Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Demam?


__ADS_3

Di dalam ruangan meeting,hanya ada Caston,Ayin dan juga Alex,serta beberapa staf karyawan lain nya yang ikut meeting.


Alex memijit kepala nya yang terasa agak berat.


Brak !


"Proposal apa ini?apa ini yang Kalian sebut proposal?"


Ketus Alex dengan kasar,semua mata menoleh ke arah nya,lalu menunduk serentak saat melihat sorotan netra Alex memerah.


"Ada yang bisa jelaskan ?"


Sambung nya mengangkat proposal ke atas,sambil melihat ke arah semua karyawan.


Tidak ada satu pun yang berani menjawab apa lagi menyela perkataan Alex.


"Siapa yang memimpin proyek ini?"


Alex menatap nyalang ke arah Caston,ia tahu pasti Caston yang memegang proyek kali ini.


"Saya Tuan!"


Sahut Caston berdiri.


"Namun,proposal ini di buatkan oleh tim A atas dasar bimbingan Tuan Mario !"


Jelas Caston,Alex mengangguk nya sambil memperhatikan semua orang yang hadir pada meeting pagi ini.


"Aku berikan kalian waktu satu hari, untuk merevisi ulang proposal nya,jika masih ada yang belum benar,maka Kalian akan di pindahkan ke tim C!"


Tegas Alex mengancam staf karyawan.


"Tim C?bagaimana bisa,jangan kan satu bulan bahkan satu tahun belum tentu dapat proyek !"


Protes mereka.


Alex berdiri dari tempat duduk nya.


"Kalian bekerja disini adalah hal yang mudah,di gaji sesuai dengan proyek yang kalian kerjakan,meskipun dalam setahun kalian tidak mendapatkan Proyek tetap gaji kalian utuh,tapi mengerjakan proposal begini saja Kalian tidak mampu?"


Alex kini menatap satu persatu staf karyawan yang ada di depan nya.Mereka semua menundukkan kepala nya,tidak ada yang berani menatap Alex.


"Tuan Alex,biarkan proyek ini saya yang bimbing untuk proposal,saya pastikan,saya akan membantu tim A agar menyelesaikan proposal dalam waktu satu hari!"


Tegas Ayin,ikut membantu tim A.


Begitu mendengar penuturan Ayin,semua staf karyawan tim A tersenyum bahagia,langsung memperlihatkan kembali semangat hidup Mereka.


Alex masih mempertimbangkan saran Ayin,ia berdiri sambil melihat ke semua orang,ke dua tangan nya masih berada di dalam saku celana.


"Hueeek..hueek!"


Alex segera berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan meeting.


Semua staf karyawan saling pandang satu sama lain,melihat tingkah Alex yang aneh.Apalagi Ayin dan Caston,mereka saling memberi kode satu sama lain.


"Apa yang terjadi?"Bisik Ayin,Caston menaikan ke dua bahu nya.


"Aku enggak tahu,tapi saat berangkat tadi dari rumah,Tuan terlihat kurang sehat,Nyonya juga mengingatkan Nya untuk beristirahat.


"Eheem!"


Alex berdehem,setelah kembali dari kamar mandi.


"Meeting nya sampai di sini dulu,Kita lanjut besok setelah Kalian merevisi ulang proposal nya"


Ujar Alex,menutup kembali laptop nya.

__ADS_1


Semua staf karyawan membereskan berkas yang Mereka bawa,lalu pergi meninggalkan ruangan meeting.


"Tuan,apa perlu Kami panggilkan dokter kemari?"


Tanya Caston,yang berdiri.


"Tidak perlu,Aku akan istirahat di ruangan Ku!"


Alex segera pergi meninggalkan ruangan meeting.


Blam!


Pintu ruangan tertutup.Caston melirik Ayin.


"Apa?kenapa Kau melihat Ku?"


Tanya Ayin,yang berkacak pinggang.


"Hari ini Kau terlihat cantik,siapa yang ingin Kau goda?"


Cibir Caston.


"Gila Kau,siapa yang mau Ku goda,enggak ada yang menarik disini selain Bos Kita,Ha..ha..ha"


"Aku kan termasuk Pria tampan juga disini !"


"Iya kalau dilihat dari sedotan!"


Cibir Ayin,lalu pergi meninggalkan Caston sendiri di dalam ruangan meeting.


Ruangan CEO,jam 16:00.


Alex terlihat begitu lesu.Alex hari tidak bersemangat untuk bekerja.Sejak dari tadi pagi bawaan nya mual dan ingin muntah,tapi begitu tiba di kamar mandi ia malah tidak jadi muntah,membuat Alex kesal sendiri dengan ke adaan nya yang begitu menganggu dirinya.


Alex kembali berdiri dari tempat duduk nya,memegang perut nya yang kembali mual.


"Masuk !"


Sahut Alex,kembali duduk di kursi nya.


"Tuan,Tuan Lion disini!"


Ucap Jerry berdiri di ambang pintu.


"Suruh Dia masuk!"


Jerry mengangguk.


"Tuan Lion,silahkan masuk!"


Tap..Tap..Tap..


Lion segera masuk ke dalam ruangan Alex.


"Jerry bawa beberapa botol Vodka kesini untuk Tuan Lion,Aku minta segelas Green tea hangat!"


"Baik Tuan !"


Jerry segera pergi untuk mengambil minuman.


"Tuan Lion,silahkan duduk !"


Alex melihat Pria di depan nya dengan tajam,meskipun ia paling benci bersikap basa-basi kepada musuh.Namun,Alex tetap harus bersikap ramah untuk mengetahui tujuan musuh datang bertemu dengan Nya.


"Saya sangat terkesan melihat keramahan Tuan Alex,jarang-jarang dapat melihat Anda begitu ramah !"


Cibir Lion,yang segera duduk di depan Alex.

__ADS_1


"Katakan apa tujuan Kamu kemari?"


Alex kini memperlihatkan raut wajahnya yang datar.


"Saya lebih senang melihat Anda dengan wajah yang begini.Terlihat jujur,dari pada berbicara dengan ramah.Namun,sebenarnya Anda ingin sekali mengusir Saya!"


Ujar Lion,yang menatap Alex dengan tatapan menggoda.


Ceklek !


"Tuan ini minuman Nya!"


Jerry segera meletakkan nya di meja sofa.Alex kembali berdiri,sambil menahan rasa mual nya.


"Mari Tuan Lion untuk merayakan kedatangan Anda!"


Ucap Alex dingin,Lion segera berdiri untuk menghampiri Alex,lalu merangkul pinggang kekar Alex ke dalam pelukan nya.


"Bisa kah Tuan Alex menuangkan nya kepada Saya?"


Lion mengedipkan matanya.


"Jerry tuangkan minuman itu kepada Tuan Lion,Saya akan ke kamar mandi!"


Alex segera pergi,sementara Jerry menuangkan Vodka untuk Lion.


"Thank you!"


Jerry tersenyum,lalu kembali berdiri di sebelah Lion,sambil menunggu Alex keluar dari kamar mandi.


Alex melonggarkan dasi nya,lalu membuka dua kancing meja atas nya,semakin membuat Lion menatap nya dengan liar.


"Bisa Kamu katakan apa tujuan Kamu datang kesini?"


Tanya Alex,langsung pada intinya.


"Tuan Guntur mengirim Saya kemari,untuk menanyakan apa maksud dari karung yang Anda kirim,Anda tau,Anda sudah melanggar peraturan organisasi Kami!"


Gluk !


Lion meneguk Vodka.


"Melanggar?apa yang Saya langgar?Kalian telah melewati batas dari kepercayaan Saya,Kalian berani bermain di sekitaran daerah kekuasaan King,jika Kalian berani bertindak lagi,akan Ku pastikan Tuan Guntur tidak dapat melihat dunia ke esokan nya!"


Tegas Alex,menatap nyalang ke arah Lion.


Prang !


Lion melempar gelas minuman nya ke lantai.


"Heeh!"


Lion berdiri menghampiri Alex,yang menyandar di meja kerja nya.


"Tuan Alex,Anda tampan sayang sekali ucapan Anda terlalu berbisa!"


Lion menyentuh wajah Alex dengan jari nya.


Duacckk!


"Uuhhh!"


Alex menendang Lion dengan kuat sehingga Pria itu tersungkur ke lantai.


"He ...hee...Ternyata Tuan Alex selain tampan juga perkasa !"


Lion kembali bangkit,sambil memegang perut nya.

__ADS_1


__ADS_2