Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 182 : Mencari Jalan Keluar


__ADS_3

Aku berjalan mengendap - endap masuk ke sebuah lorong tepat di belakang mereka, Ridhwan Hann terlihat berjalan di belakang dua orang laki - laki bertubuh besar dan di tengah dua laki - laki itu terdapat wanita yang menyukai Tuan Hansol terikat kaki dan tangannya berjalan meninggalkan pesta.


"Kemana mereka pergi?" gumamku mengendap - endap dari belakang


Mereka berjalan terus menyusuri lorong yang panjang dan minim penerangan. Entah lorong apa ini tapi kelihatannya ini lorong rahasia yang tidak diketahui banyak orang.


"Apa ini jalurnya orang - orang yang di culik ini ya?" gumamku


"Aku harus mengabari Hasasi" gumamku membuka handphoneku


"What's ? Tidak ada sinyal sama sekali? Tempat apa ini?" desahku bingung dan memasukkan kembali handphoneku


"Kalau begitu aku saja yang menyelamatkan dia" gumamku melanjutkan mengendap - endap lagi


Aku mengikuti mereka sampai di ujung lorong, mereka membuka pintu besi yang besar dan memaksakan wanita itu masuk. Aku yang mengendap - endap masuk ke dalam ruangan itu dan akhirnya pintu itu tertutup rapat


"Lepasin aku!!" protes wanita itu dari dalam ruangan pintu kayu yang ada di depanku dan aku mengintip dari lubang yang ada di pintu


"Diam!!" ucap Ridhwan dingin, aku berusaha mengendap - endap masuk ke dalam ruangan tersebut dan bersembunyi di tumpukan kardus saat mereka fokus kepada wanita itu


"Kamu jahat banget sama aku Ridhwan!! Aku salah apa? Tega - teganya kamu menculikku" protes wanita itu, tiba - tiba Ridhwan menampar pipi wanita itu dengan keras


Plaaaakkkk


"Diam kamu, menjualmu aku bisa lebih kaya Hahaha"


"Tega banget kamu"


"Tidak apa sih, ini juga salah kamu sendiri menghianatiku!!"


"Aku menghianati apanya, aku memang sungguh mencintai Hansol " teriak wanita itu serius, tiba - tiba Ridhwan menampar kembali wanita itu dengan keras


Plaaaakkkk


"Diam kamu!!!" teriak Ridhwan kesal


"Teganya kamu menjualku!!"


"Bodo amat yang penting aku dapat duit, disini kamu juga tidak akan ditemukan orang lain hahaha" tawa Ridgwan senang


"Ya udah ya nikmati dulu lah disini, aku masih ada urusan... bye" gumam Ridhwan bersama dua anak buahnya meninggalkan wanita itu sendirian


"Huhuhu jahat banget kamu Ridhwan" gumam wanita itu sedih


Aku bersembunyi di balik tumpukan kardus membuat kakiku kesemutan dan tidak sengaja aku menjatuhkan salah satu kardus di depanku


Buuukkkk


"Siapa itu?" teriak wanita itu takut


"Jangan takut nyonya, ini aku" gumamku berdiri di depan wanita itu


"Ka... Kamu bukannya nona yang sslalu bersama Hasasi?"


"Ya nona, aku akan menyelamatkanmu" gumamku membuka ikatan talinya

__ADS_1


"Ka... Kamu bisa disini, apakah Hasasi dan Hansol ada disini?"


"Mereka tidak ada disini, udah ayo kita pergi dari sini" gumamku menarik tangan wanita itu pergi dari tempat itu. Aku mencoba kembali ke pintu masuk yang tadi namun ternyata terkunci


"Aduh terkunci" gumamku


"Bagaimana dong?" gumam wanita itu panik


"Jangan panik, kita cari jalan lain" gumamku menggandeng wanita itu pergi


"Kamu kenapa mau membantuku?"


"Kita sama - sama wanita, aku juga bisa merasakan rasanya kalau jadi kamu bagaimana" gumamku


"Kalau Hasasi tahu bagaimana marahnya dia?"


"Tenang saja dia tidak akan marah"


"Hmmm apa kamu yakin?"


"Iya kalau kita masih disini, aku yakin Hasasi dan Hansol akan mencari kita"


"Bukan mencari kita nona, tapi hanya mencarimu"


"Walaupun hanya mencariku kan kamu juga bersamaku sama aja mencari kita" gumamky menarik wanita itu pergi mencari pintu keluar


"Nona terimakasih"


"Terimakasih buat apa nona?"


"Ya namanya manusia nona, oh ya aku tadi mendengar nona mencintai Tuan Hansol?"


"Kamu mendengar pembicaraan tadi?"


"Iya nona, maaf aku ti..." gumamku pelan


"Ya nona Shinju aku sangat mencintai Hansol, tapi Hansol terlihat sangat membenciku" desah wanita itu pelan


"Ya nona, Tuan Hansol pernah bilang kepadaku kalau Tuan Hansol sangat membencimu"


"Hmmm memang kesalahanku saat kami masih muda hampir menyelakai mereka berdua dan sekarang mereka berdua membenciku"


"Emang kesalahan apa yang nona lakukan?" gumamku menatap wanita cantik itu


"Ya dulu Hasasi dan Hansol sangat menyukaiku malah aku menjadi rebutan mereka berdua, saat aku diajak menjalankan misi bersama aku terlalu melihat musuh karena iming - iming uang dan aku dulu mencintai orang itu dan orang itu yang membuatku kaya sampai sekarang, namun dia ternyata menikah dengan wanita lain yang membuatku kesepian dan malah sekarang aku mencintai Hansol tapi Hansol membenciku" desah wanita itu sedih


"Apa kamu menyesal?"


"Ya menyesal banget, aku ingin banget ketemu dengan Hansol tapi susah banget"


"Oh ya, kamu pernah menyukai Hasasi?" gumamku mendorong pintu yang ku temui tapi ternyata juga terkunci


"Hasasi? Pernah suka tapi dia sangat dingin kepadaku yang membuat rasa cintaku kepadanya hilang"


"Ya emang Hasasi seperti itu" gumamku terus berjalan mencari pintu keluar

__ADS_1


"Denganmu juga masih bersikap dingin?"


"Dulu saat pertama kali ketemu emang dia dingin banget, tapi saat ini dia tidak sedingin itu malah dia sangat lembut dan perhatian kepadaku. Dia cuma dingin kepada orang lain" gumamku


"Oh ya? Waah beruntung banget ya dapet lembut dan perhatiannya Hasasi"


"Ya begitulah" desahku


"Jadi kenapa Hasasi bisa suka denganmu?" tanya wanita itu yang membuatku berhenti melangkah


"Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa suka kepadaku. Tapi memang aku wanita yang dijodohkan buat Hasasi" gumamku kembali berjalan


"Bentar jadi kamu anak perempuan Tuan Toni Shinju?"


"Iya, dia ayahku"


"Waah beduntung banget Hasasi bisa bertemu denganmu, padahal dulu dia sangat benci dengan wanita yang dijodohkan buatnya"


"Ya aku tahu, dia sampai sekarang masih belum bisa lupa dengan Cindy"


"Oh ya? Kamu gak marah?" tanya wanita itu kaget


"Marah ya? Gak tahu kenapa aku gak bisa marah walaupun hatiku sangat terluka"


"Aku sangat kagum kepadamu Nona Shinju, kamu bisa tidak marah dengan Hasasi dan begitu tenang seperti itu. Emang kamu tidak takut kalau Hasasi diambil wanita lain?"


"Hmmm khawatir ya? Aku selalu khawatir, aku hidup bersama Hasasi sudah sepuluh tahun lamanya. Disakiti, diselingkuhi, diduain juga sudah pernah. Tapi aku percaya walaupun begitu kalau emang jodoh gak akan kemana" gumamku tersenyum


"Jangan - jangan kalian sudah daftar pernikahan kalian ya?"


"Ya kamu benar"


"Waah selamat nona, aku ikut senang" teriak wanita itu kencang


"Siapa itu?" teriak seorang laki - laki bertubuh besar yang membuat kami terkejut


"Ayo nona kita lari" gumamku menarik wanita itu pergi menjauh


"Kalian siapa? Kembali kemari!!" teriak laki - laki bertubuh besar yang berusaha mengejar kami


"Huuh bagaimana ini nona?" gumam wanita itu panik


"Kita nyari tempat sembunyian aja dulu" gumamku tedus berlari sambil menarik wanita itu menjauh dari laki - laki bertubuh besar itu


"Nona di depan ada pintu terbuka" gumam wanita itu dan kami berdua langsung masuk ke dalam ruangan gelap itu lalu bersembunyi di tumpukan kardus yang tinggi


"Kemana mereka berdua tadi?" teriak laki - laki itu dengan nafas terengah - engah


"Kita disini saja dahulu" gumamku terduduk di lantai karena capek harus berlari - lari


"Huuhh iya nona, aku juga capek banget" desah wanita itu di sebelahku


"Nona apakah Hasasi dan Hansol akan mencari kita?" gumam wanita itu khawatir


"Aku percaya mereka akan mencari kita" gumamku tersenyum

__ADS_1


"Semoga aja nona" desah wanita itu memejamkan kedua matanya dan tertidur di sebelahku. Aku membuka handphone dan menatap foto kami berdua di walpaper handphone "Hasasi maafkan aku kalau tindakanku ini membuatmu khawatir" gumamku dalam hati dan memejamkan mataku disebelah wanita itu


__ADS_2