah kami
__ADS_1
"Ayo turun"
"Kita kemana?" tanyaku
"Keluar..." ucap Alex dan dia langsung menarikku keluar mobil
Walaupun aku melihat pemandangan yang indah dari jendela mobil tapi Alex tetap memaksaku untuk turun dari mobil
"Bagus kan" gumam Alex memandangi indahnya kota dari atas bukit
"Iya... bagus banget" gumamku
"Ya ... disini tempat yang enak untuk bermanja manjaan denganmu"
"Bermanja - manjaan bagaimana maksudnya?"
"Ya ... menikmati indahnya kota denganmu sangatlah menyenangkan"
"Hmmm..."
"Fifiyan... kau tau betapa rasa sayangku kepadamu begitu dalam" ucap Alex memandangku serius
"Mmm..."
"Tau gak Fifiyan, aku takut kalau sampai kamu pergi dariku dan memilih laki - laki lain dari pada aku"
"Ya kan jodoh tidak ada yang tahu" gumamku
"Jodoh itu bisa ditentukan oleh diri sendiri"
"Ya itu tidak mungkin jodoh itu merupakan takdir dan takdir itu dari Tuhan"
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin denganmu..."
"Kalau Tuhan tidak merestui kita bagaimana?"
"Aku tidak peduli, mau bagaimanapun kamu tetap menjadi milikku... kalau kamu tidak menjadi milikku mending Tuhan mengambil nyawamu agar tidak ada yang memilikimu"
"Hey kenapa kamu malah berkata seperti itu" protesku saat mendengar kata - katanya
"I don't care... apapun yang terjadi kamu harus milikku" ucap Alex tegas dan aku hanya diam tanpa kata
"Kamu belum tahu aku siapa kan?" tanya Alex dan aku menggeleng
"Aku akan memberitahukannya kepadamu Fifiyan rahasia diriku yang sesungguhnya... Aku petinggi perusahaan PT. Guan tapi disisi lain aku adalah ketua sebuah perkumpulan yang besar dan ditakuti oleh semua orang. Walaupun perkumpulanku masih kalah dengan perkumpulan milik Hasasi tapi perkumpulanku masih bisa menjagamu dengan aman di sisiku" jelas Alex dan aku diam tanpa kata, ini pertama kalinya Alex menceritakan semuanya kepadaku tanpa aku yang memintanya
"Karena kamu adalah calon istriku jadi aku akan memberitahukanmu sesuatu... sebenarnya, aku sedang ada konflik dengan Hasasi apalagi semenjak Wanda meminta pertolonganku hal itu membuat konflikku dengan Hasasi semakin memanas dan semenjak kamu memilih untuk bersamaku konflik kami bertambah panas, tetapi..."
__ADS_1
"Apapun yang terjadi, kamu tetap menjadi milikku Fifiyan walaupun harus berperangpun aku rela demi kamu" ucap lembut Alex dan merangkul bahuku dengan lembut dan aku hanya tersenyum di sebelah Alex
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku memilih diantara dua orang ini, akankah aku yang akan mati ditangan Alex atau akan mati di tangan Hasasi. Aku menjadi bingung untuk memilih siapa diantara mereka berdua yang sama - sama kuat dan sama - sana mencintaiku.