
Aisyah menutup pintu ruang kelas,sementara Al berdiri di belakang Aisyah yang sedang menutup pintu.
"Kak Aisyah,Abah menyuruh Kak Aisyah untuk berbelanja!"Seru seorang Anak-anak yang tinggal di pesantren itu.
"Baik,Kak Aisyah segera pergi!"Sahut Aisyah yang menoleh.Namun,yang terlihat hanya ada Al di belakang nya,Aisyah segera berpaling.Anak itu yang berdiri di belakang Al pun pergi.
"Al!"Panggil Maryam,Al menoleh melihat Maryam yang mencarinya.
"Al sudah selesai ?"
"Sudah Umi!"
"Begini,Umi mau minta tolong,belikan bahan-bahan Kue untuk Umi,Umi ada pesanan banyak dari wali murid !"Ujar Maryam.Namun, Al terlihat bingung.
"Yaampun,Umi lupa,kalau Al belum pernah ke pasar!"Maryam memegang kepala nya yang tidak sakit.
"Biar Aisyah saja yang beli Umi,Aisyah mau ke pasar untuk belanja sayur!"Timpal Aisyah.
"Bisa Ning?Umi enggak ngerepotin Ning Aisyah 'kan?"
Aisyah menggelengkan kepala nya.
"Gini saja,Al bantu antar Aisyah sebentar,biar sekalian tau dimana pasar,dan dimana tempat orang jualan bahan kue,biar besok-besok Umi bisa minta tolong sama Al!"Imbuh Maryam.
"Tunggu,tanya dulu sama orang nya Umi!"Sambung Al.
"Gini saja,biar tidak jadi fitnah,bagaimana kalau Kita mengajak Yakub ikut bersama?"Saran Maryam.
"Boleh Umi!"
Aisyah pun pergi memanggil bocah yang tadi.Tidak lama kemudian ia kembali lagi dengan bocah itu.
"Yakub,Umi minta tolong ya,temani anak Umi ke pasar!"
"Baik Umi Maryam!"
"Umi,Kami pergi dulu,Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam !"
Mereka bertiga bersalaman dengan Maryam.Dan pergi ke arah dimana mobil di parkir.
__ADS_1
Al menyuruh Yakub untuk duduk di depan,sementara Aisyah di belakang.Al segera melajukan mobil nya ke arah pasar.
* * *
Tiba di pesantren,pulang berbelanja.Aisyah memberikan satu kantong plastik buah untuk Yakub,supaya diantar ke kamar Abah Karim.
"Aisyah boleh kah Aku bertanya?"Seru Al,Aisyah menghentikan langkah nya,yang hendak pergi meninggalkan mobil Al.
Aisyah mengangguk nya.
"Bagaimana pertama kali saat Aisyah dan El bertemu?apa yang membuat Aisyah jatuh hati kepada El?"
"Kami bertemu di tempat ini,Kak El orang yang sangat tertutup,jarang berbicara dengan lawan jenis.Setelah itu Kami tidak pernah bertemu lagi,Kami berpisah selama hampir 5 tahun.Sebelum Kak El ke Mesir,itu pertama kali Kami bertemu lagi,itu juga hanya satu Minggu.Kami tidak pernah menjalin hubungan apapun,hanya saja kami berdua di jodohkan!"Ungkap Aisyah.
"Apakah El tersenyum saat pertama kali bertemu dengan Aisyah?"
"Tidak,Kak El tidak pernah tersenyum pada Aisyah.Tapi,sikap dan perilaku Kak El,mampu membuat Aisyah tersenyum bila mengingat nya!"Ungkap Aisyah,lalu pergi meninggalkan Al di depan mobil.
Al melihat Aisyah yang sudah berlalu dari hadapan nya.
"Bukan kah,El dan Aku mirip,apakah Aku juga bisa membuat dia tersenyum?"Gumam Al,
"Ayo,siapa yang tersenyum?"Maryam berdiri di samping Al.Sehingga membuat Al terkejut.
"Umi baru saja tiba,ayo pulang!"Maryam menyimpan kotak kue di dalam mobil.Setelah membantu Maryam menata kotak kue di dalam mobil.Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil.
Al melupakan pertanyaan Maryam tadi,ia segera menyalakan mobil nya.
"Dimana Papa?"Tanya Al,yang ia tahu,tadi Alex ikut bersama dengan Mereka.
"Sudah kembali kerumah,saat Kamu ke pasar!"
Al mengangguk nya.
"Al,boleh kah Umi bertanya tentang masalah Pribadi mu?"
Al melirik,meskipun ragu untuk mengatakan iya.Namun,Maryam adalah ibu nya,wanita yang berhak mengetahui bagaimana kehidupan asmara anaknya.
"Apa yang mau Umi tanyakan,tanya saja Aku akan menjawab nya!"Al tetap fokus menyetir,
"Umi mau tau,siapa wanita yang mengisi relung hati Anak Umi,agar Umi tidak terlalu menunggu lama untuk menimang cucu!"Goda Maryam.
__ADS_1
"Apa yang Umi katakan,El yang akan menikah dulu,dia sudah memiliki calon istri.Al masih menunggu Ge pulang,Al akan menikah setelah Ge menikah nanti.Karena,Al ingin melihat keluarga Al bahagia,baru Al bisa memikirkan kebahagian sendiri!"Ungkap Al,sembari tersenyum ke arah Maryam.
"Apa itu bisa di katakan senyuman yang ikhlas?"Tanya Maryam,saat melihat raut wajah Al yang di paksakan untuk tersenyum.
"Tentu saja bisa,Umi sudah sering melihat Al tersenyum!"Al kembali tersenyum.
"Anak Umi tampan kalau sedang tersenyum!"Goda Maryam sekali lagi.Al hanya bisa menggelengkan kepala nya saat melihat Maryam yang terus-terusan menggoda nya.
"Al"Panggil Maryam.
"Eeem"Al menoleh.
"Apa mau Umi kenalkan dengan santriwati Abah Karim?"
"Tidak perlu Umi.Umi tidak perlu repot-repot,Al akan mencari sendiri,yang menurut Al cocok dengan Al!"
"Siapapun wanita itu,Umi menerima nya,asal ia seiman dengan Kita,yang terpenting keyakinan nya sama.Umi tidak mempermasalahkan kaya dan miskin,Cantik atau jelek.Bagi Umi semua sama!"
"Pasti,Al akan memilih secara agama,Al tidak akan sembarangan menikah.Tanpa restu dari Umi!"
"Umi harap,semoga Allah segera mengirimkan jodoh untuk mu!"
"Amiin"Al segera mengaminkan nya membuat Maryam tersenyum.
"Umi,mungkin bulan depan Al akan kembali ke NY.Tidak mungkin Al terus-terusan disini,kasian El,setelah masalah disana beres.Al akan menjemput Umi dan yang lain,Kita akan tinggal di NY lagi !"Ungkap Al.
"Tapi sayang,bukan kah tinggal disini lebih aman,disini hidup Umi lebih damai!"
Al mengerti apa yang di maksud Maryam,ia pun tidak bisa membantah atau memaksa nya.
"Namun,jika Kalian semua mau tinggal di NY,setelah menikah,tentu saja Umi akan setuju.Kalian berhak memilih kebahagian kalian sendiri,tidak harus selalu terus bersama dengan Kami.Kalian akan memiliki kehidupan masing-masing di masa depan!"
"Bagaimana bisa Umi merelakan Kami pergi meninggalkan Umi.Mungkin Al akan terbiasa jauh,karena sejak kecil Al tidak pernah tinggal bersama dengan Umi.Namun, bagaimana dengan El dan Ge?mungkin mereka tidak akan bisa,meskipun Umi merelakan mereka menjalani kehidupan mereka masing-masing"
Mendengar penuturan Al,membuat Maryam terdiam,sesungguh nya Maryam tidak ingin menghambat kebahagian semua orang.
Melihat Maryam yang terdiam,Al pun merasa iba.Sesungguh nya Al sangat paham dengan Maryam,hati nya terlalu sensitif untuk membahas masalah itu.
"Umi jangan terlalu memikirkan soal itu,Kita jalani saja apa yang ada di depan mata saat ini,biarkan masa depan menjadi kejutan untuk Kita semua!"Al memegang tangan Maryam.
"Terimakasih sayang,Kamu sudah banyak berubah!"
__ADS_1
Al mengangguk nya,melihat Maryam kembali bersemangat.