Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Meja Makan


__ADS_3

Alex dan Maryam duduk berdekatan,Alex terus saja melihat ke arah Maryam yang sedang mengambil nasi untuk Nya.


"Ada apa?"Maryam berhenti mengambil sayuran saat mengetahui sang suami memperhatikan nya.


"Tidak ada,hanya saja Aku merasa kenyang setelah melihat Mu tersenyum !"Alex mengedipkan mata nya.


Pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka,terkejut dengan sikap Alex kepada Maryam.


Biasa nya sebelum menikah,siapapun yang berada di meja makan tidak boleh ada yang bersuara.


"Mas!"Maryam menggelengkan kepala nya sambil senyum-senyum,mendengar gombalan maut dari sang suami.


"Sudah cukup,ini terlalu banyak!"Alex segera mengambil sendok yang di tata di sebelah piring nya.Maryam kembali duduk di kursi nya,dan juga mengambil nasi untuk dirinya sendiri.


"Aa.."Ucap Alex mengarahkan sendok ke arah Maryam.


Maryam menaikan alis nya,ia tidak bisa makan secara terbuka apalagi dengan posisi ia memakai cadar.


Alex meletakkan kembali sendok nya diatas piring,lalu ia berdiri.Maryam melihat nya dengan heran,ia takut jika suami nya marah.


Sreeett!


Alex menggeser kan kursi tempat duduk Maryam agar lebih dekat dengan kursi Nya.


"Mas.."


"Sekarang sudah dekat kan?"Alex melihat ke arah Maryam,wanita ini tersenyum,saat mengetahui sang suami tahu apa yang ia pikirkan.


Maryam mengangguk nya sembari membuka mulut,sedikit membuka bagian bawah cadar,yang hanya cukup bisa masuk untuk sebuah sendok.


Alex bersama dengan Maryam melewati makan malam yang romantis,meskipun hanya berada di dalam ruang makan rumah.Bukan di restoran ataupun di tempat mewah seperti yang di lakukan orang lain pada umum Nya.


Jam 21:05 Malam.


Begitu selesai,Alex segera berdiri,lalu membantu sang istri untuk berdiri.


"Mas,Aku bisa sendiri!"


"Jangan menolak !"Tegas Alex,Maryam hanya mengangguk pelan,sembari menerima perlakuan sang suami yang begitu perhatian.

__ADS_1


Alex menuntun Maryam keluar dari ruangan makan,beberapa pelayan masuk ke dalam tersebut untuk membereskan meja makan.


Ddzzrrt..


Ddzzrrt..


Ponsel Alex bergetar,ia segera menghentikan langkah nya,lalu merogoh saku celana nya.


"Tuan Besar!"Gumam Alex,Maryam melihat ke arah Suaminya yang sedang menatap layar ponsel,dengan satu alis di naikan Alex.


"Siapa Mas?"Maryam sengaja bertanya,karena selama ini Alex tidak pernah menceritakan tentang Tuan King lebih mendetail kepada Nya.


"Kamu duluan saja naik ke atas,Aku akan mengangkat panggilan dulu!"Ucap Alex,melepas tangan Maryam yang sedari tadi ia pegang saat keluar dari ruangan makan.


Maryam mengangguk,ia segera berjalan ke arah tangga,sementara Alex,berjalan ke arah pintu utama.


"Tuan "


"Tuan "


Sapa pengawal yang berjaga di luar rumah,Alex hanya mengangguk pelan,lalu melewati tempat Mereka berdiri.


Alex berjalan ke arah taman,sampai di sana,Pak Kim sudah menyusul dari belakang sembari membawa secangkir kopi susu untuk Alex.


"Hormat Ayah!"Sapa Alex seperti biasa,saat ia akan berbicara dengan Ayah angkat nya.


"Eeemm.."Orang di seberang sana menjawab nya dengan acuh.


"Apa Aku menganggu Mu?"Suara berat Tuan King dan berat,membuat Alex harus bisa mengatur nafas,agar tidak salah berbicara dengan Pria tua itu.


"Tidak,Aku baru saja selesai makan malam.Bagaimana kondisi Ayah,apa akhir-akhir ini Sandra merata Mu dengan baik?"Tanya Alex sekedar basa-basi.


"Heemm,langsung pada topik saja,Aku baik,tidak perlu bertanya tentang kondisi Ku,tidak ada yang terjadi kepada Ku!"


Alex meletakkan tangan kanan nya di atas meja besi tersebut,lalu ia kembali melanjutkan obrolan dengan Ayah angkat nya.


"Apa yang terjadi?kenapa Kamu menyerang Guntur?"Pertanyaaan Tuan King seolah-oleh Pria Tua itu tidak mengetahui apa-apa.Padahal,jelas-jelas,Pak Kim telah menceritakan semua nya kepada Tuan King.


"Ayah berhenti berpura-pura,Anda sudah mendengar semua nya dari Pak Kim.Tapi,kenapa Anda masih bertanya?apa yang Anda inginkan sebenarnya dari Saya?"

__ADS_1


Alex berbalik bertanya kepada Tuan King,sedikit goyah rasa hormat nya kepada Pria tua itu.


"Aku hanya mendengar separuh cerita,Aku ingin mendengar semua nya dari Mu!"Tegas Tuan King.


"Tidak ada yang terjadi.Semua nya baik-baik saja!"Alex malas untuk menceritakan perihal masalah itu,karena ia tahu,Tuan King tidak akan berpihak kepada Nya.


"Kamu tahu,dengan Kamu menyerang Guntur,Peter telah kembali dari London!"


Mendengar nama Peter,Alex berhenti sejenak.Dia tidak langsung menanggapi nya.


Peter Pria keras,ia adalah tentara yang di latih oleh keluarga Guntur,Dia juga pewaris satu-satu nya dari keluarga Guntur.


Selama ini Peter sangat menghormati Tuan King begitu juga Alex.Karena ke dua nya telah menyepakati satu janji,tidak ada yang boleh menyerang satu sama lain,selain di Medan tempur.


Tapi begitu mengetahui Ayah nya di serang oleh Alex,tidak butuh waktu lama Peter sudah sampai di NY.


"Peter?"Ulang Alex.


Pria yang tumbuh bersama-sama dengan Nya.Meskipun pernah belajar di sekolah militer,kedua nya terpisahkan saat Peter melanjutkan tingkatan yang lebih yg tinggi lagi.Sedangkan Alex,ia di perintahkan untuk memimpin Mafia King yang sangat berpengaruh di NY.


"Iya!saat ini mungkin Dia sudah tiba di NY.Meskipun Aku tidak menyukai istri Mu.Namun,saat ini ia sedang mengandung Anak Mu,Aku berharap kalau itu laki-laki,bisa menjadi penerus Mu!"Pungkas Tuan King.


"Jika perempuan?"Alex kembali bertanya,Tuan King terdiam sejenak,mendengar pertanyaan Alex.


"Jika perempuan Kamu tahu apa yang harus Kamu lakukan,Aku tidak akan menerima nya,meskipun nyawa Mu taruhan Nya!"Tegas Tuan King.


"Tetap waspada dimana pun Kamu berada,Peter tidak akan datang menyapa dengan sopan.Mungkin Dia akan datang dengan tempramen yang buruk,baik Kamu atau Istri Mu,harus lebih ekstra hati-hati lagi!"Sambung Tuan King.


"Aku tau,Aku sudah mempersiapkan diri Ku!"Alex menyakinkan diri nya,kalau Dia bisa melawan Peter.


"Besok akan ada rapat dua keluarga,Keluarga Guntur dan juga keluarga King.Peter yang menjadi perwakilan nya,dan Kamu juga menjadi perwakilan di King!"Imbuh Tuan King.


"Aku tidak bisa hadir!"Tegas Alex,menolak dengan tegas pertemuan tersebut.


"Kau harus bisa datang,mungkin Peter tidak akan hadir.Namun,tidak dengan Kamu,ini adalah tugas dan tanggung jawab Mu.Kamu harus bisa hadir!"


"Jika Ku katakan Aku menolak?"Alex bersikeras,menolak nya.


"Kalau Kau menolak Nya,Aku akan mundur dari Xander,dengan mundur Nya Aku,banyak kolega atau investor lain yang akan mengadakan pertemuan dadakan!"Ancam Tuan King,Alex berpikir sejenak.

__ADS_1


"Kamu tahu,Aku bisa menerima apapun yang Kau lakukan disana,tapi sedikit Kau membantah kata-kata Ku,Aku bisa menggeser kan posisi Mu ke tempat yang lebih buruk,dan lebih buruk dari kata sampah,dan Kau akan tau seberapa buruk Nya Kamu saat itu juga"


'Sial'Umpat Alex dalam hati,sembari mengepalkan tangan nya yang ada di atas meja.


__ADS_2