Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Ke khawatiran


__ADS_3

Ayin terkejut.


"Bagaimana ia tahu Anda telah menikah?"


Caston bertanya.


"Pasti ada yang mengintai Kita selama ini,dan Kita melewati itu!"


Pungkas Alex.


"Apa yang Kita takutkan akhirnya datang juga,untuk kembali pun saat ini tidak akan mungkin selain menghadapi nya!"


Saran Caston.


"Ayin,suruh Jerry law untuk memeriksa pertahanan dan juga keamanan dirumah utama,tambah lagi pengawal di sekitaran rumah,pasang cctv di seluruh tempat !"


"Baik Tuan "


Alex segera pergi dari ruangan rapat menuju ruangan CEO.


Dengan langkah besar Alex keluar dari lift,sebisa mungkin ia menyembunyikan raut wajah nya yang masam dari pandangan sang istri.


"Heeemmm"


Alex menghela nafas nya sebelum ia masuk ke dalam ruangan CEO.


Ceklek !


Alex melangkahkan kaki nya kedalam ruangan,melihat Maryam yang sedang bermain dengan laptop kerja nya.


"Apa yang sedang Kamu lakukan dengan benda itu!"


Tegas Alex.Berjalan ke arah Maryam.


"Aku sedang memeriksa berkas yang di bawakan Ayin,benar ada nya kesalahan,di bulan lalu pendapatan dan pengeluaran perusahaan Xander sangat menurun,sedangkan di awal bulan ini baru beberapa hari statistik nya menanjak!"


Pungkas Maryam,Alex tercengang.


"Bagaimana Kamu tahu itu,Aku belum lama meninggalkan mu disini,dan Kamu sudah mengetahui sedetail itu?"


Alex bertanya kepada Maryam,wanita ini hanya terdiam saja.


"Tenang lah Mas,Aku hanya melihat nya sedikit,tidak memeriksa yang lain,karena Aku terlalu bosan!"


Pungkas Maryam.


"Heeem!"


Alex menyimpan kembali laptop diatas meja nya.


"Ayo pergi !"


Ajak Alex,Maryam segera berdiri.


"Mau kemana ?"


Maryam masih belum tahu kemana tujuan Alex selanjutnya.


"Ikut saja tentu tempat nya akan membuat Mu senang !"


Jawab Alex yang kini memegang handle pintu ruangan.


"Tuan,Aku sudah menemui Jerry,Dia akan mengirim hasil nya nanti malam!".


Alex bertemu Ayin di depan pintu.


"Baik,jangan ada yang kalian lewat kan,usahakan semua nya terpantau dengan jelas setiap sisi rumah utama"


"Baik Tuan,Aku sudah mengerti!"

__ADS_1


Ayin segera pergi meninggalkan Alex dan juga Maryam.


"Mas apa yang terjadi?"


Tanya Maryam penasaran dengan obrolan yang di bahas oleh Ayin dan Alex.


"Bukan apa-apa,hanya saja Aku ingin memantau tempat itu lebih pesat lagi,agar tidak ada yang Ku lewatkan !"


Ucapan Alex membuat Maryam salah paham.


"Mas,jangan katakan Kamu melakukan perbuatan me-sum!"


Bisik Maryam.Alex mengernyitkan dahi nya.


"Perbuatan me-sum?"


Alex mengulang kan ucapan Maryam.


Maryam mengangguk nya.


"Perbuatan me-sum yang bagaimana maksud Kamu,apa yang ini"


Alex mulai menyelipkan tangan nya ke dalam hijab Maryam.


"Mas!"


Pekik Maryam,Pria ini segera menarik kembali tangan,lalu memasukan nya ke dalam saku celana.


"Aku hanya menggoda Mu"


Sahut Alex,lalu memutar kan handle pintu.


"Aku serius,apa yang mas katakan dengan Ayin!"


"Maryam berhenti bertanya,Kita akan pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang!"


"Baik lah!"


"Anak pintar!"


Alex menyentuh kepala Maryam.


"Aku istri Mu,bukan Anak Mu mas!"


Cetus Maryam dengan kesal.


"Ya..ya,Kamu istri Ku yang Perfect"


Alex segera pergi meninggalkan Maryam.


Wanita ini kesengsem mendengar ucapan Alex yang menggoda nya.


"Tuan !"


Jerry law menyapa Alex di lobi.


"Katakan pada Caston Aku akan pergi dengan Maryam,Dia tidak perlu menunggu Ku!"


"Baik Tuan !"


Alex dan Maryam segera keluar dari lobi Xander,semua mata masih tetap menatap aneh ke arah Maryam,meskipun mereka tahu Maryam adalah istri Bos mereka.


Alex membuka pintu mobil untuk Maryam,wanita ini segera masuk,dan duduk di sebelah sopir.


"Mas Kamu akan mengemudi nya?"


"Iya"


Sahut nya yang kini sudah di sebelah Maryam ,membantu Maryam untuk memasangkan sabuk pengaman nya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Maryam hanya diam saja melihat sekitaran jalan yang mereka lewati.


Suasana nya begitu sejuk,dan Maryam menyukai itu.


Alex melihat nya dan tersenyum saat mengetahui kalau Maryam begitu senang di bawa jalan-jalan,benar kata Maryam ia akan bosan jika di rumah terus menerus.


Sampai di depan Enchanted Forest Water Safari,tempat nya yang luas dan juga megah,Maryam baru pertama kali melihat nya lebih dekat,dulu hanya melihat nya di internet.


"Ini adalah tempat yang ingin Aku ajak,Enchanted Forest Water,Kamu suka?"


Alex mematikan mesin nya,Maryam mengangguk nya.


"Apa Mas sering datang kemari?"


"Gak,ini baru pertama kali datang bersama mu!ayo turun !"


Maryam mengangguk nya,dan ikut turun bersama dengan Alex.


Enchanted Forest Water Safari adalah taman hiburan atau taman air. Ini adalah taman air terbesar di New York dan terletak di dalam Old Forge, di wilayah Adirondack.


Pria seperti Alex jarang ke tempat ini,karena hari - hari nya di penuhi berbagai macam kesibukan,seperti menjalan kan bisnis nya atau di bidang obat-obatan.


Dunia Alex berbeda dengan dunia orang lain,yang menjalankan ke hidupkan normal mereka,sedangkan Alex hidup nya lebih menantang dunia.Kadang ia seperti hidup dalam sketsa,menjalankan hidup sesuai perintah dan norma yang di tentukan oleh Tuan King.


Tapi setelah Alex bertemu dengan Maryam,Alex sadar kalau dirinya harus bisa menentukan hidup nya sendiri,tidak bisa terus hidup di bawah perintah orang lain.


Alex menggenggam tangan Maryam sepanjang jalan tempat taman tersebut.Dia tidak melepaskan nya walau hanya sebentar.


"Mau makan?"


Alex melirik Maryam.


"Enggak,masih kenyang!"


"Yasudah!"


Alex membawa Maryam ke water park dan juga melewati amusement Park,tapi tidak satu pun yang mereka coba dari permainan itu.


Setelah menelusuri berbagai tempat,Alex juga memotret moment saat bersama dengan Maryam di forge camping resort.


"Senyum nya kurang "


Ledek Maryam saat ia mengambil foto dengan suaminya.


Alex mencoba tersenyum,namun tetap saja terlihat begitu kaku.


"Sedikit lagi" Goda Maryam,sehingga hampir seluruh gigi Alex terlihat.


"He..he..he.."


Maryam menertawakan Alex saat melihat hasil foto nya yang lucu bersama sang suami.


"Kamu sengaja ya?"


Ketus Alex yang mencoba merebut ponsel di tangan Maryam,namun ia segera menghindari nya.


"Ampun!ya..ya maaf,Aku gak akan tertawa lagi!"


Pekik Maryam saat Alex mencoba menggelitik nya,lalu merebut ponsel di tangan Maryam.


"Jangan di hapus,itu bisa menjadi kenang-kenangan!"


Ujar Maryam.


"Ini akan tetap menjadi moment terindah kita,Aku akan menyimpan nya nanti di laptop setelah Kita kembali !"


Pungkas Alex,memasukan ponsel Maryam ke dalam saku nya.


"Mas itu milik Ku!"

__ADS_1


Maryam ingin merebut nya kembali,tapi Alex telah memasukan ponsel itu ke dalam saku celana nya.


__ADS_2