Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 142 : Berbincang - Bincang


__ADS_3

"Oh ya... kalian berdua belum sarapan kan" ucap Nyonya Stun menatap aku dan Hasasi


"Nanti aja... mau makan di luar"


"Udah makan dirumah aja... kebanyakan micin kamu makan di luar terus" gumam Nyonya Stun lalu dia menepukkan kedua tangannya


Plookkk... ppplloookkk... pplloookkk


Tidak lama kemudian datang 2 pembantu yang membawakan banyak makanan ke depan meja kami


"Ada tambahan lagi nyonya?" ucap pembantu iti dengan lembut


"Tidak ada... kalian bisa pergi" gumam Nyonya Stun dan 2 pembantu itu keluar dari ruangan


"Silahkan dimakan" ucap Nyonya Stun mengambil piring


"Tumben sarapannya pancake madu" gumam Hasasi mengambil beberapa buah pancake ke dalam piringnya


"Iya ini ibu yang masak"


"Oh ya?... sedikit keras"


"Iya emang kebanyakan tepung ketimbang telur" tawa Nyonya Stun


"Hmmm kalau yang masak Fifiyan pasti enak


"Coba kalian masak untuk makan malam, bagaimana?.... ibu tantang kalian"


"Baik nanti sekalian makan malam bareng Lisa" gumam Hasasi memakan pancakenya


"Ibu dan ayah mau makan apa?" tanyaku kepada mereka


"Mmm karena tantangan jadi kalian tebak aja harus memasak apa "


"Hmmm..." desahku bingung


"Tenang aja Fifiyan nanti aku bantuin" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Baiklah Hasasi" ucapku tersenyum


"Mmm... ayah gak menyangka ya kamu bisa akrab dengan nona Shinju" gumam Tuan Stun


"Ya harus lah"


"Padahal dulu kamu selalu marah kalau dengar kamu di jodohkan dengan nona Shinju bahkan sampai kamu pergi dari rumah dan tidur di markasmu karena ayah dan ibu memaksamu mencari nona Shinju" jelas Tuan Stun dan aku langsung menatap Hasasi dengan sinis


"Hey kenapa kamu menatapku seperti itu!!" protes Hasasi

__ADS_1


"Au ah" gumamku


"Ayah sih ceritain di depan Fifiyan!!" protes Hasasi kesal


"Ya kan itu dulu ayah"


"Mmm ayah penasaran... kenapa kamu bisa bertemu nona Shinju dan bisa sangat akrab seperti itu?"


"Ceritanya panjang dan penuh drama" gumam Hasasi menatapku dengan penuh cinta


"Oh ya?... Mmmm ayah dan ibumu dulu aja setelah menikah baru bisa akrab"


"Kenapa gitu?"


"Ya... karena ayah dulu tidak mau di jodohkan jadi kami sering berantem tapi mau gak mau ya harus di terima"


"Untung kita jarang berantem"


"Mana ada... kita sering berantem gara - gara kamu ya!!" protesku


"Ya kan habis itu enggak ya"


"Sama aja" gumamku


"Hahaha kalian ini berantem kayak anak kecil"


"Hmmm ya untungnya kamu udah serius sama Nona Shinju... kalau dulu kamu menikah dengan Cindy atau Amelia ayah gak tau lagi gimana keluarga kita"


"Emang kalau Hasasi menikah sama mereka kenapa yah?" tanyaku penasaran


"Ya karena mereka wanita tidak baik..." gumam Nyonya Stun sinis dan Hasasi hanya diam disebelahku


"Ya benar... mereka wanita tidak baik"


"Tidak baiknya seperti apa yah?" tanyaku tambah penasaran


"Ya kalau Cindy emang dari keluarga terpandang tapi kelakuan wanita itu seperti binatang..."


"Seperti binatang?... maksudnya?"


"Ya... dia baik di depan kami tapi sangat buruk di belakang kami..." gumam Tuan Stun


"Ya... dia hampir memperkosa Hasasi dan dia setiap hari ke bar dengan laki - laki lain"


"Bukannya ke bar itu hal biasa?"


"Ya emang hal biasa tapi.... kalau di bar melakukan hal yang tidak pantas itu yang seperti binatang"

__ADS_1


"Melakukan hal yang tidak pantas?" tanyaku polos


"Haduuhh masa kamu gak paham maksudnya..." desah Hasasi


"Enggak"


"Kamu polos juga ya" gumam Tuan Hasasi sambil tertawa ringan


"Maksud ayah itu berhubungan badan dengan laki - laki lain" jelas Hasasi


"Oh... paham... lalu kalau Amelia?"


"Ya Amelia kan tidak tahu kemana orang tuanya dan diadopsi oleh Tuan Wang dan tidak di didik dengan baik oleh Tuan Wang jadi ya tingkahnya sangat tidak sopan"


"Benar bahkan dia malas belum aja menikah dengan Hasasi ... malah menyuruh kami seperti pembantu" gumam Nyonya Stun


"Ya itu kan ayah yang menjodohkanku!!" proted Hassasi


"Salah kamu disuruh mencari Nona Shinju tidak mau"


"Kenapa harus mencari?... sebenarnya aku udah ketemu Fifiyan hampir 10 tahun"


"Hampir 10 tahun?... kenapa kamu tidak bilang?" protes Tuan Stun


"Ya... emang sengaja gak mau ngasih tahu"


"Kenapa?"


"Karena... takut kalian tidak merestuinya lagi apalagi ayah dan ibu tidak menyuruh aku untuk mencari Fifiyan lagi"


"Ayah dan Ibu capek nyuruh kamu mulu tapi kamu gak pernah melakukannya"


"Ya belum ada niatan"


"Keburu tua ..."


"Ya gak masalah sih tua atau enggak yang penting Fifiyan tetep menerima aku apa adanya"


"Baguslah yang penting kalian bisa akrab dan saling mencintai" gumam Tuan Stun senang


"Iya ayah"


"Tuh adikmu udah sampai" ucap Nyonya Stun mengintip dari jendela


"Oke buk... aku dan Fifiyan akan turun dulu menemui Lisa" gumam Hasasi dan menggandengku keluar ruangan Tuan Stun


Hasasi terus menggandengku menuruni tangga bersama, Tuan dan Nyonya Stun menatap kami yang sedang menuruni tangga dari lantai atas sambil berbicara satu sama lain. Aku sendiri juga tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Tuan dan Nyonya Stun di atas yang aku lihat wajah Hasasi, setelah berbicara dengan Tuan dan Nyonya Stun, wajahnya sangat ceria dan senang.

__ADS_1


__ADS_2