
Aku yang sedari tadi bosan mau berbuat apa hanya bisa melamun dan melihat pamandangan dibawahku. Ya walaupun pemandangannya indah, tapi tetap saja membuatku bosan, mau bermain game tapi dilarang selama penerbangan. Jadi ya mau apa lagi aku hanya melamun saja.
"Gimana Fifiyan ..."
"Fifiyan"
"Hei Fifiyan " panggil seseorang di telingaku sambil menyentuh tanganku
"Mmm ... ada apa?" ucapku kaget
"Kamu ngapain ngelamun, dari tadi dipanggil gak ndengerin" protes Hasasi
"Ya ... kalian sibuk dengan dunia kalian masing - masing, aku mau ngapain lagi coba" gumamku
"Tadi kan aku tanya pendapatmu" protes Hasasi
"Tanya apa?"
"Hadeh... makanya jangan melamun napa"
"Ya kamu gak bilang dari tadi .. kan dari tadi kalian ngobrol berdua aja" protesku
"Iya - iya ... ini aku mau tanya gimana pendapatmu ini?" ucap Hasasi menunjukkan sebuah gambaran abstrak
"Gambar apa itu?" tanyaku polos
"Menurutmu apa?" tanya Hasasi balik
"Ya kan aku gak tau Hasasi ... makanya aku bertanya"
"Ini bukan gambaran lah"
"Ini apa?" tanyaku polos
"Ini rencana kita hari ini" ucap Hasasi serius
"Rencana apa?"
"Ya pokok rencana kita hari ini ... intinya saat pesta kamu harus selalu bersamaku jangan kemana - mana tanpa sepengetahuanku"
"Lah emangnya kenapa?" tanyaku
"Soalnya orang - orang yang disana pejabat tinggi apalagi... kejam ...dan... me...sum" bisik Hasasi di telingaku
"Ya udah aku tidak ikut aja ke pesta"
"Kamu mau kemana emang?"
"Mmm gak tau juga .. mungkin ke rumah temanku" ucapku polos
"Kamu ikut aja Fifiyan ... ntar serigala dinginmu diambil orang loh" goda Hansol
"Ya biarin aja"
__ADS_1
"Serius? ... mereka cantik - cantik loh dan selalu ingin erebut merebutkan Hasasi ... apalah dayaku yang tidak sehebat Hasasi yang bisa memikat banyak wanita" ucap Hansol sedih
"Cerewet kau Hansol" protes Hasasi kesal
"Pokok kamu harus ikut dan tetap bersamaku" ucap Hasasi tegas
"Terus kenapa kalau aku bersama denganmu?"
"Ya biar aman lah ... jika kamu gak paham rencana ini ikuti saja aku"
"Emang kalau aku bersama denganmu terus aku aman gitu?" tanyaku
"Orang yang paling di takuti itu serigala dingin ini " ucap Hansol menjawab pertanyaanku
"Kenapa sama ini orang pada takut? ... kok aku biasa aja ya" gumamku
"Ya aku juga tidak tau... aku juga biasa aja sama ini orang" jawab Hansol mengejek Hasasi
"Emang kenapa sih semua orang pada takut sama kamu?" tanyaku pada Hasasi
"Ya manaku tahu ... padahal aku biasa aja... pokok intinya kamu ikuti aku terus ... paham" gumam Hasasi
"Iya paham"
"Nanti kita menginap juga disana soalnya akan ada pelelangan " ucap Hasasi
"Pelelangan apa?"
"Ya pelelangan seperti tahun sebelumnya ..."
"Ada ... cuma aku gak ikut ..."
"Kenapa?"
"Barang - barangnya jelek"
"Kalau pelelangan kali ini emang barang - barangnya bagus?"
"Ya bagus - bagus banget"
"Terus kamu mau beli apa?"
"Beli sesuatu yang menurutku berguna banget"
"Apa itu?"
"Nanti kamu akan tau sendiri" ucap Hasasi santai
"Hansol juga ikut?" tanyaku
"Iya aku juga mengincar satu barang yang aku inginkan" ucap Hansol
"Barang apa?" tanyaku
__ADS_1
"Senjata langka ... kamu pasti tertarik dengan barang - barang yang ada di sana" ucap Hansol
"Emang barang apa?" tanyaku
"Ya gak tau kamu maunya apa... ntar liat aja barangnya" ucap HansolĀ yang membuatku penasaran
"Ya udah ayo kita turun ... udah sampai kita" ucap Hasasai dan kami berjalan menuruni pesawat Hasasi
"Kita hari ini kemana dulu Hasasi?" tanyaku
"Kita makan dulu ... " ucap Hasasi
"Tapi anak buah Hansol?" tanyaku
"Tenang aja ... mereka udah berubah" ucap Hasasi dan aku melihat anak buah Hansol dan ternayat mereka sudah berganti baju formal dantanpa membawa senjata di badan mereka
"Senjatanya kemana Hasasi?"
"Di badan mreka"
"Kok sekarang gak ada?" tanyaku
"Di balik jas yang mereka pakai"
"Loh muat gitu?"
"Ya gak sekarang mah canggih ... ini contohnya" ucap Hasasi dan menunjukkan pistol pendek di dalam jasnya dan tiba - tiba berubah menjadi senjata laras panjang"
"Wiihhh keren "ucapku kagum
"Ya udah ayo kita masuk" ucap Hansol dan kami semua naik mobil yang telah disiapkan oleh Hansol
"Kamu mau makan apa Hasasi?" tanya Hansol
"Apa aja lah ... kamu mau kemana?"
"Restoran korea aja gimana?" tawar Hansol
"Mmm boleh lah ... kamu gimana Fifiyan?"
"Boleh saja ..."
"Ya udah ... ke Hanggul resto aja kita makan disana"
"Yang mahal itu?" tanya Hasasi
"Iya lah ... tapi enak loh"
"Kamu bayarin ya" ucapku senang
"A...aaku " ucap Hansol kaget
""Boleh juga nih" ucap Hasasi menimpali
__ADS_1
"Hmmm baiklah ... karena nona kecil yang minta" ucap Hansol pasrah
Aku dan Hasasi tertawa terbahak - bahak ketika melihat Hansol bernafas berat saat membuka dompet mewahnya. mungkin emang mahal banget makanan yang ada di restoran itu makanya Hansol agak sedikit keberatan saat aku minta dibayari oleh Hansol.