Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 13 : Hukuman Yang Pantas


__ADS_3

Kami kembali kedalam acara yang masih dimulai, aku juga tidak terlalu mengerti acara pertemuankah atau acara peresmian Hasasi menjadi CEO atau acara yang lain aku tidak mengerti, yang aku mengerti hanyalah aku cuma ikut – ikutan acara mewah seperti ini. Saat kami kembali ke dalam ruangan tersebut masih tampak ramai tamu undangan yang sedang asik dengan dunianya sendiri – sendiri.


“Baiklah ... karena telah larut malam, acara diteruskan besok ... silahkan kepada para tamu undangan untuk menempati kamar – kamar yang telah disediakan” ucap pembawa acara dan para tamu undangan juga meninggalkan ruangan menuju kamar masing – masing.


Aku dan Hasasi juga berjalan meninggalkan ruangan menuju kamar masing – masing


“Kamu tidur dulu ya” ucap Hasasi


“Enggak ah, aku pengen santai dulu”


“Emang kamu mau kemana?”


“Jalan – jalan”


“Jalan – jalan kemana?”


“Ada lah”


“Jangan keluar menara loh”


“Iya aku tahu” jawabku dan berlalu meninggalkan Hasasi


Sebenarnya aku ingin tidur, tapi aku masih ingin menikmati keindahan Kota Paris pada malam hari. Dan aku duduk di tempat dimana Hasasi mengajakku di atas menara tadi.


“Kenapa pemandangan disini indah sekali sih” gumamku kagum


Tidak beberapa lama aku duduk disitu, tiba – tiba ada seseorang yang memanggilku


“Fifiyan...”


“Ehh ... iya ... siapa ya?” tanyaku kaget, karena tidak begitu jelas dari luar


“Aku ... Kwan Liang” ucapnya lirih


“Kamu kenapa disiini?” tanyaku kaget


“Ya ... aku cuma sengaja lewat... dan bertemu denganmu”


“Kembalilah ... nanti mereka akan marah” ucapku mengingatkan


“Siapa?, Sari Lie sudah tidur, begitupun Hasasi juga sudah tidur”

__ADS_1


“Kok kamu tahu?”


“Ya aku tahu lah”


“Kenapa kamu datang ke sini?” tanyaku lagi


“Ya ... sebenarnya aku ingin mengobrol denganmu”


“Mengobrol tentang ?’ tanyaku


“Ya ... tentang semuanya ...” jawabnya lirih,dan kami membisu beberapa menit


“Oh ... ya ... kamu bisa bertemu dengan Hasasi, gimana ceritnya?” tanya Kwan Liang


“Ceritanya panjang”


“Hmmm ... moment seperti mengingatkanku saat kita masih pacar tau gak?” ucapnya kemudian


“Kan kamu sudah punya pacar”


“Tapi ... sejujurnya dihatiku masih ada kamu”


“Meskipun masa lalu pun kita bisa memperbaikinya”


“Tidak bisa ... dan tidak akan pernah” ucapku dan beranjak pergi


“Apa karena Hasasi CEO no 1 di dunia, jadi kamu tidak mau bersamaku” ucap Kwan Liang yang membuatku berhenti


“Bukan ... kamu mau tau kenapa ... Hasasi yang telah menyelamatkanku setelah pesta ulang tahunmu dulu dan dia mau menerimaku apa adanya ... dan juga aku berubah seperti ini karena Hasasi yang telah membantuku ... semua berkat Hasasi ... dan aku sangat berterimakasih dengan Hasasi walaupun dia dingin cuma dia lebih baik ... dari kamu “ ucapku kesal


Aku pergi meninggalkan Kwan Liang yang setelah mendengar ucapanku menunduk sedih, entah ucapanku menyakiti dia atau tidak aku tidak peduli. Karena yang aku katakan adalah faktanya.


Aku meninggalkan Kwan Liang dan masuk ke dalam menara, saat berada didalam aku melihat bayangan seseorang di depanku tapi tidak aku hiraukan, aku terus berjalan tiba – tiba tanganku digenggam erat olehnya


“Ayo ikut” bentaknya, aku tahu itu suara Hasasi. Kata Kwan Liang dia sedang tidur, kok dia ada disini


“Apakah dia akan memarahiku karena mengingkari janjinya tadi” gumamku dalam hati


Hasasi tetap menarikku dengan paksa sedangkan aku hanya diam karena merasa berbuat salah, Hasasi menarikku ke kedalam kamarnya yang agak remang – remang karena hanya lampu tidur yang dinyalakan.


Saat aku sudah berada di dalam kamarnya, dia menatapku dengan muka datar dan dingin seperti singa yang sedang mengincar mangsanya. Beberapa saat kami berdiam diri, akupun memberanikan diri untuk bertanya

__ADS_1


“Kenapa tatapanmu menakutkan gitu sih?” tanyaku namun Hasasi tetap diam sambil menatapku dingin


“Iya – iya aku salah udah ngelanggar jnjiku tadi, cuma Kwan Liang tetep disampingku dan gak mau pergi udah aku usir – usir juga ...” jelasku tapi Hasasi tetap dingin


“Aku minta maaf, aku siap menerima hukumanmu” ucapku sambil menunduk


Tiba – tiba Hasasi melangkah mendekatiku tangannya memegang daguku dan tanpa aku duga dia menciumku


“Itu hukuman yang pantas untukmu” ucap Hasasi dan akupun kaget dicium secara mendadak


“Eh ... hukuman macam apa ini?” protesku, dan Hasasi malah menciumku lagi


“Itu hukuman kamu protes” ucap Hasasi dingin


“Iya ... ya ... aku gak protes lagi” ucapku kesal


“Aku mau tidur ... selamat malam” ucapku dan berlalu namun Hasasi menahan tanganku


“Kamu hari ini tidur bersamaku” ucap Hasasi


“A ... Apa?” protesku


“Itu hukuman karena telah melanggar janjimu”


“Ciuman tadi?” protesku


“Itu hukuman kamu keluyuran tengah malam”


“Dasar ... hukuman macam apa ini” protesku lagi dan tiba – tiba Hasasi menarikku ke ranjang dan memelukku


" Emang tidak ada hukuman lain kah selain ini?" protesku


"Enggak ... ini hukuman yang pantas untukmu"


"Hukuman yang pantas untukku? ... maksudnya apa?"


" Udah jangan cerewet, katanya tidur ya tidur" protes Hasasi dan tidak beberapa lama diapun tertidur


“Hukuman macam apa ini, aku kira kalau dia akan menamparku atau apa gitu malah dia hukum aku seperti ini” protesku dalam hati


Karena aku telah melanggar janjiku kepada Hasasi, malam ini aku harus menemaninya tidur dan itu sangat menyebalkan karena aku bergerak sedikit dia malah memelukku erat jadi aku sulit untuk bergerak ataupun benafas.

__ADS_1


__ADS_2