
Maryam melihat ke arah mobil Alex,saat ini pasti Alex sedang menahan amarah nya.
"Maaf Saya harus segera pergi!"
Ujar Maryam.
"Tunggu,ini kartu nama Saya,jika besok pesanan Saya sudah sampai Anda bisa menghubungi nomer ini.Nama Saya Abizar Al Maheer,Anda bisa memanggil Saya Abi.Kami disini baru satu Minggu,dan kebetulan melihat toko dessert ini,dan saya tertarik untuk memesan cake disini,Saya dan teman Saya berasal dari Kairo-Mesir!"
Pria itu tersenyum ke arah Maryam.Namun,pandangan Maryam justru ke arah mobil Alex.
Begitu tiba terdengar suara Kairo-Mesir di telinga membuat Maryam bergeming,karena Mesir adalah impian nya dulu untuk menata masa depan disana,yang sekarang menjadi masa lalu.Namun,saat ini masa depan Maryam ada di New York.
"Baik Tuan Abizar,Saya akan memberitahukan Anda besok jika pesanan Anda telah siap,Kami buka jam 09:00 pagi,Saya permisi dulu!"
Maryam segera pergi meninggalkan pria yang bernama Abizar tersebut.
Blam !
Maryam menutup pintu mobil,saat sudah berada di dalam mobil.
Tit...Tit......!
"Mas,apa yang Kamu lakukan,Aku sudah disini,kenapa masih menekan klakson !"
Maryam melihat ke arah suaminya,raut wajah Alex terlihat begitu masam.
"Tapi Pria itu masih berdiri di sana,apa ia menunggu Mu untuk kembali?"
Alex mendekatkan wajahnya dengan wajah Maryam.
"Mas Dia pelanggan Ku,Dia memesan cake untuk besok!"
Jelas Maryam.Namun,penjelasan Maryam tidak dapat mengubah raut wajah Alex yang sudah terlanjur begitu masam.
Meskipun Maryam telah pergi jauh dari Nya,Abizar masih melihat nya,sampai Maryam sudah berada di dalam mobil suami nya.
Bruummm...!
Maryam belum siap memasang sabuk pengaman.Namun,Alex sudah menekan pedal gas mobil,yang membuat Maryam terkesiap,lalu melirik sang suami dengan raut wajah nya yang masam.
"Huuuekk..hueeek..!"
Alex kembali merasa mual,saat ia sedang menyetir.
"Mas!"
Maryam menyentuh lengan suaminya,Alex melirik.
"Aku sudah minum minuman jahe,tapi kenapa masih mual?"
Alex menoleh ke arah Maryam.
"Apa jangan-jangan Mas mabuk perjalanan karena lagi ngidam?"
"Tidak mungkin,itu sungguh memalukan,seperti wanita saja!"
Cetus Alex yang menahan malu.
"Tapi pada kenyataan nya memang begitu sayang,Mas harus banyak-banyak sabar,menghadapi masa ngidam ini!"
Pungkas Maryam.
Maryam mengambil minuman mineral yang ada di laci mobil,lalu membuka nya untuk Alex.
__ADS_1
"Minum lah,jangan lupa basmallah!"
Alex segera mengambil botol minuman yang ada di tangan Maryam.
Mereka berdua lewat restoran Kepiting yang halal,Alex menghentikan mobil Nya.
"Kenapa berhenti?"
"Aku ingin makan kepiting,seperti nya itu sangat menggugah selera!"
Jawab sang suami,yang langsung melepas sabuk pengaman nya.
"Mas tapi Aku lagi enggak mau makan itu!"
Maryam mengerucutkan bi bir nya,Alex hanya bisa menebak dari netra Maryam,kalau istrinya sedang tidak ingin memakan kepiting.
"Tapi Aku mau.Ayo temani Aku makan!"
Rengek Alex,memegang tangan Maryam,Wanita ini hanya bisa tersenyum saat melihat Pria yang semula begitu garang,tiba-tiba berubah menjadi lembek saat sedang mengidam.
"Oke..oke,Kita turun !"
Ceklek !
Alex segera turun,dan di susul oleh Maryam.Kebetulan sekali hari ini banyak pengunjung yang datang,semua meja tidak ada yang kosong.
"Selamat datang,Tuan mari ikut Saya,Anda adalah tamu VIP kami!"
Ujar seorang pelayan yang menunggu di pintu masuk,yang memang sudah sangat mengenali Alex.
Alex menggenggam tangan Maryam dan menuntun sang istri menuju ruang VIP bersama dengan pelayan.
Ceklek !
Pelayan tersebut membuka pintu ruangan ViP,terlihat di dalam meja yang tertata begitu rapi dan juga lebih mewah dari meja diluar ruangan tersebut.
Sreet!
Alex menarik kursi untuk Maryam,lalu satu lagi untuk dirinya.
"Kepiting spesial!"
Ujar Alex,kepada pelayan yang berdiri disebelah nya.
"Baik Tuan,mohon tunggu sebentar!"
Alex mengangguk nya,Pelayan tersebut segera pergi meninggalkan ruangan VIP tersebut.
"Apa ini ?"
Alex segera mengambil card nama yang di berikan oleh Abizar kepada Maryam sebelum ia pergi.
"Itu...."
"Card nama Pria yang tadi?"
Alex melihat ke arah Maryam,sedari mengangkat kartu nama tersebut di tangan nya.
"Iya,kata nya kalau pesanan sudah selesai,Tuan Abizar menyuruh Aku untuk mengubungi nya,karena acara di panti asuhan akan di mulai pada jam 11 pagi besok!"
Pungkas Maryam,ia tidak berani mengambil kembali card nama di tangan Alex.
Alex menyempitkan mata saat melihat Maryam yang menundukkan kepala di depan Nya.
__ADS_1
"Permisi Tuan,Nyonya,ini pesanan Nya!"
Dua orang pelayan menghidangkan pesanan Alex,mereka juga memberikan minuman jus kepada Alex,sesuai yang di pesan kan Pria itu.
"Tunggu!"
Ke dua pelayan itu menoleh,saat Alex menghentikan Mereka.
"Tuan memanggil Kita lagi?"
"Iya,diantara Kalian siapa yang belum menikah?"
Tanya Alex,Maryam kaget mendengar pertanyaan suaminya.
Ke dua pelayan itu terlihat malu-malu,dan ragu untuk mengaku siapa di antara Mereka yang lajang.
"Saya single Tuan!"
Sahut Wanita yang lebih muda berdiri di sebelah kanan Alex.
"Ini kartu nama teman Ku,Dia sedang mencari jodoh,siapa tau saja diantara kalian ada yang beruntung!"
Pungkas Alex,memberikan card nama milik Abizar.
"Mas...!"
Maryam menarik ujung jas suaminya.
"Terimakasih Tuan,Kamu pasti akan menghubungi Nya!"
"Heeem...Kalian boleh pergi!"
"Permisi Tuan !"
Ke dua pelayan itu dengan raut wajah yang bahagia,pergi meninggalkan ruangan VIP tersebut.
"Mas,kenapa Kamu memberikan card nama itu?"
"Kalau Aku tidak memberikan nya kepada Mereka,apa Kamu berencana untuk menghubungi nya nanti malam?"
Alex menaikan satu alis nya,lalu menatap tajam ke arah netra Maryam.
Melihat netra Alex yang begitu kuat Maryam segera memalingkan wajahnya.
"Aku tidak bermaksud begitu,hanya saja Aku butuh nomer itu Mas,kalau besok pesanan Nya siap kemana Aku harus menghubungi Nya?"
"Kalau Dia butuh cake tersebut,Dia akan datang sendiri ke toko,Kamu hanya perlu mempersiapkan nya saja tepat waktu !"
"Tapi Mas,bukan kah itu tidak sopan Mas,Kita memberikan card nama itu kepada Orang lain,tanpa sepengetahuan pemilik nya?"
"Kenapa Kamu terlihat begitu tidak senang,Aku memberikan card itu kepada Mereka ?apa Kamu berencana untuk menyimpan nya sendiri?"
Tanya Alex balik kepada Maryam.
"Mas,Kamu salah sangka,Aku enggak bermaksud begitu,hanya saja itu kan card punya orang,kenapa Kamu memberikan Nya lagi kepada orang lain!"
Ujar Maryam.
Alex berdiri.Maryam mendongakkan kepala nya,melihat ke arah Alex yang berdiri.
"Kenapa Kamu begitu peduli?apa karena ia lebih tampan dari Ku?"
"Haaah?"
__ADS_1
Maryam lebih terkejut lagi mendengar jawaban Alex.