Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 46


__ADS_3

Ayin sedang merapikan gaun nya,Caston duduk di tepi ranjang,dengan iPad di tangan nya.


"Kamu cantik sayang!"Ungkap Caston,memuji sang istri,Ayin tersenyum.


Drrt..Drrt..Drrt..


Ayin mengintip sedikit layar ponsel yang ada di atas meja rias,lalu buru-buru untuk mengangkatnya.


"Bos,Kami sudah menemukan lokasi wanita itu,untuk saat ini dia baik-baik saja,lokasi nya ada di gedung Tuan Big.Dan Aku juga mengetahui hari ini Tuan Big akan datang ke tempat penyambutan itu.Namun,Aku belum tahu apa rencana Tuan Big selanjutnya!"


"Tuan Big?.Hati-hati dengan Pria itu,dia lebih kejam dari Peter,karena Big berasal dari keluarga Cristoper!"


"Saya mengerti!"


Panggilan terputus,Ayin menyimpan kembali ponsel nya,lalu menghampiri sang suami yang menunggu penjelasan dari nya.


"Big!"Gumam Ayin.


"Pria itu saat ini pasti sangat berkuasa,setelah kematian Tuan Cristoper!"Timpal Caston,


"Benar,apalagi dulu hanya Anak ha-ram dari wanita selingkuhan Cristoper.Namun,setelah Tuan Cris ma-ti dia mengambil alih,apalagi,Dia satu-satu nya yang sisa pewaris keluarga Cristoper!"


"Aku ingat,bagaimana ia membantu Peter untuk bebas dari jerat hukum,padahal ia tau,yang di bunuh adalah saudara nya sendiri Charlotte.Mungkin dengan ada kejadian itu,akan memudahkan dia untuk berkuasa di keluarga Cristoper!"


Tok..Tok..Tok..


"Nyonya,Tuan Muda sudah siap!"Terdengar suara Pak Kim,dari luar kamar Ayin.


"Mas,Aku pergi dulu,Kamu juga segera pergi,takut nya Jerry menunggu mu lama.Cup!"Setelah mengecup bi-bir sang suami,Ayin,segera pergi meninggalkan kamar nya.


Ceklek !


"Dimana Tuan muda?"


"Tuan muda,ada di teras!"


Ayin segera pergi untuk menemui El di teras rumah utama.Dengan memakai gaun panjang,dan sedikit tertutup,karena Ayin,tidak ingin El menegur nya nanti,jadi dia berinisiatif sendiri untuk memilih pakaian yang lebih tertutup.


"Tuan Muda,Kita berangkat sekarang ?"


El mengangguk nya.

__ADS_1


Seorang pengawal,membuka pintu mobil untuk El dan Ayin,dan seorang sopir sudah siap siaga di kursi kemudi.


"Kita ke gedung King Princess!"


"Baik Nyonya!"Sopir itu mengangguk,sembari menyalakan mesin mobil.


* * *


Sebuah mobil Lamborghini Veneno berwarna hitam,berhenti di depan jalur masuk menuju gedung.Seseorang datang untuk membuka pintu mobil.


Ceklek !


El dan Ayin turun secara bersamaan.Terlihat banyak reporter disana,yang mengambil foto ke duanya.Di acara tersebut banyak orang penting yang datang.Tanpa bergandeng tangan El berjalan masuk ke dalam gedung itu,dan Ayin berjalan di samping El.


Semua orang kagum dengan penampilan El,wajahnya cukup tampan,yang selalu berusaha untuk tersenyum.


Tiba di dalam ruangan itu,semua orang terlihat sudah datang,dengan pasangan ada juga yang single.El dapat melihat betapa meriah nya acara itu,apalagi kedatangan pebisnis dari kalangan atas semua.Bahkan ada yang dari beberapa Negara luar.


"Selamat untuk kesuksesan acara nya Tuan Dante!"Seru Ayin,mengulurkan tangan nya.


"Ini?"Dante melirik ke arah El yang berdiri di samping Ayin.


"Ini Tuan Al,bukan nya sudah pernah ketemu?"


"Dia terlihat berbeda dari sebelumnya"Bisik Dante,kepada Ayin.Wanita ini hanya tersenyum saja.


"Silahkan nikmati hidangan nya,Saya akan pergi untuk menemui tamu yang lain"


"Baiklah"


Dante sudah pergi begitu jauh dari Ayin dan El,Namun,Dante masih penasaran dengan penampilan Al yang ia lihat.Dante juga kalau itu bukan Al,tapi orang lain.


Beberapa orang terlihat sedang membicarakan tokoh penting dalam bisnis di dunia malam,seperti bisnis Bar,Hotel,dan juga barang-barang terlarang.Siapa lagi yang bukan Big,Pria yang terang-terangan melakukan hal itu,tidak takut akan jerat hukum.


Umur nya sekitaran 45 tahun.Memang Big bukan tandingan El,oleh sebab itu,Ayin turun tangan sendiri untuk menyelidiki keberadaan Atika.Tidak ingin El berada dalam masalah.


"Keponakan Ku"Sapa Peter,berjalan ke arah El.


"Tidak perlu terlalu ramah,kita tidak dekat!"El segera pergi meninggalkan meja desert.Namun,langkah nya terhenti saat El melihat wanita dengan gaun merah,mengalungkan lengan pasangan nya yang berjalan beriringan memasuki gedung tersebut.


'Aku sudah mencari nya kemana-mana,tapi dia ada bersama dengan Pria lain.Heeh!sungguh memalukan,kenapa Aku harus peduli kepada wanita yang jelas-jelas sudah menghina umi!'

__ADS_1


Atika berjalan dan menemani Big,penuh dengan tekanan batin,bahkan Atika tidak di ijinkan untuk melepas tangan Big,walaupun hanya sebentar.


Atika terus saja mencari seseorang yang mungkin bisa membantu nya,untuk melepas diri dari Pria itu.


"Selamat Tuan Dante,atas penyambutan ini!"Big mengulurkan tangan nya ke arah Dante.


"Terimakasih.Tidak heran Anda di sebut Tuan Besar,nyali Anda terlalu besar untuk mendapatkan gadis - gadis muda!"Cibir Dante.Namun Big,menanggapi nya dengan senyuman.


Atika berusaha untuk melepaskan tangan Big,namun Pria itu tidak membiarkan nya.


"Aku mau ke toilet!"Bisik Atika,


"Aku akan menemani mu!"


"Gila Kamu,Aku mau ke toilet wanita!"Ketus Atika yang kesal,tapi masih berusaha untuk tenang,agar tidak membuat Big curiga dengan rencana pelarian nya.


"Baiklah,mereka akan menunggu mu di luar toilet!"


Meskipun Big,tidak menemani Atika ke toilet.Namun,dua orang pengawal mengikuti Atika sampai ke pintu toilet.


"Kalian disini saja,Aku tidak akan kemana-mana!"Titah Atika,dua pengawal itu ragu.Namun,melihat tempat toilet itu membuat dua pengawal itu yakin.Atika tidak dapat melarikan diri.


Ayin,sudah membaca gerak - gerik Atika sejak ia tiba.Ayin segera pergi ke toilet untuk menemui Atika di dalam sana.


Tok..Tok..Tok..


Suara ketukan pertama tidak di gubris oleh Atika,ia takut kalau itu adalah pengawal Big.


"Atika!"Panggil Ayin,dengan suara pelan.


Ceklek !


Atika segera membuka pintu toilet,tanpa menjawab,dan memeluk Ayin,membuat Ayin terkejut.


"Nyonya,tolong selamat 'kan saya !"Ucap Atika yang setengah takut.


"Tenang,apa yang terjadi,kenapa Kamu bisa bersama orang itu?"Ayin,memegang bahu Atika yang sedang takut dan panik,bila pengawal di luar tahu.


Atika mulai menceritakan kronologi nya kepada Ayin,bagaimana ia bisa sama dengan orang itu.


"Memang Peter itu,manusia bejat!"Gumam Ayin,"Kamu tunggu disini"

__ADS_1


"Nyonya,jangan tinggalkan saya,Saya mohon tolonglah saya"Atika menggenggam erat tangan Ayin.Ayin pun tidak tega meninggalkan Atika sendiri.


Ayin segera menelpon El untuk datang ke toilet wanita,agar Atika bisa lolos dari sana.


__ADS_2