
Sebelum kembali ke rumah,El lebih dulu singgah di toko buku,tempat foto copy segala keperluan kantor atau sekolah.
"Bang,minta tolong sampul kan buku ini"Ucap El,sembari meletakkan buku tersebut di atas meja.Pemilik toko mengangguk nya.
El menunggu di kursi yang sudah di sediakan oleh pemilik toko,lalu entah apa yang dia pikirkan,semenjak kembali dari NY.El merasa hidup nya tak sama lagi,ia merasa seperti sesuatu yang hilang dari dalam dirinya.Ada perasaan yang tidak dapat di jelaskan oleh El,bahkan ia merasa begitu sesak di dada nya,Tanpa terasa air mata itu menetes,El tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya.
"Mas,buku nya sudah siap!"Ujar pemilik toko,El menyeka air matanya,dan mengambil buku di tangan Abang pemilik toko serta membayar nya.
El kembali menyetir motor nya,melaju ke arah jalan pulang ke rumah nya.
Di Tempat lain,Albert dan Ge,baru saja kembali dari pasar membeli banyak nya sayuran dan keperluan dapur lain nya.
"Kenapa tidak menggunakan kendaraan sih?"Tanya Albert,melihat ke arah Ge yang membawa banyak belanjaan.
"Dirumah hanya ada satu mobil,dan satu motor!"Sahut Ge,membereskan belanjaan nya.
"Kok bisa sih,Papa itu termasuk orang terkaya di NY.Kamu tau bisnis nya itu tidak dapat di hitung lagi,semua proyek nya berjalan dengan mulus,dia tidak pernah kekurangan uang,dan satu lagi,mobil Papa disana banyak,bahkan ia memiliki showroom sendiri!"Timpal Albert,Ge yang mendengar cerita itu hanya melongo saja,antara percaya atau tidak,ia takut kalau Albert hanya membuat ia senang saja.
"Heeemmm,kita pulang ya,kalau Kamu capek,besok-besok enggak usah ikut lagi!"Ketus Ge.Memang Albert tidak pernah berjalan kaki ia selalu menggunakan mobil kemana pun ia pergi.
"Kalau sama Kamu tidak terasa capek,malah lebih enak jalan kaki bisa berlama-lama di jalan !"Ungkap Albert yang tersenyum.
"Gombal!"Cetus Ge yang tersipu,lalu mempercepat langkah kaki nya.
"Geisha..!"Teriak Arman dari jauh.
"Datang lagi pengganggu!"Gumam Albert,Ge melirik.
"Om ngomong sesuatu?"
"Enggak!"
Arman menghampiri mereka berdua.
"Kebetulan Kamu disini,Ayo makan mie ayam,warung Mak beti dah buka,ada sate jengkol juga,kesukaan mu 'kan?"
__ADS_1
"Benaran?ayo lah,Aku udah lama gak makan jengkol sama mie ayam Mak beti!"
Ge segera mengikuti langkah kaki Arman.
"Eh,Aku gimana?"Tanya Albert,setengah berteriak.
"Ayo ikut saja!"Ajak Ge,Albert hanya nurut saja,dia juga tidak ingin membiarkan Arman mengambil kesempatan berduaan dengan Ge.
Sampai di depan warung Mak beti,memang bukan seperti selera Albert,pria ini menatap sekeliling warung tersebut,sederhana bangat memang tempat nya,dan itu pertama kali bagi Albert datang ke tempat seperti itu.
"Ada apa?Om enggak mau masuk?"Ge melihat ke arah Albert,wajah nya yang kusut.
"Kamu liat wajah dia,seperti nya Dia tidak bisa makan di tempat seperti ini!"Timpal Arman,Albert segera menatap nya dengan tajam,Arman memalingkan wajahnya seketika.
"Kalau Om enggak bisa makan enggak pa-pa,tunggu disini saja,Aku akan masuk,soalnya Aku sudah lama enggak makan mie ayam !"
"Iya ini 'kan kesukaan Kamu,Aku juga suka ayo kita masuk!"Ajak Arman,Albert pun terpaksa ikut masuk ke dalam tempat itu.
Pelayan di warung Mak beti sangat baik,Mak beti begitu ramah melayani pelanggan nya.Namun,begitu Mak beti melihat Albert ia terpesona dengan wajah Albert.
"Aku memang tampan 'kan Mak beti!"Sahut Arman,
"Lah,Kamu mah pas-pasan wajahnya,ini nih yang di bilang tampan,lengan nya kekar,wajahnya tampan,tubuh nya aduhai...."Puji Mak beti dengan gaya genit nya,Ge hanya tersenyum saja melihat Albert seperti orang yang tidak nyaman begitu.
"Cocok lagi,makai baju kaos hitam begitu,Ganteng kalau Kamu jomblo Saya mau oke,datang saja ke warung saya!"Tambah nya lagi,sambil mata berkedip kearah Albert.Albert menghela nafas nya kesal,tidak suka di goda oleh wanita transgender.
"Oke,oke mak beti,buruan bikin mie ayam nya Kami sudah lapar!"Cetus Ge,
"Oke sayang,tunggu sebentar ya!"Mak Beti berlalu dari meja mereka,sembari melambai-lambai tangan ke arah Albert.
"Ha..Ha..Ha.."Tawa Ge pecah,saat Mak Beti sudah pergi.Albert menatap nya kesal.
"Ganteng ..."Goda Ge,sembari memainkan jari-jari nya untuk menggoda Albert.
"Ge,Aku ingat 'kan ya,berhenti menggoda Ku,jika tidak Kamu tau akibat nya!"Ancam Albert.
__ADS_1
"Oke,Oke Aku diam"sembari mengunci mulut nya,dengan tangan.
"Eh Ge,kapan Kita latihan taekwondo lagi?"
"Besok Papa udah mulai buka lagi!"Sahut Ge,Arman melirik ke arah Albert.Namun,Pria itu memandang nya cuek.
Tak berapa lama pesanan mereka pun tiba,lengkap dengan sate jengkol.Mereka segera memakan mie ayam yang sudah di hidangkan.
Albert dapat melihat kedekatan Arman dan Ge itu begitu dekat,bahkan disaat ke dua nya berebut sate jengkol,Albert hanya dapat melihat nya saja.
"Om enggak makan?"Sambil memberikan sate jengkol kepada Albert,Pria ini menggelengkan kepalanya.
"Bau"Cetus Albert reflek saat sate itu di dekatkan oleh Ge.
"Sini biar Aku saja yang makan!"Arman segera menarik tangan Ge,yang sedang memegang jengkol,dan Arman makan,seolah-olah Ge menyuapi nya.Mata Arman tertuju ke arah Albert,Ge hanya senyum saja,berbeda dengan Albert yang terlihat kesal.
"Makan dari tangan seorang wanita memang berbeda ya"Arman tersenyum ke arah Ge,dan itu membuat Albert tidak senang.
"Aku juga mau makan,sini suapi Aku!"Ucap Albert,Ge membulatkan matanya.Ge tahu,Albert bukan orang yang mau memaksa diri untuk memakan makanan yang tidak ia sukai,ini pasti ada yang salah dengan dirinya.
"Kalau tidak bisa,jangan di paksain!"Ledek Arman,semakin membuat daun telinga Albert memerah.
"Eeeem..Eem"Ge membenarkan ucapan Arman.
"Siapa bilang Aku tidak bisa,Aku bisa kok!"Albert segera mengambil jengkol di tangan Ge dan disaat ia mau memasukkan ke mulut,Albert ragu,karena sejak kecil yang bisa di makan Albert hanya daging salmon dan daging rusa.Albert orang yang pemilih soal makanan.
Ge sedikit khawatir saat melihat Albert ingin memakan itu,tapi siapa sangka,satu tusuk sate telah masuk ke mulut pria itu,dan ia mulai menguyah nya,dan tusuk ke dua berjalan begitu lancar masuk ke dalam mulut Albert.
"Ge,Aku pergi dulu ya,ibu menelpon,seperti nya menyuruh Aku pulang"Ucap Arman,Ge mengangguk,lalu Arman meninggalkan Albert dan Ge di warung Mak Beti.
Ge panik saat melihat keringat di raut wajah Albert,mulut nya di penuhi oleh jengkol,dan Albert membulatkan matanya untuk menelan itu makanan,tapi sangat sulit bagi tubuh seroang seperti Albert untuk menerima makanan kampung.
"Huueeek"Albert memuntahkan isi yang ada di dalam mulut nya.Ge segera berdiri dan memberikan minum untuk Albert.
"Minum dulu,kalau tidak bisa makan,jangan di paksakan"Ketus Ge dengan kesal,ia menepuk pelan punggung Albert.
__ADS_1