
Alex kembali ke toko karena ponsel milik nya ketinggalan.
"Dimana Ayin sama Maryam ?"
Ani dan Ana menoleh secara bersamaan saat mendengar suara Alex.
"Tuan,Anda kembali?"Ucap Ani,Ana menyenggol siku nya.
"Eem..Dimana istri Ku,dan Ayin?"Alex menatap ke arah ke dua pelayan nya,sembari menyimpan ponsel di saku nya.
"Nyo-Nyonya Ada di gudang Tuan !"Ana menunduk.Belum ada yang berani berbohong dengan Alex,meskipun ada cara untuk berbohong.
Pelayan dan Pengawal semua di latih untuk jujur,karena jika ketahuan berbohong,hukuman yang ringan pasti ma ti,dan yang berat adalah penyiksaan sampai ma ti.
Alex segera berbalik,tanpa melihat ke arah dua pelayan itu lagi.Alex berhenti tepat di depan pintu gudang.
Karena gudang memiliki dinding yang kedap suara,jadi sebesar apapun Mereka berteriak atau berbicara Alex tidak bisa mendengar Nya.
"Apa yang di lakukan Mereka disini?"Gumam Alex menyentuh handle pintu gudang.
Alex memutar perlahan handle tersebut.
Kriing...
Kriing...
Ponsel Alex berdering,Ia segera merogoh saku celana nya,dan melihat Jerry yang menelpon nya.
"Hallo!"Alex meletakkan benda pipih tersebut di telinga nya.
"Tuan,semua orang sudah di ruangan rapat,dimana Anda saat ini?"Suara Jerry terdengar setengah berbisik,Alex mengetahui nya kalau Jerry sedang berada di ruangan rapat.
"Aku akan segera kesana,tunggu Aku 10 menit lagi akan sampai ke Xander!"
"Baik Tuan!"
Alex segera memutuskan panggilan tersebut.
Alex mengurungkan niat nya untuk mengecek keadaan di dalam gudang,ia segera berjalan ke arah pintu toko.
Di Dalam Gudang. . .
__ADS_1
"Bagaimana?apa Nyonya lelah?"Tanya Ayin duduk di sebelah Maryam.
"Sedikit!"Sahut Maryam,sembari tersenyum.
"Ayo,Anda harus segera istirahat,dan tidak boleh terjadi apa-apa pada kehamilan Anda!"
Ayin membantu Maryam untuk berdiri.Lalu menuntun nya keluar dari gudang.
Maryam melihat Ana dan Ani yang sedang gelisah.
"Ada apa ?"Tanya Maryam saat melihat ke dua pelayan nya yang terlihat gelisah.
"Barusan Tuan Alex kembali lagi ke toko,ia menanyakan keberadaan Anda Nyonya!"
"Haah?"Maryam terkejut,ia melirik Ayin.
"Apa yang Tuan katakan ?"Ayin bertanya kepada dua pelayan tersebut.
"Tidak ada selain menanyakan keberadaan Nyonya,lalu Tuan segera pergi setelah mendapat panggilan !"Pungkas Ani.
"Eeem..Tidak apa-apa Ayin!"Sambung Maryam menepuk pelan bahu Ayin.
"Semoga saja Tuan tidak pernah tau!"Gumam Ayin.
"Enggak,enggak ada,Nyonya Aku akan kembali ke Xander,nanti sore Tuan akan menjemput Anda lebih awal!"Ujar Ayin.
"Eem,hati-hati.Terimakasih untuk hari ini!"
Ayin mengangguk Nya,setelah berpesan untuk menitip Maryam kepada Ani dan Ana dan ia segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
Xander Grup . . .
Ruangan rapat,semua orang telah hadir di rapat penting tersebut.Tidak terkecuali,keluarga Alaska dan juga keluarga Cristopan ikut hadir.
Di pertemuan kali ini,Anak perempuan dari keluarga Cristopan hadir pada rapat tertutup tersebut.Bahkan tidak ada yang memberitahukan Alex mengenai hal itu.
Alex menatap tajam ke arah Jerry yang duduk tidak jauh dari dirinya.Alex marah kepada Jerry karena tidak memberitahukan pada Nya ke datangan Charlotte di Xander pada hari ini.
"Apa Kita bisa memulai rapat nya Tu an A lex?"Tutur Tuan Guntur dengan nada yang sengaja di perlambatnya.Namun,di tekan dengan keras di akhir kata,Alex menatap nya dengan nyalang.Tuan Guntur hanya menanggapi itu dengan senyuman smirk nya.
"Bisa!"Alex beralih menatap Jerry agar Pria itu memulai rapat nya.
__ADS_1
30 menit berlalu,rapat berjalan dengan lancar,Jerry meminta staf keuangan dan departemen pemasaran untuk meninggalkan ruangan rapat.
Saat ini di dalam ruangan rapat hanya tersisa ti-ga keluarga yang akan mendiskusikan pulau besar yang akan mereka rebut bersama.
"Tuan Alex,kedatangan Saya kemari bukan hanya untuk membahas pulau besar tersebut,tapi ada maksud dan tujuan lain!"Ujar Tuan Cristopan,sang Ayah dari Charlotte.
Wanita itu yang duduk disebelah Alex,terus saja memainkan kaki nya di bawah meja.Alex sudah menahan diri sejak tadi,agar tidak membuat Tuan King dalam masalah besar.
"Katakan!"Ucap Alex dengan datar.Dia hanya menatap fokus ke depan,dan mengabaikan Charlotte yang duduk disebelah nya.
"Seperti yang di sepakati Tuan King sebelum nya,Kamu dan Anak Saya akan menikah,dan pulau besar itu akan menjadi keluarga King!"Pungkas Tuan Cristopan.
"Lanjut!"Ketus Alex,masih dengan tatapan datar nya,suara nya terdengar dingin.
Charlotte menyentuh paha Alex,Pria ini mengepalkan tangannya yang di atas meja.Disaat Charlotte ingin menyentuh aset milik Alex.Alex segera memegang kuat lengan tangan Charlotte.
Alex menatap tajam ke arah Charlotte,Wanita itu menahan rasa sakit di pergelangan tangan nya.
Alex segera menghempas tangan itu ke bawah meja,setelah memberikan tatapan peringatan kepada Wanita tersebut.
"Jadi Tuan Alex,apa Anda akan menerima syarat yang Kamu berikan,Putri Saya tidak masalah jika ia akan menjadi istri Ke dua.Karena rasa cinta nya kepada Anda terlalu besar,sehingga membuat Dia tidak memperdulikan soal itu!"Tuan Cristopan memeluk Anak nya yang duduk di sisi kiri nya.
Charlotte tersenyum bahagia,ia terus saja menatap Alex dengan genit.
"Istri ke dua?"Alex mengulangi kata-kata tersebut.
"Benar,Aku tidak mempermasalahkan soal itu,Aku tetap akan setuju menikah dengan Mu,dan pulau besar tersebut akan menjadi milik Mu!"Sambung Charlotte ingin menyentuh tangan Alex yang terletak di atas meja,Alex segera memindah nya,membuat Charlotte sekali lagi kesal dengan sikap Alex.
'Saat ini ada yang harus Ku lindungi,keluarga Cristopan bukan hanya berkuasa di LA saja,tapi ia juga sangat licik dan jahat'
Alex menatap nyalang ke arah Tuan Cristopan.
"Saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri,saat ini Saya memiliki istri yang sangat Saya cintai,jika Kamu masih berharap ingin menikah dengan Ku,buatlah pertemuan antara Kamu dan istri Ku!"Imbuh Alex.Tuan Cristopan dan Charlotte saling pandang satu sama lain.
"Sudah lah,Tuan Alex,apa yang kurang dari Putri Tuan Cristopan,selain cantik Dia juga pintar,dan lulusan terbaik!"Sambung Tuan Guntur,Alex menatap nya dengan tajam,Tuan Guntur segera memindahkan pandangan nya ke arah lain.
"Anda pikir,menjadi istri Saya hanya lulusan terbaik saja?"Alex menatap Tuan Guntur,lalu beralih melihat Tuan Cristopan yang sedang bingung dengan ucapan Alex.
"Jadi apa yang Anda inginkan?"Tuan Cristopan bertanya.
"Tentu ia harus pandai masak,pandai ngurus Anak,pandai ngurus suami,terlebih lagi,pandai ngurus rumah.Jika Charlotte bisa menjadi istri Ke dua Saya,Kami akan tinggal terpisah,tidak ada pelayan dan juga pengawal di rumah baru.Semua pekerjaan rumah harus Dia sendiri yang melakukan itu!"Pungkas Alex,menompang ke dua tangan nya di atas meja rapat.
__ADS_1
"Kalau hanya sekedar cantik,Istri Saya jauh lebih cantik,Dia juga lulusan terbaik,Dia bisa masak,bisa ngurus rumah,bisa ngurus Saya sebagai suami nya,yang terpenting,Dia hot di atas ran..jang!bisa membuat Saya lupa untuk bangun tidur,jadi semua yang Saya cari ada pada istri Saya"Sambung Alex,menatap Charlotte dan juga Tuan Cristopan secara bersamaan.
Charlotte dan Tuan Cristopan merasa telah mendapat pukulan penghinaan dari ucapan Alex.Tuan Cristopan menatap Alex dengan marah ingin sekali saat ini untuk membu nuh Alex.