
Tidak ingin berdebat,Maryam pun menyudahi pembicaraan nya dengan sang suami.
Malam pun tiba,seperti biasa Alex masih berusaha untuk melacak keberadaan Albert.Tapi,ia masih gagal untuk mengetahui posisi Albert.
Maryam datang dengan secangkir kopi di tangan nya.
Ceklek !
Alex mendongakkan kepala, saat mendengar suara pintu ruang kerja nya terbuka.
"Mas"
"Eeem"
"Mas,Aku bawakan secangkir kopi susu untuk mu!"Ujar Maryam,melangkah masuk mendekati Alex.
"Kenapa enggak minta pelayan saja,Aku menyuruh mu untuk istirahat,jangan banyak gerak!"Alex berdiri dari tempat duduk nya,dan berjalan ke arah Maryam.
Alex meraih cangkir yang ada di tangan Maryam,lalu meletakkan cangkir kopi tersebut di atas meja kerjanya.
"Kenapa belum tidur?apa yang membuat mu datang kemari?"Tanya Alex,sembari memangku sang istri.
"Eeemm,enggak ada,hanya belum bisa tidur saja!"Maryam melihat berkas yang sedang diperiksa Alex.
"Mas,kenapa Kamu membeli toko buah di tempat kita belanja tadi sore?"Sambung Maryam lagi,mengalungkan tangan nya di leher Alex.
"Karena Aku tidak mau kejadian serupa terjadi lagi.Sekarang kalau kamu mau buah tinggal minta Ayin untuk mengambil di toko!"Ungkap Alex.
"Mas,bukan kah itu berlebihan?apa tidak ada alasan lain selain itu?"Tanya Maryam lagi.
"Alasan Ku melindungi mu dari kejadian yang serupa.Tapi,sebenarnya Aku sudah datang ke lokasi itu beberapa hari yang lalu untuk mensurvei tempat itu.Pemilik toko sudah lama meninggal.Ia mewarisi toko itu kepada cucu nya yang ada di panti asuhan,tapi pengelola toko buah tidak mau memberikan itu,biarpun semua surat lengkap.Maka dari itu Aku membeli nya,dan memberikan uang tersebut kepada cucu pemilik toko yang sudah meninggal itu!"Pungkas Alex.
"Mas,Kamu yang terbaik!"Ujar Maryam memegang kedua pipi Alex dengan lembut.
Alex tersenyum,sembari melepas cadar yang di kenakan sang istri.Alex menuntun wajah nya agar lebih dekat dengan wajah sang istri,dan menyatukan ke dua bi bir mereka.
Entah berapa lama kedua nya saling memberi nafas satu sama lain dengan begitu mesra, hingga berakhir diatas ranjang.
Hampir sekitar satu jam lebih ke dua nya bergulat di atas ranjang,melepas rindu satu sama lain,terlihat Alex yang begitu leluasa memainkan semua gerakan yang ia kuasai selama ini.
Satu ucapan terdengar di sela-sela permainan mereka.
"Aku sudah lama berpuasa!"Bisik Alex.
"Mas,Kamu baru berpuasa pagi tadi sampai sore,jangan bilang sudah lama!"Sahut Maryam,Alex tersenyum smirk,lalu melanjutkan permainan nya.Hingga kedua nya lelah dan berakhir terlelap dalam gelora cinta yang membara.
* * *
Karena bangun terlambat di waktu subuh,Maryam belum sempat mengeringkan rambut nya,ia lebih memilih untuk sholat dulu.
__ADS_1
Begitu selesai sholat,Maryam duduk di tepi ranjang,menyalakan hairdryer,ia mulai mengeringkan rambut nya.
Alex yang melihat sang istri sulit untuk menggapai bagian belakang rambut,Alex dengan begitu inisiatif merebut benda tersebut di tangan Maryam.
"Berikan padaKu!"
Alex segera berdiri di depan Maryam,dan mulai mengeringkan rambut sang istri.
Maryam dapat mencium aroma tubuh sang suami,karena Alex berdiri begitu dekat dengan dirinya,membuat detak jantung Maryam,berdegup begitu kencang.
Alex yang hanya mengenakan singlet putih,sehingga memperlihatkan sebagian otot tubuh nya,tangan nya yang kekar,membuat siapa saja yang melihat nya,pasti terpesona,belum lagi,wajah dengan rambut yang masih basah,Alex terlihat begitu tampan dan segar di pagi itu.
Senyuman di bi birnya sudah menyempurnakan wajah tampan nya itu.
"Ada apa ?Mas terlihat begitu bahagia pagi ini?"Maryam menaikan ke dua alis nya.Melihat ke arah Alex yang dari tadi senyum - senyum sendiri.
"Eemm,mau lanjut lagi ?"Bisik Alex,
"Aawww.."Pekik Alex dengan keras,saat Maryam menarik kulit perut Alex dengan kuat.
"Kamu membuat pinggang Ku sakit!"Cetus Maryam,mengerucutkan bi birnya.
"Tapi Aku suka,apalagi suara mu yang waktu itu..."
"Awwww"Pekik Alex lagi,
"Berhenti menggoda Ku!"Maryam segera berdiri,untuk berganti pakaian.
"He..He..He.."Alex tersenyum geli melihat raut wajah Maryam yang memerah.
"Sayang"Panggil Alex,memeluk Maryam dari belakang.
"Eeem"Sahut Maryam,sembari membuka lemari baju.
"Ayo,tambah anak lagi!"
Tap!
"Aagrh"
Maryam menginjak kaki Alex,membuat pria itu berteriak.
"Yang ini saja belum lahir,mau nambah lagi!"Ketus Maryam meletakkan baju nya di atas ranjang.Alex masih dengan posisi semula,tidak melepaskan pelukan nya dari sang istri.
"Sayang,kalau lagi marah itu,tambah gemes,mau nya lanjut yang semalam !"
Dugh!
"Ha..Ha..Ha .."Gelak tawa Alex memenuhi kamar itu,ia tertawa saat melihat Maryam yang kesal karena dirinya.
__ADS_1
Saking kesal nya dengan Alex,Maryam memukul nya dengan siku.Alex segera melepas pelukannya dan tertawa begitu kencang.
"Jangan ganggu Aku,Aku mau pakai baju dulu!"Peringatkan Maryam,sembari menatap Alex dengan tatapan penuh kematian.
Alex mengangguk,lalu menarik sudut bi bir dengan jari nya,mengisyaratkan kalau mulut nya telah di kunci.
Maryam segera berdiri di depan cermin.Sementara Alex, duduk di tepi ranjang,melihat sang istri yang sibuk mencocokan beberapa pakaian dengan dirinya.
Baju pertama Maryam memilih warna merah muda,dengan corak mawar merah.
"Jelek !"Ucap Alex,Maryam meletakkan kembali baju itu di atas kursi rias.
Maryam segera mengambil baju yang lain.
"Jelek!"
"Tidak cocok!"
"Terlalu sempit!"
"Norak!"
"Bikin gemuk!"
"Ketinggalan jaman!"
Bugh!
Maryam melempar semua baju milik nya ke wajah Alex.Pria ini tertawa dengan sangat keras,di tambah lagi geli dengan sikap Maryam yang sedang di goda oleh dirinya.
"Ha..Ha..Ha..Ha.."
Alex,berguling-guling di atas ranjang,sembari memegang perut nya,dan menertawakan Maryam,yang kini duduk di kursi rias dengan raut wajah yang masam.
"Udahlah,enggak mau pakai baju Aku,biar gini aja!"Ancam Maryam dan segera berdiri dari tempat duduk nya berjalan ke arah pintu kamar.
"Eh,tunggu!"Alex segera melompat dari ranjang,dan mengejar Maryam yang ada di ambang pintu kamar.
Blam!
Alex menutup pintu kamar yang sempat di buka Maryam.
"Yakin mau keluar seperti itu?"Tanya Alex,melihat Maryam dari atas ke bawah,dan dari bawah ke atas.
Baju yang di kenakan Maryam,adalah baju piyama gamis nya dengan lengan tali satu,sehingga memperlihatkan lengan dan juga lekuk tubuh Maryam.Sangat berbanding terbalik dengan pakaian yang biasa ia kenakan saat keluar dari kamar.
"Kenapa tidak,Mas,'kan suka!"Cetus Maryam memegang handle pintu kamar.
"Sayang,maaf!Aku ngaku salah !"Ucap Alex memegang ke dua telinga dengan tangan.
__ADS_1