
Alex tiba di depan kamar nya,ia berusaha menutupi noda darah dengan tangan nya.
Di saat Alex memutar handle pintu,tapi sayang nya kamar itu tidak bisa di buka.
Alex menyadari kalau itu terkunci dari dalam,Alex tidak ingin membangunkan Maryam.
Alex segera pergi menuju ruangan kerja nya,la lalu masuk ke kamar mandi yang terhubung dengan kamar Nya.
Ceklek !
Alex melihat kamar nya yang remang-remang,hanya lampu tidur yang menyala.
Alex segera mendekati ranjang,dimana Maryam sedang tertidur.Hembusan angin kembali menerpa gorden besar itu,dan Alex mencoba untuk menarik tirai kamar,agar menutupi celah jendela.
Ia berjalan ke arah ranjang,kini duduk di tepi ranjang,melihat wajah lembut sang istri.Alex memberanikan diri untuk menyentuh wajah Maryam,lalu menyelip kan rambut nya ke sisi telinga,karena sudah menganggu pandangan nya untuk melihat wajah tersebut.
Dari sejak pagi,baru ini ia dapat melihat kembali wajah istri nya.Wajah yang selalu membuat nya gagal fokus dalam bekerja.Wajah yang selalu mencoba menggoda ketenangan nya.
"Mas,apa itu Kamu?"
Ucap Maryam mencoba mengucek ke dua mata nya,Alex segera menarik kembali tangan nya,lalu ia berdiri.
"Mas!"
Panggil Maryam,saat melihat Pria itu membelakangi dirinya.Maryam duduk di atas ranjang,menyalakan lampu kamar.
Klik!
Alex masih membatu di tempat,tangan satu nya menutupi noda darah di bajunya.
Maryam turun dari ranjang.Ia melihat jam di dinding sudah hampir waktu nya subuh.
"Mas!"
Panggil Maryam lagi,saat Alex tidak menoleh.
Maryam segera mendekati Pria dingin yang berstatus suami nya.Maryam menyentuh bahu Alex dari belakang,Alex menoleh ke tangan yang putih dan lembut itu,jari jemari nya yang lintik kini berada diatas bahu nya yang kekar.
Alex membalikan tubuhnya,tangannya masih menutupi luka.
"Mas sudah makan?"
Maryam belum menyadari luka yang di alami Alex.
"Belum !"
Sahut nya singkat.
"Mas,tunggu disini,Aku akan turun ambilkan makanan untuk Mas!"
Ujar Maryam lalu berbalik.
"Tunggu!"
__ADS_1
Maryam kembali menoleh,Alex mendekat.
Alex menyentuh ke dua bahu Maryam,membuat jantung Maryam melayang seketika karena sentuhan itu.
"Duduk disini,Aku akan memeriksa luka nya!"
Maryam melongo,ia lupa dengan luka kaki.Alex berjongkok,ia mengangkat kaki Maryam Keats pa ha nya,lalu ia segera melihat telapak kaki yang terluka.
"Itu sudah tidak apa-apa,nanti juga akan sembuh!"
Maryam menatap Pria yang sedang menundukkan kepala di depan dirinya.Alex membuka perban yang membalut kaki Maryam,lalu ia meraih laci nakas,dan mengeluarkan kotak obat.
"Mas,Aku bisa sendiri,biarkan Aku balut sendiri!"
Maryam menyentuh bahu Alex,ia segan jika suaminya menyentuh kaki nya.
"Duduk dengan manis,Aku akan mengobati mata,menganti perban nya!jangan membantah!"
Ketus Alex,seketika Maryam terdiam.
Dengan sangat telaten,Alex membersihkan luka nya dan juga membalut telapak kaki Maryam.
Rambut nya yang ikal terlihat begitu kusut setelah seharian ia pergi,bahkan tidak sempat untuk memperbaiki nya,pekerjaan membuat Alex menjadi Pria yang begitu kejam dan dingin.
Namun,Alex adalah Pria yang selalu mementingkan penampilan nya,karena ia terburu-buru untuk bertemu dengan Maryam,ia melupakan penampilan nya saat ini,wajah tampan nya sudah menutupi apa kekurangan nya.
Lama sekali Maryam memperhatikan Pria yang berjongkok di depan nya,lalu tangan lembut Maryam menyentuh ubun-ubun Alex.Membuat Alex menghentikan tangan nya yang sedang membalut kaki Maryam.
Alex mendongak menatap ke arah Maryam.Ketika ke dua netra itu bertemu,entah kenapa ke dua nya menjadi patung,bahkan satu ekor nyamuk yang singgah pun tidak terasa telah menghisap darah mereka.
"Mas sudah?"
Tanya Maryam,namun Alex belum menjawab,ia masih melihat fokus ke arah Maryam.
"Mas..!"
Maryam menyentuh bahu suami nya sedikit menekannya.Sontak membuyarkan lamunan nya.
"Sebentar lagi!"
Sahut nya,lalu segera menyelesaikan perban yang terakhir.
"Sudah selesai!"
Alex berusaha untuk bangun,karena berjongkok terlalu lama merasakan sedikit lipatan di tempat jahit.
"Aagrh!"
Alex menyentuh perut nya,sembari memejam matanya.
"Ada apa ?"
Maryam segera berdiri,lalu melihat ke arah tangan Alex yang berusaha menyembunyikan luka itu dari Maryam.
__ADS_1
"Mas!"
Maryam memegang tangan kanan Alex yang kini berada di perut nya.
Alex memegang tangan Maryam,lalu memindahkan tangan lembut itu dari tangan kekar nya.
"Aku baik-baik saja!"
Alex segera berbalik.Maryam menarik tangan kiri Alex,membuat Pria itu menoleh.
Maryam menghela nafas nya,lalu ia berjalan dan kini berdiri di depan Alex.
Maryam memindahkan tangan Alex yang menutupi luka nya,betapa terkejut nya Maryam saat melihat noda darah telah melebar di kaos putih Alex.
"Apa ini Mas,kenapa Mas menyembunyikan ini dari Ku?"
Maryam menatap nyalang ke arah Alex,dengan netra yang berbinar-binar.
"Bukan begitu,ini hanya luka kecil saja!"
Alex memalingkan wajah nya dari pandangan Maryam,ia tidak berani menatap netra sang istri yang saat ini telah mendung.
"Aku tidak akan bertanya bagaimana ini terjadi,tapi Aku mohon,biarkan Aku bantu Mas,untuk mengobati luka ini!"
Pungkas Maryam,lalu menyuruh Alex untuk berbaring.
Tanpa membantah Alex pun menuruti keinginan Maryam,dan ia segera berbaring.
Maryam membantu melepaskan kaos yang di kenakan Alex,tangan nya menjadi dingin dan gemetar,saat jari-jari nya tersentuh dengan kulit Alex.
Maryam dapat melihat roti sobek yang keras itu,begitu berkilau,sehingga membuat mata nya silau,Maryam tetap kembali fokus pada luka di perut Alex,sejenak melupakan pandangan indah di depan mata.
Maryam tidak mengikat rambut nya yang panjang di biarkan terurai.
Disaat ia sedang menggunting perban yang ada di tubuh Maryam,tanpa sengaja,rambut panjang nya menutupi mata Alex.
'Harum nya..!'
Alex mencoba membiarkan itu begitu saja,tapi Maryam segera sadar kalau rambut nya telah menganggu Alex.
"Maaf !"
Maryam menarik rambut nya.
"Sini !"
Alex mengedipkan satu kali mata nya,meminta Maryam untuk mendekat.
Alex segera meraih pita rambut yang ada di nakas,lalu mengikat rambut Maryam,kini posisi nya seperti Alex mengalungkan tangan nya di le her Maryam.
Dag..Dig..Dug..
Ke dua nya sama-sama dapat mendengar suara itu,suara yang berasal dari hati masing-masing Mereka.
__ADS_1
"Sudah !"
Alex berusaha tersenyum,tapi senyuman nya malah terlihat begitu kaku di depan Maryam.