Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 100 : Pernikahan Bisnis


__ADS_3

Alex menggandeng tanganku dengan lembut melewati pasir pantai berwarna putih dan drsiran ombak yang bersahut - sahutan. Keheningan mulai terbentuk, aku bingung mau bertanya apa kepada Alex. Sangat canggung kalau saat bersama dengan Alex.


"Kita langsung berangkat?" tanyaku pada Alex memecah keheningan


"No... kita agak santai saja"


"Lah katanya kita harus segera berangkat" gumamku


"Iya.. tapi kan kamu baru saja sedih... aku gak mau kamu tambah sedih"


"Enggak kok"


"Mmm kalau dipikir - pikir lagi kamu tidak usah ikut saja?"


"Aku mau ikut"


"Serius?"


"Yups"


"Tapi kan ... "


"Aku tidak apa - apa, serius" ucapku serius


"Kalau kamu tidak kuat menghadapinya bilang ya..."


"Oke ... bisa di atur" ucapku meyakinkan


"Oh ya ... Kita berhenti dulu ya" ucap Alex dan berhenti di depanku


"Kenapa?" tanyaku penasaran


"Aku mau memberimu sesuatu" ucap Alex merogoh jas hitamnya


"Sesuatu apa?" tanyaku tapi Alex tidak menjawab pertanyaanku


Tangan Alex menggenggam sebuah kotak perhiasan berwarna merah merah polos mirip kotak perhiasan. Lalu Alex membuka kotak perhiasan itu dan terlihat gelang emas berukir nama FIFIYAN di bawahnya.


"Ini buatmu..." ucap Alex memperlihatkan gelang tersebut


"Buatku???... kenapa kamu beri aku gelang ini?" tanyaku kaget


"Ya pengen aja" ucap Alex santai


"Masa pengen aja, kan pasti ada alasannya"


"Ya sebenarnya ini tanda sayangku padamu Fifiyan" ucap Alex malu - malu kucing


"Tapi kan..."


"Ya aku tahu... aku cuma pengen memberikan ini padamu"


"Alasannya apa?"


"Kan udah aku jelasin tadi" protes Alex


"Alasan yang sejujurnya kenapa? ... jangan sepatah - patah ngomongnya" protesku


"Hmmm baiklah ... aku suka kamu, aku pengen kamu jadi orang yang menjadi nyonya besar Guan" ucap Alex serius


"Kenapa kamu memilihku menjadi nyonya besar Guan?"


"Karena aku serius sama kamu"


"Tapi.."


"Udah tidak perlu kamu jawab sekarang... kamu bisa menjawabnya kalau kamu sudah siap" ucap Alex memasangkan gelang itu di tanganku


"Aku tidak mau membuatmu sakit hati Alex"


"Apapun keputusanmu... aku menghargainya" ucap Alex sambil mengusap rambutku


"Ta... tapi.."


"Udah gak perlu kamu pikirin sekarang, kita lalui aja dulu dan kamu pasti tahu kebenarannya yang sesungguhnya... ya udah ayo kita berangkat, pesawat kita udah menunggu" ucap Alex menggandeng tanganku kembali


Aku tidak tahu aku harus berbuat apa, kenapa banyak orang yang ingin menikah denganku, padahal aku bukan orang penting. Apalagi sekarang bosku sendiri juga punya perasaan kepadaku. Jujur aku bingung mau jawab apa dan kebenaran apa yang dimaksud oleh Alex


Selama perjalanan menuju ke pesawat sampai kami sampai di pesawat, pikiranku sangat tidak tenang. Galau dan bingung mau berbuat apa dan harus berbuat apa.

__ADS_1


"Kamu kenapa tampak memikirkan sesuatu?" tanya Alex sambil memandang wajahku


"Tidak ada... cuma bingung aja"


"Bingung apa?"


"Jawaban untuk menjawab perasaanmu"


"Kan aku udah bilang gak usah di jawab sekarang gak apa - apa"


"Tapi..."


"Udah lah, tapi mulu dari tadi. Udah jangan dipikirin, aku tau melupakan seseorang itu gak gampang apa lagi yang udah setiap hari bersama salama waktu yang lama"


"Jadi santai aja ya" ucap Alex santai sambil meminum minuman di tangannya


"Hmmm baiklah"


"Kamu istirahatlah saja... perjalanan lumayan"


"Aku pengen menikmati setiap perjalanan kok"


"Ya sudah terserah kamu"


"Mau biskuit?" tawar Alex "Mau banget" dan aku langsung mengambil biskuit rasa keju tersebut


"Mmmm... Alex, kenapa kamu dulu mau menampungku?" tanyaku sambil memakan biskuit sampai habis


"Menampungmu? aku tidak menganggap seperti itu"


"Lalu...?"


"Aku tidak mau membicarakannya saat ini, nanti saja menunggu waktu yang sesuai"


"Gak mau... aku mau mendengarkan penjelasanmu sekarang" protesku


"Baik - baik ... sebenarnya aku pengen menikah denganmu... sebelum keluargamu semua dibantai oleh orang lain"


"Kamu kenal keluargaku?"


"Kenal... dulu sebenarnya kita sudah direstui Fifiyan dan kita sudah terikat pernikahan bisnis ... kau tau!!"


"Lah kok bisa??... kata kamu gak mau pernikahan bisnis"


"Mana ada orang tuaku sudah merestui kita.. waktu itu aku masih kecil" tanyaku tidak percaya


"Memang... aku juga masih kecil, tapi aku punya rekamannya percakapan ayahmu dengan ayahku untuk masalah ini" ucap Alex mengambil handphonenya dari balik jas hitam dan mulai memutarkan rekaman itu


"Tuan Shinju, saya sebagai direktur PT GUAN sekaligus ayah dari Alex Guan. Apakah anda berkenan untuk menikahkan putri anda Fifiyan Shinju dengan anakku sebagai pernikahan bisnis dan sebagai pernikahan sakral?" ... "Baiklah Tuan Guan, saya sebagai ayah dari Fifiyan Shinju akan menerima lamaran ini, semoga anakku bisa diterima dengan baik di keluarga Guan dan bisa membanggakan Keluarga Shinju. Kalau anakku tidak percaya akan adanya pernikahan bisnis ini... tunjukan rekaman ini padanya"... "Baiklah Tuan Shinju"...


"Itu rekamannya Fifiyan, kamu percaya?" tanya Alex membuyarkan fokusku terhadap rekaman beberapa detik itu


"Ta... tapi, kenapa rekaman itu dibuat?"


"Akupun tidak tahu, ini rekaman yang dikirim ayah padaku saat keluarga Shinju di bantai dan rumor anaknya Fifiyan Shinju dan Steven Shinju masih selamat"


"Lalu? buat apa rekaman itu ditunjukan padaku?"


"Rekaman ini ditunjukan padamu apabila suatu hari nanti aku pertemu denganmu Fifiyan"


"Hmmm..." desahku bingung. Jujur aku kaget mendengar perkataan ayah yang menyetujui lamaran ayahnya Alex tanpa persetujuanku


"Kenapa keluargamu melamarku kala itu?" tanyaku penasaran


"Aku tidak tau... yang jelas keluarga Shinju adalah keluarga yang sangat bagus untuk mengembangkan bisnis, keluarga Shinju sangat pintar makanya dulu keluarga Shinju selalu berada di ranking pertama di dunia sampai berpuluh tahun lamanya... banyak yg telah melamarmu tapi keduluan oleh ayahku dan akhirnya semua patah hati dan akhirnya terjadilah pembunuhan berantai itu" jelas Alex


"Kenapa kamu tahu semuanya?"


"Karena semua petinggi dunia sudah tahu kabar itu sejak lama dari mata - mata mafia"


"Dan makanya kenapa aku tidak bingung ataupun takut kalau kehilanganmu, semua orang tahu kalau kamu calon istriku"


"Ta... tapi Hasasi kok tidak tau?"


"Dia sebenarnya tahu, tapi merahasiakannya darimu dan juga merahasiakannya dariku"


"Merahasiakan darimu bagaimana maksudnya?"


"Ya... saat aku tanya pada Hasasi apakah wanitanya itu adalah calon istriku dia bilangnya bukan... sampai suatu hari mata - mataku menyebutkan bahwa wanitanya Hasasi adalah calon istriku... yaitu kamu"

__ADS_1


"Kenapa dia menyembunyikan identitasku?"


"Kamu tau kan siapa yang membantai keluarga Shinju?"


"Iya aku tau"


"Iya itulah alasannya..."


"Apa alasannya, aku tidak paham"


"Yang membunuh keluargamu itu ingin melakukan pernikahan bisnis tanpa restu ayahmu mereka bisa menikahkan anaknya denganmu Fifiyan... jadi mereka ingin menghilangkan batu sandungan di depannya"


"Kenapa seperti itu?"


"Ya kalau mereka ingin bisnis mereka berjalan seperti saat keluarga Shinju berjaya.. apapun akan dilakukan Fifiyan"


"Hmmm aku tidak percaya" gumamku kesal


"Kamu tahu kenapa banyak laki - laki yang suka padamu? pada pandangan pertama" tanya Alex dan aku mengangguk


"Karena mereka ingin menjadi yang terhebat ... dan... bisa menguasai dunia seperti saat keluarga Shinju menguasai dunia"


"Kenapa bisa begitu... pernikahan bisnis itu sangat tidak adil" protesku


"Ya ... memang... tapi bagaimanapun kamu terlahir di lingkungan orang - orang jahat Fifiyan... apapun yang terjadi kamu harus siap menghadapi semua itu"


"Hmmm ... ya aku mengerti Alex.. terimakasih penyadaranmu tentang diriku yang sebenarnya" ucapku mulai mengerti


"Jadi kamu ingin menikahiku karena bisnis semata?" tanyaku serius


"Bukan hanya itu, saat aku beranjak remaja, ayahku menunjukkan fotomu masa kecil yang begitu cantik membuatku jatuh hati padamu Fifiyan... dan saat dewasa aku melihatmu saat kamu masih bersama Hasasi membuatku sayang dan suka kepadamu Fifiyan sampai - sampai aku lupa akan pernikahan bisnis"


"Dan ada satu hal yang ingin aku tunjukan padamu Fifiyan" ucap Alex merogoh jas hitamnya


"Aku ingin menunjukkan ini" ucap Alex menunjukkan kotak perhiasan kecil dan secarik kertas padaku


"Apa ini?"


"Ini adalah tulisan tangan perjanjian pernikahan bisnis ayahmu dengan ayahku dan ini adalah cincin yang sudah disiapkan oleh mereka" ucap Alex dan aku segera membaca perjanjian tersebut


Perjanjian pernikahan bisnis


Telah menyetujui pernikahan bisnis antara Alex Guan dengan Fifiyan Shinju dengan persetujuan kedua belah pihak dan sepasang cincin pertunangan sebagai bukti perjanjian bisnis serta di setujui secara sah tanda tangan diatas materai antara PT. Guan dengan PT. Shinju pada tanggal 13 Februari 1998.


"Ini tanda tangan ayah" ucapku percaya


"Kamu sudah percaya sepenuhnya?" tanya Alex dan aku mengangguk


"Ya ini real adanya dan aku tidak mengada - ada Fifiyan... kamu memang milikku kok Fifiyan apapun yang terjadi kalau memang jodoh pasti akan bertemu " ucap Alex senang


"Hmmm ..."


"Oh ya... apakah aku memperbolehkan cincin ini melingkar di jarimu Fifiyan?" tanya Alex dan membuka kotak perhiasan yang warnanya agak kusam


Saat dibuka terlihat sekali cincin yang sudah lama sekali disimpan, walaupun begitu masih terlihat jelas ukiran tulisan nama Alex♡Fifiyan ditengah - tengahnya kotak merah tersebut


"Mmm bagaimana Fifiyan?" tanya Alex sekali lagi


"Sekarang?" tanyaku tidak mengerti


"Kalau kamu belum siap memakai cincin ini sekarang tidak masalah Fifiyan"


"Kalau ini memang kehendak ayah dan aku tidak mau menjadi anak durhaka ... aku bersedia Alex" ucapku agak senang dan juga masih kaget


"Kamu serius?" tanya Alex bertanya sekali lagi


"Iya Alex"


"Tapi kenapa wajahmu terlihat bingung begitu fifiyan?"


"Enggak .. cuma masih kaget aja"


"Ya sudah nanti saja kalau kamu sudah tidak kaget lagi Fifiyan"


"Tidak apa - apa Alex.. aku udah gak kaget kok"


"Iya udah aku mengikuti perkataanmu Fifiyan" ucap Alex melepaskan salah satu cincin dan memasangkannya ke jari tanganku dan aku memasangkan cincin satu lagi ke jari tangan Alex


"Apapun yang terjadi, aku akan melindungimu dan menjadikanmu nyonya besar Guan yang di hargai semua orang serta membahagiakanmu, calon istriku... ini adalah janjiku" ucap Alex lembut

__ADS_1


"Terimakasih Alex" ucapku tersenyum


Aku tidak tahu, aku bingung, aku kaget, aku tidak tahu mau berbuat apa. kejadian yang sangat nyata dimana aku tidak setuju pernikahan bisnis tapi aku sendiri sudah mengalami pernikahan bisnis ini. Aku yang tidak punya rasa apapun kepada Alex dan menganggap Alex sebagai bosku saja malah sekarang aku menjadi calon istri Alex dan calon nyonya besar Guan.


__ADS_2