
Ge terlihat begitu bingung dengan sikap Al.
"Umi dan Papa merasakan keanehan?"Tanya Ge,melihat ke arah ke dua orang tua nya.
Maryam dan Alex,mengangguk nya.
"Apa mungkin benturan itu terlalu keras,sehingga membuat Kak El aneh begitu?"Ge kembali berpikir.
"Lama-lama Kita akan terbiasa!"Sambung Alex.
"Ge,bagaimana keperluan mu,apa sudah di siapkan semua?hari Kamis mau berangkat jam berapa ?"
"Pah,boleh pesan tiket malam saja.Besok Rabu,jadi Aku ingin berangkat malam Jumat!"
"Emmm,nanti papa atur!"
"Pokoknya,sampai disana harus hati-hati,Umi tidak mau kejadian yang sama terulang.Pulang-pulang Ge berubah kayak El!"
Alex dan Ge tersenyum mendengar penuturan Maryam.Namun,tetap saja ada yang janggal di pikiran Alex.
"Ge balik kamar !"
Maryam mengangguk nya.Alex melirik ke arah Ge yang sudah masuk kamar.
"Ada apa?Kamu sedih?"Tanya Alex,Maryam menggelengkan kepala nya.
"Anak-anak sudah ke kamar,sekarang hanya tinggal Kita berdua!"Goda Alex,menyentuh wajah Maryam.
"Mas,apa yang Kamu lakukan,ingat umur!"Cetus Maryam yang segera berdiri.
"Kenapa dengan umur Ku,Aku masih terlihat kuat!"Alex kembali menarik tangan Maryam hingga ia terjatuh di atas pangkuan sang suami.
Alex menyentuh bi bir tanpa polesan gincu,sehingga membuat ia gemes ingin menggigit nya.
"Aku akan kembali ke kamar!"Ujar Maryam yang berdiri dan tersenyum.
"Tunggu!"Alex segera menyusul Maryam.Karena ia tahu,kalau Maryam sudah memberi kode pertempuran akan segera terjadi.Alex tidak akan membuang-buang waktu nya.
Di dalam kamar,Al terlihat bingung.Ia terus saja mondar-mandir di depan ranjang El.
Al mengeluarkan ponsel milik El,lalu memeriksa semua isi yang ada di dalam ponsel tersebut.Tidak ada hal penting.Namun,sedikit info yang ia dapat.Al bisa belajar berpenampilan seperti El ia bisa melihat nya dari foto-foto yang tersimpan di galeri El.
* * *
Al duduk di teras,Ge baru saja keluar dengan pakaian olahraga nya.
"Mau kemana?"Al melihat Ge yang sedang memakai sepatu nya.
"Tempat Taekwondo!"
"Kak El ikut!"Al segera berdiri,tapi itu justru membuat Ge bingung.
"Kak El mau ikut?"
Al mengangguk nya.
"Bukan kah,Kak El ada jadwal pengajian ?"
"Kamu mau pergi ke Inggris,hari ini biarkan Kak El yang temani Kamu!"
Maryam dan Alex keluar bersamaan.
"El,bawa toples ini ke mobil!"Maryam memberikan toples kue kepada Al.
"Kita mau kemana?"Tanya Al yang bingung.
"Jualan lah,kemana lagi!"Sambung Ge.
"Tidak bisa,kan El sudah bilang El akan ikut Ge,hari ini biar Papa saja yang ikut Umi!"Tegas Al,
"Biar Aku saja yang antar Kamu sayang !"Alex mengambil toples di tangan Maryam,lalu mengajak sang istri untuk segera pergi.
"Kamu pergi dulu sayang,Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam !"Sahut Ge,melihat Al yang bingung berdiri di depan nya.
"Apa yang Kakak liat,Aku pergi!"Ge memberikan kunci motor kepada Al.
"Ini?"
"Itu kunci motor,Kakak bisa bawakan ?"
"Tentu bisa!"Sahut Al,seketika membuat Ge bingung.
"Kakak bisa bawa motor?tapi awas ya jangan nabrak tiang di depan jalan itu lagi,terakhir Kakak bawa motor,kakak selalu nabrak tiang itu!"Cetus Ge,yang mencibir Al.
"Tenang saja,Kak El sudah pintar sekarang !"
Al segera berjalan ke arah tempat motor yang di simpan oleh Ge.
Al melihat motor matic milik Ge.
__ADS_1
"Apa yang Kakak tunggu,ayo!"
Al mengangguk nya.Al segera menyalakan motor tersebut.
Braak!
"Aaah!Kakak!"Teriak Ge,dengan kesal.
"Maaf!"Al menahan tawa nya,ia belum terbiasa menggunakan motor matic.
"Kan sudah Ku bilang Kak El itu gak bisa,Hanya Aku sama Papa yang bisa,Kadang Umi juga gitu,sering keblas-blasan!"Ungkap Ge yang kesal,lalu mengambil alih.
Kak El duduk di belakang aja,biar Aku yang bocengin Kakak!"
Al mengangguk nya,ia segera duduk di belakang Ge.Mereka berdua segera pergi menuju tempat pelatihan ilmu bela diri milik Alex.
Tiba di tempat pelatihan,Arman sudah menunggu Ge,sebelum ia memanggil Ge,lebih dulu dia melihat dengan siapa Ge datang.
Begitu tahu Ge datang dengan El,yang saat ini adalah Al.Arman segera menghampiri mereka.
"Ge!"Teriak Arman,merentangkan tangan nya.
Tap!
Arman berhenti tepat di depan Ge,lalu menatap Ge dengan wajah bodoh nya.
"Kata Guru kamu akan pergi ke Inggris,bagaimana untuk merayakan kepergian mu,Aku traktir Kamu bakso dua mangkok ?"Rayu Arman.
"Dikit,ti-ga mangkok gimana ?"
"Boleh deh.Ayo!"Arman ingin memegang tangan Ge.Namun,Al segera menarik tangan Arman.
"Jauhi tangan mu dari tangan Ge!"Titah Al dengan tegas.Arman menelan ludah nya saat melihat netra Al yang memerah,raut wajah Al sungguh bringas.
Gluk!
"Kak El,biasanya Kami juga pegangan tangan begini !"Arman merangkul pundak Ge.
"Arman lepas,Kak El gak suka !"Bisik Ge.
"Kamu enggak dengar,dia enggak suka sama Kamu,jadi cowok harus bisa sadar diri,hanya dengan tampang biasa saja mau dekatin Ge!"Ketus Al dengan pedas.
Ge menaikan alis nya sembari menggelengkan kepalanya.
"Kak,apa yang Kamu katakan!"Ge memegang lengan Al.
"Ge,Aku pergi dulu,Kita bisa bicara nanti!"Ujar Arman yang merasa terhina oleh ucapan Al.
Ge sendiri merasa tidak enakan dengan Arman.
"Kak El,kenapa Kamu berbicara begitu,itu namannya menyakiti hati orang lain,tidak kah Kakak liat Arman tersinggung dengan ucapan Kakak!"Ketus Ge yang kesal,melihat sikap Al.
"Aku ini Kakak mu,Aku bisa melihat mana yang tulus mana yang modus.Jangan mau di kibulin sama laki-laki!"Tegas Al.Ge juga terlihat tidak mau mengalah.
"Nyesal Aku ngajak Kakak kesini,Kakak pulang aja lah,Aku tidak mau liat kakak disini!"tegas Ge,yang langsung pergi meninggalkan Al di tempat parkir dekat gerbang.
Al mengulurkan tangannya untuk menghentikan Ge.Tapi,Ge sudah terlanjur pergi meninggalkan dia.
"Apa salahnya Aku hanya ingin melindungi dia,semua cowok itu sama.Sama brengsek nya!"Gumam Al,lalu berbalik pergi meninggalkan tempat itu.
Al sendiri tidak tahu mau pergi kemana,ini pertama kali ia keluar dari dari,dan ia sendiri juga lupa dengan jalan pulang.
"El!"Panggil seseorang,Al tidak menoleh,ia sedang memikirkan ucapan Ge barusan.
"El!"Panggil orang itu lagi,selain melamun Al sendiri tidak sadar dengan panggilan nama orang lain yang saat ini sedang memanggil nya.
"El!"
Al segera menoleh,saat seseorang itu berdiri di sebelah nya.
Al melihat sosok wanita yang berpakaian seperti umi nya.Hanya menampakkan bertanya saja,seluruh wajahnya tertutup cadar.
"Who are you?"Al mendekatkan wajah nya lebih dekat dengan wanita itu.Sontak membuat wanita ini mundur dan terkejut.
"Astagfirullah!"Ucap Aisyah mengelus dada nya.
"El!"Lirih Aisyah,Al mengangguk nya.
"Apa yang terjadi,kenapa kepala mu terluka?"Tanya Aisyah,yang belum mengetahui kecelakaan Al.
"Owh,ini.Aku kecelakaan di Mesir!"Sahut Al,lalu segera pergi meninggalkan Aisyah.
Aisyah membulatkan mata nya melihat sikap tidak sopan nya El(Al).
Aisyah mengikuti Al dari belakang,ia baru saja kembali dari pasar.
"El,hari ini ada jadwal ngaji,Kamu tidak datang,apa yang sedang Kamu lakukan di tempat ini?"Tanya Aisyah lagi,dengan jarak dua meter,dan suara Aisyah terdengar begitu kecil dan lembut.
Al yang berjalan sembari ke dua tangan nya dimasukan dalam saku celana nya.Lalu berhenti,dan berbalik menatap Aisyah dengan tajam.
Aisyah tertegun ketika Pria itu menatap nya dengan lekat,bahkan Al tidak berkedip walau hanya satu detik.Aisyah segera menundukkan pandangan nya.
__ADS_1
"Kalau Kamu ingin berbicara,langsung saja katakan,jangan ketika Aku sudah jalan,Kamu mulai bertanya,jangan 'kan Aku,semut saja tidak bisa mendengar ucapan mu dengan jarak yang begitu jauh!"Ungkap Al dengan tegas,Aisyah bergetar mendengar suara bas milik pria itu.
Selama ini jika Aisyah dan El berjalan,El selalu pastikan Aisyah yang di depan,dan dia akan mengikuti nya dari belakang.
Namun,hari ini,Aisyah hampir di buat mati gemetar mendengar suara lantang milik Al.
"Haadeeeh,Kamu diam lagi,kalau begitu,Aku pergi!"Al berbalik,dan melanjutkan jalan nya berbelok di persimpangan dan meninggalkan Aisyah.
Aisyah mendongakkan kepala nya,melihat ke arah Al yang sudah pergi.
"Apa yang terjadi,kenapa hari ini ia terlihat aneh?"Gumam Aisyah yang melanjutkan jalan nya.
Aisyah,terus saja mengelus dada nya,terasa sesak di hatinya,saat mendengar perkataan pedas dari Al.Sebelumnya Pria itu selalu berbicara lembut kepada nya.Namun,hari ini dia sudah berhasil menoreh sedikit luka di hati Aisyah yang bahkan akan membekas.
"Aisyah!"Bima berdiri tepat di depan Aisyah.Tentu saja Aisyah terkejut,dan segera melewati Bima.
"Aisyah dengar!"Teriak Bima.Aisyah mengabaikannya.
"Abang lepas,kita bukan muhrim yang bisa sembarangan berpegang tangan !"Aisyah berusaha melepaskan tangan Bima,yang menarik pergelangan tangan nya.
"Kenapa Kamu terus menghindari Aku,dimana El yang sok alim itu,apa ia hari ini tidak pergi bersama mu?"Tanya Bima.
Aisyah masih berusaha melepaskan tangan Bima.Dan mengabaikan pertanyaan Bima barusan.
"Lepas!"Pinta Aisyah lagi.
"Awww,mendengar suara mu yang lembut membuat Aku tidak bisa melepaskan tangan mu!"Bima menuntun wajah nya agar lebih dekat dengan wajah Aisyah.
Pak !
Duaaackkhh!
"Ugh!"
Al menarik bahu Bima,lalu memukul nya hingga tersungkur ke tanah.
"Abang El!"Teriak Aisyah,saat melihat Al memukul Bima.
Duaackkh!
"Aah!"
Duaackkh!
"Dasar manusia sampah!"Teriak Al,yang masih mencoba,memukul Bima.
Aisyah segera memegang tangan Al yang hendak memukul Bima lagi.
"Abang El,cukup!"Teriak Aisyah,Al terdiam,
Al melepaskan kerah baju Bima,dan menghempaskan tubuh Bima ke tanah.
Bugh!
Al segera menarik tangan Aisyah,dan membawa nya pergi dari tempat itu.
Semua belanjaan Aisyah terjatuh di tempat yang tadi.
"Abang El lepas,tangan Aisyah sakit!"Aisyah berusaha melepaskan tangan Al,yang mencengkram kuat pergelangan tangan nya.
'Aisyah' Al tertegun mendengar nama itu.Dia menghentikan langkah nya,dan segera melepaskan tangan Aisyah.
'Dia calon istri El?'Al menoleh ke arah
Aisyah yang sedang melihat pergelangan tangan nya yang sakit.
"Aisyah,maaf!"Ucap Al,Aisyah terdiam,yang dari tadi mengusap tangan nya yang sakit.
"Abang El,hari ini Abang El benar-benar membuat Aisyah kecewa!"Ungkap Aisyah yang segera pergi meninggalkan Al di tempat itu.
"Aisyah!"Teriak Al.Namun,Wanita itu tidak menoleh ke belakang.
Tit..Tit..Tit..
Al menoleh saat mendengar suara klakson motor.
"Kak El!"Panggil Ge,
"Ayo pulang!"
Al segera menghampiri sang adik.
"Naik"
"Eeeem"Al segera nurut dan duduk di belakang Ge.
"Kak,maaf,tadi Ge sudah bentak Kakak!"Imbuh Ge sambil nyetir motor nya.
"Kakak juga minta maaf udah kasar sama Kamu!"
Ge hanya mengangguk saja,sembari fokus menyetir.
__ADS_1