
Steven yang terus mengunyah jatah makananku dengan mengambil menggunakan sumpitnya tanpa memperdulikan aku yang sedang melihatnya menikmati makananku
"Kakak..."
"Mmm" gumam kakak sambil terus mengunyah makananku
"Itu kan makananku, baru aja makan 2 buah ehh udah kamu habisin 8 buah" gumamku kesal
"Mmm hehehe, enak soalnya sushi ini... kalau pengen makan lagi ambil makanan yang lainnya"
"Hmmm dasar ya kakak selalu kayak gitu"
"Iya kan gak apa - apa punya adek sendiri kok"
"Oke baiklah" gumamku mengambil sushi yang lain dan memakan sushi tersebut dengan lahap
Disaat aku menikmati makanku, tiba - tiba dua orang laki - laki tampan dan gagah datang menghampiri kami, dua orang laki - laki itu adalah Hasasi dan Alex. mereka berdua menggunakan pakaian casual yang sangat santai dan terlihat sangat tampan
"Oh kalian udah datang ya? tumben barengan" gumam Steven berakting tidak kenal denganku
"Iya Tuan Steven, pas kita ketemu di depan tadi"
"Oh ...begitu, duduklah kalian berdua" gumam Steven dan mereka berdua duduk di depan kami
Suasana terasa sangat canggung saat aku dihadapkan oleh dua pria yang sama - sama merebutkanku, bahkan Steven sengaja membiarkan aku memulai pembicaraan, padahal aku sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Karena kesal diam tanpa kata kayak gini membuat makanku terganggu, tanpa berpikir panjang aku langsung menginjak kaki Steven dengan keras
"Aaauu" teriak Steven kesakitan
"Ada apa Tuan Steven?" tanya Alex kaget
"Mmm ti... tidak ada, tadi handphoneku hampir jatuh" gumam Steven menahan sakit
"Oalah"
"Tenang... jangan khawatir, silahkan makan... pilih makanan yang kalian suka" ucap Steven dan kami bertiga langsung makan dengan lahap
"Mmm baiklah kita kembali ke agenda kita dari awal" gumam Steven serius
"Jadi... kita kesepakatan ya, apapun pilihan Fifiyan kalian harus ikhlas menerima... kalau ada tidak terima kalian bisa mempermasalahkan hal tersebut di luar forum... bagaimana sepakat?"
"Hmmm... oke lah sepakat" gumam Hasasi
"Baiklah" gumam Alex memakan sushi dengan sumpitnya
"Baiklah ... baiklah Fifiyan, siapa yang kamu pilih di antara dua orang ini?" tanya Steven memandangku
"Mmm..."
"Sudah tentukan pilihanmu"
__ADS_1
"Mmm... mohon maaf Hasasi..." gumamku menatap Hasasi dan aku lihat Alex sangat senang mendengarnya
"Mohon maaf Hasasi aku memilihmu" gumamku dan tersenyum kepada Hasasi dan Hasasi membalas senyumku dengan bahagia tetapi wajah Alex langsung berubah kesal
Duuaaaakkk
"Fifiyan... kenapa kamu memilih Hasasi, apa kurangnya aku" protes Alex memukul meja
"Ehem... mohon maaf Tuan Alex, perjanjian awal apabila ada yang dipilih oleh Fifiyan harus di ikhlaskan"
"Aku tidak terima... apa alasan kamu tidak memilihku!!" protes Alex
"Maaf Alex, alasanku adalah dari kelakuanmu tanggal 7 Maret kemarin... dimana kamu bersama dengan beberapa wanita di bar saat kamu tidak bersamaku" ucapku menunjukkan foto Alex bersama dengan beberapa wanita
"Tidak... itu berita palsu, aku kecewa kepadamu Fifiyan... aku akan membalas dendam kepadamu"
"Hey kalau kamu berani menyentuh istriku hadapi aku" ucap Hasasi melindungiku
"Aku tunggu kamu Hasasi" teriak Alex dan meninggalkan kami bertiga sedangkan Steven dengan santai melihat kejadian itu
"Kakak kenapa diem aja!!" protesku
"Ya... kan udah kakak bilang, apapun pilihanmupasti pembantaian itu tidak akan terhindarkan Fifiyan"
"Lalu aku harus berbuat apa kak?" tanyaku takut
"Tapi Hasasi, aku tidak mau kamu terluka kembali seperti dulu"
"Tenang saja, aku tidak akan kenapa - napa"
"Beneran ya Hasasi?" tanyaku menyakinkan Hasasi
"Iya ... beneran sayang"
"Ya sudah kita pulang saja dulu"
"Ta...tapi"
"Biarkan Hasasi mengurus urusannya dahulu, kita pulang dulu"
"Iya... kamu pulang dulu saja sayang tidak apa - apa"
"Hmmm... baiklah"
"Sebelum pulang aku akan mengajakmu ke suatu tempat Fifiyan" ucal Steven beranjak berdiri
"Nanti kamu akan tahu sendiri"
"Hmmm baiklah"
__ADS_1
"Kamu hati - hati ya sayang" ucap Hasasi lembut dan mengecup keningku
"Hei... kalian kalau mau bermesraan liat - liat dulu dong... di sebelah ini orang yang jomblo tau" gumam Steven kesal
"Aduh maaf kakak, saking senangnya aku bisa bertemu dengan Fifiyan" gumam Hasasi senang
"Hahaha baik - baiklah ... aku kasih waktu kalian untuk berbicara, aku tunggu di dalam mobil Fifiyan"
"Oke kakak" gumamku dan Steven beranjak pergi dari tempat ini
"Jadi?" gumamku memainkan sumpitku
"Fifiyan... terimakasih kamu masih mau memilihku dan menerimaku lagi" ucap Hasasi lirih dan memelukku dengan lembut
"Ya gimana lagi namanya juga aku sayang kamu Hasasi... apalagi kamu setiap malam sering memandangi foto kita berdua kan" sindirku
"Hei kenapa kamu tahu?" ucap Hasasi kaget
"Ya tahu lah... hahaha"
"Iya emang Fifiyan, aku rindu berat kepadamu Fifiyan" ucap Hasasi memelukku dengan sangat erat
"Iya Hasasi, aku tahu itu... aku juga kangen sama kamu"
"Fifiyan... kamu kenapa meninggalkanku sendirian?... aku kesepian tanpa kamu"
"Ya kan dulu orang tuamu bilang tidak setuju kamu menikah denganku"
"Ya tapi akhirnya emang kita pasti bakal bersatu Fifiyan, apalagi orang tua kita sudah setuju kalau kita menikah"
"Hmmm iya Hasasi"
"Oh ya Fifiyan, kamu pulang saja dulu... takut nanti Steven menunggu kamu kelamaan"
"Hmmm baiklah, hati - hati ya Hasasi... kamu jangan sampai kamu kenapa - napa ya Hasasi"
"Iya siap bos, jangan khawatir... aku janji akan pulang untuk menikahimu "
"Hmmm okelah Hasasi... aku percaya kamu"
"Ya udah kamu pulang dulu sana... jangan ilang lagi ya Fifiyan" ucap Hasasi memegang erat tanganku
"Iya siap Hasasi" gumamku beranjak pergi tetapi Hasasi memegang tanganku dengan erat
"Mmmm Hasasi gimana aku pergi kamu memegang tanganku erat kayak gini" gumamku menatap tangan Hasasi yang terus memegang tanganku
"Hehehe... iya juga ya, baiklah hati - hati Fifiyan... tunggu aku... aku akan menjemputmu" ucap Hasasi dan aku pergi meninggalkan Hasasi
Tidak tahu seberapa hancur hati Alex, tapi hatiku sendiri tidak bisa dibohongi kalau hatiku sangat mencintai Hasasi dan menerima Hasasi kembali, apa lagi aku serius dengan Hasasi dan Hasasipun begitu seriusnya kepadaku. Dan akhirnya aku memilih Hasasi untuk suamiku nanti dan untuk masa depanku nantinya
__ADS_1