Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 176 : Makan Bersama


__ADS_3

Semalaman aku tidak dapat tidur nyenyak dan aku sering sekali terbangun dari tidurku yang membuatku kesal. Bahkan hingga matahari terbit dari ufuk timurpun aku masih terjaga walaupun mataku masih berusaha aku pejamkan berharap aku bisa tertidur, tapi usahaku sangat sia - sia.


"Kamu semalaman tidak tidur ya? gumam Hasasi disampingku yang membuatku terkejut


"Ka... Kamu sudah bangun?"


"Sudah..." ucap Hasasi memandangku


"Apa yang membuatmu tidak tidur?"


"Aku tidak tahu, aku juga tidak memikirkan sesuatu kok tapi tidak tahu kenapa aku tidak bisa tidur" gumamku kesal


"Ya udah tidurlah, aku ada disini jadi jangan khawatir" gumam Hasasi memejamkan mata kembali


"Mmmm kamu mau tidur lagi Hasasi?"


"Iya"


"Ya udah kamu tidur aja dulu" gumamku terbangun dari tempat tidur


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau membuatkanmu sarapan" gumamku berjalan ke arah daput


"Tapi kan kamu belum tidur sama sekali"


"Sudah pagi aku susah buat tidur lagi, kamu tidurlah lagi tidak apa - apa" gumamku membuka kulkas


"Hmmm baiklah" desah Hasasi memeluk guling dan tertidur kembali


"Mau membuat apa ya?" desahku bingung


"Bikin sop ayam dengan nasi merah ini aja deh" gumamku mengambil beberapa sayur, daging ayam, dan bumbu di dalam kulkas lalu menaruhnya ke atas meja kemudian memasukkan nasi merah instan kedalam microwave dan menungu beberapa saat nasi merahpun jadi


"Baiklah waktunya untuk memasak" gumamku mengambil pisau dan memotong sayuran dan dada ayam dengan pelan dan hati - hati karena aku takut mengganggu tidur Hasasi


Setelah semua sayuran dan dada ayam terpotong dengan sempurna, akupun merebus air dan mencampurkan bumbu instan kedalamnya dan menunggu sampai air mendidih, kemudian aku memasukkan sayuran ke dalam panci dan ayam ke dalam air bumbu yang sedang mendidih dan tidak lupa aku mengaduk - aduknya pelan


Toookkk .... Toookk ... Toookk


Tiba - tiba terdengar suara ketukan di luar kamar, setelah mendengarnya aku mengecilkan api kompor dan berjalan membuka pintu. Di luar kamar aku melihat Hansol dan seorang laki - laki tampan berdiri di belakang Hansol


"Hasasi ada?"


"Dia sedang tidur Tuan Hansol, silahkan masuk" gumamku, Hansol dan laki - laki itu berjalan masuk ke dalam kamar


"Udah pagi dia masih tidur"


"Kecapekan mungkin"


"Mmm bau masakannya sangat enak" gumam laki - laki itu menatapku yang sedang mengaduk masakanku

__ADS_1


"Hehehe terimakasih, mari makan bersama" gumamku dan Hasasi beserta laki - laki itu duduk di meja makan


"Kamu bisa masak?"


"Bisa lah Tuan Hansol, masa perempuan tidak bisa memasak" gumamku meletakkan panci panas di atas meja makan


"Silahkan dinikmati tuan - tuan" ucapku tersenyum dan mereka berdua mengambil sop ayam lalu mulai melahap makan yang telah aku buat tadi


"Enak juga ya makananmu" gumam Hansol teruas memakan makanan dengan lahap


"Ya... Ya betul, enak sekali.


"Mmm ngomong - ngomong anda...?"


"Oh ya lupa, perkenalkan aku Park Leo panggil saja aku Leo, aku pemilik perusahaan Park di Korea


"Senang bertemu dengan anda, aku Fifiyan Shinju" ucapku sembari senyum kepada dia


"Kamu udah cantik, pinter masak lagi. Seperti wanita - wanita dari keluarga Shinju lainnya. Pasti banyak yang suka ya?"


"Jangan tanya lagi, antri banyak" gumam Hansol


"Ti... Tidak juga, satu aja udah puyeng"


"Emang udah menikah?"


"Dia sih masih jomblo, boleh tuh Leo" ucap Hansol memanans - manasin telinga Hasasi yang sedang terlelap


"Oh ya... Waah kebetulan sekali aku lagi jomblo. Jadilah istriku saja" gumam Leo dengan semangat


"Ehh... Mmm... Selamat pagi tuan Hasasi" gumam laki - laki itu dan langsung berdiri sedikit menunduk menghadap ke arah Hasasi


"Pagi, kenapa kalian pagi buta kemari?" gumam Hasasi berjalan kearah kami


"Ntar dulu lah bahasnya, lagi makan nih" gumam Hansol terus melahap


"Baiklah, nikmati makanan kalian" gumam Hasasi duduk di sebelahku


"Kamu ini ya Hasasi, udah siang juga masih tidur. Kalau tidak aku panas - panansin paling kamu masih tidur mulu sampai malam" gumam Hansol kesal


"Aku capek banget" gumam Hasasi mengambil sop ayam dan melahap sop ayam sambil menahan kantuk


"Mmm ngomong - ngomong tuan Hasasi kok bisa dapat wanita sempurna seperti Fifiyan"


"Hasasi gitu loh, wanita mana yang tidak tertarik dengan Hasasi" sindir Hansol


"Mmm benar juga sih, jadi wanita yang katanya tuan dijodohkan dengan tuan Hasasi bagaimana nasibnya kalau tuan menikah dengan Fifiyan?" tanya Leo bingung


"Tenang saja, wanita yang akan dijodohkan denganku ya yang sekarang jadi istriku ini" gumam Hasasi santai


"Maksudnya Fifiyan?" gumam Leo kaget

__ADS_1


"Ya begitulah"


"Waaah beruntungnya, padahal dulu Tuan Hasasi sangat benci saat dengan Tuan Hasasi di jodohkan dan ingin membunuh wanita itu segera mungkin" ucap Leo polos yang membuatku terkejut


"Begitukah?" gumamku dingin sambil menatap Hasasi kesal


Uhhuuukk ... uuuhhuukkk... uuuhhuukk...


"Ti... tidaklah itu karangannya Leo saja" gumam Hasasi terkejut saat melihatku sampai dia tersedak


"Benarkan perkataanku dulu Fifiyan, Hasasi itu jahat" tawa Hansol memanas - manasi suasana


"Jangan dengarkan dua setan ini" gumam Hasasi kesal


"Tapi bukannya Taun Hasasi dulu pernah berkata begitu kepada kami" ucap Leo polos yang membuatku kesal


"Hahaha, lain kali hati - hati dengan Hasasi. Nanti Hasasi ..." ucap Hansol semangat, namun Hasasi tiba - tiba melemparkan garpu kearah Hansol namun di tangkis cepat oleh Hansol


"Hei diamlah kalian berdua, ku penggal juga kalian berdua" ucap Hasasi kesal


"Hahaha sudah marah dia" tawa Hansol puas


"Diamlah kalian berdua, pagi - pagi membuatku badmood saja" gumam Hasasi kesal namun Hansol masih saja ketawa


"Tuan Hansol hampir terbunuh Hasasi masih saja tertawa" gumamku tidak mengerti sambil meletakkan sendokku di atas mangkok


"Hahaha aku sudah tahu watak Hasasi, jadi benda apapun yang melayang ke arahku aku sudah tahu" gumam Hansol santai dan melemparkan garpu yang di lempar Hasasi tadi ke arah wastafel


"Ya untungnya teman baikku kalau tidak pasti kami sudah bertarung sejak dulu. Tapi benar kok perkataan Leo, sama seperti perkataanku, dia dulu benci setengah mati dengan wanita yang dijodohkan untuknya. Mau diceritakan detailnya" gumam Hansol santai


"Tidak perlu, dia sudah tahu" gumam Hasasi meletakkan sendok di atas mangkok


"Kenapa dia bisa tahu? Ah gak seru " gumam Hansol kesal


"Aku sudah memberitahukannya"


"Aaah gak seru!!" gumam Hansol kesal


"Udah gak usah bahas itu, jadi apa yang membuat kalian datang kemari"


"Baiklah Tuan Hasasi, jadi begini..." ucap Leo lalu Hansol memotong perkataan Leo


"Tunggu, ada istrimu" gumam Hansol memandangku


"Aku? Aku kan tidak berbuat apapun" gumamku terkejut


"Hmmm baiklah, sayang kamu mandi saja dulu ya. Aku dan mereka berdua akan membahas sesuatu sebentar" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Mmm baiklah" desahku mengambil panci beserta mangkok kotor dan mencucinya kemudian setelah selesai aku berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi


"Dasar laki - laki, masa aku gak boleh ikut" gumamku kesal

__ADS_1


"Jangan Ngambek. Ini rahasia" ejek Hansol


"Iya aku tahu" gumamku menutup pintu kamar mandi dan segera berendam di dalam bathtub


__ADS_2